Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 48: MENDAPAT TEMAN BARU



“Ar, kemarilah, Para korban itu sudah mulai sadar.” Ucap


Maggie memanggil Arnold yang saat itu sudah selesai mengubur semua mayat.


“Benarkah? Tunggu sebentar, aku akan kesitu.” Balas Arnold


sambil berlari ketempat Maggie dan melihat para korban itu. Terlihat para


korban itu sudah membuka sedikit matanya, yang menandakan ia mulai sadar.


“Ugh, di-dimana aku?” Ucap Pria itu sambil berusaha untuk


duduk.


“Tolong jangan banyak bergerak, luka yang ada ditubuhmu


masih belum sembuh total.” Ucap Arnold sambil membantu pria itu. “Saat ini kau


sedang dihutan.” Sambung Arnold.


“Hutan? Oh iya, bagaimana dengan korban lain yang ada


disarang goblin itu?” Tanya Pria itu dengan cepat.


“Maaf, partnerku terlambat membantu manusia yang ada


disarang itu. Hanya dua orang yang dapat diselamatkan.” Ucap Arnold dengan


sedikit sedih.


“Begitu kah? Padahal aku sudah berjanji kepada mereka untuk


mencari bantuan.” Ucap Pria itu yang ikut sedih.


“Itu bukan salahmu, kau juga sudah berusaha keras untuk


melakukannya. Berkatmu setidaknya ada dua orang yang selamat.” Ucap Arnold


menyemangati Pria itu.


“Ya, kau benar. Ah, maaf aku terlambat memperkenalkan diri.


Nama saya Leon.” Ucap Pria itu.


“Oh Leon ya, perkenalkan aku Arnold, dan ini tunanganku


Maggie, mereka berdua adalah Partnerku, Frey dan Azka.” Balas Arnold.


“Ya, salam kenal.” Ucap Leon.


“oh iya, Leon, bagaimana kalian bisa ditangkap oleh para


Goblin itu?” Tanya Arnold


“Huh, aku adalah seorang yatim piatu sejak kecil. Banyak


orang  yang merendahkanku, karena aku


tidak memiliki kemampuan untuk bertarung. Karena itu aku memutuskan untuk pergi


kehutan ini membuktikan aku tidak selemah yang orang bilang. Awalnya aku


sanggup untuk berurusan dengan dua atau tiga goblin secara langsung. Karena itu


aku semakin sombong dan mencoba mencari monster yang lain, hingga aku berjumpa


lebih dari sepuluh goblin. Aku terlalu merasa percaya diri dengan kekuatanku,


karena itu aku kalah telak ketika melawan mereka.” Jelas Leon.


“Begitu ya, kalau boleh tau ditingkat mana kau sekarang?”


Tanya Arnold.


“Aku saat ini berada di peringkat C dengan poin 1.200.” Ucap


Leon.


“ugh, Laura, Laura.” Tiba-tiba korban wanita yang


diselamatkan Frey mengucapkan beberapa kata sehingga memecah suasana.


“tenanglah kak, jangan terlalu banyak bergerak.” Ucap Maggie


sambil menggenggam tangan Wanita itu.


“Dimana Anakku? Dimana Laura?” Tanya wanita itu lagi.


“Apakah wanita kecil ini adalah anakmu?” Ucap Maggie sambil


menunjuk kearah anak kecil itu.


“LAURA, hiks, bangunlah Laura, Apa dia masih hidup?” Tanya


wanita itu sambil menangis.


“Tenang saja, dia hanya pingsan. Sebentar lagi dia akan


sadar.” Ucap Maggie menenangkan wanita itu.


“Terimakasih, karena kalian sudah mau menyelamatkan kami.”


Ucap wanita itu.


“Ya, sama-sama.” Balas Maggie. “Kalau boleh saya tahu nama


kakak siapa?” Sambung Maggie.


“Namaku Melinda, Kalian bisa memanggilku Linda.” Ucap Wanita


itu.


“Ya kak, perkenalkan aku Maggie, ini Arnold dan yang itu


berdua adalah Azka dan Frey.” Ucap Maggie sambil menunjuk Frey dan Azka.


Melinda yang melihat wujud Frey pun menjadi ketakutan dan


sedikit merinding.


“Tenang saja kak, Frey adalah partner Arnold dan sudah


menjadi teman kami.” Ucap Maggie.


“Benarkah?” Tanya Melinda memastikan.


“Ya, tenang saja. Semuanya akan baik-baik saja.” Ucap Maggie


sambil melihat kearah Frey. Frey pun langsung menunjukkan senuman ramahnya


kearah Melinda lalu mendatanginya dan menjilat wajahnya.


“Lihat, Frey dan Azka lah yang menyelamatkan kalian tadi.”


Ucap Maggie.


Mendengar hal itu, Melinda menjadi lebih tenang dan mengelus


“Terimakasih dan maaf.” Ucap Melinda ke Frey.


“Tenang saja, itu semua karena pria itu yang memberitahu


kami.” Ucap Frey yang membuat Melinda dan Leon terkejut.


“Di-dia berbicara!!?” Ucap Leon dan Melinda bersamaan karena


terkejut.


“Hahahah, tenanglah Leon kak Melinda. Kedua Partner ku ini


memang bisa berbicara.” Ucap Arnold.


“A-aku pernah membaca buku jika ada monster yang bisa


berbicara apabila kekuatannya sudah berada di Rank SS. A-apakah mereka sudah


mencapai itu?” Ucap Melinda dengan terbata-bata.


“BENARKAH ITU?” Tanya Leon yang tidak percaya.


“aahaha, baiklah aku akan memperkenalkan diri kami lagi.


Perkenalkan aku Arnold Lawsdansky, anak pertama dari Marquis Lawsdansky, ini


Maggie, anak tunggal dari Jendral Wilson dan Penyihir Kerajaan Alice, Kadal ini


sebenarnya adalah seekor naga, Bernama Azka Gold dan serigala ini bernama Frey


yang mengecilkan ukurannya dan dia adalah keturunan dari Fenrir.” Ucap Arnold.


“..” Leon dan Melinda tidak bisa berkata apa lagi setelah


mendengar identitas mereka semua. Semua yang mereka lihat membuat mereka


terkejut setelah mendengar kebenarannya. Arnold Lawsdansky, anak yang


dikabarkan sudah mencapai peringkat S ketika masih muda, Maggie anak dari


Jendral dan penyihir kerajaan, Frey serigala keturunan Fenrir dan yang paling


membuat mereka terkejut adalah Azka, seekor naga.


“a-aku ti-dak tahu mau mengatakn apa.” Ucap Leon yang


diikuti anggukan Melinda.


“Hahaha, tenanglah. Lebih baik kita makan dahulu, bukankah


kalian jga merasa lapar?” Tanya Arnold.


Mereka pun menyetujui perkataan Arnold. Mereka memakan


dengan lahap, sambil terjadi beberapa perbincangan saat itu.


“Oh iya, setelah ini kalian mau kemana?” Tanya Arnold.


“Aku belum tahu pasti Tuan, aku sudah ditinggalkan suami


sebelum Laura lahir, karena itu aku harus berusaha keras mencari makan untuknya


dan diriku.” Ucap Melinda.


“Lalu, bagaimana dengan mu Leon?” Tanya Arnold.


“Hmm, mungkin setelah ini aku akan berlatih agar menjadi


kuat Tuan.” Ucap Leon.


“Begitu ya, kalau begitu, apa kalian ingin mengikuti


petualangan bersama kami?” Tanya Arnold.


“A-apa kami bisa tuan?” Tanya Melinda dan Leon.


“Ya, tentu saja kalian bisa. Agar petualangan kami sedikit


lebih berwarna dengan keberadaan kalian.” Jawab Arnold.


“Tapi kami tidak memiliki kekuatan seperti kalian tuan, aku


takut nanti kai akan menjadi beban dalam petualangan kalian.” Ucap Leon.


“Ya, tuan itu benar.” Ucap Melinda.


“Kalian Tenang saja, petualangan kami akan berjalan selama


tiga tahun dan dua tahun kita lakukan untuk berlatih dan satu tahun terakhir


akan kita laukan untuk menuntaskan petualngan ini.” Ucap Arnold. “ Dan aku akan


membantu kalian untuk menjadi kuat selama tiga tahun ini. Agar setelah


petualangan ini selesai kalian bisa menjaga diri kalian sendiri.” Sambung


Arnold.


“Benarkah? Kalau begitu aku akan ikut dari petualngan kalian


tuan.” Ucap Leon.


“Baguslah, lalu bagaimana dengan mu Kak Melinda?” Tanya


Arnold yang melihat Melinda masih ragu-ragu dalam mengutarakan pendapatnya.


“aku…” Ucap Melinda yang masih ragu.


“Kak, tenang sja kak. Meski kam petualang, kami juga seorang


pedagang. Kakak juga bisa membantu ketika melakukan itu kan?” Ucap Maggie.


“Bukankah kalian seorang petualang?” Tanya Melinda.


“hahah, tidak kak. Kami tidak menddaftar menjadi petualang.


Tapi menjadi pedagang, karena kami tidak ingin membuat orang tahu tingkat


kekuatan kami agar menghindari kecemburuan.” Jawab Arnold.


“Begitu ya, kalau begitu aku akan ikut dengan kalian. Jadi


mohon bantuannya kedepannya ya.” Ucap Meinda.


“Ya kak, selamat datang untuk kalian dikeluarga yang kecil


ini.” Ucap Maggie.


Dengan begitu, kelompok Arnold menjadi bertambah, Arnold


berharap hari-hari mereka selama berpetualang menjadi lebih berwarna dengan


jumlah yang segitu.