Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
Episode 37:MENUJU BAGIAN SELANJUTNYA



Mereka pun melesat dengan cepat


kembali ke bagian depan cabang itu.  Ketika mereka dalam perjalanan, monster yang mereka lawan tidak banyak,


sehingga hanya beberapa jam mereka sudah sampai di bagian depan kedua cabang.


“Baiklah, kita akan beristirahat


sebentar. “ ucap Ayah Arnold.


““Baik tuan.”” Balas para


pemimpin.


“oh iya, bukankah seharunya ada


pekerja dan beberapa prajurit disini mengerjakan tembok itu?” Tanya Ayah


Arnold.


“Benar tuan, tapi karena kita akan


melakukan penjelajahan, saya menyuruh mereka menunda pengerjaan tembok itu.


Saya takut jika ada monster yng berlari kearah mereka ketika terjadi


pertempuran.” Ucap Shin.


“Begitu ya, kerja bagus sudah


memikirkan itu Shin.” Balas Ayah Arnold.


“Terimakasih tuan.” Balasnya.


“Yah, aku masuk duluan ya bersama


dengan Azka dan Frey untuk mengawasi monster didalam.” Ucap Arnold yang


menghampiri Ayahnya.


“baiklah nak, tapi


berhati-hatilah.” Balas Ayahnya.


“ya, kalian bisa memasuki ruangan


setelah satu jam beristirahat.” Ucap Arnold sambil memasuki ruangan itu.


“ya.” Balas Ayahnya.


Arnold memasuki ruangan itu


bersama dengan Azka dan Frey. Arnold sengaja memasuki ruangan itu lebih dulu


untuk memantau monster yang ada disana. Meski ia membawa Azka, jika segerombol


monster peringkat SS menyerang sekaligus bisa membuatnya kesusahan.


“System apa kau mengetahui tentang


dungeon?” tanya Arnold.


[ya master, tapi hanya memiliki


informasi sedikit tentang hal itu, karena dungeon sangat jarang ada di benua


lain selain benua iblis.]


“Begitu ya, kalau begitu menurutmu


bagaimana cara kerja Dungeon?” tanya Arnold.


[ menurut yang saya ketahui, dungeon


sebelumnya diciptakan oleh iblis yang memiliki kekuatan yang hebat. Biasanya


dungeon menandakan sebuah tingkat kekuatan iblis. Jika lantainya cabangnya


semakin banyak maka tingkat kekuatannya semakin tinggi.]


“Jika begitu, untuk dungeon ini


ditingkat apa?” tanya Arnold.


[untuk dungeon bercabang dua ini,


ditingkat iblis Rank SS.]


“Tapi mengapa Azka bilang ada


Monster peringkat SSS dibagian ini?” Tanya Azka.


[hal itu disebabkan karena inti


dungeon sudah menyrap sangat banyak Master. Jika saya lihat dungeon ini sudah


berada disini sekitar ratusan tahun, jadi tingkat monster juga meningkat sesuai


dengan serapan inti dungeon.]


“Lalu bagaimana dengan iblisnya?”


tanya Arnold.


[Karena dungeon ini sudah ada


sejak lama, kemungkinan iblisnya sudah mati atau meninggalkan dungeon ini dan


pergi kewilayahnya untuk membuat dungeon baru, karena mana kegelapan disekitar


sini hanya sedikit Master]


“Begitu ya, terimakasih system.”


Ucap Arnold.


[Sama-sama Master, sudah menjadi


tugas saya melayani anda.]


“system ini sangat baik.” Pikir arnold.


Arnold pun mulai mengawasi keadaan


sekitar. Monster-monster yang ada disana semuanya adalah Giant Cyclops. seperti


yang dikatakan system monster ini awalnya hanyal monster Rank A Cylops. Karena


emakin banyak yang diserap inti dungeon monster ini menjadi semakin kuat dan


besar.


Sejam sudah berlalu, monster yang


Arnold lihat hanyalah Peringkat SS, belum ada pergerakan sama sekali dari bos


dungeon ini. Ketika Arnold sedang mengawasi, ayahnya dan yang lain datang


memasuki ruangan itu dan menuju tempat Arnold.


“Hey Nak, bagaimana?” tanya Ayah


Arnold yang membuat arnold sedikit terkejut,


“ah, kalian ya. Semuanya baik-baik


saja yah. Mungkin akan sedikit sulit bagi kita menuju Inti dungeon. Karena


monster yang kita lawan semuanya diRank SS.” Jelas Arnold.


“Begitu ya, ini memang sulit.”


Ucap Sova.


“Kalau begitu apa rencana mu nak?”tanya


“menurutku lebih baik kita


melakukan serangan seperti sebeumnya, pengguna jarak dekat akan maju dibagian


depan dan pengguna serangan jarak jauh akan membantu dari belakang. Tapi ingat


ketika bertarung setiap orang harus memiliki pasangan, aku dengan ayah, paman


Sova dengan Paman Kelvin, Azka dengan Fey, paman Shin dengan Bibi Sera. Agar


masing-masing dari kita tidak mengkawatirkan bagian belakang.  Setelah selesai mengalahan satu kelompok


monster kita akan beristirahat sebentar untuk mengisi tenaga.” Jelas Arnold.


“Begitu ya, mungkin dengan


Strategimu ini berguna.” Ucap ayah Arnold. “ Apa kalian ada pendapat lagi?”


sambungnya.


“Jika begitu, bagaimana jika salah


satu diantara kita terluka atau kehabisan mana?” tanya Sera.


“Ah, untung bibi mengingatkannya.


Ini adalah Air sihir yang ada didanau tadi, air ini berfungsi sebagai penyembuh


jika ada diantara kita yang terluka. Dan untuk mana, apa kalian masih memiliki


ramuan pengisi mana?” tanya Arnold.


“Aku masih ada sepuluh botol


lagi.” Ucap Sova.


“Aku dan sera masih mempunyai  empat botol, karena kami menggunakan mana


untuk menyerang.” Ucap Shin.


“Aku juga sama dengan Sova.” Ucap


Kelvin.


“Ayah masih ada delapan lagi.”


Ucap Ayah Arnold.


“ Baguslah, mungkin itu cukup.


Untuk paman Shin dan Bibi Sera, aku masih memiliki lima puluh mana potion, jadi


aku beri kalian berdua tiga puluh, untun waktu itu aku membeli banyak.” Ucap


Arnold.


“Terimakasih tuan muda.” Ucap Shin


dan Sera bersamaan.


“Ya, kalau begitu apa kalian sudah


bersiap?” ucap Arnold.


“Ya!” balas mereka semua.


“Kalau begitu ayo kita berusaha


semaksimal mungkin.” Ucap Arnold.


Mereka kemudian bergerak maju


menuju inti dungeon. Baru sebentar mereka berjalan, Puluhan giant Cylops sudah


mereka jumpai. Mereka pun kemudian melesat maju untuk menghabisi monster itu


cepat mungkin.


Arnold dan ayahnya mengambil


bagian kanan, disitu terdapa sekitar Lima belas Cyclops. Meski begitu mereka


berdua tidak kesusahan, apalagi Arnold sudah hampir mencapai peringkat SSS dan


ayah Arnold berada diperingat SS dengan poin 17.000 sedangkan untuk para Giant


Cylops masih berada di sekitar poin 15.000-an. Apalagi para monster ini tidak


sepintar manusia.


Arnold melesat kedepan dengan


cepat dan mengayunkan pedangnya. Ia menyerahkan bagian belakangnya kepada


ayahnya. Arnold dengan cepat menyerang monster itu, tapi monster itu dengan


sigap menahanya dengan lenganya sehingga membuat tangan monster itu putus


akibat serangan Arnold. Melihat temannya terluka, Giant Cyclops yang lain


langsung menyerang Arnold dengan memukulnya menggunakan senjata yang terbentuk dari


Batu kearah Arnold.


WUSH!


KRAK!!


Terdengar suara dari ayunan yang


dihasilkan monster itu, untungnya Arnold langsung melompat kebelakang saat itu,


jika tidak luka yang ia terima pasti sangat parah. Ketika monstr itu melkukan


ayunan, saat itu sebuah celah terlihat. Arnold dengan cepat berlari kearah


Monster itu dan ingin melakukan serangan, tapi kawannya yang lain menyerang


Arnold yang berlari kearah itu. Monster ini menyerangnya dengan menghantamkan


senjatanya ketanah.


Arnold dengan sigap menghindari serangan


itu, tapi Arnold tidak melompat jauh ia hanya berdiri tepat disamping senjata


Monster itu. Ini adalah kesempatan yang ditunggu Arnold, ia kemudian memasang


senyum merendahkan kearah Monster itu. Giant Cylops yang melihat itu semakin


kesal, ia mengayunan senjatanya kearah Arnold dengan sangata kuat. Ksempatan


yang  Arnold tunggu adalah membiarkan


sesame Cyclops ini saling membunuh.


Serangan monster itu berhasil


Arnold hindari, Monster itu tidak tahu jika araha serangannya itu juga searah


dengan kawannya yang Kesakitan.


BOOM!


Serangan itu tepat dibagian perut


monster yang kesakitan, karena terlalu kuat, monster yang terkena itu langsung


mati.


“heheh, untunglah dia tidak sadar sebelumnya.” Pikir Arnold.