
"Sepertinya mereka belum tau kalau aku disini, yasudahlah nanti ku temui mereka saja" ujar Dania
'Oh iya Zara, bagaimana dengan form baru ku?, apakah sudah selesai'
(Belum master, sekitar 9 jam lagi)
'Yasudah kamu lanjutkan saja menganalisis nya, maaf udah mengganggu'
(Master tidak mengganggu kok, oh iya master ada hal yang janggal, hal ini kita bisa bicarakan di dalam Void saja)
'Hal yang janggal?, hemmm yasudah nanti aku akan ke Void setelah makan bersama teman teman'
(Oke master)
"Baiklah aku akan menemui mereka sekarang juga, sekalian aku mau menagih roti keju yang aku titipkan" ujar Dania sambil berjalan santai ke arah ruang tunggu yang ada di guild
Di dalam perjalan Dania menuju tempat teman teman nya berada, dirinya di goda oleh para petualang pria
"Nona cantik, sini dulu kita minum minum" ujar salah satu pria yang ada di sana
"Terimakasih tawarannya, tapi untuk saat ini aku sedang terburu terburu" Dania langsung melanjutkan langkah nya lagi
Baru 2 langkah dia di cegat oleh 2 pria dari depan
"Ya ampun ada apa lagi?" tanya Dania dengan nada yang santai
"Tubuh mu bagus nona, cantik" jawab salah satu pria yang mencegat Dania
"Haha makasih makasih, yasudah sekarang minggir" Dania memberikan senyuman iblis nya kepada 2 pria tersebut
"Tidak bisa nona, nona harus ikut dulu bersama kami"
"Huft... ku beri kalian peringatan, jika kalian mendekati ku akan ku bunuh"
Dengan santai Dania melanjutkan langkahnya lagi menuju tempat teman temannya
2 pria tersebut tidak takut dengan ancaman Dania, karena mereka pikir itu hanya bualan saja
Baru saja selangkah mereka mencoba menangkap Dania dari belakang
Kepala nya terputus dari tubuhnya
2 pria itu langsung mati di tempat
Orang yang melihatnya langsung panik, mereka semua terdiam karena takut dengan Dania
Dania berbalik ke arah belakang, dirinya melihat 2 pria tersebut sudah tidak bernyawa lagi
'Sungguh bodoh, sudah aku katakan jangan mendekati ku'
"Hei kalian semua, jika ada yang mau seperti ini mendekat lah" ujar Dania dengan tegas
"Tidak tidak" serentak mereka semua berkata seperti itu
Dania melirik ke bawah melihat 2 pria yang berusaha menangkap nya dari belakang
'Kalian ini bodoh sudah aku beri peringatan masih saja mendekati ku, ya aku rasa ini pelajaran buat kalian. Aku harap kalian tidak seperti ini lagi' pikir Dania
"{Ziel}" Dania memegang kedua tubuh pria tersebut dengan tangannya
Tak lama kemudian, kepala yang terputus dari tubuh langsung menyambung
2 pria tersebut masih dalam keadaan sangat lemah, tapi cukup untuk membuka mata
Mereka melihat Dania ada di hadapan nya
"Berisitirahat lah" setelah mengatakan seperti ini, Dania langsung pergi meninggalkan mereka berdua
...***...
Sudah sangat lama dan sangat luas langit ke 1 ini, Vial menciptakan segala hal
Di universe yang jauh dari universe Dania, Vial menciptakan dunia yang superior, di sana teknologi nya lebih maju di banding universe Dania
Ntah Vial menciptakan itu buat apa, tapi ia membuatnya
Disana bertarung menggunakan robot, robot disana memiliki kekuatan sihir
Ada chipset yang tertanam di semua robot yang ada di dunia itu
Robot disana bisa di kendalikan oleh manusia yang ada di sana
Namun mengendalikan robot bukanlah hal yang mudah, manusia yang disana harus di pilih oleh robot
Ya di dunia itu banyak sekali robot, termasuk robot tempur
Jika mereka menginginkan robot tempur maka dirinya harus mendapatkan hati robot yang mereka inginkan
Robot tempur sendiri mempunyai 2 system yang saling berkaitan
Robot tempur yang besar itu bagaikan tubuh tanpa jiwa, mereka bisa di kendalikan oleh robot yang jiwanya sama dan cocok di robot tempur itu
Dan nama panggilan robot tersebut adalah core bot
Core bot tinggi nya 160cm hingga 170cm paling tinggi
Anak 17 tahun sudah dapat bergabung ke pasukan tempur untuk melindungi dunia nya
Ya mereka semua akan di tes, jika layak mereka akan lolos dan masuk ke team yang beranggotakan setiap regunya adalah 5 orang
Karena Alien selalu menyerang dunia mereka, maka dari itulah kekuatan tempur di perlukan
...
"Dunia ini bagus, seperti nya mereka juga mampu bertahan hidup dari serangan Alien" ujar Vial melihat dari kejauhan
Planet yang sangat futuristik, di luar planet itu bahkan ada alat canggih seperti tower keamanan dan banyak robot yang mengelilingi planet itu
"Baiklah kurasa disini baik baik saja, aku akan kembali ke langit 7" ujar Vial, setelah dirinya berkata seperti itu dirinya menghilang sekejap mata dan langsung ada di langit ke 7
...***...
"Hoiii, kalian aku disini" ujar Dania sambil melambaikan tangannya
Serentak semua teman teman Dania melirik kearahnya
Lalu berteriak "Daniaa..."
Dania langsung berlari ke arah teman temannya, lalu duduk di samping Davina sahabatnya
"Dania kamu udah disini dari kapan?, aku ngga merasakan aura mu" tanya Davina
"Dari... kapan ya, pokoknya aku tau kalian sudah sampai disini, tadinya mau aku samper langsung cuman aku biarkan dulu biar kalian istirahat sejenak" jawab Dania
"Okeyy... lalu masalah aura mu aku tidak merasakan nya bagaimana itu?, kok bisa" tanya Davina lagi yang kepo kenapa dirinya tidak merasakan aura sahabat nya
"Aku mengunci aliran mana serta aura ku, jadi kalian tidak dapat merasakan kehadiran diriku" jawab Dania dengan santai
"Kamu hebat Dania" sambung Devian
"Hehe iya makasih, aku melakukan ini karena alesan tertentu"
"Hooh begitu yah, yasudah tapi kalau kamu bisa melakukan hal itu, itu menakutkan sih"
"Ya tidak ada yang bisa mendeteksi keberadaan ku"
"Oh iya Dania, itu Ceri mau memberi mu roti yang kamu inginkan" sambung Davina
Setelah Davina berkata seperti itu, reflek Dania langsung menengok ke arah Ceri
"Ah iya betul, ini Dania roti yang kamu inginkan" Ceri memberikan roti keju yang di inginkan oleh Dania
"Terimakasih Ceri" Dania langsung memberi pelukan hangat ke Ceri
...
"Teman teman bagaimana sekarang kita makan di salah satu restoran terbaik yang ada di kota ini, tentu saja yang membayar nya itu Sora. Hehehehe" ujar Veei
Sora yang mendengar nya hanya bisa menghela nafas, dia tidak bisa menolak permintaan Veei
"Hahaha ide bagus tuh Veei, yasudah kak kita langsung saja ke restoran terbaik yang ada di kota ini, yang lain juga kita langsung ke restoran itu bersama" ajak Devian yang langsung bersemangat, karena dirinya juga dalam keadaan sedang lapar
Serentak mereka semua mengangguk bersama, tanda mereka setuju
Tak pakai lama mereka semua sudah berjalan bareng mencari restoran terbaik yang ada di kota Ozuka
Di jalan Dania sambil memakan roti keju yang dia inginkan
"Wah ini enak Vina, kamu mau ga?, aku udah duplikat banyak jadi tenang saja aku ngga bakal kehabisan roti itu" Dania menawarkan roti keju nya ke Davina sahabat nya
Ceri yang ada di sebelah kiri Dania hanya bisa tersenyum melihat Dania senang dengan roti keju yang dia inginkan
"Ah yasudah, makasih ya Dania, makannya nanti pas di restoran aja kalau aku"
"Bener ya, harus di makan loh, pokoknya harus dimakan"
"Iya iya aku tau, nanti aku makan kok tenang aja"
"Hahaha bagus bagus"
Setelah Dania sudah memastikan keadaan sahabat nya baik baik saja dan akan memakan roti keju yang dia beri tadi, dirinya melirik ke arah Ceri
Dania tau kalau Ceri dari tadi memperhatikan dirinya
"Kamu juga Ceri, ini aku kasih roti keju nya, kamu makan ya nanti pas di restoran. Janji okeh"
"Ee'ehhh, iya Dania aku janji akan makan roti keju nya, terimakasih ya"
"Hahaha tenang saja Ceri" Dania berkata seperti itu sambil menepuk kedua sahabat nya
Ceri mulai saat itu juga sudah di anggap sahabat oleh Dania, walaupun begitu sahabat terbaik nya hanya tetap Davina
"Yosh, yasudah kita fokus ke depan" ujar Dania
...
10 menit telah berlalu mereka semua akhirnya menemukan restoran terbaik yang ada di kota Ozuka
Mereka semua langsung duduk di meja yang sama, untung nya saja meja yang ada di restoran itu memanjang dan pas cukup untuk 8 orang