
(Hyahhh) Devian mengarahkan pedang nya ke arah rusa
Rusa itu terperangkap di dalam gelembung cahaya
"Aku dapat 1 kak"
"Bagus, sekarang giliran ku"
"{Rozete}" Sora menunjuk ke arah rusa rusa yang di depannya
Rusa rusa tersebut tidak bisa bergerak, layaknya seperti patung
"Wah kau hebat kak, oh iya itu skill apa?" Devian terkagum dengan skill milik kakaknya dan menanyakan itu skill apa
"Ini skill pembekuan, aku memusatkan energi dan membuat rusa rusa itu tidak bisa bergerak, aku membekukan partikel partikel atom yang ada di rusa itu. Makannya itu mereka tidak bisa bergerak walaupun waktu masih berjalan dengan normal" Sora menjelaskan skill yang dia punya kepada adeknya
"Ah begitu rupanya, yaudah kita bawa rusa rusa ini. Seperti nya segini cukup, kita sudah mendapatkan 10 rusa" Devian langsung mengangkat 5 rusa
Sora pun mengangkat 5 rusa tersisa, mereka berdua langsung membawa nya ke kereta kuda
"Kau hebat juga Vian bisa membuat pedang dari cahaya, dan mengurung rusa di gelembung cahaya" sambil berjalan Sora menoleh ke arah Devian dan tersenyum karena adeknya dapat di andalkan
"Tentu saja kak, itu sangat gampang" Devian menoleh ke arah Sora dan tertawa kecil "Hehehe"
Tak lama kemudian mereka berdua sudah sampai di tempat tujuan
"Itu Devian dan Sora" seru Dania yang membuat teman temannya menoleh ke arah Devian dan juga Sora
"Wahh rusa nya banyak" Davina ngomong dengan diri sendiri
Mereka berdua lalu menjatuhkan semua rusanya di tengah tengah
"Kita akan makan daging rusa ini" ucap Devian tersenyum ke arah teman temannya
"Daging rusa sebanyak ini seperti nya cukup sampai malam, apa kita akan istirahat disini sampai besok?" tanya Dania ke Davina
"Heem, iya kalau itu mau mu sih kita akan mengikuti nya. Yasudah rusa rusa ini biar aku, Sheren dan Shena yang memotong nya" Davina tersenyum kecil ke arah Dania lalu pergi mengambil daging rusa itu untuk di potong
"Biar aku yang menyalakan api nya" Ceri ingin menampilkan dirinya
"Yasudah kamu buatkan api ya" Sora mengangguk pelan
Sementara yang lainnya hanya menunggu untuk makan
Veei, Devian, Sora, Dania duduk di dekat kereta kuda sambil menunggu makanan jadi
"Dirimu terlihat lemas, kau kenapa Dania?" Sora menanyakan kondisi Dania, yang dia lihat Dania terlihat lemas
"A-ah aku baik baik aja, cuma sedikit pusing ngga tau kenapa" Dania menoleh ke arah Sora dan tersenyum agar Sora tidak khawatir dengan dirinya
Sora mendekati Dania lalu menangkap tubuh Dania untuk di sandarkan di pundak milik Sora
"Tidurlah sebentar, kalau makanan sudah jadi aku akan memberi tahu mu" Sora mengelus elus kepala Dania
Dania hanya mengangguk saja lalu tertidur di pundak Sora
"Selama ada di dekat ku, kau akan aman Dania //cup" Sora mengecup kepala Dania sambil mengelus elus kepala nya dengan lembut
...***...
"Master~~"
"Heh Dania seperti nya kecapean" pria misterius tersebut yang tadinya tertidur langsung bangun
"Semua ini gara gara kau!!" Zara menoleh ke arah pria misterius tersebut dengan tatapan yang sangat tajam
"Tenangkan dirimu Zara, aku tidak melakukan apapun kepada Dania" pria misterius tersebut langsung duduk dengan tegap dan menjelaskan semuanya agar tidak terjadi kesalahpahaman
"Kau!!!, sebenernya buat apa dirimu masuk ke dalam Void ini" Zara masih terlihat marah dengan pria misterius itu
"Yang sudah aku katakan sebelumnya, aku hanya ingin menonton secara langsung dari sini" pria misterius tersebut menjelaskan dengan nada yang lembut, agar Zara tidak terbawa emosi lagi
"Cih!!, makhluk yang tidak jelas. Kasian sekali dirimu tidak memiliki pasangan sejak hidup sebagai makhluk pertama di dunia ini" sindir Zara
"Mencari pasangan itu gampang, hanya saja diriku males untuk mencari nya sekarang. Mungkin setelah melihat pertarungan Dania melawan Pii aku akan mencari pasangan dan akan tinggal bersama di planet Bumi, menjalani hidup seperti manusia pada umumnya" pria misterius tersebut mengatakan nya dengan nada yang lembut
"Iyaa itu terserah kau saja, aku tidak akan ikut campur dengan urusan mu, mau kau mati juga aku tidak akan peduli" jawaban Zara yang dingin
"Sayangnya aku tidak bisa mati, apa kau lupa itu?" tanya pria misterius tersebut
"Ngga, itu kan hanya ibaratkan saja" Zara tertawa terbahak-bahak
"Oh iya Zara, kau mau masuk ke dalam The Final Void?" ajakan pria misterius itu
"Tenang saja, aku akan memberikan mu resistensi itu agar bisa memasuki The Final Void, dan juga untuk Dania. Aku memberi ini hanya untuk kalian saja, lagian aku juga sedikit membantu Pii jadi tidak ada salahnya aku memberikan kalian kekuatan ku"
"Yasudah kalau begitu"
pria misterius tersebut langsung berdiri dan merapalkan mantra untuk memberikan kekuatan resistensi nya agar bisa memasuki The Final Void
...Give...
...Resistance Void Cube...
...To object entity: Zara and Dania...
...Succeed ~~~...
...Finish...
"Ternyata kau benar benar memberikan ku dan Dania resistensi untuk bertahan di dalam The Final Void, kalau begitu Terimakasih" Zara langsung menunduk di depan pria misterius tersebut
"Kalau begitu {Gate rise}" pria misterius membuka portal menuju The Final Void
Mereka berdua langsung berjalan memasuki ke dalam portal itu
"Seperti nya sama aja disini, sama sama putih lalu apa yang membedakan nya The Final Void dengan The Void?" tanya Zara, dirinya masih bingung apa perbedaan The Final Void dan The Void, kenapa The Final Void adalah akhir dan menampung seluruh ayat ayat dunia
"Coba kau liat yang di tengah itu, itu adalah Void Cube. Void Cube yang menampung seluruh ayat ayat dunia, dengan kata lain seluruh dimensi ada di dalam Void Cube, dan planet Mibu ada di dalamnya. di dalam The Final Void tidak bisa menciptakan dunia seperti The Void, yang bisa menciptakan Dunia sendiri, tapi tetap saja jika ada seseorang yang menciptakan dunia di dalam Void itu akan tercatat ayat ayat nya di Void Cube" pria misterius tersebut menjelaskan semuanya kepada Zara, agar Zara mengerti
"Begitu ternyata, aku ada 1 pertanyaan lagi"
"Pertanyaan apa?, tanyakan saja jika ingin bertanya"
"Diriku sudah mampu memasuki The Final Void karena pemberian ability resistance milikmu, lalu pertanyaan ku adalah mengapa kau memberikan resistance itu kepada diriku dan juga Dania. Bukannya itu berbahaya jika kau memberikan ke sembarang makhluk, apalagi aku bukan makhluk ciptaan mu melainkan aku di ciptakan oleh Pii, dan dengan begini aku bisa mengontrol Void Cube bukan? sama seperti dirimu" pertanyaan Zara yang panjang
"Jawabannya sederhana karena aku ***** dengan dia, makannya aku memberi skill ini kepada dirimu dan juga untuk Dania, lagian juga walaupun kau bisa mengontrol Void Cube bukan berarti dirimu akan berkuasa dan bisa melenyapkan diriku, karena diriku saja terlahir langsung berada di The Final Void jadi penghapusan keberadaan tidak akan mempan terhadap diriku, oh iya 1 lagi Void Cube juga tidak akan menuruti seluruh perintah mu itulah perbedaan yang sangat jauh dirimu dengan diriku. Dengan begini seharusnya kau mengerti" jawab pria misterius dengan panjang ke Zara, agar Zara paham
"Aku mengerti, tetapi tetap saja tindakan mu terlalu berbahaya!!. Tapi yasudahlah lagian dirimu juga ***** dengan master, 1 lagi aku akan mencoba fungsi Void Cube"
"Iyaa aku tau, yasudah coba saja"
Zara langsung mendekati Void Cube yang ada di tengah tengah The Final Void
"Hey Void Cube" ucap Zara
"Iya ada apa master"
"Hehh aku bukan master mu"
"Makhluk yang dapat memasuki The Final Void adalah master saya, walaupun saya sudah mempunyai master utama yaitu Alza Deveei"
"Ohhh jadi nama dia Alza, baiklah"
Zara langsung menoleh ke arah Alza dengan ekspresi datar
Alza hanya bisa tersenyum
"Ada apa master?, master ingin menghapus universe atau multiverse atau omniverse, atau juga hal yang mencakup di luar itu semua"
"Ahh tidak tidak, aku tidak ingin menghapus apa apa. Aku hanya mau bertanya saja"
"Bertanya apa master, saya akan menjawab nya"
"Apa benar The Final Void adalah akhir, tidak ada apapun di luar The Final Void yang berarti di dalam sini hanya ruang hampa yang putih sama seperti The Void"
"Iyaa master benar, The Final Void adalah akhir dari seluruh dimensi, disini hampa sama seperti The Void, yang membedakan nya disini dapat mengakses The Void manapun melalui diriku, karena disini menampung seluruh ayat ayat yang ada"
"Lalu kenapa bisa terciptanya Alza yang langsung berada di dalam The Final Void?, dan sebagai makhluk pertama"
"Master bisa menanyakan itu semua kepada Author"
Zara menoleh ke arah Alza dengan ekspresi yang datar lagi
"Heh iya aku Author, karena diriku ku lah yang mengatur atur seluruh ayat dan menciptakan semua alur" Alza mengangguk'an kepalanya
Zara melihat Alza dengan tatapan yang memburu
"Sudah sudah sebaiknya kita kembali ke dalam Void mu"
"Iya baiklah"
"{Gate rise}"
Mereka berdua pun pergi dari The Final Void, dan berjalan memasuki portal yang menuju ke dalam The Void milik Zara