
Beberapa hari sudah berlalu sejak
pemberontak dan monster summon dikalahkan di ibukota. Dalam beberapa hari ini,
Ibukota dalam proses pembangunan ulang untuk rumah dan tempat yang hancur kala
itu. Raja juga memerintahkan bangsawan dan prajurit untuk membantu warga yang
mengalami kerugian. Hal itu membuat Arnold dan keluarganya masih tetap berada
di ibukota.
Saat ini Arnold sedang berada di
kamarnya sambil membaca buku yang ia pinjam dari perpustakaan ibukota. Ia
membaca buku tentang Sihir summon dan sihir kegelapan. Sama seperti yang
dijelaskan Azka kemarin, sihir summon merupakan sihir yang membutuhkan korban
ritual. Tapi dibuku ini tidak dijelaskan jika ada seorang summoning yang
mengorbankan dirinya sendiri.
Dan untuk sihir kegelapan, hanya
sedikit dijelaskan, hal itu membuat Arnold semakin penasaran dengan kedua sihir
itu.
"System, apakah kau tau
tentang kedua sihir ini?" Tanya Arnold.
[Saya hanya mengetahui sedikit
tentang sihir itu master. Sihir summon merupakan sihir pemanggilan, seperti
yang dijelaskan oleh Azka Gold kemarin. Sihir itu sebenarnya bukan lah sihir
yang jahat. Sihir itu dapat memanggil sesuatu tetapi sesuai dengan kehendak
pemanggilnya. Bisa saja seseorang memanggil salah satu monster yang dapat
menjadi partnernya. Sihir kegelapan merupakan sihir yang dapat mengendalikan
kekuatan gelap, ini merupakan sihir alami bagi ras iblis. Salah satu jenis
sihir yang ditakuti dari sihir ini adalah sihir necromancer. Sihir yang
melanggar hukum hidup dan mati, sihir yang menghidupkan kembali yang mati. Yang
dihidupkan dengan sihir ini tidak lagi bisa mati, kecuali pengguna sihir itu
telah dibunuh.]
Mendengar penjelasaan dari system
membuat Arnold sedikit keringat dingin. Hal itu karena sihir necromancer itu
adalah sihir yang semakin kuat jika yang dihidupkan semakin banyak.
"Jika begitu, apakah ada
batasan dari sihir necromancer?" Tanya Arnold.
[Sihir itu dapat digunakan oleh
seorang pengguna sihir kegelapan alami dan sudah mencapai tingkat SSS master.]
"Huh, untunglah, jika begitu
tidak semua pengguna sihir kegelapan yang bisa" ucap Arnold dengan lega.
[Untuk pengguna alami sihir itu
mungkin saat ini hanya Raja Iblis master]
"Raja Iblis kah, jika begitu
aku harus menjadi lebih kuat agar bisa melindungi wilayah ku" jelas
Arnold.
Tak terasa waktu sudah menjelang
siang, karena sudha waktunya makan siang Arnold pergi menuju ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, ayah, ibu dan adiknya sudah lebih dulu sampai
ketempat itu.
"Kau terlambat nak."
Ucap ibu Arnold.
"Maaf Bu, aku tadi sedang
membaca buku hingga lupa waktu." Balas Arnold.
"Kalau begitu duduk lah, ayah
mu ingin membicarakan sesuatu." Kata ibunya.
"Baik Bu."balas Arnold
yang kemudian duduk disalah satu kursi kosong dimeja itu.
"Jadi sayang apa yang ingin
kau beritahu kepada kami?" Tanya ibunya.
"Begini, semalam ketika ayah
dipanggil oleh yang mulia Raja, ia mengatakan akan membuat suatu acara untuk
nanti malam. Acara itu merupakan suatu perayaan atas bantuan dari semua pihak
melawan pemberontakkan kemarin." Jelas ayah Arnold.
"Benarkah? Kalau begitu kita
harus bersiap untuk acara nanti malam." Kata Amos yang semangat.
"Ayah, apakah kita semua
harus kesana?" Tanya Arnold.
"Ya, kita diwajibkan kesana.
Yang mulia raja nanti akan memberikan suatu penghargaan kepada semua yang
membantu. Terutama yang tewas dal perang itu" Jawab ayah Arnold.
"Begitu ya," balas
Arnold yang malas mengikuti acara itu.
"Ayolah kak, kau harus
semangat. Mana tau kau mendapat tunangan disitu" kata Amos yang sedikit
meledek
PLAK
"Tunangan apanya." Kata
Arnold yang memukul kepala Amos.
"Aduh, heheh bercanda
kak." Jawab Arnold sambil mengelus kepalanya.
"Sudah-sudah, ayo kita makan.
Setelah itu kita bersiap untuk mengikuti acara itu." Jelas ibunya.
Setelah selesai makan, Arnold dan
keluarganya kemudian kembali ke kamar masing-masing. Mereka harus bersiap-siap
agar tidka terlalu buru-buru saat menjelang berangkat ke acara nanti. Arnold
yang merasa malas mendatangi acara itu saat ini hanya terbaring dikasurnya yang
ditemani oleh Azka dan Frey.
"Ar, apa ada yang menggangu
pikiran mu?" Tanya Frey yang melihat Azka sedang memikirkan sesuatu.
"Ya Frey, aku masih
memikirkan tentang batu sihir summon yang dikatakan Azka semalam." Balas
Arnold.
Ar?" Tanya Azka yang mendengar namanya disebut Arnold.
"Bukankah kau bilang semalam,
jika ada seorang pengguna sihir summon mengorbankan dirinya saat ratusan tahun
yang lalu." Ucap Arnold.
"Ya, aku mengatakan hal itu.
Lalu?" Tanya Azka.
"Ketika terjadi
pemberontakkan itu, jendral kerajaan bilang terdapat beberapa pemberontak yang
mengorbankan dirinya." Jelas Arnold yang sedikit menekan dibagian kata
Beberapa.
" Jadi maksudmu, pengorbanan
itu.." ucap Azka yang sedikit memastikan.
"Ya, kemungkinan batu sihir
dari pengorbanan itu tidak hanya satu." Ucap Arnold.
"Jika begitu, beberapa
monster Rank SSS akan menyerang ketika saatnya tiba." Sambung Arnold.
Azka dan Frey yang mengerti maksud
Arnold sedikit terkejut. Karena mereka tau jika satu saja monster Rank SSS bisa
menghancurkan kerajaan ini. Tapi bagaimana jika jumlahnya lebih dari satu,
bagaimana nasib dari kerajaan ini.
"Lalu apa rencana mu
Ar?" Tanya Azka.
"Aku memiliki rencana untuk
bertambah kuat. Tapi jika ada kemungkinan monster itu lebih dari tiga maka, aku
akan membantu memperkuat pasukan ku dan keluarga ku. Karena dengan bantuan
mereka dampak serangan itu nantinya bisa
menjadi minim" jelas Arnold.
"Jika begitu, saat waktunya
tiba kami akan membantu mu Ar." Ucap Frey
Mendengar perkataan Frey arnold
sedikit lega. Karena dia sudah memiliki teman yang akan membantunya jika
saatnya tiba.
"Jika begitu Ar, kau harus
melakukan petualangan sembari mencari keberadaan batu sihir itu dan mencari
Chromatic Dragon. Karena jika Monster itu melakukan penyerangan bersama
Chromatic Dragon, maka susah dipastikan bukan hanya manusia yang musnah, semua
yang berada di benua ini akan binasa" jelas Azka.
"Ya,aku tidak dapat
membayangkan jika serangan itu terjadi." Kata Arnold yang merinding dengan
penjelasan Azka. "Hey Azka, apakah masih ada kemungkinan jika aku membuat
kontrak partner dengan monster peringkat SSS yang lain?" Tanya Arnold.
"Hal itu masih mungkin Ar,
sama seperti melakukan kontrak dengan ku, kau harus membuat monster itu
mengakui keberadaan mu." Jelas Azka.
"Begitu ya, baguslah"
balas Arnold.
"Jika begitu monster seperti apa yang aku kontrak nantinya ya?"
Pikir Arnold.
[Jawab master, anda bisa melakukan
kontrak dengan monster-monster suci] kata sistem yang tiba-tiba menjawab
pikiran Arnold.
"Hewan suci?" Ucap
Arnold yang membuat Azka dan Frey membelalakkan matanya.
[Ya master]
"Ar jangan bilang kau ingin
mengontrak hewan suci" kata Azka pelan-pelan.
"Ah kau dengar ya. Apa kau
tau tentang hewan suci?" Tanya Arnold.
"TENTU AKU TAU, SIAPA JUGA
YANG TIDAM TAU TENTANG ITU BODOH!!" teriak Azka.
"Heheh, jangan marah. Aku
tidak tau tentang itu." Jawab Arnold.
"Huh, hewan suci adalah hewan
legendaris yang sudah hidup jauh sebelum aku ada. Hewan suci memiliki kekuatan
yang saat tinggi, jika dibandingkan dengan ku setidaknya sekitar 3 kali
kekuatanku." Jelas Azka yang membuat Arnold dan Frey tersenyum kecut.
"Jika tiga kali kekuatan dari Azka, seberapa kuat hewan itu."
Pikir Arnold.
“Aku pikir kau adalah naga yang
terkuat.” Balas Arnold
“Setinggi-tingginya langit masih
ada langit, kau tau.” Jawab Azka.
"Hewan suci hanya ada 5
didunia ini, sang raja naga Bahamut, Phoenix, Leviathan, Rubah ekor sembilan,
dan Fenrir. Mereka disebut -sebut sebagai raja dari segala monster." Jelas
Azka.
“Perlu kau tau Ar, jika hewan suci tidak bisa
berada ditempat yang sama. jika mereka berada ditempat yang sama, maka yang ada
hanya kekacauan atau malapetaka. Karena itu jika memungkinkan kau hanya bisa mengontrak
satu diantara mereka.” Jelas Azka
“Begitu kah, tapi jika dengan
kekuatanku saat ini, hanya kematian jika bertemu dengan hewan suci itu. Maka tujuan
ku selanjutnya adalah harus menjadi lebih kuat.” Kata Arnold yang mengangkat
tanganya keatas langit-langit kamarnya.
dengan itu tujuan baru Arnold
untuk saat ini adalah menjadi kuat dan berpetualang mencari keberadaan
monster-monster itu.