
Sudah seminggu berlalu sejak acara pertunangan Maggie dan
Arnold. Dalam seminggu ini, Arnold dan Maggie masih mendapat ucapan selamat dan
bingkisan dari warga sekitar. Karena itu mereka masih merasa letih saat ini.
"Huh, capeknya. Apakah acara pertunangan memang seperti
ini?" Tanya Arnold yang menidurkan dirinya disova.
"Hahaha, tentu tidak kak. Acara ketika pertunanganku
tidak semeriah acara kakak." Ucap Amos yang juga disana.
"Mungkin mereka merasa bahagia dengan acara mu Ar,
apalagi kau lah yang membuat mereka merasa aman." Ucap Ayahnya.
"Ya itu benar." Ucap ibunya.
"Hahaha, aku tidak menyangka jika Arnold memiliki
pengaruh sebesar itu diwilayah ini." Ucap Ayah Maggie.
"Lalu selanjutnya apa yang kalian lakukan?"
Sambung ayah Maggie.
"Ah aku lupa memberitahu kalian. Aku dan Maggie
memiliki rencana setelah pertunangan kami, aku dan Maggie ingin melakukan
petualangan bersama." Ucap Arnold.
"Benarkah itu?" Tanya Ayah Maggie yang melihat ke
arah Maggie.
"Ya Yah, kami sudah merencanakan ini." Jawab
Maggie.
"Apa kalian akan baik-baik saja?" Tanya Ibu Maggie
yang sedikit khawatir.
"Tenang saja, Arnold dan Maggie pasti bisa melindungi
diri." Ucap Ibu Arnold.
"Ya bibi, kami hanya berpetualang mengelilingi benua
ini dan sekalian menambah pengalaman kami. Kami hanya berpetualang paling lama
tiga tahun. Setelah itu kami akan kembali kesini." Ucap Arnold.
"Begitu ya, lalu kapan kalian akan berangkat?" Tanya
Ayah Maggie.
"Kami akan berangkat sehari sebelum kalian kembali ke
ibukota paman." Jawab Arnold.
"Begitu ya, berarti seminggu lagi ya." Ucap Ayah
Arnold.
"Begitulah paman." Ucap Arnold.
"Baiklah. Kalau begitu kalian harus mempersiapkan
semuanya." Ucap Ibu Arnold.
Setelah itu Arnold dan Maggie pun mempersiapkan setiap
keperluan mereka. Arnold dan Maggie juga banyak menghabiskan waktu mereka
bersama keluarga. Karena mereka akan berpergian selama tiga tahun, pasti banyak
kerinduan yang mereka rasakan.
Apalagi untuk Maggie, ini adalah pertama kali baginya untuk
berpetualang jauh dari keluarga.
Meski begitu, Arnold dan Maggie masih melakukan latihan
disrla-sela waktunya. Karena setajam apa pun pisau kalau tidak diasah lama
kelamaan akan tumpul. Saat ini kekuatan Maggie masih berada di peringkat A,
dengan kenaikan poin yang lumayan dan Arnold sudah berada di peringkat SSS
dengan poin 25.050. Dengan bantuan Frey dengan Rank SS dengan poin 23.500 dan
Azka dengan poin 42.000 maka petualangan mereka tidak akan menemui banyak
masalah.
Saat ini Maggie sedang berlatih sihir angin bersama Frey.
Sedangkan Azka dan Arnold sedang berbincang di bawah pohon dekat situ.
"Hey Ar, kemana petualangan kita kali ini?" Tanya
Azka.
"Hmm aku juga tidak tahu pasti. Apa kau tahu dimana
tempat dari Hewan-hewan suci?" Tanya Arnold balik.
"Hmm, aku hanya tahu beberapa tempat hewan suci.
Seperti Fenrir berada di hutan Elf, Leviathan berada di laut Iblis, dan Raja
Naga Bahamut berada di antara kerataan manusia dengan Dwarf." Jawab Azka.
"Begitu ya, kalau begitu yang terdekat adalah Raja Naga
ya." Balas Arnold.
"Ya, tapi itu adalah informasi yang kutahu sekitar
seratus tahun yang lalu." Ucap Azka.
"Bukankah jika begitu hewan suci sudah meninggalkan
tempat itu!." Ucap Arnold dengan sedikit kesal mendengar perkataan Azka.
"Belum tentu Ar, karena hewan suci biasanya menetap
disatu tempat." Jelas Azka.
"Begitu ya. Jika begitu petualangan kita kali ini akan
kedaerah perbatan kerajaan manusia dan Dwarf." Ucap Arnold.
"Apa kau akan langsung menemui Raja Naga dengan
"Ya tidak lah, aku akan berlatih selama dua tahun
sebelum ke tempat itu. Aku akan mengikuti Guild pedagang agar bisa memasuki
kerajaan lain." Jelas Arnold.
"Begitu ya." Ucap Azka.
"Ya, aku mengikuti Guild pedagang agar bisa menjadi
kartu masuk kedalam kerajaan lain. Sebenarnya ada beberapa guild, yaitu guild
petualang yang bertugas untuk melawan monster. Guild pembangunan, tempat bagi
orang yang bisa membangun suatu tempat." Jas Arnold.
"Lalu mengapa kau tidak memasuki guild petualang?"
Tanya Azka.
"Guild petualang biasanya terikat oleh waktu dalam
suatu misi, dan aku tidak ingin orang-orang menjadi cemburu dengan kekuatanku
yang sekarang. Lebih baik aku bersikap dibalik layar jika ada masalah."
Jelas Arnold.
"Ya itu memang bagus Ar, tapi biar kau tahu,
sepintar-pintarnya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Sebaik-baiknya kau
merahasiakan hal itu, pasti nanti akan ketahuan juga." Balas Azka.
"Ya aku tahu, tapi setidaknya aku bisa menahan itu
sebentar." Balas Azka.
"Huh, terserah kau lah Ar." Ucap Azka yang tidak
peduli lagi.
Hari telah berlalu, hari ini merupakan hari Arnold dan
Maggie untuk pergi berpetualang. Saat ini Arnold dan Maggie sedang memeriksa
ulang barang bawaan mereka. Arnold membawa beberapa pakaian, pedang, panah, dan
beberapa mana core, sedangkan Maggie membawa pakaian, tongkat sihir, dan
perlengkapan wanita yang lain dan kebutuhan mereka berdua seperti kertas sihir
dan beberapa keping uang.
Info: terdapat beberapa jenis uang didunia itu, yaitu
platinum,Gold, perak, perunggu.
1 platinum\=100 gold
1 Gold \= 10 perak
1 Perak \= 10 perunggu.
"Semuanya sudah lengkap?." Tanya Arnold.
"Ya, semua sudah kupersiapkan." Jawab Maggie.
“Bagaimana dengan kalian Azka, Frey?” Tanya Arnold.
“Kami siap kapan pun.” Balas Azka
“Ya, kami juga sudah siap.” Ucap Frey
"Baiklah, kalau begitu mari kita kedepan." Ucap
Arnold sambil memasukkan barang mereka kedalam sihir ruang dan waktu. Meski pun
tidak semua orang mempunyai sihir ruang dan waktu, didunia itu ada alat sihir yang bernama tas penyimpanan. Sebuah
tas yang ditanamkan sebuah sihir ruang dan waktu yang digunakan untuk menyimpan
barang dalam kapasitas besar.
Mereka pun pergi menuju bagian depan mansion, sesampainya
mereka disana terlihat keluarga mereka, para pemimpin pasukan dan beberapa
pasukan sduah menunggu mereka.
“Apa yang kalian lakukan disini?” Tanya Arnold dengan
bingung.
“Tentu saja mengantarkan keprrgian kalian.” Ucap Ayah
Arnold.
“Apakah itu perlu?” Tanya Arnold.
“Tentu saja nak, itu sangat penting.” Ucap Ibu Arnold yang
kemudian berjalan dan memeluk Maggie dan Arnold. “Ingat nak, kalian berdua
harus terus bersama dan saling melindungi.” Ucap Ibu Arnold sambil melepskan
pelukan itu, terlihat matanya sudah berkaca-kaca.
“Arnold, tolong jaga anakku dimana pun ya.” Ucap Ibu Maggie
yang memeluk mereka berdua bergantian dengan ibu Arnold.
“Ya, kami akan melinduingi satu sama lain bu dan aku akan
menjaga Maggie dimana pun itu.” Balas Arnold.
“Berati-hatilah nak” Ucap Ayah Arnold dan ayah Maggie.
“Tentu, kami akan berhati-hati.” Balas Arnold.
“Selamat berpetualang tuan muda. Semoga anda menikmati waktu
anda.” Ucap salah satu pemimpin pasukan.
“Bersenang-snanglah tuan muda.” Ucap salah satu prajurit.
“Ya, tentu saja, jadi sebelum aku pulang tolong jaga wilayah
kita sebaik mungkin dan terus berlatih agar kalian menjadi kuat.” Balas Arnold.
“SIAP TUAN MUDA.” Ucap para pasukan dengan tegas.
“Kalau begitu kami berdua pergi dulu.” Ucap Arnold sambil
pergi dari tempat itu bersama Maggie, Azka dan Frey.
Dengan begitu, petualangan mereka dimulai.