Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 43: AKHIR DAN PULANG.



“TUAN MUDA, TUAN, KAMI BERHASIL MENGHANCURKAN INTI


DUNGEONNYA.” Teriak Kelvin dengan tiba-tiba yang memecah suasana sambil berlari


kearah Arnold bersama Frey.


Setelah mendengar perkataan Kelvin, Arnold pun mengetahui


bagaimana bisa bos Dungeon dan Monster-monster yang ada disitu menjadi membatu.


“Terimakasih Kelvin, Frey.” Ucap Ayah Arnold sambil mengeluarkan


air mata karena hal itu membuat mereka masih selamat.


“Ya tuan, meskipun kami tidak sekuat kalian. Tapi meski


sedikit, kami akan membantu kalian.” Ucap Kelvin.


Mendengar perkataan dari Kelvin, ayah Arnold dan Arnold


tersenyum bahagia. Karena mereka memiliki pelindung, teman, dan pasukan yang


dapat dipercayai. Padahal jika mereka mau, mereka bisa pergi ke Ibukota


kerajaan untuk mencari jabatan yang lebih tinggi.


“Yaa, terimakasih sudah mau membantu kami. Aku sangat


bersyukur dapat memiliki kalian dalam pasukanku."”Ucap Ayah Arnold sambil


melihat para pemimpin pasukan.


“Tidak tuan, kamilah yang harus bersyukur karena sudah anda


pilih menjadi bagian dari pasukan ini, Jika tidak Kekuatan kami tidak akan


seperti sekarang.” Ucap Sova yang diikuti anggukan para pemimpin yang lain.


“Ya, terimakasih.” Ucap Ayah Arnold.


“Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang Tuan?” Tanya Shin.


“Hmm, lebih baik kita tanya Arnold saja lebih dulu.” Jawab


Ayah Arnold. “Nak, Apa yang kita lakukan selanjutnya?” Sambung Ayahnya.


“Untuk sementara, mungkin kita lebih baik istirahat


sebentar.” Ucap Arnold yang kemudian duduk ditempat ia berdiri.


“Ya, lebih baik kita mengisi tenaga kita sebentar.” Ucap


Ayah Arnold yang lalu ikut duduk.


Para pemimpin pasukan pun beristirahat dekat dengan Arnold


dan Ayahnya, sedangkan Frey tertidur dekat dengan Azka. Mereka pun beristirahat


sebentar disana, sambil berbincang sedikit.


“Dengan ini, sumber daya wilayah kita akan bertambah” Ucap


Ayah Arnold.


“Benar yah, kita sudah mendapatkan Harta Karun.” Balas


Arnold.


“Tapi tuan, jika monster disini sudah tidak ada lagi, apakah


batu sihir disini akan habis?” Tanya Sova.


“Ya, tapi untuk menghabiskannya butuh waktu yang lama.” Ucap


Arnold. “Batu sihiir disini mungkin masih banyak tersisa, jika digunakan hanya


untuk sumber daya saja.” Sambungnya.


“Begitu ya, kalau begitu apakah para pasukan juga akan


diberi perlengkapan yang lebih bagus lagi?” Tanya Sova.


“Tentu saja, karena pasukan juga butuh pembeharuan.” Ucap


Ayah Arnold.


“Baguslah, aku juga butuh pedang baru.” Ucap Sova


“Perlengkapan ya? Bagaimana jika pedang untuk paman-paman


dan bibi ditempa menggunakan Core Monster.” Ucap Sova.


“Maksudmu tuan muda?” Tanya Sera yang bingung.


“hmm, begini, seperti pedangku yang satu ini.” Balas Arnold


yang mengeluarkan pedangnya yang ditempa diibukota. “Pedang Ini memiliki bahan


dari tanduk behemoth dan Mana Core Chimera. Jadi ketahanan senjata ini ketika


menanamkan mana menjadi lebih tahan, dan memiliki kekuatan yang sangat besar.”


Jelas Arnold.


““TA-TANDUK BEHEMOTH.”” Teriak semua yang ada disana


termasuk Ayahnya.


“Y-ya, monster Rank SSS sang penghancur Behemoth.” Ucap


Arnold yang terkejut dengan teriakan mereka.


“Ti-tidak kusangka Tuan Muda berjumpa dengan Monster itu.”


Ucap Sova.


“aku malah terkejut jika tuan dapat mengalahkan monster


itu.” Balas Sera.


“aha-ha, yang bunuh monster itu adalah Azka, aku dan Frey


hanya sanggup mematahkan Tanduknya dengan kekuatanterkuatku saat itu.” Jawab


Arnold.


“Begitu ya, jika Azka yang melakukannya itu memang wajar.”


Ucap Ayah Arnold.


“nah, seperti yang kubilang bagaimana dengan senjata kalian


ditempa dengan bahan yang seperti pedangku ini.” Ucap Arnold.


sangat berharga bagi tuan.” Ucap Sova.


“Benar tuan Muda.”Ucap sera.


“Tidak, aku malah senang jika kalian bisa memakainya, karena


aku sudah memakainya dengan cukup. Apalagi aku memiliki tombak dari Lord


Centipede.” Ucap Arnold sambil menunjukkan Tombak itu.


“Kalau begitu terimakasih tuan Muda.” Ucap para pemimpin.


“Sama- sama.” Balas Arnold. “Kalau begitu sekarang mari kita


pulang.kita juga sudah beristirahat yang cukup.” Sambungnya.


Mereka pun meninggalkan ruangan itu dan bergerak pulang.


Disepanjang perjalanan mereka tidak lagi mnemui monster yang mnghadang. Karena


semua monster di tempat itu, berasal dari inti dungeon, jadi tidak adalagi


monster disitu. Sehingga perjalanan mereka pulang tidak membutuhkan waktu lama.


Hanya beberapa jam berjalan mereka sudah sampai di depan Guan itu.


Terlihat beberpa prajurit masih berdiri menjaga tempat itu.


“ah, Tuan, kalian semua sudah kembali.” Ucap Penjaga itu.


“Iya, terimakasih sudah menjaga gerbang ini. Mulai sekarang


kalian tidak perlu menjaga ini disini lagi.” Ucap ayah Arnold.


Sontak para prajurit itu terkejut dengan pernyataan dari


tuan mereka.


“Me-mengapa tuan? Apa kami berbuat kesalahan?” Tanya salah


satu prajurit dengan wajah sedih.


“Ahahaha. Maaf-maaf, maksudku kalian tidak perlu menjaga


karena takut ada monster yang menyerang. Mulai saat ini gua ini sudah tidak ada


monsternya lagi.” Ucap Ayah Arnold meluruskan kesalahpahaman.


“Benarkah?” Tanay prajurit itu memastikan.


“Ya, kalian hanay perlu menjaga monster yang ada dihutan


kematian untuk melindungi tambang diatas. Karena itu mari kita keatas.” Ucap Ayah


Arnold.


“Baiklah tuan. Terimakasih tuan.” Ucap Para pnjaga disitu,


meski mereka masih bingung dengan maksud tuan mereka jika tidak ada monster


lagi. Tapi mereka tidak menyakannya lebih lanjut, karena Mereka percaya dengan


apa yang dilakukan oleh kumpulan orang terkuat diwilayah itu.


Mereka semua pun berjalan keatas tambang untuk kembali


pulang. Ayah Arnold sudah menanyakan berapa lama mereka didalam gua, dan


ternyata mereka berada di gua selama empat hari. Dan para prajurit menjelaskan


bahwa penjagaan ditambang itu saat ini sangat aman. Para monster sudah jarang


menyerang wilayah tambang itu. Bukan hanya wilayah itu saja, para pasukan juga


melakukan langkah lebih depan dan memeriksa beberapa titik dan sudah ditandai


keamanannya.


Para prajurit itu mengatakan bahwa sepanjanng 2 mil dari


tambang merupakan wilayah aman. Dan wilayah itu mungkin untuk dihuni manusia.


Tapi dibuat dinding pelindung untuk mencegah monster peringkat tinggi memasuki


wilayah. Apalagi dua mil terakhir sudah lebih dominan monster Rank S.


“Begitu ya, kalian memang prajurit yang sangat baik. Kalian


memberanikan diri untuk memeriksa wilayah itu dan tidak terlalu buru-buru masuk


kedalam hutan kematian. Terimakasih atas laporannya.” Ucap Ayah Arnold.


“Sama-sama tuan. Ini juga untuk kesejahteraan wilayah ini.”


Ucap salah satu prajurit.


“Ya, itu betul.” Ucap Ayah Arnold.


Mereka pun melanjutkan perjalanannya kembali. Hanya dalam


dua jam, mereka sudah sampai ditambang. Lalu melanjutkannya lagi menuju wilayah


mereka. Karena tidak ada monster lagi, mereka hanya berjalan santai saja untuk


mencapai wilayah mereka.


“Ah, akhirnya sampai juga.” Ucap Shin yang merasa lega.


“dasar kau ini, seperti sudah pergi selama sebulan saja.”


Ucap Sera.


“hahah, mari kita kembali kemansion.” Ucap Ayah Arnold.


Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai kemansionnya.


Sampainya disana Arnold langsung disambut oleh Maggie dan Ayahnya langsung


disambut oleh ibunya. Tampaknya mereka semakin akrab dalam beberapa hari ini.


“Aku pulang Maggie.” Ucap Arnold dalam pelican Maggie.


“Ya, selamat datang.” Ucap Maggie.


**Hai teman-teman semua.


terimakasih ya, sudah mampir di novel ini.


saya sebagai Author juga mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya karena sudah memberi vote dan like ke novel ini.


Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat novel ini.