Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 22: PERTARUNGAN DI IBUKOTA



Ibukota sat ini sedang diserang oleh pemberontak yang


menyummon monster-monster. Semua orang yang memiliki kekuatan saat ini sedang


melawan serangan itu. Begitu juga setiap pasukan setiap bangasawan yang


datang ke ibukota. Mereka bertarung untuk melindungi ibukota dan melindungi


orang yang tidak memiliki kekuatan.


Pasukan dari Baron Lawsdansky juga ikut bertarung. Sebelum


terjadi pertarungan, pasukan yang dipimpin oleh Kelvin sedang berada di mansion


Baron Lawsdansky. Ketika mereka sedang bersantai, tiba-tiba mereka mendengar


ada ledakan yang terjadi di ibukota. Karena mereka memiliki keinginan yang kuat


untuk melindungi keluarga Baron Lawsdansky, mereka langsung bergerak maju ke


lokasi kejadian.


Disepanjang perjalanan mereka sering kali menemui


monster-monster berperingkat B dan A, Sepeti Red Wolf, Dark Wold, Orc, Wild Bear


dan banyak monster yang lain. Meski monster itu bukan ancaman, tapi itu


menhambar mereka untuk sampai ke Lokasi tuan mereka. Setelah beberapa lama


bertarung mereka sampai ke Ibukota, Mereka melihat Nyonya Lawsdansky dan Tuan


Amos.


“Nyonya, Tuan Muda Amos!!” Teriak Kelvin memanggil.


“Ah paman Kelvin.” Dengar Amos yang kemudian ketempat Kelvin


bersama Ibunya.


“Dimana Tuan Muda Arnold dan Tuan Brimsotne?” Tanya Kelvin.


“Ayah dan kakak sedang bertarung melawan monster.” Jawab


Amos.


“Jika begitu, apakah kami harus membantu atau menjaga tuan


muda da Nyonya?” Tanya Kelvin.


“Tenang saja Kelvin,


kakak dan ayah pasti bisa menjaga diri dan kami juga dijaga oleh Jendral


kerajaan. Lebih baik kalian semua membasmi monster-monster disekitar sini.”


Ucap Amos.


“Benar Kelvin, Kalian lebih baik membantu prajurit-prajurit


disini, tampaknya mereka kewalahan.” Ucap Ibunya.


“Baiklah, Tuan Muda, Nyonya.  Kalau begitu kami permisi” Ucap Kelvin.


“Baiklah paman, berhati-hatilah.” Balas Amos.


“BAIKLAH SEMUANYA,


KITA AKAN MEMBANTU MEMBASMI MONSTER YANG ADA DISEKITAR SINI SEPERTI YANG


DIPERINTAHKAN TUAN. KALIAN MENGERTI?” tegas Kelvin memberi perintah kepada


pasukannya.


““BAIK PAK.”” Ucap mereka dengan semangat.


Mereka kemudian mulai melakukan tugas mereka. Mereka mulai


menyerang monster-monster yang berada didekat situ. Mereka membagi anggota


menjadi lima tim. Dan mulai berpencar dikeliling Istana. Mereka dengan cepat


mengalahkan monster-monster disekitar itu karena jumlahnya yang tidak terlalu


banyak dibandingkan  ditengah ibukota. Banyak


prajurit yang tekejut dengan kekuatan mereka. Wajar jika para prajurit


terkejut, karena kekuatan pasukan yang dibawa baron Lawsdansky sudah mencapai


peringkat S dan untuk Kelvin sudah peringkat SS. Sehingga monster itu bukanlah


halangan bagi mereka.


Setelah selesai mengalahkan monster yang berada didekat


istana mereka kemudian bergerak menuju ke tengah ibukota dimana pangeran


Charles dan yang lain berada.


“PASUKAN BARON LAWSDANSKY DATANG MEMBANTU.” Teriak Kelvin.


“pasukan baron


Lawsdansky? Bukankah itu pasukan dari keluarga Arnold.” Pikir Pangran


Charles.


“Terimakasih banuannya. Saya Charles Aggrasia, pangeran


kerajaan ini.” Ucap Charles memperkenalkan diri.


“AH, Maaf saya sudah lancang Yang Mulia,.” Ucap Kelvin


sambil bersujud dengan kaki ditekuk bersama anggotanya yang lain.


“berdirilah. Kita saat ini sedang di tengah peperangan,


lebih baik kita bersiap…” ucap Charles yang bingung memanggil Kelvin dengan


apa.


“Kelvin, pangeran dapat memanggil saya dengan Kelvin.”  Kata Kelvin.


“Baiklah Paman Kelvin. Paman dan pasukan paman bisa membantu


kami menyerang monster itu .” balas Charles.


“Baiklah yang mulia,.” Ucap Kelvin “ Baiklah semuanya kalian


sudah dapat membasmi monster-monster ini.” Sambungnya


“Membasmi?” pikir


Charles dengan bingung.


Setelah mendengar perintah dari Kelvin, para pasukan


langusung berlari menyerang ssemua monster yang ia temui. Semua orang yang


disekitar itu terkejut karena para pasukan dengan mudah membunuh


monster-monster itu.


“Paman Kelvin, tadi paman bilang kalau paman dari pasukan


Baron Lawsdansky, kan? Apakah paman mengenal Arnold?” tanya pangeran kepada


“Ya yang mulia. Saya mengenal Tuan Muda, oh iya, apakah yang


mulia tau dimana Tuan Muda berada?” Tanya Kelvin.


“Arnold saat ini sedang bersama raja dan bangsawan yang lain


melawan monster Rank SS.” Jawab Charles.


“Begitu ya, kalau begitu Tuan Muda pasti baik-baik saja.”


Balas Kelvin.


“Mengapa paman begitu percaya jika Arnold baik-baik saja?”


Tanya Charles


“Karena Tuan Muda itu kuat, tuan muda selama ini sudah


berlatih dan berpetualang di Hutan Kematian. Tuan muda juga yang membuat kami


menjadi lebih kuat.” Jelas Kelvin.


“Begitu ya. Pantas saja kalian semua kuat-kuat.” Balas


Charles.


Setelah selesai berbicara, mereka kemudian melanjutkan


pertarungan melawn monster itu. Karena bantuan dari Pasukan Baron Lawsdansky,


mereka lebih mudah mengalahkan monster-monster itu.


.


Saat ini arnold dan ayahnya sedang bertarung melawan


Chimera, berbeda dengan Arnold, ayahnya sedikit kesulitan karena masih ada


perbedaan kekuatan antara ayahnya dengan chimera. Mereka bertarung dengan


sangat hati-hati agar mereka tidak terkena serangan racun dari ekor Chimera.


Frey dari jarak jauh melakukan serangan sihirnya MAGIC OF WIND: THOUSAND OF SLICE. Shir itu berbentuk pusaran angin yang mencabik-cabik Chimera. Karena kekuatan Frey yang udah meningkat sejak


terakhir kali melawan Chimera, sihir anginnya dapat langsung memotong ekor


Chimera itu


Ayah arnold yang melihat itu terkejut, karena Frey lebih


kuat dari dirinya. Bukan hanya ayahnya, Arnold juga, karena terakhir kali


serangan dari Frey hanya mengalihkan ekornya saja, tapi sekarang dapat langsung


memotong ekor itu.


Setelah ekornya patah, dua Chimera itu merasakan kesakitan


yang teramat parah, chimera itu kemudian menyerang secara membabi buta kesegala


arah. Arnold yang melihat itu langsung menyuruh ayahnya untuk mundur bersama.


“Yah, Monster ini sudah memiliki titik buta, karena itu ayah


sudah bisa melakukan serangan terkuat ayah tanpa harus menahan diri lagi.” Ucap


Arnold.


“Jika begitu ayah tidak akan sungkan.” Balas Ayahnya.


Ayah arnold kemudain memegan pedangnya dengan erat dan


sedikit konstrasi. Ia mengalirkan mana kepedangnnya, bukan hanya mana ia juga


menambahkan sedikit sihir kedalam pedangnya itu. Hal itu dipelajari ayahnya


setelah selesai berlatih dengan Arnold. Ia merasa jika mana bisa ditambahakan


kedalam pedang, maka sihir juga bisa agar menambah ketajam dari pedang itu.


Seketika ayah arnold juga melepaskan auranya, karena itu tubuh


ayahnya dipenuhi dengan aura merah bersama dengan pedangnya yang terdapat sihir


api disekitar pedang itu. Setelah selesai, ayah arnold langsung berlari kearah


Chimera dan melompat tinggi dan langsung menebasnya kearah Kepala Chimera.


SLASHH


KRAKK


Meski begitu kuat serangan yang ayahnya lancarkan, itu hanya


berefek sedikit, hanya membuat tanduk Chimera Retak karena kerasnya pertahan


dari tanduk Itu. Ayah arnold yang sadar akan kuatnya tanduk itu, ia kemudian


melakukan serangan lagi, tapi saat ini dia mlancarakan serangan itu kearah


leher Chimera.


SLAASSH


Serangan yang dilancarakan ayah arnold dapat membuat luka


yang cukup dalam ke Chimera. Hal itu membuat Chimera seketika kesakitan dan


tewas karena serangan itu.


Arnold tidak mau kalah dengan ayahnya, ia juga langsung


mempersiapkan serangannya dengan menanamkan mananya kesenjata itu. Sudah merasa


jika mana yang ditanamkan cukup, ia langsung berlari dengan kekuatan penuh


kearah Chimera. Hanya beberapa kedipan mata arnold sudah berada tepat disampin


Chimera yang langsung menebas tepat dibagian lehernya. Berbeda dengan ayahnya,


serangan Arnold dapat melepaskan kepala Chimra dari badannya dan dampak dari


serangan Arnold mengakibatkan bekas tebasan dibebrapa meter ditanah. Seketika


monster itu langsung Tewas, Ayah arnold yang melihat itu tersenyum kecut,


karena dia tidak menyangka jika serangan arnold bisa langsung memotong kepala


Chimera.


*Terimakasih teman-teman karna


sudah mau membaca karya saya yang tidak seberapa ini.


Saya akan lebih semangat untuk


menulis karya ini, semoga karya ini kedepannya dapat membuat teman-teman merasa


puas.


Jika ada yang merasa karya saya


kurang, mohon berikan komentar agar saya dapat memperbaiki kesalahan saya.


Selamat membaca.