Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 34: LAPORAN DAN RENCANA



Hari sudah siang, sudah waktunya


bagi Arnold dan Maggie untuk ke membersihkan diri lalu pergi untuk makan siang.


Seperti biasa, mereka makan bersama seluruh keluarga. Terjadi banyak


perbincangan antara mereka.


"Ar, setelah ini ikut aku


menemui grup penjelajah yaa." Ucap ayah Arnold


"Mereka sudah pulang?"


Tanya Arnold.


"Ya, mereka sudah sampai tadi


, ayah menyuruh mereka istirahat sebentar." Jawab ayah Arnold


"Begitu ya, baiklah


yah." Ucap Arnold.


"Maggie, kamu duluan ya


ketempat latihan, aku memiliki sesuatu yang perlu dilakukan." Ucap Arnold


yang beralih ke Maggie.


"Ya, lakukanlah dulu


pekerjaan mu." Balas Maggie.


Setelah itu, Arnold, Amos dan


ayahnya pergi menemui Sova dan grup penjelajah yang lain. Untuk menanyakan


bagaimana keadaan didalam gua itu. Mereka berjalan menuju kamp prajurit, dimana


grup penjelajah beristirahat.


"Hey Sova, apa kau sudah


beristirahat dengan cukup?" Tanya ayah Arnold yang memasuki kamp prajurit.


"Ah, tuan, saya sudah cukup


beristirahat." Balas Sova yang melihat pemimpin wilayah datang.


"Lalu, apa kau sudah bisa


memberi laporan?" Tanya ayah Arnold.


"Tentu tuan," ucap Sova


yang kemudian menjelaskan laporannya. "Kami sudah menjelajahi bagian gua


itu, gua itu memiliki besar yang setara dengan 5 kali mansion ini. Didalam gua


itu, hanya terdapat bebatuan dan lumut. Selama perjalanan sejauh 5 mil kami


hanya menemukan monster peringkat A dan disisi dinding terdapat batu sihir


kelas rendah, mithril, dan sedikit adamantine." Sambungnya.


"Benarkah? Bukankah itu sama


saja seperti harta Karun." Ucap Amos.


"Benar tuan mud." Balas


Sova. "Lalu, selanjutnya kami melakukan penjelajahan sejauh 8 mil, selama


itu kami menemukan monster peringkat S, dan jumlahnya sangat banyak. Dibagian


itu, kami tidak menemukan sesuatu yang berguna untuk sumber daya." Sambung


Sova.


"Begitukah, lalu apa itu


bagian terakhir yang kalian jelajahi?" Tanya Ayah Arnold.


"Tidak tuan, setelah bagian


itu, kami menemukan gua yang bercabang dua. Seperti yang diperintahkan tuan


muda Arnold agar tidak membagi tim, sehingga kami menjelajahi cabang itu satu


persatu. Kami memutusakan untuk menjelajah bagian kanan dulu, grup pengintai


lebih dulu memeriksa kedalam. Karena monster disana masih bisa kami tangani


kami memutuskan mejelajahi itu. Monster itu, hanya Rank S dan SS. Diujung gua


itu terdapat sebuah gua yang sangat lebar seperti sebuah lapangan kosong.


Disitu terdapat banyak batu sihir peringkat menengah dan tinggi, dan sebuah


danau yang belum kami periksa keamanannya. Karena jika ada batu sihir tingkat


tinggi maka ada monster Rank tinggi juga, jadi kami memutuskan mengakhiri


penjelajahan bagian itu." Jelas Sova.


""BATU SIHIR TINGKAT


TINGGI?"" teriak Amos dan ayahnya bersamaan.


"Ya tuan." Balas Sova.


"Kalau begitu itu merupakan


sumber daya yang sangat melimpah untuk wilayah ini. Karena batu sihir tingkat tinggi


memiliki harga yang lumayan." Ucap Amos.


"Jangan terlalu berburu-buru


Amos, kita tidak tahu monster apa yang menjaga bagian itu. Bagaimana jika


Monster itu Berank SSS, itu bisa menjadi sesuatu yang bahay juga." Ucap


Arnold.


"Iya ya, maaf kan aku kak,


aku terlalu semangat" balas Amos.


"Ya, lalu paman Sova,


selanjutnya bagaimana?" Tanya Arnold.


"Selanjutnya kami memutuskan


untuk pergi mejelajah bagian kiri tuan muda. Seperti sebelumnya grup pengintai


lebih dulu memeriksa keadaan. Grup pengintai mengatakan jika di bagian itu,


hanya terdapat monster Rank SS, dan tingkat kekuatannya kemungkinan sudah


mencapai 20.000, monster itu juga berjumlah lumayan banyak. Karena kami tidak


dapat melewati bagian itu kami memutuskan untuk kembali dan memberi laporan."


Ucap Sova.


"Begitu ya, lalu apa kalian


sudah memulai membatasi bagian itu?" Tanya ayah Arnold.


"Sudah tuan, kami


kecepatan tinggi disana. Mungkin pembatas itu siap dalam seminggu lagi."


Jelas Sova.


"Baguslah kalau begitu."


Ucap ayah Arnold.


"Lalu, apa ada yang terluka


diantara grup penjelajah?" Sambung ayah Arnold.


"Hanya luka kecil tuan. Semua


sudah disembuhkan." Balas Sova.


"Kerja bagus. Ar apa kau


memiliki sesuatu yang mau diucapkan.?" Tanya ayah Arnold.


"Ada Yah, untuk bagian cabang


itu, nanti aku,Azka dan Frey akan memeriksanya. Berdasarkan cerita paman Sova


dibagian itu pasti ada monster Rank SSS. Sehingga pertempuran tidak bisa


dihindari." Jelas Arnold.


"Apa kalian bertiga saja


cukup? Bagaimana jika Monster Rank SSS nya lebih dari 1." Ucap Ayah


Arnold.


"Jika begitu semua yang


berperingkat SS disini akan ikut yah, tapi pasukan yang lain tidak, agar tidak


menimbulkan kekacauan bagi yang lain." Ucap Arnold.


"Jika begitu, kapan kita akan


kesana?" Tanya ayah Arnold.


"Kita akan berangkat besok


yah, dan jangan memberi tahu ibu tentang hal ini. Jika ia tahu ia pasti


mengkhawatirkan kita. Untuk Amos aku mengandalkan mu menjaga wilayah kita


sementara." Ucap Arnold


"Baiklah. Kalau begitu kita


bersiap dulu." Ucap Ayah Arnold


" Baik, aku akan menjaga


wilayah kita." Ucap Amos.


"Aku akan berlatih lebih


keras kak, agar bisa ikut berpetualang bersamamu nantinya." Pikir Amos.


Setelah itu mereka pun pergi


mempersiapkan barang yang harus dibawa untuk besok. Untuk Sova ia kemudian


pergi memberitahu pemimpin pasukan yang lain dengan hal ini, agar mereka bisa


mempersiapkan barang juga.


Arnold akan memberitahu hal ini


kepada  Azka dan Frey ketika malam hari.


Sehingga tidak membuat Maggie mengetahuinya. Menurut Arnold perjalanan kali ini


sangat berbahaya, karena itu Arnold membutuhkan Azka yang bisa membantu mereka.


Setelah sampai di lapangan latihan, Arnold melihat Azka dan Frey masih melatih


Maggie.


"Hai, bagaimana


latihannya?" Ucap Arnold yang datang ketempat latihan.


"Hai Ar, latihannya berjalan


lancar. Apa urusanmu sudah selesai?" Ucap Maggie.


"Ya, kalau begitu berlatihlah


lagi, aku ingin beristirahat dibawah pohon itu." Ucap Arnold.


Hari sudah berganti menjadi malam,


saat ini Arnold sedang berbaring di ranjang ditemani oleh Azka dan Frey. Ini


adalah saat yang tepat untuk membicarakan hal itu kepada mereka.


"Azka, Frey aku ingin


membicarakan sesuatu kepada kalian." Ucap Arnold.


"Ada apa Ar? Seperti nya ini


penting." Tanya Frey.


"Ya ini penting," balas


Arnold yang kemudian menjelaskan semuanya dari awal.


"Begitu ya, jika begitu, kami


akan membantu mu menjelajahi tempat itu." Ucap Azka.


"Ya Ar, aku akan berusaha


membantu mu." Ikut Frey.


"Makasih kalain berdua. Tapi


apa kalian tidak mengetahui tentang gua ini?" Tanya Arnold.


"Aku belum pernah


mendengarnya Ar," balas Frey


"Aku juga begitu, meski sudah


ratusan tahun disana, aku baru mengetahui ada gua seperti itu." Ikut Azka.


"Ya, bukannya kau hanya


berhibernasi saja?" Ucap Arnold yang sedikit meledek Azka.


"Benar juga ya, hahaha"


balas Azka.


"Heh, dasar naga pikun."


Pikir Arnold.


"Apapun itu, besok kita akan


mengetahui tentang gua itu." Ucap Arnold.