
Arnold saat ini tinggal melawan tiga Giant Clyclops. Ia
sudah berhasil mengalahkan dua belas Giant Clyclops dalam waktu hampir tiga
jam. Arnold berusaha dengan cepat mengalahkan monster itu, karena untuk
menghindari monster yang lain datang ketempat itu karena mendengar suara
pertarungan.
"Baiklah, tinggal tiga lagi." Gumam Arnold sambil
menarik pedangnya dari kepala Giant Clyclops yang terakhir ia bunuh.
Keadaan Giant Clyclops yang lain saat ini sudah mengalami
luka dibagian tubuhnya. Karena Arnold bertarung tidak hanya fokus pada satu
saja, tapi menggunakan sihirnya yang membuat dampak disekitar, terkadang sihir
terkuat Arnold dapat membuat beberapa Giant Clyclops langsung terluka parah.
Sihir itu adalah gabungan dari sihir angin dan air yang menghasilkan energi
sihir es. Ia menggunakan kedua sihir itu dan membayangkan bentuk sihirnya. Ia
memberi nama sihir itu.
Magic of Ice: needle of Ice.
Sebuah sihir berbentuk jarum-jarum yang memiliki panjang tiga meter dan lebar Sengah
meter yang makin lama makin meruncing. Sihir itu ada sebanyak empat buah jarum
yang melesat kearah Giant Clyclops. Tapi karena gerakannya lambat, banyak Giant
Clyclops yang bisa memukulnya, tapi masih memberikan efek ke yang lain.
Ketika mereka sibuk menahan serangan itu, disitu Arnold
menyerangnya dengan sekuat tenaga, menebas setiap bagian tubuhnya, terutama
kaki dan tangan agar monster itu tidak dapat mendapat menyerang Arnold. Dengan
begitu ia bisa mengalahkan beberapa Giant Clyclops.
Saat ini melawan tiga Giant Clyclops bukan menjadi Maslah
besar, Arnold akan mengalahkannya dengan cepat tetapi menghemat tenaga ya, agar
masih sanffup melawan monster yang dilawan ayah atau para pemimpin yang lain.
"Baiklah, ayo kita lakukan secepatnya." Gumam
Arnold.
Ia pun melapisi pedanng ya dengan mana, dan langsung melesat
kearah ketiga monster itu. Monster itu yang melihat Arnold menyerang dengan
cepat juga menyerang Arnold. Ketiga monster itu menyerang kearah bawah,
berharap agar serangan itu mengenai Arnold.
Boom
Dhuar.
Boom
Setiap serangan mereka serahkan, ketika mereka masih
menyerang dengan cepat salah satu monster itu jatuh ketanah sambil meraung.
Ghuargg.
Bukan hanya salah satu saja yang terjatuh, dua hang lain
juga mengalami luka, karena sejak awal Arnold sudah menebas mereka ketika
mereka sibuk menyerang tanah. Ketika monster-monster itu mulai melakukan
serangan kearah Arnold, ia menghindari setiap serangan monster itu, sehingga
serangan monster itu mengakibatkan beberapa abu dari tanah naik. Hal itu
membuat Arnold berlari keluar dari abu itu dan tepat dibelakang monster itu.
Sehingga mereka tidak tahu keberadaan Arnold dan tetap menyerang tanah.
Arnold tidak ingin membuang kesempatan itu, ia langsung
berlari dan menebas kaki monster-monster itu secara bergantian, sehingga mereka
terjatuh.
Disaat itulah Giant Clyclops dalam kelemahan terbesarnya, ia
tidak bisa menyerang Arnold dengan keadaan bebas. Arnold pun langsung menebas
kepala monster itu bergantian dan menewaskan ketiganya.
"Huh, untung saja mereka besar." Gumam Arnold yang
menduduki mayat Giant Clyclops itu. "Oh iya, bagaimana keadaan ayah ya,
apa dia baik-baik saja?" Sambungnya.
Arnold pun kemudian menoleh kearah ayahnya, terlihat ayahnya
tinggal bertarung melawan empat Giant Clyclops lagi, dan sudah hampir membunuh
dua n.
"Ayah ternyata masih sanggup." Ucap Arnold.
"Lalu bagaimana dengan yang lain?" Sambungnya yang kemudian menoleh
kearah kiri.
Ia melihat bahwa Sova dan Kelvin masing-masing sedang
melawan dua Giant Clyclops, dan terlihat mereka menguasai jalannya
pertandingan. Apalagi Shin dan Sera dibelakang yang terkadang membantu mereka.
"Baguslah mereka semua sudah bertambah kuat."
Gumam Arnold. "Aku hanya harus menunggu mereka." Sambungnya.
Ia pun menyenderkan badanya di mayat Giant Clyclopsdan
menutup matanya. Tapi belum beberapa lama menutup matanya, Azka dan Frey
mendatanginya.
"Hey, Arnold apa yang kau lakukan disini? Mengapa kau
tidak membantu yang lain?" Tanya Azka.
"Oh, kalian ya, biarkan mereka bertarung sebentar,
mungkin dengan pertarungan ini mereka bisa bertambah kuat." Jawab Arnold.
sebentar." Sambungnya.
"Enak kali kau, kami juga lelah melawan monster itu.
Dan juga jumlahnya lebih banyak dari mu." Ucap Azka. Yang kemudian
mengecilkan tubuhnya seperti kadal lagi, karena sebelumnya ia merubah ukurannya
sebesar tiga meter agar mudah melawan Giant Clyclops.
"Ya Ar, kami lelah juga melawan tiga puluh monster
itu." Ucap Frey yang mengecil juga.
"Kalau begitu mari kita istirahat sebentar. Mereka juga
akan bisa menangani monster itu." Balas Arnold.
.
Ketika mereka beristirahat selama dua puluh menit, ayah
Arnold sudah menyelesaikan pertarungan nya.
"Huh,huh, akhirnya selesai juga." Ucap Ayah Arnold
yang mengayunkan pedangnya untuk membersihkan dari darah monster itu.
Ayah Arnold kemudian menoleh kearah samping.
"Ugh, dasar mereka itu, mereka malah istirahat ketika
kami masih bertarung." Gumam Ayah Arnold yang kemudian berjalan kearah
Arnold dan yang lain Istirahat.
"Hey, hey nak, bangun. Mengapa kau tidak membantu kami
saat bertarung?" Tanya Ayah Arnold yang membangunkan Arnold dan yang lain.
"Uh, ayah ya, maaf yah, aku merasa leleah setelah
pertarungan tadi. Apa yang lain sudah selesai?" Tanya ayah Arnold.
"Belum, mereka hanya saat ini bertarung melawan satu
monster lagi, tampaknya sebentar lagi mereka sudah selesai." Ucap Ayah
Arnold.
"Begitu ya, kalau begitu istirahat lah disini
yah," Ucap Arnold.
"Apa kau tidak ingin membantu mereka?" Tanya
ayahnya.
"Tenang saja yah, dengan pertarungan itu mereka akan
menjadi kuat yah." Ucap Arnold.
"Begitu ya, kalau begitu aku juga beristirahat."
Ucap ayah Arnold yang tergoda tawaran Arnold.
Mereka pun beristirahat sejenak, apalagi ayah Arnold saat
itu mengerahkan kekuatannya untuk mengalahkan sepuluh Giant Clyclops.
Tapi masih sepuluh menit beristirahat Sova, Shin,Sera dan
Kelvin sudah selesai mengalahkan monster itu.
"Huh, baguslah ini yang terakhir. Bagaimana dengan mu
Vin?" Tanya Sova.
"Huh, aku juga. Ayo kita bantu tuan muda dan
tuan." Ajak Kelvin.
"Baiklah, ayo. Shin, Sera apa kalian masih sanggup
bertarung?" Ucap Sova.
"Ya, tapi untuk apa?" Tanya Sera.
"Tentu saja untuk membantu tuan-tuan kita." Balas
Sova.
"Apa kau tidak tahu, jika mereka sudah selsai sejak
tadi?" Tanya Shin.
"Maksudmu?" Tanya Kelvin.
"Dasar kalian, lihat saja kesana." Ucap Sera
sambil menunjuk kearah tempat Arnold beristirahat.
Mereka pun melihat tempat itu, dan sedikit tercengang.
"Tuan, apa yang kalian lakukan?" Tanya Sova sambil
mendatangi tempat itu.
"Ah,kalian ya, kami sedikit beristirahat. Kalian sudah
selesai kan, beristirahatlah disini, agar nanti kita melanjutkan
perjalanan." Jawab ayah Arnold.
"Be-begitu ya, kalau begitu kami juga akan
beristirahat." Ucap Sova.
Mereka berempat pun mengambil tempat untuk beristirahat,
tetapi mereka masih selalu mengawasi area sekitar. Sehingga jadwal istirahat
mereka bergantian.
Mereka mengisi kembali tenaga mereka, karena ada kemungkinan
semakin dalam mereka berjalan maka monster yang mereka temui akan semakin
banyak atau mereka langsung menemukan bos dungeon itu.
****Terimakasih semua karena sudah menyempatkan waktu untuk**
membaca novel saya ini.
Jangan lupa like agar author semangat nulisnya. Apalagi
kalau vote :v.
Tapi yang paling penting, tolong beri saran agar novel ini
menjadi lebih baik kedepannya.