Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 3 - Chapter 9: Vampa 1



Di pagi hari yang cerah di benua Periza tepatnya di kota Puzoa matahari menyinari kamar Dania dan teman teman yang lainnya


Sejak kematian Raja elf itu, benua ini menjadi sangat tentram dan damai. Mereka yang di jadikan budak akhirnya bebas dari Raja bejat itu, saat memasuki rumah masing masing mereka menangis dan langsung memeluk kedua orang tua mereka


Lalu siapa yang akan menjadi Raja elf selanjutnya??, mereka semua akan memilihnya untuk masa depan yang cerah di benua Periza, agar tidak terjadi lagi Raja yang memimpin seperti sebelumnya


Banyak kesatria kerajaan berbaris di depan kastil itu, tentu juga banyak penduduk elf yang melihat nya


Dania mengucek ucek matanya, kegiatan manusia di pagi hari. Ya walaupun tidak semuanya seperti ini hanya saja kebanyakan dari manusia pasti begini, sebentar memang nya Dania masih di anggap sebagai ras manusia?, tentu saja karena dirinya terlahir dari rahim seorang manusia


"Eumm ichh eummm" Dania tersadar di samping nya sudah tidak ada Alza lalu menangis


Tok tok tok


"Dania apa kau sudah bangun?" ucap Davina yang mengetok pintu kamar Dania


Reflek Dania langsung menghapus air matanya terus menoleh ke arah meja ada sebuah kertas dirinya langsung mengambil kertas itu dan berjalan menuju pintu


"Iyaa tunggu Vina, aku akan buka" akhirnya Dania membuka pintu yang sebelumnya dia kunci


Davina langsung masuk ke kamar Dania lalu duduk di atas kasur, Dania langsung menutup pintu itu lagi dan berjalan menuju Davina


Davina melihat ada sebuah kertas yang ada di tangan kanan Dania "Itu kertas apa Dania?" Davina menunjuk ke arah kertas yang di pegang oleh Dania


"Ahh ini bukan kertas apa apa" kertas itu langsung di masuki ke dalam saku celana nya


Setelah itu Dania duduk di dekat Davina sahabatnya


"Ada apa Vina?" tanya Dania ke Davina kenapa pagi hari tiba tiba mengetuk kamar dia


"Ahh engga ada apa apa kok, aku hanya khawatir saja sama kamu. Oh iya kita semua sudah siap berangkat ke benua selanjutnya, yang lain sudah ada di luar kota ini, jadi aku kesini hanya menyuruh mu siap siap saja" jawab Davina


"Kalau begitu tunggu aku Vina, aku akan bersiap siap dulu" Dania langsung menyiapkan barang barang nya


7 menit telah berlalu


"Nah sudah selesai, ayo kita berangkat" ajak Dania dirinya sudah siap untuk pergi


"Dania lebih baik kau pakai saja skill mu, agar kita cepat sampai ke kereta kuda" saran Davina sambil mengangkat tangan nya


"Bener juga, sebentar"


"{Gate rise}" Dania sudah membuat portal, mereka berdua langsung memasuki portal itu


Akhirnya mereka berdua sudah sampai, yang lainnya sudah menunggu di dalam kereta kuda


"Ayo Dania kita naik juga" ajak Davina untuk naik kereta kuda


Dania hanya mengangguk'an kepalanya saja, lalu mereka berdua langsung menaiki kereta kuda


"Semuanya sudah siap?" teriak Devian


"Siap... Ayo kita jalan" serentak mereka semua mengatakan hal yang sama


Kereta kuda langsung jalan dengan kecepatan penuh


"Eh kau mau liat ngga sihir baru ku?" tanya Dania ke Davina yang ada di samping nya


"Apa sihir apa, aku mau liat" ucap Davina yang senang ingin melihat sihir baru Dania sahabat nya


"Oke kamu pegang roti keju ini" Dania memberikan 2 roti keju kepada Davina untuk memegang nya


"Ini buat aku?"


"Iya tapi tunggu sebentar, lihat ini"


Davina langsung fokus ke arah roti keju yang ada di tangannya


"{Kama} 1 + 1 \= 4" Dania mengarahkan jarinya ke roti keju itu lalu roti keju itu seketika ada 4


"Waw kau menduplikat nya?, tapi 1 + 1 kan 2 kok bisa jadi 4" Davina masih bingung bagaimana bisa 1 + 1 jadi 4


"Haha itu mudah saja, aku dapat menentang matematika lalu aku mengubah nya sesuai angka yang aku inginkan, iya ini sama seperti duplikat tapi lebih Superior ini, karena bukan hanya menduplikat saja sihir milik'ku juga mampu mengubah realita"


"Maksud mu mengubah realita itu apa?"


"Kau tahukan dunia lain, After Life. nah tercatat ada 7 pintu Surga dan 7 pintu Neraka"


"Iya lalu?"


"Aku bisa mengubah angka 7 itu menjadi 99, jadi Surga dan Neraka akan mempunyai 99 pintu masing masing"


"Berarti kalau begitu kau sama saja dengan Dewa dong?"


"Iyap betul tapi aku bukan dewa, aku hanya manusia biasa yang memiliki masa depan sebagai Raja Iblis"


"Ah aku mengerti sekarang, ternyata cita cita mu menjadi yang terkuat terkabulkan yah" Davina langsung memegang kedua tangan Dania lalu mengelus elus pipi nya ke pipi milik Dania


"Hemmm lepaskan" mohon Dania


Lalu Devian melepaskan kegiatan nya itu "Haha iya aku lepaskan"


//Time skip


"Hoii sebentar lagi kita akan sampai di kota Vama" teriak Devian


"Akhirnya kita akan sampai di kota Vama hufttt" keluh Ceri


"Iyaa kau benar Ceri" sambung Sheren


"Kak aku dengar dari kota Puzoa katanya ada vampir yang terkena kutukan" ucap Shena yang memotong pembicaraan


"Benarkah?" tanya Shena


"Iya benar kak, aku dengar dari mulut mereka yang membicarakan itu" jawab Shena


"Kutukan katamu?, berapa banyak yang terkena kutukan?" tanya Dania yang ingin tahu berapa banyak yang terkena kutukan


Oh iya Vampa itu benua Vampir, jadi wajar saja ada vampir di benua itu


Vampir tidak meminum darah manusia, mereka saat sudah remaja barulah minum darah binatang seperti Rusa, Kambing, Domba. Setelah itu mereka tidak meminum darah lagi, sebenarnya bisa saja mereka meminum darah hewan lagi tetapi saat sudah meminum darah pertama kali pada hewan saat remaja itu sudah cukup memuaskan bagi para vampir, vampir sama seperti manusia pada umumnya memiliki nafsu dan akal sehat yang sama persis dengan manusia mereka memiliki semua indra sama persis dengan manusia, hanya yang membedakan nya gigi taring mereka dan telinga


Jika manusia bertanya kepada vampir apakah kamu meminum darah?, lalu si vampir menjawab iya dan bertanya balik apakah dirimu meminum darah?, jawaban dari seorang manusia tentu saja tidak. Tapi vampir itu langsung berbicara seperti ini, Kalian meminum susu hewan itu sama aja kalian meminum darah, kalian berbohong tentang tidak meminum darah. Tidak ada yang membedakan vampir dengan manusia, secara naluri manusia juga dapat meminum darah hanya saja saat manusia melihat darah itu akan merasa jijik dan akan merasakan mual


Jadi apakah seorang vampir akan meminum darah manusia?, jawabannya adalah tidak karena manusia dengan vampir itu sama


Maksud dari Ini semua adalah, jangan membeda bedakan ras lain karena kita semua sama sama manusia


Jangan mengucilkan dan menjauhkan ras yang bukan sama seperti kalian, karena dari situlah permulaan menuju kehancuran. Manusia saling membenci dan menyakiti satu sama dengan yang lain, mereka benar benar tidak memiliki hati sama seperti iblis. Inilah alasan kenapa di planet ini tidak ada benua para Iblis karena mereka semua sudah di basmi dan menyisakan beberapa saja di benua Ozia


Lanjut lagi


"Sekitar 27 vampir yang terkena di kota yang akan kita datangi sebentar lagi" jawab Shena


"Ohh begitu baiklah, aku akan menolong mereka semua"


"Kamu bisa Dania?" tanya Davina yang di sampingnya


"Iya tentu saja aku bisa" jawab Dania


"Kalian semua lihat kedepan itu kota Vama" potong Veei langsung menunjuk ke arah kota Vama


Mereka semua reflek menoleh ke arah depan yang di tunjuk sama Veei


"Wah iya" serentak mereka semua yang melihat nya


"Permisi penjaga, saya mau taunya guild di kota ini dimana ya?" tanya Sora ke salah satu penjaga gerbang


"Oh, Tuan tinggal lurus jalan lurus saja nanti Tuan akan menemukan logo guild" jawab salah satu penjaga gerbang


"Kalau begitu terimakasih" kereta kuda langsung berjalan memasuki ke dalam kota itu


Dan benar saja tak lama mereka berdua melihat logo guild tak jauh dari pandangan mereka


"Tolong tolong" teriak salah satu vampir yang meminta pertolongan


Reflek Dania langsung teleportasi keluar dari kereta kuda


"Kalian duluan saja tidak usah mengkhawatirkan diriku, aku akan baik baik saja" Dania teriak sambil melambaikan lambaikan tangannya ke arah kereta kuda yang ada teman temannya


"Berhati-hatilah Dania!!!" teriak Davina dari dalam kereta kuda yang melihat sahabatnya tiba tiba ada di luar kereta


Dania hanya memberikan jempol ke arah Davina sambil tersenyum


"Ibu kenapa?" tanya Dania yang risau sama vampir di depannya


"Di dalam nak, ada 27 vampir yang terkena kutukan mereka semua mengamuk di dalam" jawab vampir itu yang terlihat ketakutan


"Oke tenang saja, aku akan masuk dan menolong mereka semua" Dania langsung memasuki gedung yang terdapat 27 vampir terkena kutukan


Tak lama Dania akhirnya sampai di dalam gedung itu


"Parah sekali, mereka semua seperti orang mabuk. Kalau begitu" Dania langsung mengangkat kedua tangan nya ke arah mereka semua


"{Heonig}" seketika ada cahaya datang mengarah mereka semua yang terkena kutukan


Lalu tak lama dari cahaya yang memasuki tubuh mereka semua akhirnya mereka tersadar


'Hoho sihir ku hebat bukan begitu Zara?'


(Tentu saja master, master juga bisa memberikan kutukan dan menghapus semua kutukan dari skill itu)


'Iya iya aku tau, karena aku seorang Raja Iblis lalu bisa mengubah mode ke Goddess tentu saja aku bisa memberikan kutukan dan juga menghapus kutukan, tergantung semau ku, begitukan Zara'


(Iya master benar, master dapat melakukan keduanya)


"Kakak terimakasih" sesosok vampir kecil memeluk Dania


"Ah iya sama sama Adek yang manis" senyum Dania ke arah vampir kecil itu lalu mengelus rambutnya


"Kakak orang yang baik" ucap vampir kecil itu yang masih memeluk Dania


"Ngga kakak bukan orang baik ataupun jahat, kakak bisa keduanya" setelah mengatakan itu Dania langsung menggendong vampir kecil yang tadi memeluknya


"Bagi ku kakak tetap orang yang baik" senyuman yang indah dari sesosok vampir kecil


'Aha yasudahlah jika dia menganggap ku baik, lagian juga itu tidak benar dan juga tidak salah' pikir Dania