
Hari sudah siang, sudah waktunya
bagi Arnold dan Maggie untuk ke membersihkan diri lalu pergi untuk makan siang.
Seperti biasa, mereka makan bersama seluruh keluarga. Terjadi banyak
perbincangan antara mereka.
"Ar, setelah ini ikut aku
menemui grup penjelajah yaa." Ucap ayah Arnold
"Mereka sudah pulang?"
Tanya Arnold.
"Ya, mereka sudah sampai tadi
, ayah menyuruh mereka istirahat sebentar." Jawab ayah Arnold
"Begitu ya, baiklah
yah." Ucap Arnold.
"Maggie, kamu duluan ya
ketempat latihan, aku memiliki sesuatu yang perlu dilakukan." Ucap Arnold
yang beralih ke Maggie.
"Ya, lakukanlah dulu
pekerjaan mu." Balas Maggie.
Setelah itu, Arnold, Amos dan
ayahnya pergi menemui Sova dan grup penjelajah yang lain. Untuk menanyakan
bagaimana keadaan didalam gua itu. Mereka berjalan menuju kamp prajurit, dimana
grup penjelajah beristirahat.
"Hey Sova, apa kau sudah
beristirahat dengan cukup?" Tanya ayah Arnold yang memasuki kamp prajurit.
"Ah, tuan, saya sudah cukup
beristirahat." Balas Sova yang melihat pemimpin wilayah datang.
"Lalu, apa kau sudah bisa
memberi laporan?" Tanya ayah Arnold.
"Tentu tuan," ucap Sova
yang kemudian menjelaskan laporannya. "Kami sudah menjelajahi bagian gua
itu, gua itu memiliki besar yang setara dengan 5 kali mansion ini. Didalam gua
itu, hanya terdapat bebatuan dan lumut. Selama perjalanan sejauh 5 mil kami
hanya menemukan monster peringkat A dan disisi dinding terdapat batu sihir
kelas rendah, mithril, dan sedikit adamantine." Sambungnya.
"Benarkah? Bukankah itu sama
saja seperti harta Karun." Ucap Amos.
"Benar tuan mud." Balas
Sova. "Lalu, selanjutnya kami melakukan penjelajahan sejauh 8 mil, selama
itu kami menemukan monster peringkat S, dan jumlahnya sangat banyak. Dibagian
itu, kami tidak menemukan sesuatu yang berguna untuk sumber daya." Sambung
Sova.
"Begitukah, lalu apa itu
bagian terakhir yang kalian jelajahi?" Tanya Ayah Arnold.
"Tidak tuan, setelah bagian
itu, kami menemukan gua yang bercabang dua. Seperti yang diperintahkan tuan
muda Arnold agar tidak membagi tim, sehingga kami menjelajahi cabang itu satu
persatu. Kami memutusakan untuk menjelajah bagian kanan dulu, grup pengintai
lebih dulu memeriksa kedalam. Karena monster disana masih bisa kami tangani
kami memutuskan mejelajahi itu. Monster itu, hanya Rank S dan SS. Diujung gua
itu terdapat sebuah gua yang sangat lebar seperti sebuah lapangan kosong.
Disitu terdapat banyak batu sihir peringkat menengah dan tinggi, dan sebuah
danau yang belum kami periksa keamanannya. Karena jika ada batu sihir tingkat
tinggi maka ada monster Rank tinggi juga, jadi kami memutuskan mengakhiri
penjelajahan bagian itu." Jelas Sova.
""BATU SIHIR TINGKAT
TINGGI?"" teriak Amos dan ayahnya bersamaan.
"Ya tuan." Balas Sova.
"Kalau begitu itu merupakan
sumber daya yang sangat melimpah untuk wilayah ini. Karena batu sihir tingkat tinggi
memiliki harga yang lumayan." Ucap Amos.
"Jangan terlalu berburu-buru
Amos, kita tidak tahu monster apa yang menjaga bagian itu. Bagaimana jika
Monster itu Berank SSS, itu bisa menjadi sesuatu yang bahay juga." Ucap
Arnold.
"Iya ya, maaf kan aku kak,
aku terlalu semangat" balas Amos.
"Ya, lalu paman Sova,
selanjutnya bagaimana?" Tanya Arnold.
"Selanjutnya kami memutuskan
untuk pergi mejelajah bagian kiri tuan muda. Seperti sebelumnya grup pengintai
lebih dulu memeriksa keadaan. Grup pengintai mengatakan jika di bagian itu,
hanya terdapat monster Rank SS, dan tingkat kekuatannya kemungkinan sudah
mencapai 20.000, monster itu juga berjumlah lumayan banyak. Karena kami tidak
dapat melewati bagian itu kami memutuskan untuk kembali dan memberi laporan."
Ucap Sova.
"Begitu ya, lalu apa kalian
sudah memulai membatasi bagian itu?" Tanya ayah Arnold.
"Sudah tuan, kami
kecepatan tinggi disana. Mungkin pembatas itu siap dalam seminggu lagi."
Jelas Sova.
"Baguslah kalau begitu."
Ucap ayah Arnold.
"Lalu, apa ada yang terluka
diantara grup penjelajah?" Sambung ayah Arnold.
"Hanya luka kecil tuan. Semua
sudah disembuhkan." Balas Sova.
"Kerja bagus. Ar apa kau
memiliki sesuatu yang mau diucapkan.?" Tanya ayah Arnold.
"Ada Yah, untuk bagian cabang
itu, nanti aku,Azka dan Frey akan memeriksanya. Berdasarkan cerita paman Sova
dibagian itu pasti ada monster Rank SSS. Sehingga pertempuran tidak bisa
dihindari." Jelas Arnold.
"Apa kalian bertiga saja
cukup? Bagaimana jika Monster Rank SSS nya lebih dari 1." Ucap Ayah
Arnold.
"Jika begitu semua yang
berperingkat SS disini akan ikut yah, tapi pasukan yang lain tidak, agar tidak
menimbulkan kekacauan bagi yang lain." Ucap Arnold.
"Jika begitu, kapan kita akan
kesana?" Tanya ayah Arnold.
"Kita akan berangkat besok
yah, dan jangan memberi tahu ibu tentang hal ini. Jika ia tahu ia pasti
mengkhawatirkan kita. Untuk Amos aku mengandalkan mu menjaga wilayah kita
sementara." Ucap Arnold
"Baiklah. Kalau begitu kita
bersiap dulu." Ucap Ayah Arnold
" Baik, aku akan menjaga
wilayah kita." Ucap Amos.
"Aku akan berlatih lebih
keras kak, agar bisa ikut berpetualang bersamamu nantinya." Pikir Amos.
Setelah itu mereka pun pergi
mempersiapkan barang yang harus dibawa untuk besok. Untuk Sova ia kemudian
pergi memberitahu pemimpin pasukan yang lain dengan hal ini, agar mereka bisa
mempersiapkan barang juga.
Arnold akan memberitahu hal ini
kepada Azka dan Frey ketika malam hari.
Sehingga tidak membuat Maggie mengetahuinya. Menurut Arnold perjalanan kali ini
sangat berbahaya, karena itu Arnold membutuhkan Azka yang bisa membantu mereka.
Setelah sampai di lapangan latihan, Arnold melihat Azka dan Frey masih melatih
Maggie.
"Hai, bagaimana
latihannya?" Ucap Arnold yang datang ketempat latihan.
"Hai Ar, latihannya berjalan
lancar. Apa urusanmu sudah selesai?" Ucap Maggie.
"Ya, kalau begitu berlatihlah
lagi, aku ingin beristirahat dibawah pohon itu." Ucap Arnold.
Hari sudah berganti menjadi malam,
saat ini Arnold sedang berbaring di ranjang ditemani oleh Azka dan Frey. Ini
adalah saat yang tepat untuk membicarakan hal itu kepada mereka.
"Azka, Frey aku ingin
membicarakan sesuatu kepada kalian." Ucap Arnold.
"Ada apa Ar? Seperti nya ini
penting." Tanya Frey.
"Ya ini penting," balas
Arnold yang kemudian menjelaskan semuanya dari awal.
"Begitu ya, jika begitu, kami
akan membantu mu menjelajahi tempat itu." Ucap Azka.
"Ya Ar, aku akan berusaha
membantu mu." Ikut Frey.
"Makasih kalain berdua. Tapi
apa kalian tidak mengetahui tentang gua ini?" Tanya Arnold.
"Aku belum pernah
mendengarnya Ar," balas Frey
"Aku juga begitu, meski sudah
ratusan tahun disana, aku baru mengetahui ada gua seperti itu." Ikut Azka.
"Ya, bukannya kau hanya
berhibernasi saja?" Ucap Arnold yang sedikit meledek Azka.
"Benar juga ya, hahaha"
balas Azka.
"Heh, dasar naga pikun."
Pikir Arnold.
"Apapun itu, besok kita akan
mengetahui tentang gua itu." Ucap Arnold.