Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 23: PERTARUNGAN DI IBUKOTA 2



Saat ini pasukan yang dipimpin oleh Kelvin sedang


mendominasi pertarungan yang terjadi di sekitar istana. Mereka dengan cepat


mengalahkan monster disekitar siitu. Bagi mereka perrtarungan itu sudah biasa,


karena wilayah yang dijaga mereka sering terjadi serangan monster. Bukan


seperti ibukota yang terlindungi dari segala arah, hanya pemberontak saja yang


bisa menyeang ibukota.


Setelah mereka merasa cukup dengan mengalahkan monster,


mereka kemudian meminta izin kepada Pangeran Charles untuk membantu tuan mereka.


Karena pangeran Charles melihat monster disekitar itu tinggal sedikit ia


mengizinkan pasukan itu menuju tuan mereka.


Mereka langsung bergegas menuju tuan mereka. Mereka ingin


membantu tuan mereka melawan Chimera. Tapi setelah mereka sampai, mereka


melihat dua mayat Chimera yang sudah tewas dan dua orang yang sedang berbicara,


itu adalah tuan mereka. Mereka senang karena tuan mereka tidak terluka saat


bertarung melawan monster-monster itu.


.


Setelah selesai mengalahkan Chimera itu, Arnold kemudian


menuju ketempat ayahnya dan Frey menunggu.


“Bagaimana selanjutnya Yah?” tanya Arnold sambil


menyarungkan senjatanya.


“…”


Ayahnya masih terkejut sambil menganga melihat serangan


Arnold barusan. Melihat ayahnya itu, arnold kemudian menyadarkan ayahnya dengan


melambai-lambai didepan ayahnya. Meski begitu ayahnya masih blum sadar, karena


sedikit kesal, arnold berteriak didekat telinga ayahnya.


“AYAH, APA YANG KITA LAKUKAN SELANJUTNYA?” kata arnold


dengan keras yang membuat ayah arnold terkejut dengan suara itu.


“Ah, arnold kenapa kau berteriak ditelingaku?” tanya ayah


arnold yang menutup telinganya.


“salah ayah sendiri, karena ayah hanya melongo saja.” Jawab


Arnold.


“hahha, maaf-maaf, aku terkejut kau dapat memotong kepala


Chimera itu dengan sekali serang.” Balas ayahnya.


“Itu mungkin karena aku menambah lebih banyak mana dari


ayah, dan aku menyerang tepat dibagian paling lemah dalm bertahan.” Jelas Arnold.


“Begitu ya.” Balas ayahnya.


“kalau begitu apa yang kita lakukan sekarang ayah?” Tanya


Arnold.


“Mungkin kita har-” kata ayahnya yang terpotong


“TUAN, TUAN MUDA.” Teriak Kelvin


yang memotong pembicaraan arnold dan ayahnya.


Arnold dan ayahnya kemudian menoleh


kearah sumber suara.


“Kalian ya, sedang apa kalian


disini?” Tanya ayah Anold.


“Kami tadi sedang mencari kalian


tuan.” Balas Kelvin.


“Mencari kami? Rupanya ada apa


sehingga kalian mencari kami?” tanya ayah Arnold lagi.


“Kami ingin memastikan kalian baik-baik


saja tuan.” Jawal Kelvin.


“Begitu ya, kalian memang pasukan


yang baik.” Balas Arnold. “ kalau begitu ayah, menurutku sekarang ayah harus


membantu yang lain melawan Chimera bersama dengan Paman Kelvin dan yang


lainnya.” Sambungnya.


“Bagaimana dengan mu?” tanya ayah


Arnold.


“Aku sudah merasa lelah ayah, aku


akan kembali ketempat Ibu dan Amos lalu kembali ke mansion.


“Baiklah, kalau begitu kami akan


membantu yang lainnya.” Kata ayahnya.


“Kalau begitu aku dan Frey permisi


dulu ayah.” Balas Arnold.


“ ya. Berhati-hatiah.” Ucap


ayahnya.


“kalian juga.” Balas arnold yang


kemudian pergi dari situ bersama Frey.


“BAIKLAH, KALAU BEGITU KITA AKAN


MEMBANTU YANG LAIN MELAWAN CHIMERA. SEBELUM ITU AKU AKAN MENJELASKAN BAGAIMAN


CARANYA AGAR MUDAH MENGALAHKAN MONSTER ITU.” Teriak ayah Arnold yang kemudia


Menjelaskan rencananya.


Rencana mereka adalah membagi tim


untuk menyerang. Dari dua puluh pasukan selain ayah Arnold, Sepuluh orang akan


melakukan serangan jarak jauh dan sepuluh otang lagi akan menyerang dari jarak


dekat bersama ayah Arnold. Pasukan jarka dekat hanya melakukan pertahanan agar


pasukan jarak jauh bisa melakukan serangan pengalihan untuk memotong ekor


Chimera, setelah ekor Chimera terpotong, maka dilakukan serangan penghabisan


untuk mengalahkan monster itu.


Setelah mendengar rencana yang


diberitahu ayah arnold, mereka pun kemudian bergerak menuju lokasi terdekat. Lokasi


itu, Satu dari dua bangsawan tertinggi, Kepala keluarga Duke Aymon, Luke Aymon.


Tampak, Duke Aymon kesulitan


melwan Chimera, ia merasa sulit untuk menyerang karena ekor Chimera melihat


segala pergerakkan Duke Aymon.


“Tuan Luke, kami akan datang


membantu kamu.” Ucap Ayah Arnold yang menghampiri Luke aymon.


“Bukankah kamu adalah Baron


Lawsdansky yang bertarung melawan Dua Chimera bersama anakmu?” tanya Luke yang


melihat kedatang Ayah Arnold bersama pasukannya.


“Ya tuan, kami sudah berhasil


mengalahkan Chimera itu.” Balas Ayah Arnold.


“Bagaimana bisa begitu cepat?


Bagaimana cara kalian melakukannya?” tanya Luke.


“Saya akan menjelaskannya nanti


Tuan, untuk sekarang kami akan membantu tuan mengalahkan monster itu. KALIAN


SEMUANYA, LAKUKAN SESUAI RENCANA KITA.” Teriak ayah arnold memerintah


Pasukannya.


““Baik Tuan”” Ucap mereka yang


kemudain melakukan serangan terhadap Chimera itu.


Ayah arnold hanya memperhatikan


pertarungan antar pasukannya dengan Chimera, karena menurutnya pasukannya saja


sudah dapat mengalahkan monster itu.


“Baron Lawsdansky, bisakah anda


menjelaskannya sekarang?” tanya Luke yang masih penasaran.


“Baikah tuan.” Balas ayah Arnold


ssambil menjelaskan bagaimana mereka bisa mengalahkan Chimera itu meski ia


menambahkan itu juga dibantu oleh pasukannya untuk membuat pengalih perhatian.


Karen ajika ia mengatakan jika arnold memiliki partner keturunan Fenrir yang


membantu mereka tadi, bisa-bisa rahasia yang disuruh arnold jaga akan


terbongkar.


“Begitu ya, pantas saja kalian


bisa menyelesaikannya dengan cepat.” Ucap Luke.


Ketika mereka sedang berbicara,


Pasukan ayah arnold sudah berhasil memotong ekor Chimera, sehingga mereka semua


langsung menyerang dengan kekuatan penuh.


DHUARR


BOOM


Akibat dari serangan mereka,


banyak terjadi ledakan disekitar Chimera. Ketika ayah arnold melihat Chimera


itu, ia eras ajika serangan kuat pasukannya sudah berlebihan. Ia melihat jika


mayat dari Chimera sduah tercincang dan terbakar.


“Ce-cepat nya.” Kata Luke.


“Begitulah tuan, jika kita


melakukan serangan seperti tadi, monster ini bukan apa-apa.” Balas Ayah arnold.


“Tuan kami sudah berhasil


mengalahkan Chimera itu, bagaimana selanjutnya?” Kata Kelvin yang datang kearah


Ayah Arnold.


“Kerja bagus semuanya. Selanjutnya


kita akan membuat dua tim, agar kita dapat mengalahkan Chimea dengan Cepat.


Satu tim akan di pimpin oleh Tuan Luke dan satu nya lagi akan bersamaku.” Jelas


ayah arnold


“A-Aku?” tanya Luke yang terkejut


dengan perkataan ayah arnold tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.


“Ya tuan, saya yakin meski pasukan


saya dibagi, mereka masih sanggup melawan Chimera dengan cara seperti tadi.


Jika tuan bertemu dengan yang lainnya, tuan dapat membagi tim lagi. Tapi dalam


satu tim setidaknya terdiri dari 6 orang, agar tidak kesulitan melawan monster


itu.” Jelas ayah Arnold.


“Ba-baikalh, aku akan memimpin


mereka.” Balas Luke.


“Baiklah kalian semuanya, lakukan


seperti yang kuperintahkan.”  Ucap ayah


Arnold kepada pasukannya.


““BAIK TUAN.” Ucap mereka dengan


tegas.


Mereka pun kemudia membagi tim


dalam satu tim terdiri dari lima pengguna serangan jarak dekat dan lima


serangan jarak jauh.


Setelah itu, mereka kemudian


berpencar menuju lokasi pertarungan selanjutnya.


“Bagaiman bisa pasukan dari Baron itu memiliki kekuatan yang cukup


tinggi?” pikir Luke.


*Terimakasih teman-teman karna


sudah mau membaca karya saya yang tidak seberapa ini.


Saya akan lebih semangat untuk


menulis karya ini, semoga karya ini kedepannya dapat membuat teman-teman merasa


puas.


Jika ada yang merasa karya saya


kurang, mohon berikan komentar agar saya dapat memperbaiki kesalahan saya.


Selamat membaca.