
Ibukota sat ini sedang diserang oleh pemberontak yang
menyummon monster-monster. Semua orang yang memiliki kekuatan saat ini sedang
melawan serangan itu. Begitu juga setiap pasukan setiap bangasawan yang
datang ke ibukota. Mereka bertarung untuk melindungi ibukota dan melindungi
orang yang tidak memiliki kekuatan.
Pasukan dari Baron Lawsdansky juga ikut bertarung. Sebelum
terjadi pertarungan, pasukan yang dipimpin oleh Kelvin sedang berada di mansion
Baron Lawsdansky. Ketika mereka sedang bersantai, tiba-tiba mereka mendengar
ada ledakan yang terjadi di ibukota. Karena mereka memiliki keinginan yang kuat
untuk melindungi keluarga Baron Lawsdansky, mereka langsung bergerak maju ke
lokasi kejadian.
Disepanjang perjalanan mereka sering kali menemui
monster-monster berperingkat B dan A, Sepeti Red Wolf, Dark Wold, Orc, Wild Bear
dan banyak monster yang lain. Meski monster itu bukan ancaman, tapi itu
menhambar mereka untuk sampai ke Lokasi tuan mereka. Setelah beberapa lama
bertarung mereka sampai ke Ibukota, Mereka melihat Nyonya Lawsdansky dan Tuan
Amos.
“Nyonya, Tuan Muda Amos!!” Teriak Kelvin memanggil.
“Ah paman Kelvin.” Dengar Amos yang kemudian ketempat Kelvin
bersama Ibunya.
“Dimana Tuan Muda Arnold dan Tuan Brimsotne?” Tanya Kelvin.
“Ayah dan kakak sedang bertarung melawan monster.” Jawab
Amos.
“Jika begitu, apakah kami harus membantu atau menjaga tuan
muda da Nyonya?” Tanya Kelvin.
“Tenang saja Kelvin,
kakak dan ayah pasti bisa menjaga diri dan kami juga dijaga oleh Jendral
kerajaan. Lebih baik kalian semua membasmi monster-monster disekitar sini.”
Ucap Amos.
“Benar Kelvin, Kalian lebih baik membantu prajurit-prajurit
disini, tampaknya mereka kewalahan.” Ucap Ibunya.
“Baiklah, Tuan Muda, Nyonya. Kalau begitu kami permisi” Ucap Kelvin.
“Baiklah paman, berhati-hatilah.” Balas Amos.
“BAIKLAH SEMUANYA,
KITA AKAN MEMBANTU MEMBASMI MONSTER YANG ADA DISEKITAR SINI SEPERTI YANG
DIPERINTAHKAN TUAN. KALIAN MENGERTI?” tegas Kelvin memberi perintah kepada
pasukannya.
““BAIK PAK.”” Ucap mereka dengan semangat.
Mereka kemudian mulai melakukan tugas mereka. Mereka mulai
menyerang monster-monster yang berada didekat situ. Mereka membagi anggota
menjadi lima tim. Dan mulai berpencar dikeliling Istana. Mereka dengan cepat
mengalahkan monster-monster disekitar itu karena jumlahnya yang tidak terlalu
banyak dibandingkan ditengah ibukota. Banyak
prajurit yang tekejut dengan kekuatan mereka. Wajar jika para prajurit
terkejut, karena kekuatan pasukan yang dibawa baron Lawsdansky sudah mencapai
peringkat S dan untuk Kelvin sudah peringkat SS. Sehingga monster itu bukanlah
halangan bagi mereka.
Setelah selesai mengalahkan monster yang berada didekat
istana mereka kemudian bergerak menuju ke tengah ibukota dimana pangeran
Charles dan yang lain berada.
“PASUKAN BARON LAWSDANSKY DATANG MEMBANTU.” Teriak Kelvin.
“pasukan baron
Lawsdansky? Bukankah itu pasukan dari keluarga Arnold.” Pikir Pangran
Charles.
“Terimakasih banuannya. Saya Charles Aggrasia, pangeran
kerajaan ini.” Ucap Charles memperkenalkan diri.
“AH, Maaf saya sudah lancang Yang Mulia,.” Ucap Kelvin
sambil bersujud dengan kaki ditekuk bersama anggotanya yang lain.
“berdirilah. Kita saat ini sedang di tengah peperangan,
lebih baik kita bersiap…” ucap Charles yang bingung memanggil Kelvin dengan
apa.
“Kelvin, pangeran dapat memanggil saya dengan Kelvin.” Kata Kelvin.
“Baiklah Paman Kelvin. Paman dan pasukan paman bisa membantu
kami menyerang monster itu .” balas Charles.
“Baiklah yang mulia,.” Ucap Kelvin “ Baiklah semuanya kalian
sudah dapat membasmi monster-monster ini.” Sambungnya
“Membasmi?” pikir
Charles dengan bingung.
Setelah mendengar perintah dari Kelvin, para pasukan
langusung berlari menyerang ssemua monster yang ia temui. Semua orang yang
disekitar itu terkejut karena para pasukan dengan mudah membunuh
monster-monster itu.
“Paman Kelvin, tadi paman bilang kalau paman dari pasukan
Baron Lawsdansky, kan? Apakah paman mengenal Arnold?” tanya pangeran kepada
“Ya yang mulia. Saya mengenal Tuan Muda, oh iya, apakah yang
mulia tau dimana Tuan Muda berada?” Tanya Kelvin.
“Arnold saat ini sedang bersama raja dan bangsawan yang lain
melawan monster Rank SS.” Jawab Charles.
“Begitu ya, kalau begitu Tuan Muda pasti baik-baik saja.”
Balas Kelvin.
“Mengapa paman begitu percaya jika Arnold baik-baik saja?”
Tanya Charles
“Karena Tuan Muda itu kuat, tuan muda selama ini sudah
berlatih dan berpetualang di Hutan Kematian. Tuan muda juga yang membuat kami
menjadi lebih kuat.” Jelas Kelvin.
“Begitu ya. Pantas saja kalian semua kuat-kuat.” Balas
Charles.
Setelah selesai berbicara, mereka kemudian melanjutkan
pertarungan melawn monster itu. Karena bantuan dari Pasukan Baron Lawsdansky,
mereka lebih mudah mengalahkan monster-monster itu.
.
Saat ini arnold dan ayahnya sedang bertarung melawan
Chimera, berbeda dengan Arnold, ayahnya sedikit kesulitan karena masih ada
perbedaan kekuatan antara ayahnya dengan chimera. Mereka bertarung dengan
sangat hati-hati agar mereka tidak terkena serangan racun dari ekor Chimera.
Frey dari jarak jauh melakukan serangan sihirnya MAGIC OF WIND: THOUSAND OF SLICE. Shir itu berbentuk pusaran angin yang mencabik-cabik Chimera. Karena kekuatan Frey yang udah meningkat sejak
terakhir kali melawan Chimera, sihir anginnya dapat langsung memotong ekor
Chimera itu
Ayah arnold yang melihat itu terkejut, karena Frey lebih
kuat dari dirinya. Bukan hanya ayahnya, Arnold juga, karena terakhir kali
serangan dari Frey hanya mengalihkan ekornya saja, tapi sekarang dapat langsung
memotong ekor itu.
Setelah ekornya patah, dua Chimera itu merasakan kesakitan
yang teramat parah, chimera itu kemudian menyerang secara membabi buta kesegala
arah. Arnold yang melihat itu langsung menyuruh ayahnya untuk mundur bersama.
“Yah, Monster ini sudah memiliki titik buta, karena itu ayah
sudah bisa melakukan serangan terkuat ayah tanpa harus menahan diri lagi.” Ucap
Arnold.
“Jika begitu ayah tidak akan sungkan.” Balas Ayahnya.
Ayah arnold kemudain memegan pedangnya dengan erat dan
sedikit konstrasi. Ia mengalirkan mana kepedangnnya, bukan hanya mana ia juga
menambahkan sedikit sihir kedalam pedangnya itu. Hal itu dipelajari ayahnya
setelah selesai berlatih dengan Arnold. Ia merasa jika mana bisa ditambahakan
kedalam pedang, maka sihir juga bisa agar menambah ketajam dari pedang itu.
Seketika ayah arnold juga melepaskan auranya, karena itu tubuh
ayahnya dipenuhi dengan aura merah bersama dengan pedangnya yang terdapat sihir
api disekitar pedang itu. Setelah selesai, ayah arnold langsung berlari kearah
Chimera dan melompat tinggi dan langsung menebasnya kearah Kepala Chimera.
SLASHH
KRAKK
Meski begitu kuat serangan yang ayahnya lancarkan, itu hanya
berefek sedikit, hanya membuat tanduk Chimera Retak karena kerasnya pertahan
dari tanduk Itu. Ayah arnold yang sadar akan kuatnya tanduk itu, ia kemudian
melakukan serangan lagi, tapi saat ini dia mlancarakan serangan itu kearah
leher Chimera.
SLAASSH
Serangan yang dilancarakan ayah arnold dapat membuat luka
yang cukup dalam ke Chimera. Hal itu membuat Chimera seketika kesakitan dan
tewas karena serangan itu.
Arnold tidak mau kalah dengan ayahnya, ia juga langsung
mempersiapkan serangannya dengan menanamkan mananya kesenjata itu. Sudah merasa
jika mana yang ditanamkan cukup, ia langsung berlari dengan kekuatan penuh
kearah Chimera. Hanya beberapa kedipan mata arnold sudah berada tepat disampin
Chimera yang langsung menebas tepat dibagian lehernya. Berbeda dengan ayahnya,
serangan Arnold dapat melepaskan kepala Chimra dari badannya dan dampak dari
serangan Arnold mengakibatkan bekas tebasan dibebrapa meter ditanah. Seketika
monster itu langsung Tewas, Ayah arnold yang melihat itu tersenyum kecut,
karena dia tidak menyangka jika serangan arnold bisa langsung memotong kepala
Chimera.
*Terimakasih teman-teman karna
sudah mau membaca karya saya yang tidak seberapa ini.
Saya akan lebih semangat untuk
menulis karya ini, semoga karya ini kedepannya dapat membuat teman-teman merasa
puas.
Jika ada yang merasa karya saya
kurang, mohon berikan komentar agar saya dapat memperbaiki kesalahan saya.
Selamat membaca.