Born Beautiful Demon Lord

Born Beautiful Demon Lord
· V 3 - Chapter 2: Periza 2



Di pagi hari yang cerah di kota Puirs, di jalan ramai penduduk kota itu berjalan kesana kemari


Di guild lantai dasar juga ada beberapa petualang, sekitar 14 petualang yang duduk di meja


Mereka semua ingin mengambil quest yang lagi hype di kota itu, quest tersebut misinya merebut item dari boss orc yang muncul di dalam goa, goa tersebut berada di dalam hutan Prisa. Namun merebut item itu tidak lah mudah, mereka harus membunuh boss orc yang memiliki status seperti seekor naga


Jika boss orc di kalahkan item yang ada di dalam goa itu dapat di ambil, item tersebut berupa katana


Katana itu masih original, namun katana tersebut memiliki kekuatan yang dahsyat tergantung pengguna katana tersebut, jika seseorang yang mempunyai strength dan mana yang banyak katana itu mampu merubah kekuatan dirinya sesuai kemauan master pemilik katana itu


Dan siapapun bagi para petualang yang mampu mengalahkan boss orc itu akan mendapatkan 2 juta Yan Coin, karena boss orc itu berbahaya, boss orc bisa menghancurkan setengah kota maka dari itu misi quest ini difficult nya sangat tinggi yaitu Extremely


Ceri terbangun karena tidurnya terganggu oleh pembicaraan yang ada di lantai dasar yang sangat bising


"Arghh, ternyata sudah pagi, pantes saja di guild ini sangat bising" Ceri menguap lalu dia berdiri menuju ke lantai dasar


'Ahh ternyata yang lain masih tertidur ya, yasudahlah aku akan keluar sendirian aja di kota ini' pikir Ceri


Ceri berjalan menuju ke lantai dasar, dirinya menuruni tangga dari lantai 4 menuju ke lantai dasar


Akhirnya dia sampai di lantai dasar, dan duduk di meja resepsionis


"Sebenarnya ada apa ini?, kenapa disini banyak petualang" Ceri bingung kenapa di guild ini banyak petualang, dirinya menanyakan ke salah satu mbak mbak resepsionis


"Mereka semua ingin mengambil quest yang ada di dalam goa" jawab Resepsionis itu


"Goa itu ada dimana?, memangnya quest seperti apa itu" Ceri bertanya lagi ke mbak resepsionis tadi


"Goa itu ada di dalam hutan Prisa dan quest ini difficult nya Extremely karena melawan boss orc tetapi jika berhasil mengalahkan nya akan mendapatkan item yang ada di goa itu dan tentu saja akan mendapatkan imbalan dari guild sebesar 2 juta Yan Coin jika berhasil mengalahkan boss orc itu" mbak resepsionis menjelaskan apa yang dia tau


"Oh begitu rupanya, hutan Prisa jika berhasil melewati nya 3km dari hutan itu dekat dengan kota pusat yang ada di benua ini kan"


"Ya benar nona, jarak dari kota ini ke hutan itu adalah 3km untuk panjang nya hutan itu sepanjang 6km dan jika berhasil melewati hutan itu 3km lagi akan sampai di kota pusat yang ada di benua ini"


"Ahh begitu rupanya, yasudah aku akan mengambil quest ini. Soalnya aku dan teman teman ku akan melewati hutan itu untuk menuju ke kota pusat"


"Baiklah nona, tunggu sebentar saya akan ambilkan gulungan quest nya" resepsionis itu pergi ke belakang untuk mengambil gulungan quest yang di pinta oleh Ceri


'Sepertinya item itu bagus, akan aku hadiah kan saja untuk Dania' pikir Ceri


"Ini nona gulungan quest nya, nona bisa mengambil imbalannya di kota pusat" resepsionis itu lalu memberikan gulungan nya ke Ceri


"Terimakasih ya" Ceri menunduk'an kepala nya ke arah mbak resepsionis


"Sebelum itu nona, kalian semua petualang dari benua Kreiza ya?" tanya mbak resepsionis itu sambil mengangkatkan jarinya


"Iya benar, kamu semua petualang dari benua Kreiza" Ceri menjawab pertanyaan mbak resepsionis itu


"Begini nona, dalam ramalan para elf. Ada sesosok gadis dari benua Kreiza yang akan menyelamatkan kita semua dari Raja elf yang sekarang" bisik mbak resepsionis itu ke Ceri


"Maksudnya menyelamatkan kalian semua itu kenapa?, ada yang salah dengan Raja elf sekarang?" bisik Ceri menayangkan apa ada yang salah dengan Raja elf yang sekarang memimpin di benua Periza ini


"Jadi begini nona, Raja elf yang sekarang tidak peduli dengan rakyat rakyat nya seperti diriku dan yang lainnya, dirinya hanya mementingkan uang saja. Bahkan dia rela melakukan hal yang keji, dia memperbudak elf remaja perempuan untuk di sewakan kepada orang lain yang menginginkan tubuh mereka" bisik resepsionis itu menjelaskan semuanya kepada Ceri


"Apaa!!" Ceri tak sengaja teriak yang membuat para petualang yang lain menengok ke arahnya


"Hehh maaf maaf" Ceri meminta maaf ke para petualang


Para petualang itu langsung fokus lagi memikirkan rencana untuk mengalahkan boss orc


"Tadinya kita semua berpikir seperti itu, tapi Raja elf mengumumkan ke para elf untuk tidak melaporkan dirinya ke para petinggi benua yang lain, dirinya mengancam kami, siapapun yang melaporkan nya akan mati di tangan Raja itu sendiri"


"Cih bejat, petinggi macam apa itu dirinya tidak pantas mendapatkan gelar Raja, kalau begitu baiklah aku dan teman teman ku akan membunuh Raja itu untuk kalian semua agar terbebas"


"Terimakasih banyak nona, saya akan mendukung nona untuk membunuh Raja itu" resepsionis itu langsung memegang kedua tangan Ceri


Lalu Ceri langsung pergi ke atas untuk bertemu dengan Dania memberikan informasi tentang benua ini


Ceri menaiki tangga lagi untuk menuju ke lantai 4


Akhirnya ceri sampai di lantai 4 dan langsung membuka pintu kamar Dania tanpa mengetuk terlebih dahulu


Dania yang menyadari nya langsung terbangun dan terkejut karena Ceri tiba tiba masuk ke kamar nya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu


"Kau, mengagetkan ku saja Ceri" Dania langsung mengambil posisi duduk di atas kasurnya


"Maafkan aku Dania", "Heheh" Ceri menggaruk garuk kepalanya bagian belakang dan tersipu


"Lalu ada apa kamu kesini?"


"Begini Dania, Raja elf yang sekarang dirinya tidak peduli dengan rakyat nya, dia hanya mementingkan uang saja dari memperbudak elf remaja perempuan untuk di sewakan tubuh mereka dengan harga yang tinggi"


"Apa kau bilang?!!, itu bejat mana ada seorang Raja yang memimpin benua seperti itu. Dia layak untuk mendapatkan kematian yang kejam, ternyata aku salah dalam ekspetasi ku, aku kira benua ini sama dengan benua Zarania yang damai dan pemimpin nya itu cerdas makannya benua itu maju sama seperti benua Kreiza" Dania menggeleng gelengkan kepalanya dia masih tidak percaya kalau ada seorang pemimpin yang seperti itu


"Iya kita harus membebaskan para remaja remaja elf itu dan membebaskan beban yang dipikul rakyat di benua ini" Ceri mengangkat tangan nya ke atas, tangan itu keluar aura hitam yang pekat


"Tenangkan dirimu Ceri, ya walaupun aku adalah Raja Iblis dirimu tidak suka akan dengan hal itu, tidak akan ku biarkan seorang petinggi benua atau pun kota memperalat rakyat nya, mereka pikir rakyatnya adalah mainan apa!!" Dania langsung berdiri, dia kesal karena ada pemimpin seperti itu


"D-dania kau juga tenanglah" Ceri yang melihat tingkah laku Dania langsung tertawa "Hahahaha"


...***...


"Heem ternyata Dania sama dengan diriku yang benci dengan pemimpin seperti itu yang rela memperalat rakyatnya hanya untuk kepentingan dirinya saja" Alza ngomong dengan dirinya sendiri


"Ya master memang seperti itu" ucap Zara yang mendengar perkataan Alza


"Baiklah, kalau begitu aku akan keluar dari sini dulu untuk membunuh Raja elf itu" Alza langsung berdiri di hadapan Zara


"Tunggu sebentar Alza, apa kau yakin membunuh Raja elf itu?"


"Tentu saja, aku akan membunuh siapapun yang seperti itu"


"Ah yasudah baiklah kalau begitu, semoga rencana mu berhasil" Zara melambaikan tangan nya ke arah Alza


"Iyaa kau tunggu aku disini, ini akan sebentar"


"{Gate rise}" Alza langsung membuka portal menuju ke kota pusat yang ada di benua Periza


Alza berjalan memasuki portal itu dan meninggalkan Zara sendirian di dalam The Final Void, tapi disitu ada Void Cube


'Kenapa dia tidak membunuhnya lewat Void Cube saja?, atau dengan menarik nya langsung ke sini dan Raja itu akan terhapus eksistensi nya, atau dia kan bisa membunuh Raja itu hanya dengan kemauan nya saja jika dia ingin membunuh suatu entitas maka dia tinggal memikirkan ayat entitas itu untuk membunuh nya dalam sekejap' pikir Zara yang bingung sama Alza, kenapa dirinya repot repot pergi kesana kalau bisa membunuh nya secara tidak langsung


"Heem aneh" Zara ngomong dengan dirinya sendiri


Zara langsung memfokuskan lagi untuk mendapatkan skill skill dan energi yang tidak terbatas agar Dania bisa memakai nya