
Setelah selesai bertarung melawan puluhan Giant Cyclops,
Arnold dan yang lain beristirahat sebentar untuk memulihkan stamina mereka.
Apalagi untuk para pemimpin pasukan dan ayah Arnold yang hampir mengerahkan
segela kekuatanya untuk melawan monster tadi. Apalagi jika mereka bertemu
dengan bos dungeon maka, mereka dibutuhkan untuk membantu jika kekuatan bosnya
sangat besar.
Setelah merasa sudah cukup mengisi tenaganya, mereka
kemudian melanjutkan prjalanan lebih dalam. Disetiap Perjalanan mereka masih
menemukan beberapa Giant Cyclops tapi jumlhnya dalam sekelompok tidak sebanyak
di awal. Giant Cyclops yang mereka temui hanya berjumlah lima sampai delapan
satu kelompok. Sehingga pertarungannya tidak terlalu sulit bagi meeka.
Mereka bergerak dengan cepat, membasmi monster yang
terlihat, hingga mereka tiba disebuah ruangan gua yang sangat besar.
“Hey, Azka, apa menurutmu inti dungeon ada disini?” Tanya
Arnold.
“mungkin, karena aku merasakan ada kekuatan sihir yang
hampir setara denganku didalam.” Balas Azka.
“Hampir setara? Untunglah, jika begitu kita masih bisa
menanganinya.” Ucap Sova.
“Jangan terlalu berharap, karena bisa saja monster itu
menyembunyikan kekuatan aslinya.” Ucap Azka.
“Be-begitu ya, maaf karena sudah terlalu percaya diri.” Ucap
Sova.
“Baiklah, kalau begitu kita akan masuk, dan persiapkan diri
kalian dengan kemungkinan yang ada.” Ucap Arnold.
Mereka pun mulai masuk kedalam ruangan itu. Terlihat ruangan
itu hampir sama seperti ruangan di cabang bagian kanan. Tapi disini tidak
memiliki Danau dan permukaannya lebih rata. Mereka mulai berjalan hingga
ditengah-tengah ruangan itu.
“Mengapa diruangan ini kosong?” Ucap Arnold.
“Jangan lemah,
Monster yang kita lawan saat ini sdang mengawasi kita.” Ucap Azka sambil
melihat ke atas gua.
“Maksudmu?” Tanya Arnold.
“Monster yang kita lawan adalah salah satu monster yang
sangat berbahaya,” Ucap Azka.
“Apa itu, yang bahkan membuatmu berkata itu adalah monster
yang berbahaya?” Tanya Arnold.
“Lihat lah sendiri.” Ucap Azka sambil menunjuk kearah atas
gua.
Arnold dan yang lainnya pun melihat keatas seperti yang
dikatakan Azka. Seketika mereka menjadi terkejut setelah melihat hal itu.
Mereka melihat sesuatu yang menggeliat diatas dinding dengan beberapa kaki yang
menahanhya agar tidak jatuh.
“Mo-onster apa itu?” Tanya Arnold.
“Itu adalah salah satu monster yang ditakuti dibenua iblis
dan monster, jika dia sudah berumur lebih dari ratusan tahun. Konon katanya
salah satu monster itu dapat membuat Behemoth tewas hanya sekali serang. Monster itu adalah Lord
Centipede. Sebuah monster berbentuk kelabang dengan ekor kalajengking dan
badanya berdiri tegap dengan dua tangan.” Ucap Azka.
Semua orang yang mendengar perkataan Azka menjadi keringat
dingin setelah itu. Mereka langsung meningkatkan tingkat kewaspadaan mereka.
“Be-benarkah apa yang kamu katakana itu?” Tanya Arnold.
“Ya, apa ada monster yang bisa mengalahkan behemoth hanya
sekali serang?” Tanya Ayah Arnold.
“Memang, dibenua manusia tidak ada, tapi didunia Iblis itu
berbeda. Dunia Iblis adalah tempat yang masih penuh dengan misteri. Iblis
dengan peringkat tinggi saja masih berpikir dua kali untuk melawan monster
itu.” Ucap Azka.
“Monster macam apa itu? Bukankah dia terlalu kuat?” Ucap
Sova yang merinding.
“Tenang sjaa paman Sova, Monster itu pasti tidak sekuat yang
berada didunia iblis meskipun sudah berumur ratusan ahun didungeon ini. Karena
jumlah mana kegelapan disini tidak terlalu banyak” Ucap Arnold dengan sedikit
tenang.
“Benar, seperti yang dikatakan Arnold.” Ucap Azka.
“Sekuat itu kah?
Systemapa kau bisa melihat tingkat kekuatan monster itu?” Ucap Arnold
[Setelah saya periksa, monster itu berada di Rank SSS dengan
poin 45.000, Master.]
bisa lebih kuat dari Azka?” Balas Arnold.
[Karena monster itu memiliki Inti dungeon untuk bertambah
kuat Master.]
“begitu ya, jadi ini
akan sedikit sulit.” Pikir arnold. “terimakasih
System.” Sambungnya.
[Baik Master.]
“ kalian semua, persiapkan diri. Karena lawan kita ini
sedikit lebih kuat dari Azka.” Ucap Arnold sambil memegang pedangnya dengan
erat.
Sontak semua terkejut dengan apa yang di katakan Arnold.
“Apa maksudmu Ar?” Tanya Azka yang ikut terkejut.
“Lord Centipede saat ini ada di Rank SSS dengan poin 45.000”
Ucap Arnold.
“45.000!!!” Teriak semua disana.
“Ba-bagaimana kau bisa mengetahuinya Ar?” Tanya Frey.
“Entah mengapa aku merasa tekanan darinya lebih kuat dari
pada tekanan Azka.” Ucap Arnold. “Azka apa kau tidak merasakannya?” Sambungnya.
“Aku memang merasakan tekanan darinya, tapi yang kupikirkan
dia paling tidak sekuat diriku dengan poin 42.000” Ucap Azka.
“Begitu ya, pantas saja kau tidak merasa perbedaan.” Ucap
Arnold.
“Lalu bagaimana cara kita melawannya?” Tanya Ayah Arnold.
“Untuk saat ini kita harus mengandalkan keunggulan kita.
Kita harus berusaha mengepungnya, dengan itu mungkin kita bisa mengalahkannya.
Dengan Azka dan Aku yang menjadi target utama, kalian akan berusaha
menyerangnya saat itu. Dan untuk kelvin dan Frey kalian berlari untuk
menghancurkan Inti dungeon dibagian ujung itu.” Jelas Arnold.
“Inti dungeon? Dimana itu tuan muda?” Tanya Kelvin.
“tepat diujung gua ini, aku yakin monster itu belum
menyerang kita karena masih memikirkan bagaimana cara melindungi inti itu.
Karen ajika inti itu hancur, monster didungeon ini akan ikut hancur seperti
yang dikatakan Azka.” Jelas Arnold.
“Begitu ya, baiklah akan kami lakukan.” Ucap Kelvin.
“Baiklah, tapi apa kau akan baik- baik saja menjadi target
utama sepertiku?” Tanya Azka.
“Tenang saja, meski begini aku sudah menjadi peringkat SSS
juga setelah pertarungan tadi.” Ucap Arnold.
“Benarkah? Kau semakin membuat ayahmu tertinggal jauh nak.”
Ucap ayah Arnold.
“Hahaha, ayah sebentar lagi juga akan menjadi peringkat SSS
kan.” Ucap Arnold.
“Yah, semoga saja aku bisa.” Balas ayah Arnold.
“Tenang saja yah, semua pasti bisa mencapai yang tertinggi.”
Ucap Arnold yang kemudain berjalan kearah depan. “Baiklah kalian semua
persiapkan diri kalian dan mundurlah terlebih dulu. Biar aku dan Azka yang
membuka jalan kalian.” Ucap Arnold.
“Baiklah, hati-hati nak.” Ucap Ayah Arnold.
“Ya Yah, Frey, paman Kelvin, Pastikan kalian dengan cepat
menghancurkan itu. “ Ucap Arnold.
“Tentu Ar, aku akan berusaha.” Ucap Frey.
“Ya tuan muda, kami akan berusaha menghancurkannya dengan
cepat.” Sambung Kelvin.
“baiklah, ayo kita mulai.” Ucap Arnold yang kemudian
melepaskan sihirnya untuk memnacing Lord Centipede.
Ia menggunakan sihir anging dan api.
Magic of Fire : FIRE
ARROW dan Magic of Wind : Tornado.
Sihir itu melesat kearah Lord Centipede dan ketika hampir
sampai, ia menggabungkan sihir itu agar terjadi sedikit ledakan.
BOOM
Sebuah ledakan mengenai dinding atas gua dan Lord Centipede
terkena efek serangan itu. Hal itu membuat ia jatuh kebawah.
KYAKK
Setelah mendengar teriakan itu Arnold dan Azka pun melesat
langsung menyerang itu. Arnold melapisi pedangnya dengan mana dan menggunakan
beberapa sihir. Azka kembali kebentuk semulanya, sebuah naga emas. Sedangkan
untuk Lord Centipede menggunakan tombak ditangan kanannya yang terbentuk dari
sihir.