Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 47:KEJADIAN BARU



"Kerja bagus Maggie, ternyata kamu sudah tambah


kuat." Ucap Arnold sambil mendatangi tempat Maggie.


"Hehe, makasih Ar. Tapi ini masih belum cukup, agar aku


bisa bersama mu." Balas Maggie.


"Yeah, tapi semakin lama kamu akan semakin kuat."


Ucap Arnold.


"Ya." Balas Maggie.


"Kalau begitu, sisanya mari kita ambil Mana core dari


monster itu." Ucap Arnold.


"Mana core? Emangnya goblin ada mana core?" Tanya


Maggie.


"Bukankah setiap makhluk hidup memiliki mana


core??" Tanya Arnold balik


[Jawab master, tidak semua monster memiliki mana, karena


mama core tercipta dari sihir yang terkumpul dalam jumlah yang banyak.]


"Hmm begitu ya. Terimakasih system." Ucap Arnold


dengan telepati.


"Tidka semua Ar, biasanya monster Rank C kebawah tidak


memiliki mana core." Jawab Maggie.


"Begitu ya, baiklah. Kalau begitu mari kita lanjutkan


perjalanan kita." Ucap Arnold.


Mereka pun kembali kekereta kuda dan melanjutkan perjalanan


semakin kedalam hutan. Selama perjalanan rombongan Arnold semakin banyak


menemui monster. Apalagi monster yang mereka temui sudah berada di rank B ke


atas.  Meski begitu, setiap pertarungan


masih dilakukan oleh Maggie. Tapi ketika keadaan tidak terlalu baik, Arnold


akan membantu Maggie.


Hari terus berlalu, tak terasa mereka sudah seminggu didalam


hutan itu. Saat ini mereka sedang beristirahat karena waktu sudah semakin


malam. Biasanya Azka akan menjaga keadaan ketika malam tiba, karena ketika


siang, Azka hanya tidur saja didalam kereta.


"Hey Azka, apa kau tidak masalah menjaga kami


sendiri?" Tanya Maggie.


"Tenang saja, jika aku mau aku bisa menghancurkan


seluruh hutan ini." Balas Azka dengan sombong.


"Ia juga ya. Kalau begitu semangat lah." Balas


Maggie.


"Ya, beristirahatlah dengan tenang karena besok kau


akan berlatih lagi." Ucap Azka.


Maggie pun beristirahat didalam tenda yang sudah mereka


siapkan.


"Wanita yang baik." Ucap Azka ketika melihat


Maggie yang sudah tertidur.


"Kau sangat beruntung Ar." Sambungnya.


"Ya, aku sangat beruntung." Balas Arnold yang


memecah suasana.


"Uh, kau membuatku terkejut." Ucap Azka yang


sedikit terkejut.


"Hahaha, maaf-maaf." Balas Arnold.


"Apa yang kau lakukan disini? Bukankah seharunya kau


beristirahat?" Tanya Azka.


"Aku belum merasa lelah." Jawab Arnold sambil


duduk disamping Azka.


"Hey Azka, apa menurutmu membiarkan Maggie berlatih


sekeras ini baik?" Tanya Arnold.


"Apa maksudmu Ar?" Tanya Azka balik.


"Aku hanya tidak tega melihat Maggie berlatih sekeras


itu. Terkadang dia merasakan sakit saat terkena serangan. Aku tidak tega."


Jelas Arnold.


"Tenang saja Ar, Maggie melakukan semua ini karena ia


ingin berdiri disampingmu. Karena itu, kau pun harus kuat untuk dapat


melindunginya." Balas Azka.


"Ya kau benar." Ucap Arnold.


Mereka pun berbicara banyak hal saat itu. Ya meski


kebanyakan hal yang tidak berguna. Setelah lama berbicara Arnold pun merasa


letih dan ingin beristirahat.


"Ah, aku sudah mulai ngantuk. Aku beristirahat dulu


ya." Ucap Arnold.


"Ya, beristirahat lah." Balas Arnold.


"Oh iya, aku tidak melihat Frey sejak tadi, dimana


dia?"Tanya Arnold.


"Kurasa dia sedang memeriksa bagian sekitar. Tenang


saja, tidak ada monster dihutan ini yang bisa mengalahkannya. Nanti dia akan


kembali." Ucap Azka.


"Ya kau benar. Kalau begitu, jagalah kami ya."


Ucap Arnold yang kemudian bergegas kearah tendanya yang tepat berada disamping


tenda Maggie.


.


Hari pun berlalu, terlihat mentari pagi mulai menunjukkan


sedikit cahayanya. Arnold yang sudah terbiasa bangun sebelum mentari bersinar,


saat ini masih terlelap tidur, Sedangkan Maggie sudah bangun dan keluar dari


lihat. Dengan cepat ia masuk kedalam tenda Arnold dan membangunkannya.


"Ar,Ar bangun lah, ini darurat Ar." Ucap Maggie


sambil menggoyangkan tubuh Arnold.


"Emm, Maggie, ada apa?" Tanya Arnold yang masih


setengah sadar.


"Bangunlah Ar, lihatlah diluar." Ucap Maggie.


"Emangnya ada apa diluar?" Tanya Arnold.


"Uh.., aku melihat seorang manusia yang berlumur darah


diluar." Ucap Maggie.


"Benarkah? Lalu dimana Azka dan Frey?" Tanya


Arnold.


"Aku tidak melihat mereka." Balas Maggie.


Mendengar hal itu Arnold pun keluar dari tenda bersama


Maggie.


"Maggie, berhati-hatilah.." Ucap Arnold.


"Ya." Balas Maggie.


Mereka pun mendekati manusia yang tergeletak didekat tempat


itu dengan pelan-pelan. Arnold masih merasa bingung dengan hal itu. Karena ia


merasa jika tidak mungkin ada manusia yang bisa melawan kedua partnernya.


Arnold pun memeriksa orang itu, setelah ia periksa, ternyata manusia itu masih


dalam keadaan hidup. Tapi dalam keadaan kritis.


"Maggie, bisakah kamu menggunakan sihir penyembuhan


untuk Pria ini?" Tanya Arnold.


"Ya, aku bisa." Ucap Maggie tanpa menanyakan


alasan Arnold.


"Azka,Frey, dimana kalian saat ini? Apa kalian


baik-baik saja?" Tanya Arnold menggunakan telepati.


"Ah, Ar, maaf kami belum memberitahumu, saat ini kami


sedang dalam perjalanan ketempat itu. Nanti akan kami ceritakan semuanya."


Balas Azka.


"Baiklah, kalau begitu berhati-hatilah." Ucap


Arnold.


Tak butuh waktu lama, Azka dan Frey sudah sampai ditempat


Arnold dan Maggie. Terlihat ada diatas punggung Frey beberapa manusia.


"Hey, dari mana saja kalain? Dan siapa yang ada di


punggung Frey itu?" Tanya Arnold.


"Ah, maaf, kami tadi dari sarang monster. Kami kesana


menyelamatkan manusia ini." Ucap Azka.


"Tunda dulu penjelasaannya, lebih baik kita periksa


dulu manusia yang kalian bawa tadi." Ucap Arnold.


"Ya, keselamatan mereka lebih penting." Balas


Azka.


Lalu Arnold memeriksa semua orang yang dibawa Frey. Dari


semua orang yang dibawa Frey, hanya dua yang masih memiliki denyut nadi.


Seorang wanita berumur dua puluhan dan seorang anak perempuan sekitar empat


tahun.


"Huh, sayangnya hanya mereka berdua yang selamat."


Ucap Arnold dengan nada sedih.


"Ah, kami datang sedikit terlambat." Balas Azka


yang sedikit murung.


"Tidak-tidak, karena kalian masih ada yang selamat.


Nanti kita tanyakan mengapa mereka ada disarang monster itu setelah mereka


siuman." Ucap Arnold.


" Lalu Bisa kau jelaskan semuanya?" Sambung


Arnold.


"Baiklah. Kau ingatkan semalam Frey tidak ada disini


dan memeriksa area sekitar. Semalam ketika sedang memeriksa, Frey berjumpa


dengan manusia itu." Ucap Frey yang menunjuk manusia yang sedang


disembuhkan.


“Ya, lalu?” Tanya Arnold.


“Karena Frey itu terluka parah, ia membawanya kesini untuk


aku sembuhkan. Ketika aku menyembuhkannya, manusia itu mengatakan jika masih


ada manusia yang ditawan disarang monster itu. Manusia itu meminta tolong


dengan tenaga yang ia miliki. Karena itulah tadi subuh, aku dan Frey pergi


kesarang monster itu untuk menyelamatkan manusia. Itu adalah sarang Goblin


dengan beberapa pasukan Rank C dan Rank A yaitu jendral goblin. Dengan pemimpin


BerRank S. Lalu kami dengan cepat menyelamatkan manusia yang masih memiliki


nafas tetapi semua yang hidup dalam eadaan kritis. Padahal aku sudah memberi


pertolongan untuk mereka, tapi masih saja ada yang tidak selamat.” Jelas Azka


“Begitu ya, kerja bagus kalian semua. Kalau begitu aku akan


mengubur yang sudah meninggal dulu.” Ucap Arnold.


Arnold pun mengubur mayat-mayat itu dengan satu kuburan


masal. Karena Arnold merasa kasihan jika mereka mayat-mayat ini akan di menjadi


makanan bagi monster. Sebelum menguburkan mayat itu, Arnold mencari tanda


pengenal mereka untuk memberitahu kondisi mereka kepada keluarganya.


“Ternyata mereka semua


adalah petualang dari ibukota ya.” Pikir Arnold.


“Ar, kemarilah, Para korban itu sudah mulai sadar.” Ucap


Maggie memanggil.