
Devian, Sora, Sheren, Shena dan juga Veei sudah terlebih dahulu berada di sekolah dari mereka berdua
"Kak.. aku dengar dari omongan ke omongan murid murid yang ada disini, katanya bulan depan kita akan berpiknik ke hutan terlarang yang ada di benua Kreiza... Itu sangat cocok untuk kita semua, kita bisa berlatih di sana" ucap Devian yang bilang kalau dia mendengar omongan dari murid murid yang ada di sekolah ini bulan depan mereka semua akan memasuki hutan terlarang karena adanya event sekolah ini
"Heem menarik, kalau begitu aku akan melawan seekor naga jika ada sih" ucap Sora dengan nada yang penuh semangat begitupun dengan ekspresi nya
"Kak Sheren, kita juga harus semangat nanti.. kita harus memburu sekitar 2 ekor naga" ucap Shena kepada Kakak-nya
"Iya Shena, kita akan memburu naga dan jadikan sisik nya jadi mata uang dan dagingnya bisa kita jual dan bisa kita makan" ucap Sheren dengan penuh senyuman dan ekspresi yang terlihat semangat
'Membosankan hanya seekor naga, aku bisa membunuh 2 bahkan 3 Dewi sekaligus jika aku menginginkan nya' gumam Veei
"2 bahkan 3 apa Veei maksudmu?" ucap Devian yang menanyakan apa itu 2 bahkan 3
"E-eh bukan apa apa lupakan saja, tadi aku hanya menghitung jumlah naga yang bisa aku bunuh 2 bahkan 3 itu maksudnya" ucap Veei dengan ramah sambil memainkan jarinya di pipi
"Wah kau hebat bisa bunuh 2 bahkan 3 naga sekaligus, itu sangat bagus... Kita bisa menjual sisik dan dagingnya di Guild" ucap Devian yang mengatakan itu bagus kalau bisa membunuh 2 bahkan 3 naga sekaligus, karena semakin banyak sisik dan daging naga harga jual pun semakin tinggi
"Hahaha iya, nanti aku bantu jika ada naga" ucap Veei dengan nada pelan ke arah Devian
Tak lama kemudian Dania dan Davina pun akhirnya sampai di kelas
"Hoiii, kalian semua... Selamat pagi" ucap mereka berdua
"Iyaa pagii" ucap mereka ber 5 yang sudah terlebih dahulu sampai di kelas yang sedang membicarakan piknik yang akan di adakan bulan depan oleh sekolah ini
"Ada apa nih, seperti nya kalian sedang membicarakan sesuatu" ucap Dania dengan senyuman ke arah temannya
"Itu... Dania, bulan depan sekolah ini akan mengadakan event piknik ke hutan terlarang yang ada di benua Kreiza" ucap Devian dengan santai memberi tau kepada Dania
"Heehhh betulkah itu Vian?" ucap Davina yang langsung memegang kedua tangan Devian dan sangat terlihat ekspresi semangat nya
"Iya Vina, sekolah ini akan mengadakan event itu bulan depan.... Dan rencananya jika ada naga kami semua akan memburu naga" ucap Devian yang memberi tau kepada Davina
...***...
"Apa sebaiknya nanti malam aku memasuki mimpi Dania, dan saat aku masuk mimpi nya aku akan memberi gambaran hal yang akan terjadi 1 atau mungkin juga 2 tahun yang akan datang?" ucap Kizaka dia ngomong dengan dirinya sendiri
'Iya sebaiknya aku akan memasuki mimpi-nya nanti malam' gumam Kizaka
Tak lama kemudian di benua Sioga yang tertutup itu hanya di tinggali oleh Kizaka ada sebuah portal berwarna gradasi biru dengan putih dan muncul lah sesosok anak kecil di dekat dengan keberadaan Kizaka sekarang
Ya sesosok itu adalah Pii
"Ohaa Kizaka ku yang manis, aku kembali" ucap Pii dengan senyuman yang sangat indah dan melambaikan tangan nya yang imut itu
"Iya master ohaa, diriku terkejut aku kira siapa ternyata master" ucap Kizaka yang bilang kalau dia terkejut
"Iyaa-iyaa aku kesini hanya mau membaca novel yang telah ku beli di planet yang bernama Bumi" ucap Pii dengan lembut
"Kizaka bisakah kau menggendong ku? dan duduk lah, aku mau ada di pangkuan mu sambil membaca novel ini" ucap Pii sambil tersenyum manis dan menutup kedua matanya ke arah Kizaka
"Iya baik master, aku akan menggendong dirimu" ucap Kizaka dengan nada yang lembut
Akhirnya Kizaka menggendong Pii yang terlihat manja dan dia duduk untuk Pii pada pangkuan nya
Mereka berdua pun membaca nya bersama-sama layaknya seperti seorang yang berpasangan, tetapi tubuh Pii terlalu pendek dan kecil untuk seukuran tubuh Kizaka yang ideal
Yah mungkin bisa juga dibilang Ayah dan Anak, kelihatan nya mungkin akan seperti itu jika dilihat oleh seseorang
...***...
"Ahh Kak, aku mau bilang sesuatu apakah kita boleh mengeluarkan kekuatan asli kita saat melawan naga?" ucap Devian menanyakan apakah mereka boleh mengeluarkan kekuatan aslinya untuk melawan naga, ya sebenarnya tidak perlu kekuatan asli kekuatan yang paling rendah mereka saja sudah bisa menghancurkan setengah kota
"Ah pasti kau mau pamer kekuatan dan terlihat jago di hadapan Davina ya kan" ucap Sora yang bilang kalau adeknya itu pasti hanya mau memamerkan kekuatan nya aja
"Iyaa itu betul kak" ucap Devian
"Coba sana kamu tanya aja ke Ayah" ucap Sora yang menyarankan untuk langsung bertanya kepada ayahnya saja
"Oke baiklah, aku akan kesana mumpung belum mulai waktu nya belajar" ucap Devian sambil tersenyum ke arah Kakak-nya
"He-eh Vian mau pergi kah?" ucap Davina
"Iya Vina, aku ada urusan sebentar. Jadi mau pergi dulu sebentar aja sih hehehe" ucap Devian sambil memainkan jarinya di pipi
"Oh yasudahlah hati hati ya Vian" ucap Davina dan memberi senyuman ke arah Devian
"Iyaa hati hati ya" serontak mereka semua mengucapkan hal yang sama
Devian pun langsung pergi dari ruang kelas dan berlari menuju rooftop sekolah
Tak lama kemudian Devian sampai di rooftop sekolah dan merapalkan skill nya
"{Gate} buka" ucap Devian
Tak lama kemudian munculah sebuah portal yang menghubungkan dirinya ke tempat Ayahnya di benua Sioga
Di benua itu yang masih ada Pii dan Kizaka sambil membaca Novel
Di dekat situ muncul sebuah portal dan keluar lah sesosok anak muda
Ya dia adalah Devian
"Wah langit di benua ini memang sangat indah" ucap Devian yang baru keluar dari portal langsung menengok ke atas untuk melihat langit
"E-eh Kizaka apakah itu anakmu?" ucap Pii dengan nada santai
"I-iya master, itu anak saya" ucap Kizaka yang terlihat dia sedang panik dalam kondisi nya saat ini
"Hei anak muda ke marilah, duduk disini kita akan membaca novel bersama" ucap Pii dengan nada lembut ke arah Devian
"I-iya... Sebentar kau siapa? kok bisa berada di benua ini bersama Ayahku" ucap Devian yang menanyakan siapa orang yang memanggil dirinya
"Dia M-ma" ucap Kizaka yang ingin mengucapkan dia master ayah, tetapi di hentikan oleh Pii
"M-ma apa Ayah?" ucap Devian yang terlihat bingung
"Begini anak muda... salam kenal aku adalah Adek mu, ya kita bersaudara dan namaku adalah Pii" ucap Pii dengan lembut
"Apa itu benar Ayahanda?, Ayah menciptakan sesosok Adek untuk aku dan juga Kakak?" ucap Devian yang menanyakan ini semua apakah benar atau tidak
"Iyaa begitulah, ini adalah adekmu. Sebaiknya kau harus sangat sopan ke adekmu" ucap Kizaka dengan tegas ke arah Devian
"Iya ayah aku berjanji tidak akan menyakiti Adek ku sendiri" ucap Devian membalas perkataan Ayahnya sambil tersenyum manis
Tak lama kemudian Pii yang masih membaca novel berada di pangkuan Kizaka di gendong langsung sama Devian
"Aa-ah, emmmm" ucap Pii yang telah di gendong sama Devian, dengan muka yang di kerutkan dan pipinya yang mengembung memerah seperti tomat
"Ahhh kau sangat lucu Pii Adek-ku yang manis" ucap Devian sambil mengelus-eluskan kepala Pii dengan kepalanya
'Ini gawat, kalau Pii marah bisa bisa dunia ini akan hancur dan menjadi ketiadaan bagi seluruh alam semesta yang ada dan termasuk juga dimensi dimensi yang tertata dengan rapih menjadi ketiadaan. Oh itu sangat mengerikan' gumam Kizaka yang terlihat takut dan khawatir
Pii pun memeluk Devian yang masih berada di gendongan Devian
Devian pun memeluk Pii juga dengan hangat
'Hahaha sangat mudah, yah tidak apa apa kalau diriku di perlakukan seperti ini' gumam Pii yang masih memeluk Devian
"Sudah sudah, Devian kenapa kau kesini?" ucap Kizaka menanyakan kenapa Devian kesini
"Itu Ayah, aku mau izin aja apa boleh aku sedikit mengeluarkan kekuatan ku ke arah Naga. Ya niatnya sih ingin memamerkan nya saja ke Vina" ucap Devian yang bilang apakah dia boleh mengeluarkan sedikit kekuatan nya hanya untuk melawan naga
"Iya boleh saja, asal tidak berlebihan" ucap Kizaka dengan santai
Devian pun akhirnya melepaskan gendongan-nya dan pelukan Pii
"Yasudah Ayah, aku akan kembali ke sekolah... dan kamu Pii tetap disini saja ya sama Ayah" ucap Devian menyarankan Adek nya Pii untuk tetap tinggal disini bersama Ayahnya
"T-tapi aku mau ikut kak" ucap Pii dengan lembut dan memohon
'Sial, hal yang buruk malah terjadi sekarang. Ini gawat' gumam Kizaka
"Ayah, boleh aku mengajak Pii untuk ke sekolah bersama?" ucap Devian
"Iyaaa boleh-kan Ayah" ucap Pii dengan lembut dan mata yang sedikit di manjakan ke arah Kizaka
Kizaka tidak bisa mengatakan Tidak, karena bagaimana pun dia tidak bisa memerintah Pii
"Iyaa boleh kok" ucap Kizaka dengan senyuman ke arah mereka berdua