Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 39: AKHIR DARI PERTARUNGAN



Arnold saat ini tinggal melawan tiga Giant Clyclops. Ia


sudah berhasil mengalahkan dua belas Giant Clyclops dalam waktu hampir tiga


jam. Arnold berusaha dengan cepat mengalahkan monster itu, karena untuk


menghindari monster yang lain datang ketempat itu karena mendengar suara


pertarungan.


"Baiklah, tinggal tiga lagi." Gumam Arnold sambil


menarik pedangnya dari kepala Giant Clyclops yang terakhir ia bunuh.


Keadaan Giant Clyclops yang lain saat ini sudah mengalami


luka dibagian tubuhnya. Karena Arnold bertarung tidak hanya fokus pada satu


saja, tapi menggunakan sihirnya yang membuat dampak disekitar, terkadang sihir


terkuat Arnold dapat membuat beberapa Giant Clyclops langsung terluka parah.


Sihir itu adalah gabungan dari sihir angin dan air yang menghasilkan energi


sihir es. Ia menggunakan kedua sihir itu dan membayangkan bentuk sihirnya. Ia


memberi nama sihir itu.


Magic of Ice: needle of Ice.


Sebuah sihir  berbentuk jarum-jarum yang memiliki panjang tiga meter dan lebar Sengah


meter yang makin lama makin meruncing. Sihir itu ada sebanyak empat buah jarum


yang melesat kearah Giant Clyclops. Tapi karena gerakannya lambat, banyak Giant


Clyclops yang bisa memukulnya, tapi masih memberikan efek ke yang lain.


Ketika mereka sibuk menahan serangan itu, disitu Arnold


menyerangnya dengan sekuat tenaga, menebas setiap bagian tubuhnya, terutama


kaki dan tangan agar monster itu tidak dapat mendapat menyerang Arnold. Dengan


begitu ia bisa mengalahkan beberapa Giant Clyclops.


Saat ini melawan tiga Giant Clyclops bukan menjadi Maslah


besar, Arnold akan mengalahkannya dengan cepat tetapi menghemat tenaga ya, agar


masih sanffup melawan monster yang dilawan ayah atau para pemimpin yang lain.


"Baiklah, ayo kita lakukan secepatnya." Gumam


Arnold.


Ia pun melapisi pedanng ya dengan mana, dan langsung melesat


kearah ketiga monster itu. Monster itu yang melihat Arnold menyerang dengan


cepat juga menyerang Arnold. Ketiga monster itu menyerang kearah bawah,


berharap agar serangan itu mengenai Arnold.


Boom


Dhuar.


Boom


Setiap serangan mereka serahkan, ketika mereka masih


menyerang dengan cepat salah satu monster itu jatuh ketanah sambil meraung.


Ghuargg.


Bukan hanya salah satu saja yang terjatuh, dua hang lain


juga mengalami luka, karena sejak awal Arnold sudah menebas mereka ketika


mereka sibuk menyerang tanah. Ketika monster-monster itu mulai melakukan


serangan kearah Arnold, ia menghindari setiap serangan monster itu, sehingga


serangan monster itu mengakibatkan beberapa abu dari tanah naik. Hal itu


membuat Arnold berlari keluar dari abu itu dan tepat dibelakang monster itu.


Sehingga mereka tidak tahu keberadaan Arnold dan tetap menyerang tanah.


Arnold tidak ingin membuang kesempatan itu, ia langsung


berlari dan menebas kaki monster-monster itu secara bergantian, sehingga mereka


terjatuh.


Disaat itulah Giant Clyclops dalam kelemahan terbesarnya, ia


tidak bisa menyerang Arnold dengan keadaan bebas. Arnold pun langsung menebas


kepala monster itu bergantian dan menewaskan ketiganya.


"Huh, untung saja mereka besar." Gumam Arnold yang


menduduki mayat Giant Clyclops itu. "Oh iya, bagaimana keadaan ayah ya,


apa dia baik-baik saja?" Sambungnya.


Arnold pun kemudian menoleh kearah ayahnya, terlihat ayahnya


tinggal bertarung melawan empat Giant Clyclops lagi, dan sudah hampir membunuh


dua n.


"Ayah ternyata masih sanggup." Ucap Arnold.


"Lalu bagaimana dengan yang lain?" Sambungnya yang kemudian menoleh


kearah kiri.


Ia melihat bahwa Sova dan Kelvin masing-masing sedang


melawan dua Giant Clyclops, dan terlihat mereka menguasai jalannya


pertandingan. Apalagi Shin dan Sera dibelakang yang  terkadang membantu mereka.


"Baguslah mereka semua sudah bertambah kuat."


Gumam Arnold. "Aku hanya harus menunggu mereka." Sambungnya.


Ia pun menyenderkan badanya di mayat Giant Clyclopsdan


menutup matanya. Tapi belum beberapa lama menutup matanya, Azka dan Frey


mendatanginya.


"Hey, Arnold apa yang kau lakukan disini? Mengapa kau


tidak membantu yang lain?" Tanya Azka.


"Oh, kalian ya, biarkan mereka bertarung sebentar,


mungkin dengan pertarungan ini mereka bisa bertambah kuat." Jawab Arnold.


sebentar." Sambungnya.


"Enak kali kau, kami juga lelah melawan monster itu.


Dan juga jumlahnya lebih banyak dari mu." Ucap Azka. Yang kemudian


mengecilkan tubuhnya seperti kadal lagi, karena sebelumnya ia merubah ukurannya


sebesar tiga meter agar mudah melawan Giant Clyclops.


"Ya Ar, kami lelah juga melawan tiga puluh monster


itu." Ucap Frey yang mengecil juga.


"Kalau begitu mari kita istirahat sebentar. Mereka juga


akan bisa menangani monster itu." Balas Arnold.


.


Ketika mereka beristirahat selama dua puluh menit, ayah


Arnold sudah menyelesaikan pertarungan nya.


"Huh,huh, akhirnya selesai juga." Ucap Ayah Arnold


yang mengayunkan pedangnya untuk membersihkan dari darah monster itu.


Ayah Arnold kemudian menoleh kearah samping.


"Ugh, dasar mereka itu, mereka malah istirahat ketika


kami masih bertarung." Gumam Ayah Arnold yang kemudian berjalan kearah


Arnold dan yang lain Istirahat.


"Hey, hey nak, bangun. Mengapa kau tidak membantu kami


saat bertarung?" Tanya Ayah Arnold yang membangunkan Arnold dan yang lain.


"Uh, ayah ya, maaf yah, aku merasa leleah setelah


pertarungan tadi. Apa yang lain sudah selesai?" Tanya ayah Arnold.


"Belum, mereka hanya saat ini bertarung melawan satu


monster lagi, tampaknya sebentar lagi mereka sudah selesai." Ucap Ayah


Arnold.


"Begitu ya, kalau begitu istirahat lah disini


yah," Ucap Arnold.


"Apa kau tidak ingin membantu mereka?" Tanya


ayahnya.


"Tenang saja yah, dengan pertarungan itu mereka akan


menjadi kuat yah." Ucap Arnold.


"Begitu ya, kalau begitu aku juga beristirahat."


Ucap ayah Arnold yang tergoda tawaran Arnold.


Mereka pun beristirahat sejenak, apalagi ayah Arnold saat


itu mengerahkan kekuatannya untuk mengalahkan sepuluh Giant Clyclops.


Tapi masih sepuluh menit beristirahat Sova, Shin,Sera dan


Kelvin sudah selesai mengalahkan monster itu.


"Huh, baguslah ini yang terakhir. Bagaimana dengan mu


Vin?" Tanya Sova.


"Huh, aku juga. Ayo kita bantu tuan muda dan


tuan." Ajak Kelvin.


"Baiklah, ayo. Shin, Sera apa kalian masih sanggup


bertarung?" Ucap Sova.


"Ya, tapi untuk apa?" Tanya Sera.


"Tentu saja untuk membantu tuan-tuan kita." Balas


Sova.


"Apa kau tidak tahu, jika mereka sudah selsai sejak


tadi?" Tanya Shin.


"Maksudmu?" Tanya Kelvin.


"Dasar kalian, lihat saja kesana." Ucap Sera


sambil menunjuk kearah tempat Arnold beristirahat.


Mereka pun melihat tempat itu, dan sedikit tercengang.


"Tuan, apa yang kalian lakukan?" Tanya Sova sambil


mendatangi tempat itu.


"Ah,kalian ya, kami sedikit beristirahat. Kalian sudah


selesai kan, beristirahatlah disini, agar nanti kita melanjutkan


perjalanan." Jawab ayah Arnold.


"Be-begitu ya, kalau begitu kami juga akan


beristirahat." Ucap Sova.


Mereka berempat pun mengambil tempat untuk beristirahat,


tetapi mereka masih selalu mengawasi area sekitar. Sehingga jadwal istirahat


mereka bergantian.


Mereka mengisi kembali tenaga mereka, karena ada kemungkinan


semakin dalam mereka berjalan maka monster yang mereka temui akan semakin


banyak atau mereka langsung menemukan bos dungeon itu.


****Terimakasih semua karena sudah menyempatkan waktu untuk**


membaca novel saya ini.


Jangan lupa like agar author semangat nulisnya. Apalagi


kalau vote :v.


Tapi yang paling penting, tolong beri saran agar novel ini


menjadi lebih baik kedepannya.