
"Kerja bagus Maggie, ternyata kamu sudah tambah
kuat." Ucap Arnold sambil mendatangi tempat Maggie.
"Hehe, makasih Ar. Tapi ini masih belum cukup, agar aku
bisa bersama mu." Balas Maggie.
"Yeah, tapi semakin lama kamu akan semakin kuat."
Ucap Arnold.
"Ya." Balas Maggie.
"Kalau begitu, sisanya mari kita ambil Mana core dari
monster itu." Ucap Arnold.
"Mana core? Emangnya goblin ada mana core?" Tanya
Maggie.
"Bukankah setiap makhluk hidup memiliki mana
core??" Tanya Arnold balik
[Jawab master, tidak semua monster memiliki mana, karena
mama core tercipta dari sihir yang terkumpul dalam jumlah yang banyak.]
"Hmm begitu ya. Terimakasih system." Ucap Arnold
dengan telepati.
"Tidka semua Ar, biasanya monster Rank C kebawah tidak
memiliki mana core." Jawab Maggie.
"Begitu ya, baiklah. Kalau begitu mari kita lanjutkan
perjalanan kita." Ucap Arnold.
Mereka pun kembali kekereta kuda dan melanjutkan perjalanan
semakin kedalam hutan. Selama perjalanan rombongan Arnold semakin banyak
menemui monster. Apalagi monster yang mereka temui sudah berada di rank B ke
atas. Meski begitu, setiap pertarungan
masih dilakukan oleh Maggie. Tapi ketika keadaan tidak terlalu baik, Arnold
akan membantu Maggie.
Hari terus berlalu, tak terasa mereka sudah seminggu didalam
hutan itu. Saat ini mereka sedang beristirahat karena waktu sudah semakin
malam. Biasanya Azka akan menjaga keadaan ketika malam tiba, karena ketika
siang, Azka hanya tidur saja didalam kereta.
"Hey Azka, apa kau tidak masalah menjaga kami
sendiri?" Tanya Maggie.
"Tenang saja, jika aku mau aku bisa menghancurkan
seluruh hutan ini." Balas Azka dengan sombong.
"Ia juga ya. Kalau begitu semangat lah." Balas
Maggie.
"Ya, beristirahatlah dengan tenang karena besok kau
akan berlatih lagi." Ucap Azka.
Maggie pun beristirahat didalam tenda yang sudah mereka
siapkan.
"Wanita yang baik." Ucap Azka ketika melihat
Maggie yang sudah tertidur.
"Kau sangat beruntung Ar." Sambungnya.
"Ya, aku sangat beruntung." Balas Arnold yang
memecah suasana.
"Uh, kau membuatku terkejut." Ucap Azka yang
sedikit terkejut.
"Hahaha, maaf-maaf." Balas Arnold.
"Apa yang kau lakukan disini? Bukankah seharunya kau
beristirahat?" Tanya Azka.
"Aku belum merasa lelah." Jawab Arnold sambil
duduk disamping Azka.
"Hey Azka, apa menurutmu membiarkan Maggie berlatih
sekeras ini baik?" Tanya Arnold.
"Apa maksudmu Ar?" Tanya Azka balik.
"Aku hanya tidak tega melihat Maggie berlatih sekeras
itu. Terkadang dia merasakan sakit saat terkena serangan. Aku tidak tega."
Jelas Arnold.
"Tenang saja Ar, Maggie melakukan semua ini karena ia
ingin berdiri disampingmu. Karena itu, kau pun harus kuat untuk dapat
melindunginya." Balas Azka.
"Ya kau benar." Ucap Arnold.
Mereka pun berbicara banyak hal saat itu. Ya meski
kebanyakan hal yang tidak berguna. Setelah lama berbicara Arnold pun merasa
letih dan ingin beristirahat.
"Ah, aku sudah mulai ngantuk. Aku beristirahat dulu
ya." Ucap Arnold.
"Ya, beristirahat lah." Balas Arnold.
"Oh iya, aku tidak melihat Frey sejak tadi, dimana
dia?"Tanya Arnold.
"Kurasa dia sedang memeriksa bagian sekitar. Tenang
saja, tidak ada monster dihutan ini yang bisa mengalahkannya. Nanti dia akan
kembali." Ucap Azka.
"Ya kau benar. Kalau begitu, jagalah kami ya."
Ucap Arnold yang kemudian bergegas kearah tendanya yang tepat berada disamping
tenda Maggie.
.
Hari pun berlalu, terlihat mentari pagi mulai menunjukkan
sedikit cahayanya. Arnold yang sudah terbiasa bangun sebelum mentari bersinar,
saat ini masih terlelap tidur, Sedangkan Maggie sudah bangun dan keluar dari
lihat. Dengan cepat ia masuk kedalam tenda Arnold dan membangunkannya.
"Ar,Ar bangun lah, ini darurat Ar." Ucap Maggie
sambil menggoyangkan tubuh Arnold.
"Emm, Maggie, ada apa?" Tanya Arnold yang masih
setengah sadar.
"Bangunlah Ar, lihatlah diluar." Ucap Maggie.
"Emangnya ada apa diluar?" Tanya Arnold.
"Uh.., aku melihat seorang manusia yang berlumur darah
diluar." Ucap Maggie.
"Benarkah? Lalu dimana Azka dan Frey?" Tanya
Arnold.
"Aku tidak melihat mereka." Balas Maggie.
Mendengar hal itu Arnold pun keluar dari tenda bersama
Maggie.
"Maggie, berhati-hatilah.." Ucap Arnold.
"Ya." Balas Maggie.
Mereka pun mendekati manusia yang tergeletak didekat tempat
itu dengan pelan-pelan. Arnold masih merasa bingung dengan hal itu. Karena ia
merasa jika tidak mungkin ada manusia yang bisa melawan kedua partnernya.
Arnold pun memeriksa orang itu, setelah ia periksa, ternyata manusia itu masih
dalam keadaan hidup. Tapi dalam keadaan kritis.
"Maggie, bisakah kamu menggunakan sihir penyembuhan
untuk Pria ini?" Tanya Arnold.
"Ya, aku bisa." Ucap Maggie tanpa menanyakan
alasan Arnold.
"Azka,Frey, dimana kalian saat ini? Apa kalian
baik-baik saja?" Tanya Arnold menggunakan telepati.
"Ah, Ar, maaf kami belum memberitahumu, saat ini kami
sedang dalam perjalanan ketempat itu. Nanti akan kami ceritakan semuanya."
Balas Azka.
"Baiklah, kalau begitu berhati-hatilah." Ucap
Arnold.
Tak butuh waktu lama, Azka dan Frey sudah sampai ditempat
Arnold dan Maggie. Terlihat ada diatas punggung Frey beberapa manusia.
"Hey, dari mana saja kalain? Dan siapa yang ada di
punggung Frey itu?" Tanya Arnold.
"Ah, maaf, kami tadi dari sarang monster. Kami kesana
menyelamatkan manusia ini." Ucap Azka.
"Tunda dulu penjelasaannya, lebih baik kita periksa
dulu manusia yang kalian bawa tadi." Ucap Arnold.
"Ya, keselamatan mereka lebih penting." Balas
Azka.
Lalu Arnold memeriksa semua orang yang dibawa Frey. Dari
semua orang yang dibawa Frey, hanya dua yang masih memiliki denyut nadi.
Seorang wanita berumur dua puluhan dan seorang anak perempuan sekitar empat
tahun.
"Huh, sayangnya hanya mereka berdua yang selamat."
Ucap Arnold dengan nada sedih.
"Ah, kami datang sedikit terlambat." Balas Azka
yang sedikit murung.
"Tidak-tidak, karena kalian masih ada yang selamat.
Nanti kita tanyakan mengapa mereka ada disarang monster itu setelah mereka
siuman." Ucap Arnold.
" Lalu Bisa kau jelaskan semuanya?" Sambung
Arnold.
"Baiklah. Kau ingatkan semalam Frey tidak ada disini
dan memeriksa area sekitar. Semalam ketika sedang memeriksa, Frey berjumpa
dengan manusia itu." Ucap Frey yang menunjuk manusia yang sedang
disembuhkan.
“Ya, lalu?” Tanya Arnold.
“Karena Frey itu terluka parah, ia membawanya kesini untuk
aku sembuhkan. Ketika aku menyembuhkannya, manusia itu mengatakan jika masih
ada manusia yang ditawan disarang monster itu. Manusia itu meminta tolong
dengan tenaga yang ia miliki. Karena itulah tadi subuh, aku dan Frey pergi
kesarang monster itu untuk menyelamatkan manusia. Itu adalah sarang Goblin
dengan beberapa pasukan Rank C dan Rank A yaitu jendral goblin. Dengan pemimpin
BerRank S. Lalu kami dengan cepat menyelamatkan manusia yang masih memiliki
nafas tetapi semua yang hidup dalam eadaan kritis. Padahal aku sudah memberi
pertolongan untuk mereka, tapi masih saja ada yang tidak selamat.” Jelas Azka
“Begitu ya, kerja bagus kalian semua. Kalau begitu aku akan
mengubur yang sudah meninggal dulu.” Ucap Arnold.
Arnold pun mengubur mayat-mayat itu dengan satu kuburan
masal. Karena Arnold merasa kasihan jika mereka mayat-mayat ini akan di menjadi
makanan bagi monster. Sebelum menguburkan mayat itu, Arnold mencari tanda
pengenal mereka untuk memberitahu kondisi mereka kepada keluarganya.
“Ternyata mereka semua
adalah petualang dari ibukota ya.” Pikir Arnold.
“Ar, kemarilah, Para korban itu sudah mulai sadar.” Ucap
Maggie memanggil.