
Serangan itu membuat area sekitar tertutupi debu tanah
karena kuatnya serangan yang dilancarkan orang itu.
“Si-siapa orang itu? Apakah ia dari pasukan bantuan?” ucap
Skye bertanya-tanya.
Tapi ketika dia sedang memikirkan hal itu, tiba-tiba datang
orang lain ke tempat Skye. Orang itu adalah Sylphie.
“Je-jendral?” Ucap Skye terkejut.
“Halo skye, terimakasih sudah bertahan. Pasukan bantuan sudah
datang.” Ucap Sylphie memegang pundak Skye.
Mendengar perkataan Sylphie, Skye dan prajurit yang lain
merasa senang dan bangga. Karena mereka sudah berhasil bertahan dari neraka
singkat.
Tak lama mereka berbicara, para pasukan yang lain sudah
sampai ditempat itu dan bersiap menyerang, tinggal menunggu perintah dari
pemimpin pasukan.
“Jendral Sylphie, dimana pemimpin Sova berada?” Tanya Romy
yang mencari keberadaan Sova.
“Ah, dia ada ditengah-tengah monster itu tuan.” Ucap Sylphie
menunjuk kea rah para monster.
“Hahh, bukankah dia itu terlalu semangat sampai lupa
perintah untuk para pasukan. Apa dia pikir dia bisa melawan monster berjumlah
segini?” Tanya romy mengeluh.
“hahahah, kurasa dia punya kepercayaan diri seperti itu
tuan.” Balas Sylphie.
Mendengar percakapan antara Sylhpie dan romy membuat Skye
semakin penasaran dengan siapa orang yang bernama sova itu. Karena itu ia
menanyakan tentang Sova kepada Sylphie.
“Anu.., Jendral Sylphie, siapa sebenarnya orang yang berada
ditengah-tengah monster itu?” Tanya Skye.
“dia adalah salah satu pemimpin pasukan, dia berasal dari
kerajaan manusia. Dan yang lebih penting, dia itu sangat kuat. Bahkan dia
sendiri cukup mengalahkan tiga monster Rank SS yang ada di barisan depan tadi.”
Jelas Sylphie.
“Me-mengalahkan 3 monster Rank SS?” tanya Skye yang terkejut
dengan penjelasan Sylphie. “Jika begitu dia lebih kuat dari anda?” Tanya Skye.
“Dari ku? Kekuatannya itu setara dengan Raja atau bahan
lebih.” Ucap Skye.
Mendengar hal itu, bukan hanya Skye aja yang penasaran, tapi
semua prajurit yang mendengar selain prajurit dari wilayah Lawsdansky.
“HEY SOVA, APA CUKUP KAU SAJA YANG MELAWAN MONSTER ITU? APA
KAU TIDAK MEMBUTUHKAN KAMI?” Teriak Sylphie.
Mendengar hal itu, Sova sadar jika dia tidak bertarung
sendiri. Ia kemudian mengayunkan pedangnya untuk membuka jalan kea rah Sylphie
dan yang lainnya. Dengan kekuatan nya yang besar, ia memukul mundur monster
untuk sementara, setelah itu menuju ketempat Sylphie.
“maaf-maaf aku hanay terlalu semangat melawan
monster-monster itu.” Ucap Sova memeggangi kepalanya sambil menuju kearah
Syphie.
Lalu bagaimana rencananya?” Tanya Sylphie.
“Rencana? Apa kita butuh rencana untuk membunuh monster
itu?” Tanya Sova balik.
“hah.., aku tahu kau kuat, sehingga tidak perlu rencana yang
matang untuk melawan monster itu, tapi para pasukan kita banyak yang bahkan
esulitan melawan satu monster itu.” Ucap Sylphie.
“Begitu ya. Sebenarnya melawan monster ini sangat mudah,
meskipun mereka memliki jumlah yang lebih banyak dari kita. Jendral Sylphie dan
Tuan Romy, tolong perintahkan kepada para pasukan yang berada di Rank B dan A
untuk membuat kelompo ketika melawan monster itu. Setidaknya dalam satu kelompk
terdiri dari tiga orang, dan harus ada peringkat A dalam kelompok itu. Sehingga
mereka tidak perlu khawatir tentang musuh yang ada dibelakang mereka.” Jelas
Sova.
“Begitu ya, baiklah. Lalu bagaimana dengan tang lain?” Tanya
Romy.
rank A. sedangkan untuk yang Rank S itu ditugaskan kepada kalian berdua.” Balas
Sova.
“Baiklah. Akan saya sampaikan kepada para pasukan.” Ucap
Romy.
“Tunggu dulu, jika monster Rank S diserahkan kepada kami,
lalu bagimana dengan mu?” Tanya Sylphie.
“Ah aku akan beristirahat sebentar. Dengan adanya kalian,
itu saja sudah cukup melawan monster-monster itu.” Jawab Sova.
“baiklah.” Ucap Sylphie yang kemudian memberitahu kepada
pasukan tentang rencana yang dikatakan Sova.
Setelah selesai memberitahu kepda yang lain, mereka pun siap
bertarung melawan monster-monster itu. Sedangkan Sova mendatangi para pasukan
dari wilayah Lawdansky yang saat itu bersama pangeran Charles.
“Hey kalian, lakukanlah apa yang kalian inginkan selama itu
tidak membuat rugi para pasukan kita. Hancurkan monster-monster itu. Apa kalian
mengerti?” Tanya Sova.
“MENGERTI KAPTEN.”” Teriak para pasukan itu.
“Kalau begitu, majulah.” Ucap Sova.
Mendengar hal itu, para pasukan itu maju kedepan dengan
cepat dan langsung menyerang para monster yang berada didekatnya. Para pasukan
lain yang melihat kelompok penyerangan itu menjadi terkejut. Karena mereka
dengan cepat membunuh para monster.
“Pangeran, apa anda baik-baik saja?” Tanya Sova.
“Ya, paman, aku baik-baik saja.” Balas Charles.
“Lalu apa anda tidak ikut dalam pertempuran ini?” Tanya
Sova.
“bukan begitu paman, aku hanya bingung, bagaimana para
pasukan yang berasal dari wilayah Marquis Lawdansky sangat kuat. Aku juga
bingun bagaimana Arnold bisa mencapai Rank S lebih cepat dari ku.” Ucap
Charles, yang merasa sedih.
“Jangan sedih pangeran. Tuan muda Arnold pantas mendapat
kekuatan seperti itu, karena dia sudah berlatih sebelum umur lima tahun. Bahkan
waktu yang ia habisakan dala sehari untuk latihan hampir sepuluh jam. Hal itu
ia lakukan selama tujuh tahun, lalu ia mencari penglaaman selama tiga tahun di
hutan kematian.” Jelas Sova.
“Begitukah, pantas saja dia lebih kuat adri ku. Waktu yang
ia tuangkan untuk berlatih jauh lebih banyak dariku.” Ucap Charles.
“Ya,tapi anda tenang saja Pangeran. Saya yakin anda pasti
dapat mengejar tingkat kekuatan Tuan Muda Arnold.” Ucap Sova menyemangati
Charles.
“Ya, aku akan berlatih lebih keras lagi.” Balas Charles yang
kemudian bersiap untuk maju kemedan pertempuran. “ Kalau begitu aku pergi dulu
paman.” Sambungnya yang kemudia maju kedepan bersama empat pasukan Lawsdansky
yang bertuga menjaga pangeran Charles agar tidak terbunuh didalam pertempuran.
Sedangkan Sova menuju pohon yang berada didekat area itu. Ia
kemudai beristirahat di bahwa phon itu sambil menyederakan dirinya ke batang
pohon. Ia lalu mengambil makanan yang ia bawa didalam tas penyimpanan, karena
setelah lama bertarung ia butuh energy untuk memulihkan kekuatannya.
“Bukan hanya pangeran yang bingung bagaimana tuan muda bisa
menjadi kuat. Yang pangeran Charles tahu tingkat kekuatan tuan muda berada di
peringkat S, tapi kenyataanya tidak ada yang tahu ditingkat mana tuan muda
sekarang. Beberapa bulan yang lalu ia mengatakan jika tingkat kekuatannya sudah
berada di per ingkat SSS, mungkin itu sudah meningkat lagi.” Gumam Sova sambil
memakan makanannya.
“Bagaimana ya pertarungan yang ada dibawah sana, pastinya
pertarungan itu akan menyenangkan jika aku bertarung bersama tuan muda. Ah…,
aku juga ingin ikut kebawah sana.” Gumamnya lagi. “ Tapi aku harus menjalankan
tugas ku sebagai pemimpin pasukan dan juga salah satu kapten dari wialayah
lawsdansky. Aku harus semakin kuat untuk bisa melindungi tuan muda dan yang
lain dimasa depan.” Sambungnya sambil berdiri dan bersiap untuk bertarung lagi.
“Kuharap tuan muda baik-baik saja dibawah sana.” Gumam Sova
sambil melesat kea rah para pasukan.