Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 62: MONSTER BANTUAN



"Ke-kepalanya tumbuh lagi?" Ucap salah seorang demi human.


"Ya, karena itulah monster itu disebut abadi. Satu kepala terpotong, akan digantikan dengan dua kepala yang baru." Ucap Raja Elf.


"Gi-gila, lalu bagaimana cara kita mengalahkannya?" Tanya Orang itu.


"Ntahlah, aku belum pernah mendengar orang mengalahkan monster itu." Ucap Raja Elf.


"Satu-satunya cara mengalahkan monster itu adalah menguburnya atau membakar habis tubuhnya." Ucap Jendral Alex.


"Benarkah?" Tanya demi human.


"Ya, begitulah jawaban dari naga itu.", Balas Jendral Alex. "Sudahlah, itu bukan yang harus kalian pikirkan, Tuan Arnold mengatakan kepada ku agar kita bersiap untuk melawan monster yang akan dipanggil oleh bos dungeon itu." Sambung Jendral Alex.


"Benar kata Jendral Alex, Arnold dan para partner sudah memutuskan jika dia akan menghadapi monster itu, berarti dia memiliki cara untuk mengalahkannya." Ucap Duke Albion.


"Tapi monster yang dikatakan Bocah itu ti-"


Tiba-tiba Hydra berteriak, "GROAGHH" Kedua kepala Hydra mengeluarkan suara, sehingga seluruh ruangan itu mendengar dengan jelas.


Setelah teriakan itu, tiba-tiba muncul ratusan monster dari ujung gua letak inti dungeon. Monster yang muncul terdiri dari Rank S dan SS.


Orang-orang yang ada di gua itu merasa terkejut dengan kemunculan monster yang tiba-tiba.


"Mo-monsternya beneran muncul." Ucap Jendral Max.


"Bukankah tingkat monster itu sangat mengerikan, apalagi dengan jumlah seperti itu? Apa kita sanggup melawan nya?" Ucap seorang demi human.


"Aku tidak tahu, tapi bagaimana pun kita harus berusaha mengalahkan monster itu." Ucap Duke Albion.


.


Arnold saat ini sedang berhadapan dengan Hydra yang baru menumbuhkan kepalanya bersama dengan Azka dan Frey.


"Jadi benar monster ini tidak dapat mati." Pikir Arnold.


""Baik." Balas mereka berdua.


"Baiklah ayo sera-"


GROAGHH


Tepat sebelum Arnold menyelesaikan ucapannya, Hydra berteriak memanggil pasukannya. Sehingga muncul ratusan monster dari ujung gua letak inti dungeon berada. Ini sama seperti yang Arnold perkirakan, sehingga dia menyuruh yang lain untuk mengurus monster itu dan menghancurkan inti dungeonnya.


"Jika hanya segini, mereka pasti sanggup melawan nya." Ucap Arnold melihat kearah Jendral Alex dan yang lain.


"Mengapa Arnold menoleh ke arah ku? Apa dia ingin memastikan bahwa kami dapat melawan monster-monster ini?" Pikir Jendral Alex yang kemudian mengangkat jari jempol.


"Tampaknya Jendral Alex dapat diandalkan." Ucap Arnold.


""Baiklah, SERANG.!!"" Ucap Arnold dan Jendral Alex dengan ketidaksengajaan, Sehingga pertarungan yang sesungguhnya dimulai.


Jendral Alex, Duke Albion, Raja Elf dan yang lain mulai berlari ke arah kumpulan monster. Dari semua pasukan yang ikut ke gua itu, terdiri dari 10 peringkat SS, dan 14 peringkat S. Untuk peringkat SS, Arnold melawan bos dungeon, tujuh bertarung melawan beberapa monster Rank SS, sedangkan dua lainnya membantu para peringkat S melawan monster S yang lain. Pertarungan itu dilakukan sekalian untuk membuka jalan untuk Duke Albion, Jendral Alex dan Seorang demi human menuju Inti dungeon. Karena itulah tujuan utama agar menyelesaikan peperangan ini.


Saat ini Jendral Alex berhadapan dengan empat monster Rank SS berjenis Giant Cyclops. Jendral Alex adalah petarung pengguna satu pedang besar dengan sihir alami api. Jendral Alex langsung menyiapkan kuda-kuda untuk langsung menyerang ke arah Giant Cyclops. Ia langsung melapisi pedangnya dengan mana dan sihir api sehingga itu meningkatkan vitalitas dan ketajaman pedang. Setalajerasa cukup ia langsung berlari ke arah Giant Cyclops dan mulai mengayunkan pedang besarnya secara horizontal ke arah kaki Giant Cyclops agar monster itu tidak dapat bergerak bebas lagi.


Tapi serangan itu dapat diantisipasi monster itu, sehingga monster itu langsung melakukan serangan balasan dibantu 3 rekannya yang lain mengelilingi Jendral Alex. Jendral Alex yang berada ditengah-tengah monster itu malah tidak merasa terdesak, ia langsung menggunakan sihir api nya untuk meledakkan ke arah monster itu, sehingga monster-monster itu terkena dampak. Dengan cepat Jendral Alex langsung menebas kaki-kaki para Giant Cyclops, sehingga membuat Giant Clyclops kesakitan dan bergerak secara acak. Sayangnya gerakan acak Giant Cyclops itu malah mengenai Jendral Alex yang sibuk menyayat kaki Giant Clyclops. sehingga ia terlempar akibat pukulan Giant Cyclops.


"Argh..., Aku gegabah." Ucap Jendral Alex yang kemudian berdiri.


Ia langsung berdiri dan mulai menyerang lagi para Giant Clyclops, tapi kali ini ia menyerang di bagian tubuh. Karena luka yang terdapat pada kaki Giant Cyclops, membuat monster itu tidak dapat bergerak secara bebas.


Argh


GROAGHH


Tebasan kuat dari Jendral Alex membuat salah satu Giant Cyclops terluka parah. Tapi belum cukup untuk menewaskannya, Jendral Alex langsung menyerang lagi. Ia mengayunkan pedangnya dengan Vertikal dan Horizontal dengan pedang yang sudah dilapisi mana. Setiap tebasannya membuat luka ditubuh Giant Cyclops karena para monster tidak dapat bergerak dengan bebas. Sehingga tidak butuh waktu lama bagi Jendral Alex untuk mengalahkan empat Giant Cyclops apalagi ia sudah mencapai poin kekuatan sebesar 20.000, apalagi Jendral Alex dikenal sebagai ksatria yang memperhitungkan segalanya. Tak sampai berjam-jam ia sudah mengalahkan monster itu, Sedangkan yang lain masih kesulitan melawan monster-monster karena perbedaan jumlah.


"Huh, ini masih awal, aku harus menghemat mana untuk menggunakan sihir damage area" ucap Jendral Alex.