
"Monster itu berasal dari...."
"Nyonya Maggie, kudengar tuan sudah datang." Ucap Leon sambil membuka pintu.
"Ah, Leon ya, aku sudah pulang." Ucap Arnold sambil mengangkat tangannya.
"Apa kalian sedang membicarakan sesuatu?" Tanya Leon yang merasa mengganggu pembicaraan.
"Tidak, masuklah. Aku akan membicarakannya langsung dengan kalian." Ucap Arnold.
"Baiklah. Ayo masuk Melinda, Laura." Ajak Leon.
"Baiklah semuanya sekarang sudah berkumpul. Lalu siapa yang menjaga toko?" Ucap Arnold yang tiba-tiba mengingat hal itu.
"Ah, toko udah kami tutup tuan, karena jadwal toko buka hanya sampai siang." Balas Melinda.
"Begitu ya. Tiba-tiba aku teringat hal itu. Huh." Keluh Arnold.
"Baiklah, aku akan menceritakan tentang pertempuran itu. Pertempuran kali ini akan kita bantu sebisa kita. Melinda,Leon dan juga Maggie akan membantu di kamp penyuplaian. Karena untuk saat ini masih terlalu berbahaya bagi kalian untuk turun ke Medan perang, karena monster yang menyerang ini terdapat ratusan monster Rank S dan ribuan monster Rank A dan B. Untungnya Rank SS hanya ada 3 yang masih diketahui. Sebenarnya monster yang menyerang itu berasal dari dungeon break. Jadi sebelum inti dungeon dihancurkan monster akan terus berdatangan." Jelas Arnold.
"DUNGEON?!!" teriak Maggie, Leon dan Melinda.
"Jika kalian terkejut berarti kalian sudah tahu tentang dungeon. Tapi ini berbeda, dungeon break adalah kejadian ketika inti dungeon sudah menyerap mana kegelapan terlalu banyak, sehingga membuat monster keluar dari dungeon itu." Jelas Arnold.
"Begitu ya, lalu siapa yang akan menghancurkan inti dungeon itu tuan?" Tanya Leon.
"Aku belum mengetahui hal itu, tapi yang pasti setidaknya mereka harus mengirim peringkat SS lebih dari sepuluh. Karena ketika menjelajah tempat itu aku belum sepenuhnya memeriksa tempat itu. Dungeon itu adalah dungeon level terendah dan tak bercabang. Tapi karena sudah ada sejak lama, kemungkinan bos dungeonnya sudah berada di Rank SSS." Jelas Arnold.
"RANK SSS?!?" teriak Leon dan Melinda.
"Ya, tapi itu hanya kemungkinan." Ucap Arnold.
"Be-begitu ya, semoga saja itu tidak benaran terjadi." Balas Leon.
"Ya, semoga saja tidak." Ikut Melinda.
"Kalau begitu, kalian pergilah berlatih. Aku,Azka, Frey dan Maggie ingin membicarakan sesuatu." Ucap Arnold.
"Ya tuan. Kalau begitu kami akan mengundurkan diri terlebih dahulu." Balas Leon.
"Kami permisi dulu tuan." Ucap Melinda.
Leon, Melinda dan Laura pun pergi dari ruangan itu dan mulai mempersiapkan barangnya.
"Ar, kamu ingin bicara apa?" Tanya Maggie.
"Begini, aku ingin menanyakan sesuatu kepada Azka." Ucap Arnold.
"Bertanya apa Ar?" Tanya Azka.
"Menurutmu sudah berapa lama dungeon ini ada sehingga terjadi dungeon break?" Tanya Arnold.
"Hmm, aku juga belum pernah mendengar hal seperti dungeon break. Tapi yang pasti itu sudah ada sebelum dungeon di hutan kematian ada." Balas Azka.
"Tapi mengapa monster itu tidak sekuat di dungeon hutan kematian.?" Tanya Arnold.
"Mungkin karena itu adalah dungeon kelas terendah atau tidak bercabang. Apalagi monster didalam itu memiliki jenis yang berbeda-beda." Jelas Azka.
"Begitu ya. Ah.., semuanya semakin lama semakin rumit." Ucap Arnold.
"Tenang saja Ar, mau seperti apa pun masalah itu, kami, keluargamu akan selalu mendukungmu." Ucap Maggie.
"Ya Ar, apalagi aku sudah hampir mencapai Rank SSS." Ucap Frey.
"Aku senang mendengarnya. Terimakasih sudah mau tetap bersama ku ya." Ucap Frey.
"Oh iya, kapan pertempuran itu akan dimulai?" Tanya Azka.
"Kita tunggu saja, ketika para hasil rapat dari petinggi setiap kerajaan." Balas Arnold.
"Begitu ya. Baiklah, kami akan bersiap untuk menunggu hari itu." Ucap Azka.
Arnold pun pergi beristirahat ke kamarnya, ia langsung membaringkan dirinya ke kasur.
"Ah, aku rindu kenyamanan ini." Gumam Arnold.
"System, apa kau memiliki pendapat mengapa monster itu tidak sekuat yang ada dihutan kematian?" Tanya Arnold.
[Jawab Master, hal itu karena dungeon kelas rendah, sehingga inti dungeonnya memiliki kapasitas dan kualitas inti dungeon tidak seperti dungeon yang di hutan kematian. ]
"Jadi, jika kelas dungeon semakin tinggi maka monster yang dihasilkan akan semakin kuat?" Tanya Arnold.
[Ya Master.]
"Begitu ya, itu merupakan hal penting agar bisa mencegah monster kuat ada di benua ini." Gumam Arnold.
.
Setelah berbicara dengan system Arnold langsung tertidur karena sudah letih memikirkan tentang itu semua. Ia selalu berpikir tentang, bagaimana caranya agar pertarungan ini tidak terlalu menyebabkan banyak korban jiwa.
.
Beberapa hari berlalu, saat ini Arnold sedang berlatih mengendalikan mana di dalam kamarnya. Bukan hanya dia yang berlatih, Maggie, Leon dan Melinda pun ikut berlatih. Saat ini kekuatan Arnold berada di peringkat SSS dengan poin 26.100, Maggie di peringkat A dengan poin 9.000 hal itu merupakan peningkatan yang signifikan dari Maggie. Sedangkan Melinda dan Leon dalam beberapa Minggu sudah naik ke peringkat A dengan poin 5.050, karena mereka sudah berlatih sangat keras di bawah asuhan Azka dan Frey.
Setelah berlatih yang cukup Arnold langsung membersihkan dirinya dan pergi kebawah rumahnya untuk melihat pemandangan. Ketika hendak keluar, ia melihat Maggie juga sedang melihat-lihat pemandangan yang diluar.
"Maggie, apa kamu sedang sibuk?" Tanya Arnold.
"Ah, tidak-tidak. Aku tidak sibuk. Ada apa emangnya Ar?" Tanya Maggie.
"Apa kamu mau berjalan-jalan ke kota?" Tanya Arnold.
"Tentu, ayo kita pergi." Balas Maggie.
"Mari. Azka, Frey, aku dan Maggie keluar dulu ya." Ucap Arnold yang lalu keluar rumahnya bersama Maggie.
"Hee, kenca ya." Pikir Azka.
Arnold dan Maggie mulai berjalan disekitar kota, saat ini hari sedang menjelang malam. Sehingga kota itu terlihat lebih indah dengan sinar senja dari matahari dan beberapa lampu jalan yang sebagian sudah menyala. Mereka berjalan-jalan disekitar kota sambil mencicipi jajanan dipinggir jalan. Lalu mereka duduk di taman yang dekat dengan pohon dunia.
"Ah, bahagianya hari ini." Ucap Maggie.
"Ya, bukan hanya kota ini sangat indah, alam yang ada disini menyempurnakan semuanya." Balas Arnold.
"Benar Ar, ntah sampai kapan kota ini akan bertahan." Ucap Maggie dengan sedikit murung.
"Kamu benar Maggie, tapi kita harus berusaha mencegah kota dan alam disini hancur." Balas Arnold.
"Ya.., semoga saja pertarungan ini dapat dimenangkan." Ucap Maggie.
"Ya."
Setelah lama berjalan-jalan disekitar kota, mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah mereka. Setelah sampai didekat rumah, mereka melihat beberapa pasukan kerajaan Manusia berdiri didepan rumah mereka.
"Ar, bukankah itu pasukan dari kerajaan manusia?" Tanya Maggie.
"Ya, kamu benar. Mari kita temui mereka." Ucap Arnold. "Sepertinya mereka membutuhkan sesuatu." Sambung Arnold.