
Arnold dan Maggie pun mendatangi para pasukan itu dan
bertanya ada perlu apa mereka kesini.
"Selamat sore paman, apa kalian membutuhkan
sesuatu?" Tanya Arnold.
"Hmm, tidak-tidak. Kami disuruh jendral Alex untuk
menemui Arnold. Apa kau tahu dimana dia berada?" Tanya salah satu
prajurit.
"Saya Arnold paman." Balas Arnold.
"Kau Arnold?" Tanya prajurit itu memastikan sambil
melihat Arnold dari bawah keatas.
"Ya saya Arnold Lawsdansky, anak sulung Marquis
Lawsdansky dan ini Maggie puntri dari Jendral Wilson.
Mendengar perkataan Arnold, Prajurit itu langsung menoleh ke
arah Maggie.
"Ah maafkam ketidaksopanan ku, tuan dan nyonya."
Ucap Prajurit sambil membungkukkan badannya setelah menyadari siapa Arnold dan
Maggie.
"Ah, kita sedang tidak dalam keadaan formal paman,
berhenti lah berbicara sopan kepadaku." Balas Arnold.
"Terimakasih tuan." Ucap Prajurit itu.
"Lalu mengapa Jendral Alex mencariku?" Tanya
Arnold.
"Saya tidak tahu pasti tuan. Tapi kemarin banyak
pasukan dan bangsawan bahkan raja datang dari kerajaan manusia. Saya rasa
mungkin hal itu berhubungan dengan pertempuran melawan monster itu." Ucap
prajurit itu.
"Begitu ya, biaklah, kami akan bersiap dahulu."
Ucap Arnold.
"Baik tuan." Balas rpajurit itu.
Arnold pun memasuki rumahnya bersama Maggie untuk bersiap.
Ia pun tidak lupa memberitahu agar Leon dan Melinda juga bersiap. Setelah
selesai bersiap, Arnold dan yang lainnya pun berangkat bersama prajurit
kerajaan manusia bertemu Jendral Alex.
“Tuan, mereka berdua ini siapa ya?” Tanya Salah satu
prajurit.
“Mereka adalah anggota keluargaku.” Ucap Arnold.
“Lalu Monster-monster ini?” Tanya Prajurit itu.
“Mereka adalah monster yang sudah menjalin kontrak partner
denganku. Tenang saja, mereka semua pasti dapat membantu ketika perang itu.”
Balas Arnold.
“Begitu ya.” Ucap Prajurit itu.
Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju bagian timur
kerajaan itu. Tempat dimana Jendral Alex berada bersama dengan bantuan dari
kerajaan-kerajaan lain. Perjalanan mereka menuju tempat itu tidak terlalu lama,
sehingga mereka sampai tidak terlalu malam.
“Paman, dimana jendral Alex berada?” Tanya Arnold.
“Jendral Alex mungkin berada di tenda ruang rapat tuan, apa
kita langsung kesana saja?” Tanya Prajurit itu.
“Ya, mari kita langsung kesana.” Ucap Arnold.
Prajurit itu pun langsung mengantarkan Arnold dan yang
lainnya ke Ruang rapat. Setelah sampai ketempat itu, Prajurit masuk terlebih
dahulu untuk memberitahu kedatangan Arnold. Setelah mendapat persetujuan,
Arnold dan yang lainnya pun masuk kedalam tenda itu.
Ketika mereka masuk, sudah terlihat beberapa orang didalam
tenda itu. Arnold pun melihat siapa saja yang ada diruangan itu.
“Salam pangeran Charles.” Ucap Arnold dengan membungkuk
setelah mengetahui jika Pangeran Charles berada disana.
Maggi dan yang lainnya pun langsung mengikuti sikap dan
perkataan Arnold setelah mengetahui hal itu.
“Halo Arnold. Tak kusangka aku akan bertemu denganmu disini.”
Ucap Charles.
“Begitu juga denganku Pangeran. Apa yang pangeran lakukan
disini?” Tanya Arnold.
“kali ini aku yang memimpin pasukan dari kerajaan untuk
membantu kerajaan Elf dalam perang ini.” Jawab pangeran Charles.
“Begitu ya.” Ucap Arnold.
“Ayo duduk, biar rapatnya kita lanjutkan.” Ucap Charles.
“Teri—.“
“YANG MULIA, APAKAH ANAK YANG TIDAK KOMPETN INI LAYAK
MENGIKUTI RAPAT INI??!!” Teriak Seseorang dalam ruangan itu memotong perkataan
Arnold.
“Apa maksudmu, Marquis Carabas?” Tanya Pangeran Charles.
“Bukankah dia masih tidak layak mengikuti rapat ini? Apalagi
tingkat kekuatannya masih lemah.” Ucap Carabas.
“Jika kau bilang Arnold lemah, lalu aku kau sebut apa? Apa kau
dingin.
“saya rasa Arnold layak mengikuti rapat ini. Apalagi dialah
yang mencari tahu asal dari monster itu.” Ucap Jendral Alex
Mendengar banyak pembelaan dari Paneran Charles dan Jendral
Alex, Marquis Carabas langsung tak bisa berkata-kata lagi.
“Apa ada yang masih keberatan?” Tanya Pangeran Charles.
Semua yang ada disana langsung menggelengkan kepalanya,
tanda tidak adanya yang keberatan.
“Kalau begitu rapat kita mulai.” Ucap Pangeran Charles.
Arnold dan Maggie pun
langsung duduk di samping Charles, Leon dan Melinda Berdiri dibelakang Arnold sedangkan
Lauran dipangku oleh Arnold, Frey dipangku oleh Maggie dan Azka Berada dipundak
Arnold.
“sekalian aja semua
keluarga kau bawa kesini.” Pikir Marquis Carabas dengan kesal.
“Baiklah, Jendral udah bisa membacakan laporannya.” Ucap
Pangeran Charles.
“Baik tuan. Hal pertama yng ingin ssaya beritahu adalah
masalah jumlah monster ini. Jumlah monster yang saat ini berada di baris depan
sangat banyak, monster yang menyerang memiliki Rank SS berjumlah tiga, Rank S
berjumlah puluhan, dan Rank A atau B berjumlah ribuan. Tapi monster yang
menyerang itu belum seberapa, masih ada monster yang menunggu dibagian ujung
timur dan jumlahnya berkali-kali lipat monster yang sudah menyerang. Tapi
sepertinya untuk Rank SS tidak ada.” Jelas Jendral Alex.
Semua orang yang berada diruangan rapat itu langsung
mengkerutkan keningnya etelah mendengar penjelasan Jendral Alex, karena mereka
terkejut dengan jumlah monster yang menyerang.
“Da-dari mana Jendral Ale mengetahui jika masih ada monster yang
menunggu?” Tanya seseorang diruangan Rapat itu yaitu salah satu seorang duke,
Yaitu Duke Albion.
“Kami mengetahui hal itu dari salah satu pasukan pengitai
terbaik kerajaan, yang identitasnya dirahasiakan Tuan Albion.” Jawab Jendral
Alex.
“Apa hal itu dapat dipercaya?” Tanya Duke Albion.
“Tentu saja Tuan. Saya mempertaruhkan jabatan saya jika hal
itu adalah kebohongan.” Ucap Jendral Alex.
Mendengar hal itu semua di ruangan itu terkejut termasuk
Arnold, karena pengitai yang Jendral Alex sebut adalah Ia sendiri.
“Begitu ya, Jika Jendral sangat mempercai hal itu, berarti
hal itu memang ada.” Ucap Pangeran Charles.
“Ya tuan, lalu hal lain yang ingin kujelaskan adalah,
monster itu berasal dari dungeon Break. Jadi jumlah monster akan terus
meningkat jika Inti dungeonnya tidak di hancurkan.” Ucap Jendral Alex.
“Du-dungeon Break?” Ucap Pangeran Charles,
“Ya, yang mulia. Dungeon Break adalah keadaan dimana
monster-monster didalam dungeon sudah dapat keluar dan bertahan hidup di Luar
Dungeon. Karena inti dungeon sudah menyerap mana kegelapan yang sangat banyak.”
Jelas Jendral Alex.
“Be-begitu ya…, lalu masalah utama dari pertempuran ini
adalah Inti dungeon ya.” Ucap Charles.
“Ya pangeran.” Balas Jendral Alex.
“Lalu bagaimana tanggapan kerajaan Elf dengan hal ini?”
Tanya Pangeran Charles.
“Raja Elf mengatakan, bahwa ia dan dua peringkat SS dan
beberapa peringkat S yang lain akan turun tangan menghancurkan inti itu, ia
juga mengharapkan bantuan Rank SS dari kerajaan lain.” Jelas Jendral Alex.
“Begitu ya, Raja Elf langsung turun tangan ya. Kalau begitu,
Jendral Alex dan Duke Albion akan ikut membantu menghancurkan Inti itu.” Ucap
Pangeran Charles.
“Baik Yang Mulia.” Ucap Duke Albion dan Jendral Alex.
“Lalu yang lainnya akan membantu menyerang monster yang
sudah keluar dari dungeon itu.” Ucap Pangeran Charles.
“Yang Mulia Pangeran, berapa banyak pasukan bantuan yang
dikerahkan kerajaan kita?” Tanya Arnold.
“sekitar dua ribu peringkat B, Seribu Peringkat A, puluhan
peringkat S dan dua peringkat SS.” Balas Pangeran Charles.
“Begitu ya, dengan bantuan dari kerajaan lain, kurasa itu
sudah cukup.” Ucap Arnold. “Pangeran, apakah Maggie, dan dua keluarga ku ini
membantu dalam kamp penyuplaian? Karena tingkat kekuatan mereka belum terlalu
tinggi.” Ucap Arnold.
“Tentu saja bisa.” Balas Pangeran Charles.
“Terimakasih yang mulia, Lalu apakah aku dan kontak
Partnerku ikut bersama Jendral Alex dan Duke Albion?” Tanya Arnold.