
Mereka pun melesat dengan cepat
kembali ke bagian depan cabang itu. Ketika mereka dalam perjalanan, monster yang mereka lawan tidak banyak,
sehingga hanya beberapa jam mereka sudah sampai di bagian depan kedua cabang.
“Baiklah, kita akan beristirahat
sebentar. “ ucap Ayah Arnold.
““Baik tuan.”” Balas para
pemimpin.
“oh iya, bukankah seharunya ada
pekerja dan beberapa prajurit disini mengerjakan tembok itu?” Tanya Ayah
Arnold.
“Benar tuan, tapi karena kita akan
melakukan penjelajahan, saya menyuruh mereka menunda pengerjaan tembok itu.
Saya takut jika ada monster yng berlari kearah mereka ketika terjadi
pertempuran.” Ucap Shin.
“Begitu ya, kerja bagus sudah
memikirkan itu Shin.” Balas Ayah Arnold.
“Terimakasih tuan.” Balasnya.
“Yah, aku masuk duluan ya bersama
dengan Azka dan Frey untuk mengawasi monster didalam.” Ucap Arnold yang
menghampiri Ayahnya.
“baiklah nak, tapi
berhati-hatilah.” Balas Ayahnya.
“ya, kalian bisa memasuki ruangan
setelah satu jam beristirahat.” Ucap Arnold sambil memasuki ruangan itu.
“ya.” Balas Ayahnya.
Arnold memasuki ruangan itu
bersama dengan Azka dan Frey. Arnold sengaja memasuki ruangan itu lebih dulu
untuk memantau monster yang ada disana. Meski ia membawa Azka, jika segerombol
monster peringkat SS menyerang sekaligus bisa membuatnya kesusahan.
“System apa kau mengetahui tentang
dungeon?” tanya Arnold.
[ya master, tapi hanya memiliki
informasi sedikit tentang hal itu, karena dungeon sangat jarang ada di benua
lain selain benua iblis.]
“Begitu ya, kalau begitu menurutmu
bagaimana cara kerja Dungeon?” tanya Arnold.
[ menurut yang saya ketahui, dungeon
sebelumnya diciptakan oleh iblis yang memiliki kekuatan yang hebat. Biasanya
dungeon menandakan sebuah tingkat kekuatan iblis. Jika lantainya cabangnya
semakin banyak maka tingkat kekuatannya semakin tinggi.]
“Jika begitu, untuk dungeon ini
ditingkat apa?” tanya Arnold.
[untuk dungeon bercabang dua ini,
ditingkat iblis Rank SS.]
“Tapi mengapa Azka bilang ada
Monster peringkat SSS dibagian ini?” Tanya Azka.
[hal itu disebabkan karena inti
dungeon sudah menyrap sangat banyak Master. Jika saya lihat dungeon ini sudah
berada disini sekitar ratusan tahun, jadi tingkat monster juga meningkat sesuai
dengan serapan inti dungeon.]
“Lalu bagaimana dengan iblisnya?”
tanya Arnold.
[Karena dungeon ini sudah ada
sejak lama, kemungkinan iblisnya sudah mati atau meninggalkan dungeon ini dan
pergi kewilayahnya untuk membuat dungeon baru, karena mana kegelapan disekitar
sini hanya sedikit Master]
“Begitu ya, terimakasih system.”
Ucap Arnold.
[Sama-sama Master, sudah menjadi
tugas saya melayani anda.]
“system ini sangat baik.” Pikir arnold.
Arnold pun mulai mengawasi keadaan
sekitar. Monster-monster yang ada disana semuanya adalah Giant Cyclops. seperti
yang dikatakan system monster ini awalnya hanyal monster Rank A Cylops. Karena
emakin banyak yang diserap inti dungeon monster ini menjadi semakin kuat dan
besar.
Sejam sudah berlalu, monster yang
Arnold lihat hanyalah Peringkat SS, belum ada pergerakan sama sekali dari bos
dungeon ini. Ketika Arnold sedang mengawasi, ayahnya dan yang lain datang
memasuki ruangan itu dan menuju tempat Arnold.
“Hey Nak, bagaimana?” tanya Ayah
Arnold yang membuat arnold sedikit terkejut,
“ah, kalian ya. Semuanya baik-baik
saja yah. Mungkin akan sedikit sulit bagi kita menuju Inti dungeon. Karena
monster yang kita lawan semuanya diRank SS.” Jelas Arnold.
“Begitu ya, ini memang sulit.”
Ucap Sova.
“Kalau begitu apa rencana mu nak?”tanya
“menurutku lebih baik kita
melakukan serangan seperti sebeumnya, pengguna jarak dekat akan maju dibagian
depan dan pengguna serangan jarak jauh akan membantu dari belakang. Tapi ingat
ketika bertarung setiap orang harus memiliki pasangan, aku dengan ayah, paman
Sova dengan Paman Kelvin, Azka dengan Fey, paman Shin dengan Bibi Sera. Agar
masing-masing dari kita tidak mengkawatirkan bagian belakang. Setelah selesai mengalahan satu kelompok
monster kita akan beristirahat sebentar untuk mengisi tenaga.” Jelas Arnold.
“Begitu ya, mungkin dengan
Strategimu ini berguna.” Ucap ayah Arnold. “ Apa kalian ada pendapat lagi?”
sambungnya.
“Jika begitu, bagaimana jika salah
satu diantara kita terluka atau kehabisan mana?” tanya Sera.
“Ah, untung bibi mengingatkannya.
Ini adalah Air sihir yang ada didanau tadi, air ini berfungsi sebagai penyembuh
jika ada diantara kita yang terluka. Dan untuk mana, apa kalian masih memiliki
ramuan pengisi mana?” tanya Arnold.
“Aku masih ada sepuluh botol
lagi.” Ucap Sova.
“Aku dan sera masih mempunyai empat botol, karena kami menggunakan mana
untuk menyerang.” Ucap Shin.
“Aku juga sama dengan Sova.” Ucap
Kelvin.
“Ayah masih ada delapan lagi.”
Ucap Ayah Arnold.
“ Baguslah, mungkin itu cukup.
Untuk paman Shin dan Bibi Sera, aku masih memiliki lima puluh mana potion, jadi
aku beri kalian berdua tiga puluh, untun waktu itu aku membeli banyak.” Ucap
Arnold.
“Terimakasih tuan muda.” Ucap Shin
dan Sera bersamaan.
“Ya, kalau begitu apa kalian sudah
bersiap?” ucap Arnold.
“Ya!” balas mereka semua.
“Kalau begitu ayo kita berusaha
semaksimal mungkin.” Ucap Arnold.
Mereka kemudian bergerak maju
menuju inti dungeon. Baru sebentar mereka berjalan, Puluhan giant Cylops sudah
mereka jumpai. Mereka pun kemudian melesat maju untuk menghabisi monster itu
cepat mungkin.
Arnold dan ayahnya mengambil
bagian kanan, disitu terdapa sekitar Lima belas Cyclops. Meski begitu mereka
berdua tidak kesusahan, apalagi Arnold sudah hampir mencapai peringkat SSS dan
ayah Arnold berada diperingat SS dengan poin 17.000 sedangkan untuk para Giant
Cylops masih berada di sekitar poin 15.000-an. Apalagi para monster ini tidak
sepintar manusia.
Arnold melesat kedepan dengan
cepat dan mengayunkan pedangnya. Ia menyerahkan bagian belakangnya kepada
ayahnya. Arnold dengan cepat menyerang monster itu, tapi monster itu dengan
sigap menahanya dengan lenganya sehingga membuat tangan monster itu putus
akibat serangan Arnold. Melihat temannya terluka, Giant Cyclops yang lain
langsung menyerang Arnold dengan memukulnya menggunakan senjata yang terbentuk dari
Batu kearah Arnold.
WUSH!
KRAK!!
Terdengar suara dari ayunan yang
dihasilkan monster itu, untungnya Arnold langsung melompat kebelakang saat itu,
jika tidak luka yang ia terima pasti sangat parah. Ketika monstr itu melkukan
ayunan, saat itu sebuah celah terlihat. Arnold dengan cepat berlari kearah
Monster itu dan ingin melakukan serangan, tapi kawannya yang lain menyerang
Arnold yang berlari kearah itu. Monster ini menyerangnya dengan menghantamkan
senjatanya ketanah.
Arnold dengan sigap menghindari serangan
itu, tapi Arnold tidak melompat jauh ia hanya berdiri tepat disamping senjata
Monster itu. Ini adalah kesempatan yang ditunggu Arnold, ia kemudian memasang
senyum merendahkan kearah Monster itu. Giant Cylops yang melihat itu semakin
kesal, ia mengayunan senjatanya kearah Arnold dengan sangata kuat. Ksempatan
yang Arnold tunggu adalah membiarkan
sesame Cyclops ini saling membunuh.
Serangan monster itu berhasil
Arnold hindari, Monster itu tidak tahu jika araha serangannya itu juga searah
dengan kawannya yang Kesakitan.
BOOM!
Serangan itu tepat dibagian perut
monster yang kesakitan, karena terlalu kuat, monster yang terkena itu langsung
mati.
“heheh, untunglah dia tidak sadar sebelumnya.” Pikir Arnold.