Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 58: BERTAHAN SAMPAI BANTUAN DATANG.



"Berakhir sudah." Ucap Sova.


karena tewas nya monster Rank SS di tempat itu, para monster yang lain menjadi tidak teratur. Terkadang monster-monster itu juga melawan monster yang lain yang berbeda jenis. Sehingga pertarungan di garis depan menjadi lebih cepat selesai.


Puluhan ribu monster di tempat itu tewas dalam waktu lima jam. Tapi dalam waktu itu juga ratusan pasukan tewas dalam berjuang. Tapi saat itu belum saatnya mereka menangisi jiwa yang sudah pergi, karena pertarungan sesungguhnya baru dimulai. Mereka langsung menuju letak dungeon untuk membantu pasukan yang ada disana.


.


Pasukan penghancur inti dungeon saat ini sudah sampai tepat dibelakang dungeon. Tinggal menunggu aba-aba dari Raja Elf, pasukan akan langsung maju menyerang monster-monster disana untuk membuka jalan bagi Raja Elf dan yang lain menuju dungeon. Dan mereka harus bertahan melawan monster itu, sampai pasukan yang lain datang.


Raja Elf berdiri dan mulai menarik tali Busurnya dengan perlahan, Lalu melepaskan anak panahnya dengan mana yang tertanam dalam anak panahnya.


WHUSHH


Anak Panah Raja Elf melesat dengan cepat ke arah kerumunan monster.


BOOM


Tepat ketika anak panah itu menyentuh targetnya, terjadi ledakan besar akibat serangan itu. Ledakan itu adalah aba-aba dari Raja Elf bagi para pasukan untuk menyerang.


"SERANGG.!!" Teriak para pasukan maju ke kerumunan Monster.


Arnold pun juga maju ke arah depan bersama dengan yang lain menuju gerbang dungeon. Meski begitu mereka masih bertarung melawan monster Rank S yang menjaga pintu dungeon. Tapi bagi mereka para monster itu bukanlah halangan. Mereka menghancurkan ratusan Rank S hanya dalam waktu singkat.


Setelah dapat memasuki pintu dungeon mereka langsung memasukinya, meski beberapa monster rank S masih ada disana. Mereka akhirnya masuk kedalam dungeon itu, sedangkan para pasukan harus menahan para monster itu. Pasukan itu mayoritas Rank A, hanya sedikit Rank B disitu yang dipimpin oleh tujuh Rank S. Kekuatan pasukan itu memang dirancang seperti agar dapat menahan para monster sampai pasukan dari garis depan datang.


Saat ini para pasukan sedang bertarung melawan para monster di depan dungeon. Para pemimpin pasukan langsung maju kedepan melawan para monster Rank S yang tersisa. Setiap pemimpin ada yang melawan tiga monster dan ada juga yang melawan lebih dari itu.


Monster-monster Rank S yang mereka lawan adalah sejenis Golem, Cylops, dan Cerberus. Salah satu pemimpin pasukan langsung maju menyerang monster itu. Ia adalah yang terkuat diantara pemimpin lain, seorang pemimpin ksatria dari kerajaan Elf bernama Skye. Lalu diikut oleh pemimpin yang lain. Skye saat itu bertarung melawan 5 monster sekaligus, karena dengan kekuatannya yang hampir mencapai Rank SS, ia masih dapat unggul dari para monster itu. Monster yang ia lawan adalah Golem dan Cyclops.


Ia langsung melesat ke arah Cylops yang berada di bagian depan dan langsung menyerang menggunakan pedangnya dengan sedikit lapisan mana.


WHUSSH.


Serangan nya berhasil menggores sedikit monster itu, tapi monster yang lain langsung menyerang Skye. Skye langsung mengelak dan membalas monster itu dengan menendangnya lalu menyerang lagidengan pedangnya.


ARGGH


"Jangan anggap aku remeh monster bodoh." Ucap Skye. "Ayo MAJU KALIAN." Teriak Skye sambil berlari ke arah monster yang lain.


Ia langsung menyerang para monster itu. Melihat betapa semangatnya Skye dalam pertarungan itu, para pasukan yang lain bertambah semangat menyerang monster yang lain. Mereka dengan cepat membunuh ribuan monster yang ada disitu dan terus melesat menyerang monster lain.


Pertarungan itu sudah berlangsung selama tiga jam, dan monster yang mereka kalahkan juga sudah mencapai puluhan ribu tapi belum mendekati setengah jumlah monster itu. Para pasukan sudah merasa lelah menjalani pertarungan itu. Apalagi jumlah mereka juga sudah berkurang banyak.


Ia pun melihat para pasukannya, ia langsung terkejut melihat wajah para pasukannya. Ia melihat wajah keputusasaan, pasrah, tanpa semangat di setiap wajah pasukannya. Bukan hanya pasukan, tetapi pemimpin yang lain juga.


"Me-mengapa kalian semua merasa putus asa? Semangatlah, sebentar lagi pasukan yang lain akan datang." Ucap Skye.


"Pe-pemimpin, li-lihatlah jumlah monsternya terus meningkat." Ucap salah satu prajurit sambil menunjuk ke arah monster itu.


Mendengar hal itu Skye langsung melihat ke arah monster. Melihat hal itu, ia langsung terkejut, ia langsung merasa bahwa pertarungan yang mereka jalani sia-sia. Terlihat jumlah monster yang mereka lawan seperti tidak berkurang.


"Ba-bagaimana mungkin. Padahal kami sudah bertarung lama." Pikir Skye.


Ia langsung putus asa, tapi ia mengabaikannya. Ia merasa, meskipun ia mati ia akan merasa bangga sudah berjuang. Ia langsung menguatkan dirinya dan mulai menyerang monster-monster lain.


"SEMANGATLAH, MESKIPUN SEBENTAR, KITA HARUS MENAHAN MONSTER ITU." Teriak Skye menyemangati pasukan itu.


"APA KALIAN TIDAK MERASA MALU KARENA KALIAN PUTUS ASA UNTUK MELAWAN. APA KALIAN HANYA MAU MENERIMA TINDASAN ATAU SERANGAN DARI MONSTER INI. APA KALIAN TIDAK INGIN MELINDUNGI KELUARGA KALIAN. KITA INI PRAJURIT, KITA HARUS BERJUANG SEKUAT MUNGKIN MELAWAN MONSTER-MONSTER ITU, MESKI NYAWA KITA TARUHANNYA. APA KALIAN MENDENGAR ITU?!!" TERIAK SKYE DENGAN SEMANGAT.


Para pasukan yang mendengar itu menjadi lebih semangat dan rela berjuang sekuat tenaga. Mereka langsung menggenggam senjatanya denga kuat.


""YAAAAAA."" Teriak para pasukan.


"JIKA KALIAN SUDAH SEMANGAT. MARI KITA USIR MONSTER SIALAN ITU DARI TANAH KITA." Teriak Skye.


""YAAA""


"Semuanya ser-."


"Pidato yang bagus anak muda." Ucap seseorang melesat sangat cepat ke arah monster itu dari bagian samping monster itu.


"Ce-cepatnya." Pikir semua orang yang melihat itu.


"Istirahat lah, bantuan akan datang sebentar lagi." Ucap orang itu.


Orang itu langsung maju ke arah monster dan langsung melompat dan menghantam tanah di tengah monster itu dengan sangat kuat.


BOOMM


Serangan itu sangat kuat sehingga membuat area sekitar tertutup debu akibat serangan itu.


*maaf ya teman-teman belum bisa up banyak. author sudah mendingan tapi masih belum terlalu fit. Jadi author baru bisa up satu chapter dulu. maaf ya