Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 1 - Chapter 5: Temen baru



7 menit telah berlalu bagi mereka bertiga yang sedang menunggu di kelas


Datanglah 2 anak mereka Adek & Kakak, mereka terlihat sangat ceria dan sambil tertawa tawa saat menuju ke dalam kelas


Tak lama kemudian mereka berdua ke tempat duduk yang berada di depan Dania dan Davina


Yaa Sheren sebagai Kakak duduk tepat di depan Dania yang meja nya dekat dengan jendela dan Shena Adek nya duduk di depan meja Davina


...Ilustrasi...


...Wujud Sheren dan Shena:...


Sheren



Shena



Ya mereka dari ras Iblis, seharusnya mereka bersekolah di benua Ozia (Benua yang bebas) semua ras boleh memasuki Benua tersebut. Tetapi mereka bersekolah disini dan tinggal di benua yang rata rata penduduk nya adalah Manusia


Mereka sedang ada misi untuk mengamati Dania, karena Dania adalah Raja Iblis pertama yang ada di dunia ini.


Ya... tak lain misi mereka adalah menjaga Dania dari ancaman apapun


"Hei kalian berdua, salam kenal aku Davina dia Dania dan 1 nya lagi itu adalah Devian" ucap Davina yang langsung mengajak berkenalan dan memberi tau nama ke 2 temen nya yang di samping Davina


"E-eh iya aku Shena dan dia adalah Kakak ku Sheren" ucap Shena sambil menganggukan kepalanya dan memberi tau orang yang bersama dia adalah Kakaknya yaitu Sheren


"Kalian lanjut saja mengobrol nya aku mau keluar ada urusan sebentar" ucap Devian yang mengatakan dia ingin keluar karena ada urusan sebentar


"Okehh Vian" serontak Dania dan Davina mengatakan hal yang sama


"Biar aku tebak kalian berdua pasti dari ras Iblis" ucap Dania yang menebak mereka berdua adalah ras Iblis


Ras Iblis hanya ada di benua Ozia dan mereka tidak lah banyak mungkin saat ini jumlah nya adalah ratusan saja yang tersebar di benua Ozia


"Hahaha ketahuan ya, iya kami dari ras Iblis dan kami datang kesini memiliki sebuah misi yaitu melindungi anda Nona Dania" ucap Sheren sambil terkejut Dania mengetahui identitas mereka berdua dan mengatakan mereka ke benua Kreiza ada misi untuk melindungi Dania


"Apaahh!? Melindungi diriku, (ekhem) oh kalian sudah tau ya diriku ini Raja Iblis" ucap Dania yang terkejut karena dirinya di panggil Nona


"Iyaa Nona Dania, kami akan melayani kemauan anda apapun sebisa kami. Dan kami berdua akan menjadi bawahan anda Nona" ucap Shena memberi tau kepada Dania mereka berdua akan melayani apapun yang Dania inginkan sebisa mungkin


"Heehhh, melayani diriku apapun yang ku mau?. Hahaha yasudahlah" ucap Dania sambil tersenyum iblis kecil (dia memikirkan hal yang aneh aneh)


Mereka ber 4 pun akhirnya berbincang-bincang hal hal seperti sihir dan juga tentunya cowok tipe mereka


...***...


'Seharusnya Sora berada disini, dimana dia aku sudah menunggu 5 menit di rooftop sekolah tapi belum datang datang juga' gumam Devian yang sudah menunggu Sora di rooftop sekolah


Tak lama dari itu seseorang datang yang muncul dari portal


Dia adalah Sora, yang di tunggu tunggu kehadiran nya oleh Devian


"Hoi, Devian lama tak berjumpa" ucap Sora kepada Devian


"Dasar selalu saja terlambat, Kakak macam apa kau ini" ucap Devian sedikit ketus kepada Sora Kakaknya


"Hahahaha sabar, yasudah kita langsung saja ke kelas. Tak sabar diriku ingin melihat sesosok makhluk yang bernama Dania, jika dia tidak sesuai ekspektasi ku akan ku bunuh dirinya langsung" ucap Sora yang berjanji akan membunuh Dania jika sesosok yang dia bayangkan di luar ekspektasi Sora


"Aku yakin dirimu setelah melihat Dania akan jatuh hati langsung, yah tidak apa apa sih karena diriku tertarik dengan Davina sahabat nya Dania" ucap Devian yang yakin jika Kakaknya Sora setelah melihat Dania akan jatuh hati langsung kepada sesosok yang bernama Dania... Dan dia mengatakan tertarik dengan Davina


Setelah mereka mengobrol kan sesosok yang bernama Dania, Devian langsung memakai skill teleportasi nya ke koordinat deket dengan kelas Z


Tak lama kemudian di dekat kelas itu muncul 2 orang, ya mereka adalah Devian dan Sora


"Semuanya, ini di samping diriku adalah Kakak-ku yang akan sekolah disini juga. Semoga kalian ber 4 bisa akrab sama dirinya" ucap Devian yang memperkenalkan di samping dirinya adalah Kakak-nya


"Di antara kalian ber 4, siapa yang disini namanya Lynch Dania" ucap Sora yang menanyakan siapa di antara mereka ber 4 yang namanya Lynch Dania


"Iyaa itu saya, ada apa Sora?" ucap Dania yang se akan akan tau nama seosok yang menanyakan namanya


"Lah Dania, kamu tau nama Kakak-nya Devian?" ucap Davina yang terlihat terkejut dari mukanya


"Eee-eheheh iya tau bahkan sejak pertama kali bertemu dengan Devian aku sudah tau namanya sebelum dia mengenalkan dirinya ke kita" ucap Dania yang mengatakan, ya dia tau nama Kakak-nya Devian bahkan dia bilang dia sudah tau nama Devian saat pertama kali ketemu di depan gerbang sekolah


"Tak ku sangka kau memiliki skill itu juga Dania" ucap Devian dengan nada ramah


"Hahaha tentu, cuma aku menutupi nya saja. Karena sudah terbongkar jadi aku kasih tau aja yang sebenernya" ucap Dania yang telah mengatakan yang sebenarnya terjadi


Sementara Sheren dan Shena hanya menyimak saja, tidak ikut berkomentar apapun


"Dirimu Dania?, Masa depan mu kenapa menjadi Raja Iblis kenapa tidak menjadi Dewi. Kau sangat cantik, yah cukup memuaskan jadi aku tidak akan jadi membunuh mu" ucap Sora yang mengatakan kalau Dania itu cantik dan dia bingung kenapa sesosok yang bernama Dania malah menjadi Raja Iblis dengan kecantikan nya dia harusnya menjadi Dewi


"Apaahh! Membunuh Nona Dania?" Serontak Sheren dan Shena


"Tenangkan diri kalian, yang penting Kakak-ku tidak menjadi membunuh Dania" ucap Devian yang menenangkan mereka berdua


"Baiklah, jika begitu" serontak mereka berdua mengatakan hal yang sama


"Salam kenal semuanya, aku adalah Sora Kakak dari Devian" ucap Sora yang memperkenalkan diri


"Yah dengan begitu di kelas ini sudah ada 6 orang, 14 orang tersisa yang belum datang" ucap Davina yang memberi tau kesemuanya bahwa di kelas itu sudah ada 6 orang


"Iya betul sudah ada 6 orang, biar aku absen... Aku, Davina, Devian, Sheren, Shena, dan juga Sora" ucap Dania yang meng absen nama mereka


"Sebentar iya juga, kita di juluki sebagai 3-D dan 3 orang tambahan yang nama huruf depan nya adalah S, berarti 3-D dan 3-S" ucap Davina yang mengatakan dari 6 orang di kelas ini yang sekarang. Memiliki julukan nya masing masing


'Benar kata Ayah, seperti nya entitas yang bernama Dania ini sangatlah spesial bahkan lebih spesial dari Ayah' gumam Sora yang mengatakan benar apa adanya, entitas yang bernama Dania itu sangat spesial


'Sebaiknya diriku harus menjaga nya lebih ketat, karena Ayah bilang ada yang ingin membuka segel seluruh kekuatan nya. Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi jika Dania lepas kendali' guman Sora lagi


"Kak, kau baik baik aja kan?" ucap Devian yang menanyakan apakah Kakak-nya baik baik saja atau tidak


"Aku baik baik saja kok, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Tenang saja" ucap Sora yang mengatakan dia baik baik saja dan bilang tidak perlu di khawatirkan


"Kawan kawan, apa ada yang setuju kalau aku melawan Dewa?" ucap Dania yang menanyakan kepada temen temennya itu untuk memberi pendapat apakah ada yang setuju jika dirinya melawan Dewa


"Apaaa!!.. kau mau melawan Ayahku?..." ucap Sora yang terkejut Dania mengatakan dia ingin melawan AYAHNYA


"Apaan!.. Ayah??" serontak mereka ber 4 yang terkejut mendengar Sora mengatakan Ayah


"Jadi Ayah kalian itu adalah Dewa?" ucap Davina yang memastikan apakah yang dia pikirkan saat ini bener atau salah


Tiga yang lain Dania, Sheren dan Shena hanya menganggukan kepala nya


"Yahh terbongkar. Gapapa dah lagian juga aku lupa untuk memberi tau ke kalian berdua siapa aku sebenarnya" ucap Devian kepada Dania dan Davina


"Wow mengejutkan di kelas ini ada 2 anak Dewa" ucap Dania yang bilang ini mengejutkan karena ada 2 anak Dewa di dalam kelas mereka


...***...


Tak lama kemudian waktu telah berlalu 20 menit lamanya, dan kelas sebentar lagi akan datang guru yang mendatangi kelas mereka


15 orang pun sampai ke kelas itu, salah satunya adalah Guru mereka yang akan membimbing mereka di kelas Z


14 orang tersebut pun langsung mengambil tempat duduk yang mereka inginkan, Bell sekolah pun berbunyi