
Arnold dan yang lainnya sudah kembali pulang ke wilayah
mereka. Setelah sampai ayah Arnold menyuruh para pemimpin untuk beristirahat
karena sudah lelah dalam perjalanan. Untuk Arnold dan Ayahnya, mereka berdua
beristirahat dan berkumpul bersama keluarga nya yang lain beserta Maggie dan
Azka dan Frey.
"Kak, bagaimana perjalanan kalian di tempat itu?"
Tanya Amos.
"Yah, itu bukan disebut perjalanan sih, lebih tepatnya
penjelajahan. Kami berhasil menemukan tambahan sumber daya untuk wilayah
kita." Ucap Arnold.
"Baguslah. Apa tidak ada masalah yang kalian
temui?" Tanya Amos.
"Tentu saja tidak Nak, bahkan kami sangat
kesulitan." Balas ayahnya.
"Maksudmu sayang?" Tanya ibu Arnold.
"Biar kuceritakan." Ucap ayah Arnold yang
menceritakan semua perjalanan mereka.
Setelah mendengar perkataan ayah Arnold, keluarga Arnold
yang lain terkejut mendengar cerita itu. Padahal ayah Arnold tidak menceritakan
bagian dimana mereka semua hampir mati. Yang ayah Arnold ceritakan adalah
berapa banyak monster Rank SS yang mereka lawan. Hanya dengan itu, membuat
pendengar sedikit merinding.
"Ra-ratusan monster Rank S dan SS." Ucap Amos
dengan lemas.
"Iya, untung saja ada Azka dan Frey yang dapat melawan
banyak dari monster itu." Ucap Ayah Arnold.
"Lalu, apa para pemimpin yang lain baik-baik
saja?" Tanya Amos.
"Ya, kami semua hanya kelelahan." Ucap ayah
Arnold.
"Begitu ya, baguslah. Tapi mengapa banyak sekali
monster di gua itu?" Ucap Amos dengan bingung.
"O, ayah lupa menjelaskan hal itu. Gua yang kami
jelajah saat itu bukanlah gua sembarangan. Di benua iblis itu disebut dengan
Dungeon." Jelas Ayah Arnold.
"Du-dungeon?" Ucap Maggie yang sedikit terkejut.
"Ada apa Maggie? Apa kamu tahu tentang hal itu?"
Tanya ibu Arnold.
"Ya bibi, aku hanya tahu sedikit tentang dungeon. Aku
pernah membaca buku yang ada di istana kerajaan. Buku itu menjelaskan bahwa
dungeon adalah tempat bagi para monster dengan sebuah inti yang diciptakan oleh
Iblis. Inti itu akan menyerap mana untuk menciptakan para monster." Jelas
Maggie.
"Benar seperti yang dijelaskan Maggie. Azka juga
mengatakan hal itu, hanya saja inti dungeon menyerap mana kegelapan saja. Dan
inti itu dijaga oleh monster." Ucap Ayah Arnold.
"Jadi begitu. Jika begitu, apakah sudah ada iblis yang
memasuki benua manusia?" Tanya ibu Arnold.
"Belum tentu sayang, karena iblis membutuhkan mana
kegelapan untuk bertahan, sedangkan dibenua ini mana kegelapan sangat tipis.
Apalagi dungeon itu sudah ada selama ratusan tahun, karena itu monster disana
semakin kuat." Balas Ayah Arnold.
"Begitu ya, syukurlah." Ucap ibu Arnold.
"Lalu, bagaimana dengan orangtua Maggie? Apa mereka
sudah sampai?" Tanya Ayah Arnold.
"Beluum paman, mereka sedikit terlambat karena banyak
monster yang menghadang di hutan." Ucap Maggie.
"Begitukah, kalau begitu aku akan menyuruh beberapa
pasukan untuk membantu mereka." Ucap Ayah Arnold.
"Terimakasih paman, tapi bibi sudah melakukan hal itu.
Jadi ayah dan ibu akan sampai dua hari lagi." Balas Maggie.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Ayah Arnold.
Setelah merasa cukup istirahat, ayah Arnold kemudian pergi
keruangan kerjanya untuk melakukan pekerjaannya yang sudah tertunda, meski Amos
sudah mengerjakan sebagian, tapi masih ada pekerjaan yang tidak bisa digantikan
oleh Amos.
Sedangkan untuk Arnold ia pergi bersama Azka dan Frey untuk
tidur beberapa saat. Dan Maggie akan bersama Ibu arnold.
berbaring di ranjangnya.
"Benar Ar, baru kali ini aku melakukan petualang hingga
kehabisan Mana." Ucap Azka. "Beruntung Frey dan Kelvin cepat
menghancurkan inti itu, kalau tidak kita mungkin sudah mati saat ini."
Sambungnya.
"Ya kau benar, ini semua berkat mereka berdua."
Balas Arnold.
"Tidak Senior, Ar, jika tidak ada yang lain membantu,
kami pasti tidak dapat menghancurkan itu dengan cepat." Sanggah Frey.
"Yang penting kita semua masih selamat." Ucap
Arnold. "Tapi Azka, maaf ya, kali ini kita masih belum bertemu dengan
salah satu Chromatic Dragon." Sambung Arnold.
"Tidak apa-apa Ar. Menghancurkan dungeon dibenua
manusia juga hal yang kulakukan. Jika dungeon itu tidak kita hancurkan, ada
kemungkinan bahaya besar yang terjadi." Ucap Azka.
"Ya, kau benar." Balas Arnold.
Hari pun berlalu, sudah lima hari berlalu sejak kepulangan
Arnold dan yang lain dari dungeon. Saat ini Arnold sedang bersiap untuk
melakukan acara pertunangannya dengan Maggie. Hal itu sudah disepakati ketika
keluarga Maggie dan keluarga Arnold. Ayah Maggie sudah sampai sehari setelah kepulangan Arnold, disaat
itulah, ketika mereka malam bersama, Ayah Arnold mengungkapkkan ide itu.
“huh, aku sangat gugup.” Ucap Arnold
“Kenapa kau gugup Ar?” Tanya Azka yang berada dikamar
Arnold.
“Ntahlah, kurasa aku takut tidak bisa memberi Maggie kebahagian.”
Balas Arnold.
“Heh dasar kau ini, kuberitahu keluarga yang bahagia itu,
tidak bisa diperjuangkan hanya satu orang.” Ucap Azka.
“Yeah kau benar, baiklah aku akan pergi dulu.” Ucap Arnold.
“Ya, semangat lah.” Ucap Azka dan Frey.
Arnold pun keluar dari kamarnya dan pergi ketempat acara
dimulai. Sesampainya ditempat itu, terlihat masih ayah Arnold, Ayah Maggie, dan
Amos saja.
“Hey nak, kau sudah siap?” Tanya Ayah Arnold.
“Ya yah, dimana yang lainnya?” ucap Arnold.
“Hm, mereka mungkin lagi memeriksa Maggie. Itu mereka sudah
datang.” Ucap Ayah Maggie sambil menunjuk kearah Maggie dan Yang Lain. Arnold
pun menoleh kearah itu.
“Ca-cantiknya.” Pikir Arnold denan wajah bengong melihat
Maggie.
“Kau beruntung nak, bisa mendapatkan wanita seperti Maggie.”
Ucap Ayah Arnold sambil berbisik ke Arnold.
“Ya, aku sangat beruntung.” Balas Arnold dengan keadaan
masih bengong.
“Haduh, kalian ini lama sekali. Kalian tahu tidak jika
Arnold sudah menunggu Maggie dari tadi.” Ucap Ayah Maggie.
“Benarkah itu Arnold?” Tanya Ibu Maggie.
“Ya itu benar.” Ucap Arnold yang sampai sekarang masih
melihat Maggie.
Mendengar hal itu, mereka yang ada disitu sedikit tertawa
melihat wajah Arnold. Karena hal itu, Amos menyenggol Arnold untuk disadarkan.
“Eh, ada apa? Mengapa kalian tertawa?” tanya Arnold,
“Tidak ada apa-apa. Baiklah kalau begitu mari kita mulai
acaranya. Dan untuk Tokoh utama acara ini, kalian tunggu disini sebentar.” Ucap
Ayah Arnold.
Mereka pun memulai acaranya, dimulai dengan ucapan pembuka
dari keluarga Arnold dan Maggie. Lalu dimulai pertunangan dengan menaruh cincin
dijari manis Arnold dan Maggie dan sebuah doa dari seluruh keluarga. Acara ini
disaksikan oleh bangsawan yang dekat dengan wilayah itu dan seluruh rakyat.
Terlihat semua yang ada diacara bahagia melihat acara itu,
terutama untuk para rakyat dan pasukan. Karena tuan mereka sudah mendapat
pendamping hidupnya.
**Maaf ya teman-teman. Untuk hari ini author gk bisa up 3
chapter. Karena saat dua hari ini author sedang ada sedikit kendala. Maaf ya,
karena minggu ini up nya cuman 1, tapi minggu depan Author bakalan up 5
chapter.