Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 60:MASUK DUNGEON



Chapter 60:


Saat ini Arnold dan yang lainnya sudah memasuki dungeon untuk menghancurkan inti dungeon. Agar monster yang keluar dari dungeon itu tidak bertambah terus menerus. Meski mereka baru sebentar memasuki dungeon, mereka sudah menemui beberapa monster yang menghadang. Untungnya monster yang menghadang hanya berperingkat A sampai S. Sehingga mereka tidak terlalu terhadang dengan monster itu.


Saat ini Arnold dan yang lainnya sedang bertarung dengan ratusan monster Rank A dan S. Arnold dan yang lainnya langsung dipimpin oleh Raja Elf, karena Raja Elf memiliki jabatan tertinggi ditempat itu.


"Hey Ar, apa kau baik-baik saja?" Tanya Jendral Alex.


"Ya paman, monster disini bukan masalah besar." Balas Arnold.


"Baguslah." Ucap Jendral Alex.


"Apa yang kupikirkan, sudah pasti dia baik-baik saja, jika ia sudah pernah memeriksa dungeon ini." Pikir Jendral Alex sambil menggelengkan kepalanya.


"Mari paman, kita harus bergerak maju lagi." Ucap Arnold.


"Ya.., oh iya Arnold, bukankah monster di dungeon ini tidak terlalu kuat?" Tanya Jendral Alex.


"Ya, karena disini hanya bagian luar dari dungeon paman. Jika kita memasuki bagian terdalam dungeon ini, bisa jadi monster disana memiliki Rank SSS." Balas Arnold.


"Me-meskipun aku sudah mendengar kemungkinan itu berkali-kali, aku masih saja terkejut jika memang monster itu ada disini." Ucap Jendral Alex.


"Tenang saja paman, dengan jumlah dan tingkat kekuatan kita ini, aku yakin kita bisa mengalahkan monster itu." Balas Arnold menenangkan.


"Ya kau benar. Apa lagi, kita ada bantuan dari dua partner mu." Ucap Jendral Alex.


Mereka pun melanjutkan perjalanan semakin kedalam dungeon. Tapi ketika mereka masuk semakin dalam, monster yang mereka temui semakin kuat. Bahkan terkadang ada satu dari sepuluh monster yang memiliki Rank SS. Sehingga mereka tidak bisa bergerak dengan cepat menuju inti. Apalagi jumalh monster itu sangat banyak, sehingga membatasi pergerakkan mereka didalam dungeon karena luas tempat mereka bertarung tidak terlalu luas. Tapi itu bukan masalah besar. Mereka masih dapat menuju bagian tengha dungeon.


"Inikah tempat inti itu berada?" Ucap Raja Elf yang berdiri di depan ruangan yang sangat luas.


"Sepertinya ini tempatnya yang mulia." Ucap Salah seorang yang berdiri di belakang Raja Elf, yaitu salah satu jendral dikerajaan itu.


"Tuan Albion, Tuan Alex, apa ini tempatnya?" Tanya Raja Elf memastikan.


"Ya Yang Mulia. Ini adalah ujung dari dungeon, karena tidak ada lagi jalan keluar selain dari sini." Jawab Duke Albion.


"Hey Ar, apa ini tempatnya? Tapi mengapa tempat ini tidak ada pengawasan dari monster sama sekali?" Bisik jendral Alex ke Arnold ketika Duke Albion menjawab pertanyaan Raja Elf.


"Ya paman, memang monsternya belum terlihat, karena monster itu sedang mengintai kita dari langit-langit gua ini. Monster itu nanti akan memanggil bawahaannya ketika ia merasa tak cukup kuat melawan kita." Balas Arnold sambil berbisik.


"Begitukah.., baiklah." Ucap Jendral Alex.


Raja Elf yang mendengar jawaban Duke Albion langsung menuju ke tempat itu bersamaan dengan yang lain selain Jendral Alex dan Arnold.


Melihat hal itu Arnold langsung memberi kode kepada Jendral Alex jika itu berbahaya. Jendral Alex yang mengerti kode dari Arnold langsung memberhentikan Raja Elf dan yang lain.


"Tunggu.!! Kalian berhati-hatilah, tempat itu sangat berbahaya." Ucap Jendral Alex dengan tegas.


"Berbahaya? Bukankah disini tidak ada monster sama sekali." Balas Jendral dari kerajaan Elf.


"Benar, ini sama sekali tidak berbahaya." Balas Raja Elf.


"Yang Mulia, monster yang berada diruangan ini disebut bos dungeon. Monster yang paling kuat, bahkan jauh lebih kuat dari bawahaannya." Balas Jendral Alex.


"Karena, di kerajaan manusia pernah ditemui dungeon." Balas Jendral Alex dengan wajah serius.


"Begitu kah. Tampaknya Tuan Alex tidak berbohong." Balas Raja Elf. "Lalu bagaimana cara kita memasukinya?" Sambung Raja Elf.


"Sebelum semuanya memasuki tempat itu, Aku, Arnold, dan salah satu dari kalian ikut bersama kami memeriksa tempat itu terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk melindungi yang mulia Raja dari serangan tiba-tiba." Jawab Jendral Alex.


"Baiklah, tapi mengapa kau mengajak anak ini dari semua orang yang ada disini?" Tanya Raja Elf.


"Ah, itu karena dia memiliki partner yang kuat. Bahkan sama kuatnya dengan Raja Arthur." Balas Jendral Alex.


"Baiklah, kau dapat pergi bersama Max, dia adalah jendral terkuat dikerajaanku." Ucap Raja Elf menunjuk seseorang yang ada di sampingnya.


"Baik yang mulia. Kalau begitu kami akan memeriksanya terlebih dahulu." Ucap Jendral Alex.


Kemudia Arnold, Jendral Alex dan Jendral Max berjalan menuju tempat itu diikuti oleh Frey dan juga Azka. Tepat ketika mereka mulai memeriksa ruangan itu, Frey kembali ke bentuk semulanya untuk bersiap bertarung. Semua orang yang melihat itu terkejut melihat ukuran Frey yang sebenarnya, karena ukuran Frey sudah seukuran rumah. Sedangkan untuk Azka masih belum berubah ke wujud aslinya karena belum tahu monster seperti apa yang akan mereka lawan.


Mereka berlima terus memeriksa ruangan itu dengan perlahan.


"Hey Azka, apa kau tidak bisa merasakan keberadaan bos dungeon?" Tanya Arnold dengan telepati.


"Tidak Ar, sampai saat ini aku belum bisa merasakannya. Aku rasa ia berada di langit-langit gua atau di ujung ruangan ini, yang tidak terlihat oleh cahaya." Balas Azka.


"Begitu kah, jadi dapat dipastikan bos dungeon ini lebih kuat atau setara dengan mu kan." Ucap Arnold.


"Ya, tapi ada juga kemungkinan monster sihir, yang bisa menyembunyikan keberadaanya." Balas Azka.


"Ya, lebih baik kita berharap seperti itu." Ucap Azka.


Mereka pun melanjutkan pemeriksaannya. Sehingga mereka sudah sampai ditengah-tengah ruangan itu.


"Hey Tuan Alex, apa kau yakin jika ada monster di tempat ini? Kita sudah memeriksa setengah ruangan, tapi kita tidak menemukan apapun." Tanya Jendral Max.


"Ya aku yakin. Karena kita tidak tahu bagaimana keadaan yang didepan sana." Balas Jendral Alex menunjuk ke arah ujung ruangan.


"Baiklah, aku percaya padamu." Ucap Jendral Max.


"Paman, coba paman keluarkan sihir cahaya yang dapat memperterang ruangan ujung sana dan bagian langit-langit." Bisik Arnold ke arah Jendral Alex.


"Oke Ar. Bisa kalian mundur sebentar, aku akan menggunakan sihir untuk menerangi ruangan ini." Ucap Jendral Alex.


"Baiklah, kurasa dengan begitu kita bisa melihat seluruh ruangan ini." Balas Jendral Max.


Jendral Alex pun langsung menggunakan sihirnya, yaitu Sihir cahayanya, Light Magic. Seketika muncul bola-bola yang terang disekitar Jendral Alex, hal itu membuat Arnold, Max, Azka dan Frey merasa kesilauan karena terlalu dekat. Jendral Alex langsung menggerakkan puluhan Bola lampu itu menuju tempat yang disuruh Arnold.


"Tuan Alex, bisakah anda menggerakkan sihir anda ke arah tempat itu. Sepertinya saya melihat sesuatu disitu. Tolong jumlah sihirnya juga diperbanyak." Ucap Jendral Max.


"Tentu." Balas Jendral Alex yang kemudian memperbesar sihir cahaya lalu menggerakkannya ke arah yang di minta Max.


Setelah Alex memindahkan sihirnya itu, Alex dan Max terkejut melihat sesuatu ditempat itu.


"Bu-bukankah i-tu Naga?" Tanya Jendral Max dengan gugup.