
Ayah Arnold, para pemimpin, dan Frey melesat kedepan untuk bertarung melawan pasukan yang dipanggil oleh Lord Centipede. Rata-rata pasukan yang dipanggil itu adalah berRank S yang berjumlah ratusan dan Rank SS hanya berjumlah Lima Belas. Karena hal itulah mereka merasa kesulitan untuk mencapai inti dungeon.
Ayah Arnold langsung melesat kedepan dan menyerang dengan kekuatan penuh.
BBOMM
ayah Arnold menyerang dengan menggunakan pedangnya yang diarahkan secara vertikal. Tapi serangan itu dapat dihindari para monster itu, meski begitu masih menerima dampak yang membuat monster itu terluka.
"Semuanya, mari kita mulai pestanya." Ucap Ayah Arnold dengan tersenyum.
"SERANG!!!" Teriak Sova sambil berlari ketengah pasukan itu.
SLASH
WHUSH
BOOM
DHUAR
Pertarungan dimulai, dalam sekejap puluhan monster Rank S tewas karena serangan mereka. Ayah Arnold bertarung melawan sepuluh Rank SS sedangkan lima lagi dilawan Oleh Sova. Untuk Shin dan Sera menyerang monster Rank S dari kejauhan. Sedangkan Kelvin dan Frey menyerang sambil berlari menuju inti dungeon. Meski peringkat mereka sudah diatas monster-monster itu, tapi karena jumlah monster itu yang mencapai ratusan, mereka tidak dapat mencapai inti dungeon dengan cepat.
.
Saat ini Azka sedang berhadapan dengan Lord Centipede. Azka dengan melepas auranya melesat kedepan dan menggunakan beberapa sihir untuk mengalihkan pandangan Lord Centipede.
Magic Of Light: Thousand Sword
Sebuah sihir cahaya yang menghasilkan pedang dengan jumlah yang mencapai ratusan muncul diatas Azka. Sihir itu Azka lancarkan menuju Lord Centipede.
Meski begitu, Lord Centipede dapat menahannya dengan Sihir Kegelapannya. Tak ingin memberi Lord Centipede kesempatan menyerang, Azka langusng dengan cepat menyerang dengan ekornya.
BOOM.
Serangan ekor Azka memberi dampak ke arah Lord Centipede, yang membuat monster itu terlempar kearah samping.
"Huh,huh, meski sudah menggunakan sihir tingkat tinggi. Monster itu maish dapat menahannya." Ucap Azka yang sedikit kelelahan.
GROAGHH.
Lord Centipede sedikit kesal karena serangan itu. Ia pun berdiri dari jatuhnya dan bersiap untuk menyerang Azka. Ia dengan cepat melesat kearah Azka dengan tombak yang ia pegang di tangan kanan. Lord Centipede langsung menyerang Azka menggunakan tombaknya yang sudah dilapisi mana kegelapan, tapi Azka dengan sigap menghindari serangan itu.
Tapi Lord Centipede langsung menyerang Azka lagi dengan tangan kirinya sehingga Azka tidak dapat menghindar. Azka yang menerima serangan itu langsung terlempar dan merasa sakit yang lumayan.
"Cepatlah Ar." Pikir Azka
Tak ingin berhenti disitu, Lord Centipede kembali melesat kearah Azka dan ingin menyerang lagi.
BOMM
DHUAR.
Tepat sebelum Lord Centipede menyerang, Arnold lebih dulu melepas anak panahnya yang diarahkan ke Lord Centipede. Arnold membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menanamkan mana ke anakpanah itu, karena ia langsung menembakkan tiga anak panah dan jumlah mana yang ia tanam lumayan banyak. Sehingga serangan dari Arnold membuat Lord Centipede terlempar dan memberi dampak yang cukup besar.
"AZKA, LAKUKAN." Teriak Arnold.
Azka yang mendengar itu langsung berdiri dan melesat ke arah Lord Centipede yang masih merasa kesakitan. Azka langsung menyerang menggunakan ekornya kearah Lord Centipede yang berusaha berdiri.
BUK
Terdengar serangan itu sangat kuat dan terarah langsung tepat di begian tubuh Lord Centipede, sehingga Lord itu kembali terlempar.
Arnold yang melihat itu juga tidak ingin diam saja, ia langsung menyerang menggunakan panahnya agar tidak memberi Lord Centipede kesempatan lagi. Serangan anak panah Arnold melesat dengan cepat mengenai Lord Centipede.
BOOM.
Azka langsung menggunakan seluruh kekuatannya untuk menyelesaikan pertarungan ini.
"MAGIC OF JUDGEMENT!!!" Teriak Azka.
Seketika muncul rantai-rantai dari sihir Azka. Rantai-Rantai itu langsung mengikat bagian kaki, ekor dan kedua tangannya Lord Centipede sehingga ia tidak bisa bergerak lagi.
"Huh,huh,huh, Arnold sisanya kuserahkan padamu." Ucap Azka yang langsung mengecil menjadi kadal dan tertidur.
"Ya, aku akan menyelesaikannya." Ucap Arnold yang langsung mengeluarkan pedangnya yang terbuat dari tanduk behemoth dan core Chimera, dan langsung ia lapisi mana.
"Inilah akhirnya." Ucap Arnold yang menebas kearah leher Lord Centipede.
SLASH.
Tapi serangan Arnold tidak mengenai leher Lord Centiepee, karena Monster itu menahan serangan itu menggunakan tangan kanannya. Tepat sebelum Arnold menebas, Lord Centipede berusaha menggerakkan tangannya yang diikat rantai itu untuk melindungi lehernya. Sehingga tangan kanannya terpotong.
"Kau masih bisa bertahan ya." Ucap Arnold yang sedikit terkejut karena hal yang dilakukan Lord Centipede.
"Baiklah kalau begitu." Sambung Arnold yang kemudian menebas tangan kiri Lord Centipede lagi.
GROAGHH.
Lord Centipede teriak kesakitan karena kedua tangannua sudah terpotong.
"Dengan ini kau tidak dapat menghindari lagi." Ucap Arnold.
GRGHH
Lord Centipede merasa terhina dengan dengan perlakuan Arnold. Ia langsung marah dengan hal itu, seketika aura disekitar Lord Centipede menjadi lebih besar dan lebih pekat. Rantai-Rantai yang mengikat Lord Centipede pun bergeming dan tak butuh waktu lama rantai itu terputus. Arnold pun yang berada didekat Lord Centipede merasa tertekan karena tekanan Lord Centipede.
"Ugh, tekanan ini tidak dapat kutahan." Gumam Arnold yang langsung berlutut.
Bukan hanya Arnold, ayahnya dan yang lain yan berada dekat dengan aura itu juga tertekan.
Lord Centipede pun mendatangi Arnold yang berlutut, dan menatap Arnold dengan rendah. Ia pun mengangkat kakinya tepat diatas kepala Arnold.
"NAK!!" teriak ayah Arnold dari kejauhan karena melihat itu.
"Apakah ini akhirnya.?" Gumam Arnold.
Lord Centipede pun menginjakkan kakinya kearah kepala Arnold.
Arnold pun menutup matanya untuk menerima hal itu. "Ibu maafkan aku, Amos kuharap kau dapat menjadi kuat dan membalas kematian ku dan ayah, Maggie kuharap kamu dapat mencari pasangan yang lebih baik." Gumam Arnold.
Ia bergumam sangat banyak sambil menutup mata agar tidak merasa sakit dari kematian itu.
"Hmm, bukankah ini terlalu lama?" Ucap Arnold. Arnold pun bingung mengapa tekanan dari Lord Centipede juga hilang.
Ia pun melihat ke arah Lord Centipede, hal itu juga membuat dia sedikit bingung. Karena ia melihat Lord Centipede membeku dengan satu kaki diangkat keatas.
"Eh ada apa ini?" Ucap Arnold yang kemudian berdiri memeriksa Lord Centipede.
Yang lain juga merasa bingung, karena monster yang ada didekatnya juga tidak bergerak lagi.
"Arnold, apa kau tau apa yang terjadi?" Tanya Ayahnya mendatangi Arnold.
"Tidak yah, aku juga bingung." Ucap Arnold.
Mereka berdua memikirkan ada apa sebenarnya keadaan disitu.
"TUAN MUDA, TUAN, KAMI BERHASIL MEMECAHKAN INTI DUNGEONNYA." Tiba-tiba Kelvin berteriak dari ujung gua sambil berlari.