
Chapter 56:
"Lebih kuat?" Tanya Raja Elf. "Kau pasti bercanda tuan Albion." Sambung Raja Elf.
"Tidak yang mulia, saya tidak bercanda. Apa anda lihat partnernya itu?" Ucap Duke Albion.
"Yang serigala itu, kan?" Tanya Raja Elf.
"Ya, biar Anda tahu, kekuatan serigala itu sudah di Rank SS, tingkatnya bahkan lebih kuat dari Raja Arthur." Balas Duke Albion.
"Benarkah? Bukankah itu hanya serigala biasa?" Tanya Raja Elf dengan terkejut.
"Mungkin yang terlihat hanya serigala biasa. Tapi berbeda dengan kenyataannya." Jawab Duke Albion dengan serius.
"Begitu kah, sungguh pemuda yang misterius." Ucap Raja Elf.
Mereka pun melanjutkan perjalanannya mengelilingi Medan pertempuran. Mereka membutuhkan setidaknya setengah hari agar sampai ketempat itu. Sedangkan para prajurit yang lain hanya butuh 3 jam untuk sampai Medan pertempuran, sehingga mereka lebih dulu melakukan pertempuran.
Para pasukan yang bertugas di Medan pertempuran dibagi menjadi tiga tim, setiap tim menyerang dari tiga arah. Para tim pun dipimpin oleh peringkat terkuat di pasukan itu. Tim pertama di pimpin oleh peringkat SS dari kerajaan Elf, Tim kedua dipimpin oleh Sova dan tim ketiga dipimpin oleh Peringkat S dari kerajaan Demi human. Mereka bertiga adalah orang terkuat yang ada di tempat itu.
Saat ini Sova sedang memimpin tim dua untuk menyerang dari bagian depan, karena itu ia membutuhkan pasukan yang lebih banyak dari pada tim lain.
"Dengar semua, kita akan melakukan tugas kita sebagai prajurit dan sebagai makhluk hidup. Kita harus memenangkan pertempuran ini, karena itu adalah tugas bagi yang kuat untuk melindungi yang lemah. Tapi ingat dalam Medan pertempuran jangan pernah bertingkah sok kuat, karena kalian tidak tahu apa yang akan terjadi. Usahakan setiap orang memiliki kelompok dalam penyerangan, agar kalian dapat dengan tenang menyerahkan bagian belakang kalian. APA KALIAN MENGERTI?!?" Teriak Sova memerintah.
""YA, KAMI MENGERTI."" Balas setiap prajurit yang semakin semangat dengan pidato Sova. Bahkan Pangeran Charles pun ikut semangat.
"Kalian berempat, kalian akan satu tim dengan Pangeran Charles." Ucap Sova menunjuk bawahannya.
"Siap kapten." Ucap para prajurit itu.
"Baiklah. SERANG!!!!" Teriak Sova menandakan dimulainya penyerangan.
""YAAAAA."" Teriak semua prajurit berlari menuju para monster.
Meskipun mereka berasal dari kerajaan yang berbeda, tapi disini mereka sama. Mereka juga membuat tim seperti yang di katakan Sova sehingga mereka dengan tenang maju kedepan tanpa mengkhawatirkan bagian belakangnya.
Monster yang mereka lawan pun tak ingin hanya diam menunggu ditebas, mereka pun melawan para pasukan. Sehingga belum lama bertarung sudah ada korban dari kedua belah pihak, meski dari para pasukan hanya sedikit.
Tebasan demi tabasan, Sihir dimana-mana, anak panah dilontarkan, sehingga membuat peperangan itu terlihat seperti neraka.
Pangeran Charles pun dengan gigih bertarung di garis depan, ia mengabaikan jabatannya sebagai putra mahkota dengan tetap turun dan bertarung. Padahal ia bisa meminta membantu di dari bagian belakang dengan pangkatnya itu atau bahkan tidak datang kekerajaan itu, tapi karena ia ingin menjadi lebih kuat, lebih kuat dari Arnold, ia tetap mendatangi tempat itu. Dengan kekuatanya yang sudah diperingkat A dengan poin hampir sepuluh ribu, ia dengan mudah mengalahkan monster peringkat A disitu. Tapi karena faktor jumlah yang harus dilawan membuat ia masih menerima luka dibagian tubuhnya.
"Lebih, lebih kuat. Aku tidak tahu bagaimana Arnold bisa menjadi sekuat itu, tapi satu hal yang pasti, dia sudah berlatih lebih keras dariku." Pikir Pangeran Charles.
Charles dengan sigap menebas pedangnya ke arah monster yang berada didekatnya. Terkadang ia juga menggunakan sihirnya, sihir petir dan cahaya, sama seperti ayahnya. Charles menyerang tanpa peduli dengan luka yang ia terima. Orang yang melihat Pangeran Charles saat itu tidak menyadari jika pangeran dan putra mahkota dari kerajaan manusia ternyata maniak petarung.
Ketika Charles sedang bertarung dengan liar datang seseorang yang menghancurkan area didepan Charles.
WHUSS
"Ku-kuatnya." Ucap Charles yang melihat itu.
"Pangeran, berhenti sebentar dan pulihkan tenagamu dan sembuhkan luka yang anda miliki terlebih dahulu." Ucap orang itu.
"Tapi aku belum merasa letih, aku masih sanggup bertarung paman Sova." Ucap Charles.
"Saya tahu anda sangat bersemangat Yang Mulia, tapi istirahat juga bagian dari latihan." Balas Sova.
"Dia mengingatkan ku dengan Tuan Lawsdansky yang maniak bertarung." Pikir Sova.
Ia pun kemudia maju lagi kedepan dan menebas monster-monster disana.
Pertarungan sudah berlangsung beberapa jam. Awalnya pertarungan itu masih dapat dikendalikan oleh para pasukan, tapi tiba-tiba beberapa monster datang memborbardir pasukan yang sudah berada dibagian paling depan.
GROAGHH
Monster itu adalah tiga monster Rank SS dan beberapa puluh Rank S yang hampir mencapai Rank S.
Mendengar Auman monster itu, semua pasukan terkejut melihat ukuran dan kekuatan para monster itu. Mereka merasa takut melihat hal itu, sehingga mereka memutuskan mundur dengan berlari.
"MUNDUR-MUNDUR KTU BUKAN MONSTER YANG BISA KITA LAWAN!!"
"SEMUANYA MUNDUR!!!"
"AHHHHH.."
"TOLONG!!!"
Para pemimpin pasukan yang mendengar itu langsung melesat ke bagian depan untuk melindungi pasukannya. Demikian juga Sova, tapi ia tidak hanya melindungi ia juga langsung menyerang salah satu monster Rank SS.
BOOMM
Serangan Sova berhasil ditahan oleh monster itu dan membalasnya sehingga Sova harus melompat mundur kearah pemimpin yang lain.
"Hey, apa kau baik-baik saja?" Tanya Salah satu pemimpin itu.
"Hmm, apa kamu perempuan?" Tanya Sova yang mendengar suara lembut dari orang itu.
"A-apa itu penting sekarang,?" Tanya perempuan itu.
"Ah maaf aku tidak menyangka kalau Salah satu peringkat SS dari kerajaan Elf adalah perempuan. Maaf kan aku." Ucap Sova menundukkan badannya.
"Emangnya perempuan tidak bisa mencapai peringkat itu? Lagian apa kau gila, langsung menyerang monster Rank SS seperti itu.?" Tanya Perempuan Elf itu.
"Ahaha maaf-maaf, aku terlalu semangat. Sekalian aku mengecek kekuatan monster itu." Ucap Sova.
"Lalu bagaimana pendapat mu?" Tanya pemimpin tim yang lain, dari kerajaan demi human.
"Monster itu tidak terlalu kuat. Tidak sekuat monster yang pernah aku dan tuanku lawan." Ucap Sova.
"Begitu ya, lalu bagaimana rencananya?" Tanya perempuan Elf itu.
"Rencananya, aku akan melawan ketiga monster Rank SS, sedangkan kalian melawan monster Rank S yang ada disampingnya." Ucap Sova dengan santai.
"HAAAA..?" Sontak para pemimpin tim itu terkejut.
"Tenang saja, aku sudah pernah melawan lima monster yang lebih kuat dari itu." Ucap Sova. "Tapi sebelum menyerang, siapa nama kalian? Mana tahu aku butuh bantuan ditengah pertarungan nanti." Sambung Sova.
"Perkenalkan namaku Sylphie, jendral kerajaan Elf." Ucap perempuan Elf itu.
"Saya Romy Enderald, seorang demi human, atau lebih tepatnya manusia setengah serigala, saya adalah bangsawan dari kerajaan Demi human." Ucap pemimpin tim yang lain.
"Namaku Sova. Kalau begitu Jendral Sylphie menyerang bagian kanan, dan tuan Enderald menyernag bagian kiri. Baiklah mari kita mulai pertarungan ini." Ucap Sova sambil tersenyum