
Saat ini pasukan yang dipimpin oleh Kelvin sedang
mendominasi pertarungan yang terjadi di sekitar istana. Mereka dengan cepat
mengalahkan monster disekitar siitu. Bagi mereka perrtarungan itu sudah biasa,
karena wilayah yang dijaga mereka sering terjadi serangan monster. Bukan
seperti ibukota yang terlindungi dari segala arah, hanya pemberontak saja yang
bisa menyeang ibukota.
Setelah mereka merasa cukup dengan mengalahkan monster,
mereka kemudian meminta izin kepada Pangeran Charles untuk membantu tuan mereka.
Karena pangeran Charles melihat monster disekitar itu tinggal sedikit ia
mengizinkan pasukan itu menuju tuan mereka.
Mereka langsung bergegas menuju tuan mereka. Mereka ingin
membantu tuan mereka melawan Chimera. Tapi setelah mereka sampai, mereka
melihat dua mayat Chimera yang sudah tewas dan dua orang yang sedang berbicara,
itu adalah tuan mereka. Mereka senang karena tuan mereka tidak terluka saat
bertarung melawan monster-monster itu.
.
Setelah selesai mengalahkan Chimera itu, Arnold kemudian
menuju ketempat ayahnya dan Frey menunggu.
“Bagaimana selanjutnya Yah?” tanya Arnold sambil
menyarungkan senjatanya.
“…”
Ayahnya masih terkejut sambil menganga melihat serangan
Arnold barusan. Melihat ayahnya itu, arnold kemudian menyadarkan ayahnya dengan
melambai-lambai didepan ayahnya. Meski begitu ayahnya masih blum sadar, karena
sedikit kesal, arnold berteriak didekat telinga ayahnya.
“AYAH, APA YANG KITA LAKUKAN SELANJUTNYA?” kata arnold
dengan keras yang membuat ayah arnold terkejut dengan suara itu.
“Ah, arnold kenapa kau berteriak ditelingaku?” tanya ayah
arnold yang menutup telinganya.
“salah ayah sendiri, karena ayah hanya melongo saja.” Jawab
Arnold.
“hahha, maaf-maaf, aku terkejut kau dapat memotong kepala
Chimera itu dengan sekali serang.” Balas ayahnya.
“Itu mungkin karena aku menambah lebih banyak mana dari
ayah, dan aku menyerang tepat dibagian paling lemah dalm bertahan.” Jelas Arnold.
“Begitu ya.” Balas ayahnya.
“kalau begitu apa yang kita lakukan sekarang ayah?” Tanya
Arnold.
“Mungkin kita har-” kata ayahnya yang terpotong
“TUAN, TUAN MUDA.” Teriak Kelvin
yang memotong pembicaraan arnold dan ayahnya.
Arnold dan ayahnya kemudian menoleh
kearah sumber suara.
“Kalian ya, sedang apa kalian
disini?” Tanya ayah Anold.
“Kami tadi sedang mencari kalian
tuan.” Balas Kelvin.
“Mencari kami? Rupanya ada apa
sehingga kalian mencari kami?” tanya ayah Arnold lagi.
“Kami ingin memastikan kalian baik-baik
saja tuan.” Jawal Kelvin.
“Begitu ya, kalian memang pasukan
yang baik.” Balas Arnold. “ kalau begitu ayah, menurutku sekarang ayah harus
membantu yang lain melawan Chimera bersama dengan Paman Kelvin dan yang
lainnya.” Sambungnya.
“Bagaimana dengan mu?” tanya ayah
Arnold.
“Aku sudah merasa lelah ayah, aku
akan kembali ketempat Ibu dan Amos lalu kembali ke mansion.
“Baiklah, kalau begitu kami akan
membantu yang lainnya.” Kata ayahnya.
“Kalau begitu aku dan Frey permisi
dulu ayah.” Balas Arnold.
“ ya. Berhati-hatiah.” Ucap
ayahnya.
“kalian juga.” Balas arnold yang
kemudian pergi dari situ bersama Frey.
“BAIKLAH, KALAU BEGITU KITA AKAN
MEMBANTU YANG LAIN MELAWAN CHIMERA. SEBELUM ITU AKU AKAN MENJELASKAN BAGAIMAN
CARANYA AGAR MUDAH MENGALAHKAN MONSTER ITU.” Teriak ayah Arnold yang kemudia
Menjelaskan rencananya.
Rencana mereka adalah membagi tim
untuk menyerang. Dari dua puluh pasukan selain ayah Arnold, Sepuluh orang akan
melakukan serangan jarak jauh dan sepuluh otang lagi akan menyerang dari jarak
dekat bersama ayah Arnold. Pasukan jarka dekat hanya melakukan pertahanan agar
pasukan jarak jauh bisa melakukan serangan pengalihan untuk memotong ekor
Chimera, setelah ekor Chimera terpotong, maka dilakukan serangan penghabisan
untuk mengalahkan monster itu.
Setelah mendengar rencana yang
diberitahu ayah arnold, mereka pun kemudian bergerak menuju lokasi terdekat. Lokasi
itu, Satu dari dua bangsawan tertinggi, Kepala keluarga Duke Aymon, Luke Aymon.
Tampak, Duke Aymon kesulitan
melwan Chimera, ia merasa sulit untuk menyerang karena ekor Chimera melihat
segala pergerakkan Duke Aymon.
“Tuan Luke, kami akan datang
membantu kamu.” Ucap Ayah Arnold yang menghampiri Luke aymon.
“Bukankah kamu adalah Baron
Lawsdansky yang bertarung melawan Dua Chimera bersama anakmu?” tanya Luke yang
melihat kedatang Ayah Arnold bersama pasukannya.
“Ya tuan, kami sudah berhasil
mengalahkan Chimera itu.” Balas Ayah Arnold.
“Bagaimana bisa begitu cepat?
Bagaimana cara kalian melakukannya?” tanya Luke.
“Saya akan menjelaskannya nanti
Tuan, untuk sekarang kami akan membantu tuan mengalahkan monster itu. KALIAN
SEMUANYA, LAKUKAN SESUAI RENCANA KITA.” Teriak ayah arnold memerintah
Pasukannya.
““Baik Tuan”” Ucap mereka yang
kemudain melakukan serangan terhadap Chimera itu.
Ayah arnold hanya memperhatikan
pertarungan antar pasukannya dengan Chimera, karena menurutnya pasukannya saja
sudah dapat mengalahkan monster itu.
“Baron Lawsdansky, bisakah anda
menjelaskannya sekarang?” tanya Luke yang masih penasaran.
“Baikah tuan.” Balas ayah Arnold
ssambil menjelaskan bagaimana mereka bisa mengalahkan Chimera itu meski ia
menambahkan itu juga dibantu oleh pasukannya untuk membuat pengalih perhatian.
Karen ajika ia mengatakan jika arnold memiliki partner keturunan Fenrir yang
membantu mereka tadi, bisa-bisa rahasia yang disuruh arnold jaga akan
terbongkar.
“Begitu ya, pantas saja kalian
bisa menyelesaikannya dengan cepat.” Ucap Luke.
Ketika mereka sedang berbicara,
Pasukan ayah arnold sudah berhasil memotong ekor Chimera, sehingga mereka semua
langsung menyerang dengan kekuatan penuh.
DHUARR
BOOM
Akibat dari serangan mereka,
banyak terjadi ledakan disekitar Chimera. Ketika ayah arnold melihat Chimera
itu, ia eras ajika serangan kuat pasukannya sudah berlebihan. Ia melihat jika
mayat dari Chimera sduah tercincang dan terbakar.
“Ce-cepat nya.” Kata Luke.
“Begitulah tuan, jika kita
melakukan serangan seperti tadi, monster ini bukan apa-apa.” Balas Ayah arnold.
“Tuan kami sudah berhasil
mengalahkan Chimera itu, bagaimana selanjutnya?” Kata Kelvin yang datang kearah
Ayah Arnold.
“Kerja bagus semuanya. Selanjutnya
kita akan membuat dua tim, agar kita dapat mengalahkan Chimea dengan Cepat.
Satu tim akan di pimpin oleh Tuan Luke dan satu nya lagi akan bersamaku.” Jelas
ayah arnold
“A-Aku?” tanya Luke yang terkejut
dengan perkataan ayah arnold tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.
“Ya tuan, saya yakin meski pasukan
saya dibagi, mereka masih sanggup melawan Chimera dengan cara seperti tadi.
Jika tuan bertemu dengan yang lainnya, tuan dapat membagi tim lagi. Tapi dalam
satu tim setidaknya terdiri dari 6 orang, agar tidak kesulitan melawan monster
itu.” Jelas ayah Arnold.
“Ba-baikalh, aku akan memimpin
mereka.” Balas Luke.
“Baiklah kalian semuanya, lakukan
seperti yang kuperintahkan.” Ucap ayah
Arnold kepada pasukannya.
““BAIK TUAN.” Ucap mereka dengan
tegas.
Mereka pun kemudia membagi tim
dalam satu tim terdiri dari lima pengguna serangan jarak dekat dan lima
serangan jarak jauh.
Setelah itu, mereka kemudian
berpencar menuju lokasi pertarungan selanjutnya.
“Bagaiman bisa pasukan dari Baron itu memiliki kekuatan yang cukup
tinggi?” pikir Luke.
*Terimakasih teman-teman karna
sudah mau membaca karya saya yang tidak seberapa ini.
Saya akan lebih semangat untuk
menulis karya ini, semoga karya ini kedepannya dapat membuat teman-teman merasa
puas.
Jika ada yang merasa karya saya
kurang, mohon berikan komentar agar saya dapat memperbaiki kesalahan saya.
Selamat membaca.