
“TUAN MUDA, TUAN, KAMI BERHASIL MENGHANCURKAN INTI
DUNGEONNYA.” Teriak Kelvin dengan tiba-tiba yang memecah suasana sambil berlari
kearah Arnold bersama Frey.
Setelah mendengar perkataan Kelvin, Arnold pun mengetahui
bagaimana bisa bos Dungeon dan Monster-monster yang ada disitu menjadi membatu.
“Terimakasih Kelvin, Frey.” Ucap Ayah Arnold sambil mengeluarkan
air mata karena hal itu membuat mereka masih selamat.
“Ya tuan, meskipun kami tidak sekuat kalian. Tapi meski
sedikit, kami akan membantu kalian.” Ucap Kelvin.
Mendengar perkataan dari Kelvin, ayah Arnold dan Arnold
tersenyum bahagia. Karena mereka memiliki pelindung, teman, dan pasukan yang
dapat dipercayai. Padahal jika mereka mau, mereka bisa pergi ke Ibukota
kerajaan untuk mencari jabatan yang lebih tinggi.
“Yaa, terimakasih sudah mau membantu kami. Aku sangat
bersyukur dapat memiliki kalian dalam pasukanku."”Ucap Ayah Arnold sambil
melihat para pemimpin pasukan.
“Tidak tuan, kamilah yang harus bersyukur karena sudah anda
pilih menjadi bagian dari pasukan ini, Jika tidak Kekuatan kami tidak akan
seperti sekarang.” Ucap Sova yang diikuti anggukan para pemimpin yang lain.
“Ya, terimakasih.” Ucap Ayah Arnold.
“Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang Tuan?” Tanya Shin.
“Hmm, lebih baik kita tanya Arnold saja lebih dulu.” Jawab
Ayah Arnold. “Nak, Apa yang kita lakukan selanjutnya?” Sambung Ayahnya.
“Untuk sementara, mungkin kita lebih baik istirahat
sebentar.” Ucap Arnold yang kemudian duduk ditempat ia berdiri.
“Ya, lebih baik kita mengisi tenaga kita sebentar.” Ucap
Ayah Arnold yang lalu ikut duduk.
Para pemimpin pasukan pun beristirahat dekat dengan Arnold
dan Ayahnya, sedangkan Frey tertidur dekat dengan Azka. Mereka pun beristirahat
sebentar disana, sambil berbincang sedikit.
“Dengan ini, sumber daya wilayah kita akan bertambah” Ucap
Ayah Arnold.
“Benar yah, kita sudah mendapatkan Harta Karun.” Balas
Arnold.
“Tapi tuan, jika monster disini sudah tidak ada lagi, apakah
batu sihir disini akan habis?” Tanya Sova.
“Ya, tapi untuk menghabiskannya butuh waktu yang lama.” Ucap
Arnold. “Batu sihiir disini mungkin masih banyak tersisa, jika digunakan hanya
untuk sumber daya saja.” Sambungnya.
“Begitu ya, kalau begitu apakah para pasukan juga akan
diberi perlengkapan yang lebih bagus lagi?” Tanya Sova.
“Tentu saja, karena pasukan juga butuh pembeharuan.” Ucap
Ayah Arnold.
“Baguslah, aku juga butuh pedang baru.” Ucap Sova
“Perlengkapan ya? Bagaimana jika pedang untuk paman-paman
dan bibi ditempa menggunakan Core Monster.” Ucap Sova.
“Maksudmu tuan muda?” Tanya Sera yang bingung.
“hmm, begini, seperti pedangku yang satu ini.” Balas Arnold
yang mengeluarkan pedangnya yang ditempa diibukota. “Pedang Ini memiliki bahan
dari tanduk behemoth dan Mana Core Chimera. Jadi ketahanan senjata ini ketika
menanamkan mana menjadi lebih tahan, dan memiliki kekuatan yang sangat besar.”
Jelas Arnold.
““TA-TANDUK BEHEMOTH.”” Teriak semua yang ada disana
termasuk Ayahnya.
“Y-ya, monster Rank SSS sang penghancur Behemoth.” Ucap
Arnold yang terkejut dengan teriakan mereka.
“Ti-tidak kusangka Tuan Muda berjumpa dengan Monster itu.”
Ucap Sova.
“aku malah terkejut jika tuan dapat mengalahkan monster
itu.” Balas Sera.
“aha-ha, yang bunuh monster itu adalah Azka, aku dan Frey
hanya sanggup mematahkan Tanduknya dengan kekuatanterkuatku saat itu.” Jawab
Arnold.
“Begitu ya, jika Azka yang melakukannya itu memang wajar.”
Ucap Ayah Arnold.
“nah, seperti yang kubilang bagaimana dengan senjata kalian
ditempa dengan bahan yang seperti pedangku ini.” Ucap Arnold.
sangat berharga bagi tuan.” Ucap Sova.
“Benar tuan Muda.”Ucap sera.
“Tidak, aku malah senang jika kalian bisa memakainya, karena
aku sudah memakainya dengan cukup. Apalagi aku memiliki tombak dari Lord
Centipede.” Ucap Arnold sambil menunjukkan Tombak itu.
“Kalau begitu terimakasih tuan Muda.” Ucap para pemimpin.
“Sama- sama.” Balas Arnold. “Kalau begitu sekarang mari kita
pulang.kita juga sudah beristirahat yang cukup.” Sambungnya.
Mereka pun meninggalkan ruangan itu dan bergerak pulang.
Disepanjang perjalanan mereka tidak lagi mnemui monster yang mnghadang. Karena
semua monster di tempat itu, berasal dari inti dungeon, jadi tidak adalagi
monster disitu. Sehingga perjalanan mereka pulang tidak membutuhkan waktu lama.
Hanya beberapa jam berjalan mereka sudah sampai di depan Guan itu.
Terlihat beberpa prajurit masih berdiri menjaga tempat itu.
“ah, Tuan, kalian semua sudah kembali.” Ucap Penjaga itu.
“Iya, terimakasih sudah menjaga gerbang ini. Mulai sekarang
kalian tidak perlu menjaga ini disini lagi.” Ucap ayah Arnold.
Sontak para prajurit itu terkejut dengan pernyataan dari
tuan mereka.
“Me-mengapa tuan? Apa kami berbuat kesalahan?” Tanya salah
satu prajurit dengan wajah sedih.
“Ahahaha. Maaf-maaf, maksudku kalian tidak perlu menjaga
karena takut ada monster yang menyerang. Mulai saat ini gua ini sudah tidak ada
monsternya lagi.” Ucap Ayah Arnold meluruskan kesalahpahaman.
“Benarkah?” Tanay prajurit itu memastikan.
“Ya, kalian hanay perlu menjaga monster yang ada dihutan
kematian untuk melindungi tambang diatas. Karena itu mari kita keatas.” Ucap Ayah
Arnold.
“Baiklah tuan. Terimakasih tuan.” Ucap Para pnjaga disitu,
meski mereka masih bingung dengan maksud tuan mereka jika tidak ada monster
lagi. Tapi mereka tidak menyakannya lebih lanjut, karena Mereka percaya dengan
apa yang dilakukan oleh kumpulan orang terkuat diwilayah itu.
Mereka semua pun berjalan keatas tambang untuk kembali
pulang. Ayah Arnold sudah menanyakan berapa lama mereka didalam gua, dan
ternyata mereka berada di gua selama empat hari. Dan para prajurit menjelaskan
bahwa penjagaan ditambang itu saat ini sangat aman. Para monster sudah jarang
menyerang wilayah tambang itu. Bukan hanya wilayah itu saja, para pasukan juga
melakukan langkah lebih depan dan memeriksa beberapa titik dan sudah ditandai
keamanannya.
Para prajurit itu mengatakan bahwa sepanjanng 2 mil dari
tambang merupakan wilayah aman. Dan wilayah itu mungkin untuk dihuni manusia.
Tapi dibuat dinding pelindung untuk mencegah monster peringkat tinggi memasuki
wilayah. Apalagi dua mil terakhir sudah lebih dominan monster Rank S.
“Begitu ya, kalian memang prajurit yang sangat baik. Kalian
memberanikan diri untuk memeriksa wilayah itu dan tidak terlalu buru-buru masuk
kedalam hutan kematian. Terimakasih atas laporannya.” Ucap Ayah Arnold.
“Sama-sama tuan. Ini juga untuk kesejahteraan wilayah ini.”
Ucap salah satu prajurit.
“Ya, itu betul.” Ucap Ayah Arnold.
Mereka pun melanjutkan perjalanannya kembali. Hanya dalam
dua jam, mereka sudah sampai ditambang. Lalu melanjutkannya lagi menuju wilayah
mereka. Karena tidak ada monster lagi, mereka hanya berjalan santai saja untuk
mencapai wilayah mereka.
“Ah, akhirnya sampai juga.” Ucap Shin yang merasa lega.
“dasar kau ini, seperti sudah pergi selama sebulan saja.”
Ucap Sera.
“hahah, mari kita kembali kemansion.” Ucap Ayah Arnold.
Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai kemansionnya.
Sampainya disana Arnold langsung disambut oleh Maggie dan Ayahnya langsung
disambut oleh ibunya. Tampaknya mereka semakin akrab dalam beberapa hari ini.
“Aku pulang Maggie.” Ucap Arnold dalam pelican Maggie.
“Ya, selamat datang.” Ucap Maggie.
**Hai teman-teman semua.
terimakasih ya, sudah mampir di novel ini.
saya sebagai Author juga mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya karena sudah memberi vote dan like ke novel ini.
Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat novel ini.