Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 32: HASIL RAPAT DAN LATIHAN



Arnold melihat Maggie seperti


kebingungan dengan rapat ini.


"Ada apa Maggie.?" Tanya


Arnold yang membuat semua diruangan melihat Maggie.


"Ah, aku hanya bingung


mengapa kalian terlihat biasa saja saat mengetahui banyak monster rank S."


Jawab Maggie.


"Ooo, aku belum memberitahumu


ya." Ucap Arnold.


"Memberi tahu apa?"


Tanya Maggie.


"Jika para pemimpin pasukan


sudah berada di peringkat SS dan ada beberapa pasukan sudah berada di peringkat


S." Balas Arnold.


"PERINGKAT SS?" kejut


Maggie lalu melihat para pemimpin.


"Ya nyonya Maggie, kami


berempat sudah berperingkat SS seperti tuan Lawsdansky dan Tuan muda


Arnold." Ucap Sova bersamaan dengan anggukan pemimpin yang lain.


Maggie yang mendengar itu hanya


bisa menganga, karena kekuatan dari wilayah itu bahkan lebih kuat dari kekuatan


Di Ibukota.


"Bu-bukannya Arnold berada di


peringkat S?" Tanya Maggie.


"Tidak mungkin kak Maggie,


kak Arnold adalah orang terkuat di wilayah ini." Jawab Arnold.


Mendengar jawaban itu, Maggie


spontan melihat Arnold yang tersenyum.


"Maaf Maggie, di ibukota dulu


aku memang bilang aku peringkat S agar para bangsawan lain percaya." Ucap


Arnold.


"Begitu ya." Balas


Maggie yang berusaha tetap tenang.


"Baiklah kalau begitu kita


lanjutkan. Arnold bagaimana pendapat mu tentang masalah ini?" Ucap ayah


Arnold.


"menurutku paman dan bibi


bawa beberapa pasukan berperingkat A dan S untuk menjelajahi semakin dalam gua


itu. Tapi grup penjelajah harus mempersiapkan segala kemungkinan. Seperti jika


gua itu sama seperti hutan kematian maka ada kemungkinan monster Rank SSS


disana." Jelas Arnold.


Orang yang disana terkejut


mendengar monster Rank SSS, karena diruangan itu hanya Arnold yang pernah


melihat monster itu.


"Monster Rank SSS?" ucap


Sova.


" Ya paman, biasanya untuk


gua yang terdapat batu sihir maka ada monster yang kuat disana." Balas


Arnold.


"Be-begitu ya, lalu bagaimana


kita mempersiapkan hal itu?" Tanya Shin.


"Ketika grup penjelajah


memasuki gua itu, lima orang tercepat harus maju lebih depan untuk mengintai


kedepan. Lima orang itu disebut grup pengintai. Setiap ada monster yang muncul


grup pengintai harus melapor kepada grup penjelajah. Tapi jika kalian menemui


monster Rank SS semakin banyak kalian harus mundur. Karena jika kalian


menjelajah semakin dalam kalian akan menemui monster Rank SSS." jelas


Arnold.


"Baiklah, apa dari yang lain


ada pendapat?" Ucap Ayah Arnold.


"Mungkin sedikit pendapat ku


berguna, setelah selesai menjelajah, mungkin kita harus membatasi gua itu di


bagian terakhir penjelajahan, agar monster yang terganggu tidak bisa menyerang


dari dalam gua. Dan letakkan beberapa penjaga disana, sama seperti gerbang ke


arah hutan kematian. Jadi jika ada monster yang menyerang kita bisa


mengantisipasi." Ucap Ibu Arnold.


"Ya aku setuju dengan


oendapat ibu." Ucap Amos.


"Kalau begitu apa masih ada


pendapat yang lain?" Tanya ayah Arnold.


Setelah melihat tak ada tanggapan


lagi. Maka sudah diputuskan hasil dari rapat.


"Jika begitu, Sova aku ingin


kau yang memilih grup penjelajah ini, dan untuk Kelvin yang tercepat di pasukan


kupilih kau sebagai pemimpin grup pengintai. Untuk Shin kuserahkan padamu untuk


mencari orang yang bisa membuat dinding di gua itu. dan Sera tolong bantu yang


lain untuk menjalankan operasi ini. Apa kalian mengerti?" Ucap ayah


Arnold.


""Mengerti


Tuan"" ucap para pemimpin pasukan.


"Kalau begitu, rapat sampai


disini saja." Balas ayah Arnold.


Setelah selesai rapat, semua


diruangan itu kemudian kembali menjalankan keseharian mereka.


"Maggie, besok mari kita


berbelanja." Ajak ibu Arnold


"Ya bibi, aku juga ingin


membeli baju besok." Ucap Maggie.


"Baiklah kalau begitu, lalu


kamu akan beristirahat sekarang?" Tanya ibu Arnold.


melihat-lihat sekitar mansion." Ucap Maggie.


" Kalau begitu mari bibi


temani." Ajak ibu Arnold


"Benarkah? Kalau begitu


terimakasih bibi." Balas Maggie.


Maggie dan ibu Arnold pun pergi


mengelilingi sekitar mansion. Ibu arnd juga memberitahu kepada pelayan dan


pekerja yang ada di mansion jika Maggie adalah tunangan Arnold. Arnold yang


melihat ibunya dan Maggie semakin akrab menjadi sangat senang.


Ketika berjalan dibagian belakang


mansion.


"Maggie, ini adalah tempat


latihan Arnold biasanya. Dia mulai berlatih sejak umur 3 tahun, jadi jangan


merasa minder dengan kekuatan Arnold sekarang." Ucap ibu Arnold.


"Mengapa bibi mengatakan


itu?" Tanya Maggie.


" Karena sejak rapat tadi,


kulihat kau seperti memikirkan sesuatu, dan kuyakin itu berhubungan dengan


kekuatan Arnold sekarang." Jawab ibu Arnold.


"Ya bibi benar. Aku merasa


jika aku belum pantas berdiri disampingnya. Arnold dan aku memiliki perbedaan


kekuatan yang jauh." Ucap Maggie.


"Jika begitu, mengapa kau


tidak minta Arnold untuk mengajari mu. Biar kau tau, semua pasukan yang ada


disini dilatih oleh Arnold sehingga mereka bisa sekuat itu." Jelas ibu


Arnold.


"Apakah Arnold mau


mengajariku bibi?" Tanya Maggie.


"Tentu, bukankah kalian


berjanji untuk berpetualang bersama." Ucap ibu Arnold.


"Kalau begitu, nanti aku akan


menanyakannya kepada Arnold." Balas Maggie.


"Ya, berjuanglah, agar bisa


mengejar Arnold." Ucap ibu Arnold.


"Ya bibi, terimakasih."


Ucap Maggie.


Setelah berkeliling mansion,


mereka berdua kembali kedalam rumah. Karena kamar Maggie sudah selesai


dibereskan oleh pelayan, ia langsung menyusun bsrnag-barangnya seperti pakaian


dan perlengkapan lain. Setelah selesai ia langsung membersihkan diri dan


bersiap untuk menemui Arnold.


"Ar, apa kau didalam


kamar?" Ucap Maggie sambil mengetuk pintu.


"Ya, masuk saja, tidak


dikunci kok." Ucap Arnold yang sedang duduk bersama dengan Frey dan Azka.


"Ada apa Maggie?"


Sambung Arnold.


"Be-begini Ar, aku ingin


berbicara dengan mu? Apa kamu bisa?" Tanya Maggie.


"Ya tentu. Silahkan


duduk." Ucap Arnold.


"Kalau begitu permisi."


Balas Maggie yang langsung duduk dikursi tepat didepan Arnold.


"Lalu kamu mau membicarakan


apa?" Tanya Arnold.


"Aku langsung saja keintinya.


Ar apa kamu mau melatihku?" Tanya Maggie tanpa basa-basi.


"Melatih? Tentu saja bisa.


Tapi mengapa? " Ucap Arnold.


"Karena aku juga ingin


berdiri disampingmu ketika berpetualang nanti. Aku tau kamu kuat, tapi kamu


tidak akan bisa melindungi diriku selamanya. Ada waktunya bagiku juga untuk


melindungi mu. Jadi mohon latihlah aku agar bisa membantumu." Balas


Maggie.


"Maggie, Aku tak tahu jika kamu berkeinginan seperti itu" pikir


Arnold


"Be-begitu ya, kalau begitu


aku akan melatihmu." Ucap Arnold dengan tersenyum.


"Benarkah? Kalau begitu aku


akan berjuang." Ucap Maggie dengan semangat.


"Tenang saja Maggie aku dan


Azka juga ikut membantumu." Ucap Frey


"Ya kami akan


membantumu." Ikut Azka.


"Terimakasih Frey,


Azka." Balas Maggie. Yang sudah mengetahui Azka dan Frey bisa berbicara


ketika perjalanan pulang dari ibukota. Meski saat itu Maggie sangat terkejut


ketika mengetahui hal itu.


"Ya,latihan kita mulai malam


ini." Ucap Arnold.


"Ma-malm ini?" Tanya


Maggie yang terkejut.


"Ya, malam ini di kamar mu,


aku akan mengajarkan mu dasar latihan. Hal ini bisa memperkuat pondasimu."


Jelas Arnold.


"Baiklah. Terimakasih ya


Ar." Ucap Maggie. "Kalau begitu aku bersiap dulu." Sambungnya.


"Ya. Sama-sama." Balas


Arnold.