Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 29: PERPISAHAN



Saat ini Arnold masih berbicara


santai dengan Maggie. Mereka terkadang saling bercanda sehingga membuat mereka


berdua tertawa. Arnold dan Maggie saat ini menjadi pusat perhatian bagi orang


yang lain. Meski begitu, mereka tidak terlalu mempermasalahkan perhatian orang


lain.


“Ehem-ehem.” Kata Wilson yang


mengganggu mereka.


“A-ayah?ada apa yah?” tanya


Maggie.


“bukan apa-apa nak, aku hanya


mengingatkan sudah hampir waktunya acara ini selesai.” Balas Wilson


Arnold dan Maggie yang mendengar


perkataan Wilson terkejut. Mereka tidak sadar jika sudah berbicara sangat lama.


“Benar nak, kalian sudah berbicara


sangat lama. Ketika kalian berbicara Nampak seperti dunia ini hanya milik


kalian berdua.” Ucap Ayah Arnold yang muncul tiba-tiba.


Perkataan ayah arnold membuat


mereka berdua malu, saat itu juga keluarga mereka berdua yang sudah dari tadi


mendengar percakapan mereka keluar dari tempat persembunyiannya. Hal itu


membuat arnold sangat malu seketika wajahnya memerah.


“Selamat kak. Karena kau sudah


berani berbicara didepan wanita.” Ucap Amos sambil mengeledek Arnold yang


membuat orang disekitar sedikit tertawa.


“Da-dasar kau ini!” Balas Arnold


sambil memukul kepala Arnold.


“Lalu mari kita kedalam, acaranya


sudah mau berakhir.” Ucap Wilson


Mereka pun masuk kedalam ruangan


itu karena acaranya perayaan itu sudah berakhir. Setelah acara itu berakhir,


keluarga Arnold kemudian pulang ke mansion mereka, karena hari sudah sangat


larut malam. Selama perjalanan pulang, keluarganya merasa aneh dengan tingkah


Arnold, karena Arnold dari tadi senyum-senyum sendiri sambil menatap jendela


kereta. Ia bahkan mengabaikan keluarganya yang lain.


“Hey Ar, mengapa kau dari tadi


senyam senyum saja?” tanya Ayah Arnold.


“Ah tidak ada apa-apa yah, aku


hanya merasa senang karena keluarga kita sudah menjadi Marquis” Jawab Arnold.


“hmm? Tidak seperti kau biasanya.


Biasanya kau tidak peduli dengan hal itu.” Balas Ayahnya


“Benar, bukankah kakak membenci


politik? Jika tingkat bangsawan ayah meningkat, bukankah politik keluarga kita


akan semakin banyak?” sambung Amos.


“Benar-benar.” Ikut Ibunya.


“EH?” Ucap arnold sambil tersentak


dengan perkataan keluarganya.


“Apa kau menyukai wanita tadi? Si


Maggie?” Tanya Ibunya yang membuat keluarga Arnold yang melihat kearah arnold


karena penasaran.


“A-aku masih belum tau bu.” Balas


Arnold.


Semua keluarganya yang mendengar


Jawab dari Arnold menghela nafas. Mereka bingung bagaimana bisa Arnold tidak


tau jika ia menyukai Maggie. Mungkin ini adalah salah satu dampak jika Arnold


hanya tau berlatih dan menjadi kuat.


“Oh iya nak, karena ayah baru saja


dinaikkan menjadi Marquis, besok kita akan pulang kembali kewilayah kita.


Banyak hal yang harus ayah persiapkan.” Ucap Ayahnya.


“Apakah begitu?” tanya arnold yang


langsung murung dengan perkataan ayahnya.


“Ya nak, bukankah seharunya kau


senang?” tanay ayahnya.


“Ya yah, aku senang.” Jawab


arnold, tapi apa yang dimulut berbeda dengan yang dihati.


Setela beberapa saat mereka sudah


sampai ke mansion mereka. Arnold langsung memberi tahu orangtuanya jika ia


sangat letih hari ini dan ingin beristirahat. Setelah itu, ia langsung pergi


menuju kamarnya dan langsung membaringkan dirinya diatas Kasur.


“Kau sudah pulang Ar,” ucap Frey


yang berada dikamar Arnold.


“Hmm.” Balas Arnold dengan


singkat.


“Bagaimana Acaranya tadi?” tanya


Frey lagi.


“Biasa aja.” Balas Arnold dengan


singkat.


Hal itu membuat Frey dan Azka


penasaran, karena selama mereka bersama, arnold tidak pernah tidak selemas ini,


“Ada masalah apa Ar? Mengapa kau


kelihatan tidak bersemangat?” tanya Azka


“Apakah aku kelihatan seperti


itu?” tanay arnold kembali.


““Ya, jelas sekali.”” Balas Frey


dan Azka bersamaan.


“Aku tidak tau menjelaskannya dari


mana, tapi intinya, aku sepertinya sudah menemukan orang yang kucintai, aku


merasa jika ia mungkin jodohku. Ketika ia tersenyum, aku merasa seperti melihat


malaikat, aku ingin jika setiap hari bisa melihat senyum itu. Bagaimana pun


masalahnya aku merasa jika aku sangat melindungi senyum itu dari wajahnya.”


Jelas Arnold.


“Benarkah? Bukankah itu bagus?”


balas Azka.


“Ya itu bagus, tapi aku tidak bisa


melihat senyum itu lagi besok. Karena ayah bilang kita akan pulang besok.” Ucap


Arnold.


“Begitu ya, jika begitu maka


masalahnya sangat rumit.” Ucap Azka.


“Benarkan.” Balas arnold.


“Hmm, sepertinya aku punya ide,


bagaimana jika kau mendatangi tempat tinggal wanita itu besok saat masih pagi.


Disaat itu, coba kau mengungkapkan semua yang ingin kau ucapkan,” Jelas Azka.


“Benar juga, sepertinya itu ide


yang bagus. Tapi apakah itu saa cukup?” Tanya Arnold.


“Tentu saja tidak bodoh, apakah


kau selama ini belum pernah berbicara dengan wanita?” Ucap Azka yang sedikit


kesal.


“Mu-mungkin ini yang pertama.” Balas


Arnold sambil tersenyum.


“Haah, Dasar kau ini. Jika kau


ingin bertemu wanita, setidaknya bawalah sebuah bunga sebagai pembuka ketika


kalian bicara.” Ucap Azka


“Begitu ya, kalau begitu aku akan


melakukan itu besok.” Ucap Arnold. “ Makasih Azka, Frey karena sudah mau


membantuku.” Ucap Arnold.


“Tentu saja Ar,” ucap Azka.


“Maaf Ar, aku tidak bisa


membantumu, karena aku juga belum pernah bertemu serigala wanita.” Ucap Frey.


Azka pusing mendengar perkataan


Frey. “Huh, kedua temanku ini masih bocah


ternyata.” Pikir Azka.


Setelah selesai berbicara dengan


Azka, Arnold langsung bersiap untuk tidur. Karena ia tidak ingin melewatkan


kesempatan besok. Meski begitu, ntah kenapa Arnold tidak bisa tertidur, ketika


ia memejamkan matanya, seketika ia langsung memikirkan tentang esok hari. Waktu


berlalu dengan sangat lama, Arnold tidak tidak bisa tidur hingga waktu sudah


menjelang pagi.


Saat ini sudah waktunya bagi


arnold untuk menuju ketempat tinggal Maggie. Meski tidak tidur, arnold masih


tidak mengantuk, Karena bagi Arnold tidak tidur satu duda hari adalah hal biasa


di hutan kematian. Saat ini hal pertama yang perlu lakukan adalah mencari bunga


yang cocok untuk Maggie. Bunga yang dibawa arnold untuk Maggie adalah Bungan


Carnation White, karena bunga ini bermakna Cantik dan Manis atau Cinta yang


ditujukan kepada perempuan.


Setelah selesai mempersiapkan


semuanya, Arnold kemudian berangkat menuju tempat Maggie tinggal. Tempat itu


tidak terlalu dari istana, jadi arnold memakan sedikit waktu untuk sampai


kesitu. Arnold sudah sampai di depan rumah yang ditempati Maggie, ia mengetahui


tempat tinggal Maggie ketika mereka sedang berbicara di acara kemarin, jadi ia


sangat yakin jika Maggie berada disitu.


Rumah itu lumayan besar dengan


ssedikit taman yang indah dibagian depan rumah itu.


Arnold kemudian memberanikan diri


untuk mengetuk pintu rumah itu. Saat ini hari masih sangat pagi, jadi kemungkinan


keluarga Maggie masih tertidur. Arnold mengetuk beberapa kali karena belum ada


jawaban dari dalam rumah.


“Tunggu Sebentar.” Ucap seorang


wanita dengan Nada yang masih sedikit mengantuk.


“Ada apa sih pagi-pagi datang kema-”


Ucap wanita tak terselesaikan itu yang terkejut ketika melihat Arnold di depan


rumahnya, wanita itu adalah Maggie


“Ar-arnold?” ucap Maggie yang


secara spontan menutup wajahnya yang masih belum ada persiapan.


“Selamat pagi Maggie.” Ucap Arnold


sambil memberi bunga itu kepada Maggie.