
Arnold melihat Maggie seperti
kebingungan dengan rapat ini.
"Ada apa Maggie.?" Tanya
Arnold yang membuat semua diruangan melihat Maggie.
"Ah, aku hanya bingung
mengapa kalian terlihat biasa saja saat mengetahui banyak monster rank S."
Jawab Maggie.
"Ooo, aku belum memberitahumu
ya." Ucap Arnold.
"Memberi tahu apa?"
Tanya Maggie.
"Jika para pemimpin pasukan
sudah berada di peringkat SS dan ada beberapa pasukan sudah berada di peringkat
S." Balas Arnold.
"PERINGKAT SS?" kejut
Maggie lalu melihat para pemimpin.
"Ya nyonya Maggie, kami
berempat sudah berperingkat SS seperti tuan Lawsdansky dan Tuan muda
Arnold." Ucap Sova bersamaan dengan anggukan pemimpin yang lain.
Maggie yang mendengar itu hanya
bisa menganga, karena kekuatan dari wilayah itu bahkan lebih kuat dari kekuatan
Di Ibukota.
"Bu-bukannya Arnold berada di
peringkat S?" Tanya Maggie.
"Tidak mungkin kak Maggie,
kak Arnold adalah orang terkuat di wilayah ini." Jawab Arnold.
Mendengar jawaban itu, Maggie
spontan melihat Arnold yang tersenyum.
"Maaf Maggie, di ibukota dulu
aku memang bilang aku peringkat S agar para bangsawan lain percaya." Ucap
Arnold.
"Begitu ya." Balas
Maggie yang berusaha tetap tenang.
"Baiklah kalau begitu kita
lanjutkan. Arnold bagaimana pendapat mu tentang masalah ini?" Ucap ayah
Arnold.
"menurutku paman dan bibi
bawa beberapa pasukan berperingkat A dan S untuk menjelajahi semakin dalam gua
itu. Tapi grup penjelajah harus mempersiapkan segala kemungkinan. Seperti jika
gua itu sama seperti hutan kematian maka ada kemungkinan monster Rank SSS
disana." Jelas Arnold.
Orang yang disana terkejut
mendengar monster Rank SSS, karena diruangan itu hanya Arnold yang pernah
melihat monster itu.
"Monster Rank SSS?" ucap
Sova.
" Ya paman, biasanya untuk
gua yang terdapat batu sihir maka ada monster yang kuat disana." Balas
Arnold.
"Be-begitu ya, lalu bagaimana
kita mempersiapkan hal itu?" Tanya Shin.
"Ketika grup penjelajah
memasuki gua itu, lima orang tercepat harus maju lebih depan untuk mengintai
kedepan. Lima orang itu disebut grup pengintai. Setiap ada monster yang muncul
grup pengintai harus melapor kepada grup penjelajah. Tapi jika kalian menemui
monster Rank SS semakin banyak kalian harus mundur. Karena jika kalian
menjelajah semakin dalam kalian akan menemui monster Rank SSS." jelas
Arnold.
"Baiklah, apa dari yang lain
ada pendapat?" Ucap Ayah Arnold.
"Mungkin sedikit pendapat ku
berguna, setelah selesai menjelajah, mungkin kita harus membatasi gua itu di
bagian terakhir penjelajahan, agar monster yang terganggu tidak bisa menyerang
dari dalam gua. Dan letakkan beberapa penjaga disana, sama seperti gerbang ke
arah hutan kematian. Jadi jika ada monster yang menyerang kita bisa
mengantisipasi." Ucap Ibu Arnold.
"Ya aku setuju dengan
oendapat ibu." Ucap Amos.
"Kalau begitu apa masih ada
pendapat yang lain?" Tanya ayah Arnold.
Setelah melihat tak ada tanggapan
lagi. Maka sudah diputuskan hasil dari rapat.
"Jika begitu, Sova aku ingin
kau yang memilih grup penjelajah ini, dan untuk Kelvin yang tercepat di pasukan
kupilih kau sebagai pemimpin grup pengintai. Untuk Shin kuserahkan padamu untuk
mencari orang yang bisa membuat dinding di gua itu. dan Sera tolong bantu yang
lain untuk menjalankan operasi ini. Apa kalian mengerti?" Ucap ayah
Arnold.
""Mengerti
Tuan"" ucap para pemimpin pasukan.
"Kalau begitu, rapat sampai
disini saja." Balas ayah Arnold.
Setelah selesai rapat, semua
diruangan itu kemudian kembali menjalankan keseharian mereka.
"Maggie, besok mari kita
berbelanja." Ajak ibu Arnold
"Ya bibi, aku juga ingin
membeli baju besok." Ucap Maggie.
"Baiklah kalau begitu, lalu
kamu akan beristirahat sekarang?" Tanya ibu Arnold.
melihat-lihat sekitar mansion." Ucap Maggie.
" Kalau begitu mari bibi
temani." Ajak ibu Arnold
"Benarkah? Kalau begitu
terimakasih bibi." Balas Maggie.
Maggie dan ibu Arnold pun pergi
mengelilingi sekitar mansion. Ibu arnd juga memberitahu kepada pelayan dan
pekerja yang ada di mansion jika Maggie adalah tunangan Arnold. Arnold yang
melihat ibunya dan Maggie semakin akrab menjadi sangat senang.
Ketika berjalan dibagian belakang
mansion.
"Maggie, ini adalah tempat
latihan Arnold biasanya. Dia mulai berlatih sejak umur 3 tahun, jadi jangan
merasa minder dengan kekuatan Arnold sekarang." Ucap ibu Arnold.
"Mengapa bibi mengatakan
itu?" Tanya Maggie.
" Karena sejak rapat tadi,
kulihat kau seperti memikirkan sesuatu, dan kuyakin itu berhubungan dengan
kekuatan Arnold sekarang." Jawab ibu Arnold.
"Ya bibi benar. Aku merasa
jika aku belum pantas berdiri disampingnya. Arnold dan aku memiliki perbedaan
kekuatan yang jauh." Ucap Maggie.
"Jika begitu, mengapa kau
tidak minta Arnold untuk mengajari mu. Biar kau tau, semua pasukan yang ada
disini dilatih oleh Arnold sehingga mereka bisa sekuat itu." Jelas ibu
Arnold.
"Apakah Arnold mau
mengajariku bibi?" Tanya Maggie.
"Tentu, bukankah kalian
berjanji untuk berpetualang bersama." Ucap ibu Arnold.
"Kalau begitu, nanti aku akan
menanyakannya kepada Arnold." Balas Maggie.
"Ya, berjuanglah, agar bisa
mengejar Arnold." Ucap ibu Arnold.
"Ya bibi, terimakasih."
Ucap Maggie.
Setelah berkeliling mansion,
mereka berdua kembali kedalam rumah. Karena kamar Maggie sudah selesai
dibereskan oleh pelayan, ia langsung menyusun bsrnag-barangnya seperti pakaian
dan perlengkapan lain. Setelah selesai ia langsung membersihkan diri dan
bersiap untuk menemui Arnold.
"Ar, apa kau didalam
kamar?" Ucap Maggie sambil mengetuk pintu.
"Ya, masuk saja, tidak
dikunci kok." Ucap Arnold yang sedang duduk bersama dengan Frey dan Azka.
"Ada apa Maggie?"
Sambung Arnold.
"Be-begini Ar, aku ingin
berbicara dengan mu? Apa kamu bisa?" Tanya Maggie.
"Ya tentu. Silahkan
duduk." Ucap Arnold.
"Kalau begitu permisi."
Balas Maggie yang langsung duduk dikursi tepat didepan Arnold.
"Lalu kamu mau membicarakan
apa?" Tanya Arnold.
"Aku langsung saja keintinya.
Ar apa kamu mau melatihku?" Tanya Maggie tanpa basa-basi.
"Melatih? Tentu saja bisa.
Tapi mengapa? " Ucap Arnold.
"Karena aku juga ingin
berdiri disampingmu ketika berpetualang nanti. Aku tau kamu kuat, tapi kamu
tidak akan bisa melindungi diriku selamanya. Ada waktunya bagiku juga untuk
melindungi mu. Jadi mohon latihlah aku agar bisa membantumu." Balas
Maggie.
"Maggie, Aku tak tahu jika kamu berkeinginan seperti itu" pikir
Arnold
"Be-begitu ya, kalau begitu
aku akan melatihmu." Ucap Arnold dengan tersenyum.
"Benarkah? Kalau begitu aku
akan berjuang." Ucap Maggie dengan semangat.
"Tenang saja Maggie aku dan
Azka juga ikut membantumu." Ucap Frey
"Ya kami akan
membantumu." Ikut Azka.
"Terimakasih Frey,
Azka." Balas Maggie. Yang sudah mengetahui Azka dan Frey bisa berbicara
ketika perjalanan pulang dari ibukota. Meski saat itu Maggie sangat terkejut
ketika mengetahui hal itu.
"Ya,latihan kita mulai malam
ini." Ucap Arnold.
"Ma-malm ini?" Tanya
Maggie yang terkejut.
"Ya, malam ini di kamar mu,
aku akan mengajarkan mu dasar latihan. Hal ini bisa memperkuat pondasimu."
Jelas Arnold.
"Baiklah. Terimakasih ya
Ar." Ucap Maggie. "Kalau begitu aku bersiap dulu." Sambungnya.
"Ya. Sama-sama." Balas
Arnold.