
“Ar, kemarilah, Para korban itu sudah mulai sadar.” Ucap
Maggie memanggil Arnold yang saat itu sudah selesai mengubur semua mayat.
“Benarkah? Tunggu sebentar, aku akan kesitu.” Balas Arnold
sambil berlari ketempat Maggie dan melihat para korban itu. Terlihat para
korban itu sudah membuka sedikit matanya, yang menandakan ia mulai sadar.
“Ugh, di-dimana aku?” Ucap Pria itu sambil berusaha untuk
duduk.
“Tolong jangan banyak bergerak, luka yang ada ditubuhmu
masih belum sembuh total.” Ucap Arnold sambil membantu pria itu. “Saat ini kau
sedang dihutan.” Sambung Arnold.
“Hutan? Oh iya, bagaimana dengan korban lain yang ada
disarang goblin itu?” Tanya Pria itu dengan cepat.
“Maaf, partnerku terlambat membantu manusia yang ada
disarang itu. Hanya dua orang yang dapat diselamatkan.” Ucap Arnold dengan
sedikit sedih.
“Begitu kah? Padahal aku sudah berjanji kepada mereka untuk
mencari bantuan.” Ucap Pria itu yang ikut sedih.
“Itu bukan salahmu, kau juga sudah berusaha keras untuk
melakukannya. Berkatmu setidaknya ada dua orang yang selamat.” Ucap Arnold
menyemangati Pria itu.
“Ya, kau benar. Ah, maaf aku terlambat memperkenalkan diri.
Nama saya Leon.” Ucap Pria itu.
“Oh Leon ya, perkenalkan aku Arnold, dan ini tunanganku
Maggie, mereka berdua adalah Partnerku, Frey dan Azka.” Balas Arnold.
“Ya, salam kenal.” Ucap Leon.
“oh iya, Leon, bagaimana kalian bisa ditangkap oleh para
Goblin itu?” Tanya Arnold
“Huh, aku adalah seorang yatim piatu sejak kecil. Banyak
orang yang merendahkanku, karena aku
tidak memiliki kemampuan untuk bertarung. Karena itu aku memutuskan untuk pergi
kehutan ini membuktikan aku tidak selemah yang orang bilang. Awalnya aku
sanggup untuk berurusan dengan dua atau tiga goblin secara langsung. Karena itu
aku semakin sombong dan mencoba mencari monster yang lain, hingga aku berjumpa
lebih dari sepuluh goblin. Aku terlalu merasa percaya diri dengan kekuatanku,
karena itu aku kalah telak ketika melawan mereka.” Jelas Leon.
“Begitu ya, kalau boleh tau ditingkat mana kau sekarang?”
Tanya Arnold.
“Aku saat ini berada di peringkat C dengan poin 1.200.” Ucap
Leon.
“ugh, Laura, Laura.” Tiba-tiba korban wanita yang
diselamatkan Frey mengucapkan beberapa kata sehingga memecah suasana.
“tenanglah kak, jangan terlalu banyak bergerak.” Ucap Maggie
sambil menggenggam tangan Wanita itu.
“Dimana Anakku? Dimana Laura?” Tanya wanita itu lagi.
“Apakah wanita kecil ini adalah anakmu?” Ucap Maggie sambil
menunjuk kearah anak kecil itu.
“LAURA, hiks, bangunlah Laura, Apa dia masih hidup?” Tanya
wanita itu sambil menangis.
“Tenang saja, dia hanya pingsan. Sebentar lagi dia akan
sadar.” Ucap Maggie menenangkan wanita itu.
“Terimakasih, karena kalian sudah mau menyelamatkan kami.”
Ucap wanita itu.
“Ya, sama-sama.” Balas Maggie. “Kalau boleh saya tahu nama
kakak siapa?” Sambung Maggie.
“Namaku Melinda, Kalian bisa memanggilku Linda.” Ucap Wanita
itu.
“Ya kak, perkenalkan aku Maggie, ini Arnold dan yang itu
berdua adalah Azka dan Frey.” Ucap Maggie sambil menunjuk Frey dan Azka.
Melinda yang melihat wujud Frey pun menjadi ketakutan dan
sedikit merinding.
“Tenang saja kak, Frey adalah partner Arnold dan sudah
menjadi teman kami.” Ucap Maggie.
“Benarkah?” Tanya Melinda memastikan.
“Ya, tenang saja. Semuanya akan baik-baik saja.” Ucap Maggie
sambil melihat kearah Frey. Frey pun langsung menunjukkan senuman ramahnya
kearah Melinda lalu mendatanginya dan menjilat wajahnya.
“Lihat, Frey dan Azka lah yang menyelamatkan kalian tadi.”
Ucap Maggie.
Mendengar hal itu, Melinda menjadi lebih tenang dan mengelus
“Terimakasih dan maaf.” Ucap Melinda ke Frey.
“Tenang saja, itu semua karena pria itu yang memberitahu
kami.” Ucap Frey yang membuat Melinda dan Leon terkejut.
“Di-dia berbicara!!?” Ucap Leon dan Melinda bersamaan karena
terkejut.
“Hahahah, tenanglah Leon kak Melinda. Kedua Partner ku ini
memang bisa berbicara.” Ucap Arnold.
“A-aku pernah membaca buku jika ada monster yang bisa
berbicara apabila kekuatannya sudah berada di Rank SS. A-apakah mereka sudah
mencapai itu?” Ucap Melinda dengan terbata-bata.
“BENARKAH ITU?” Tanya Leon yang tidak percaya.
“aahaha, baiklah aku akan memperkenalkan diri kami lagi.
Perkenalkan aku Arnold Lawsdansky, anak pertama dari Marquis Lawsdansky, ini
Maggie, anak tunggal dari Jendral Wilson dan Penyihir Kerajaan Alice, Kadal ini
sebenarnya adalah seekor naga, Bernama Azka Gold dan serigala ini bernama Frey
yang mengecilkan ukurannya dan dia adalah keturunan dari Fenrir.” Ucap Arnold.
“..” Leon dan Melinda tidak bisa berkata apa lagi setelah
mendengar identitas mereka semua. Semua yang mereka lihat membuat mereka
terkejut setelah mendengar kebenarannya. Arnold Lawsdansky, anak yang
dikabarkan sudah mencapai peringkat S ketika masih muda, Maggie anak dari
Jendral dan penyihir kerajaan, Frey serigala keturunan Fenrir dan yang paling
membuat mereka terkejut adalah Azka, seekor naga.
“a-aku ti-dak tahu mau mengatakn apa.” Ucap Leon yang
diikuti anggukan Melinda.
“Hahaha, tenanglah. Lebih baik kita makan dahulu, bukankah
kalian jga merasa lapar?” Tanya Arnold.
Mereka pun menyetujui perkataan Arnold. Mereka memakan
dengan lahap, sambil terjadi beberapa perbincangan saat itu.
“Oh iya, setelah ini kalian mau kemana?” Tanya Arnold.
“Aku belum tahu pasti Tuan, aku sudah ditinggalkan suami
sebelum Laura lahir, karena itu aku harus berusaha keras mencari makan untuknya
dan diriku.” Ucap Melinda.
“Lalu, bagaimana dengan mu Leon?” Tanya Arnold.
“Hmm, mungkin setelah ini aku akan berlatih agar menjadi
kuat Tuan.” Ucap Leon.
“Begitu ya, kalau begitu, apa kalian ingin mengikuti
petualangan bersama kami?” Tanya Arnold.
“A-apa kami bisa tuan?” Tanya Melinda dan Leon.
“Ya, tentu saja kalian bisa. Agar petualangan kami sedikit
lebih berwarna dengan keberadaan kalian.” Jawab Arnold.
“Tapi kami tidak memiliki kekuatan seperti kalian tuan, aku
takut nanti kai akan menjadi beban dalam petualangan kalian.” Ucap Leon.
“Ya, tuan itu benar.” Ucap Melinda.
“Kalian Tenang saja, petualangan kami akan berjalan selama
tiga tahun dan dua tahun kita lakukan untuk berlatih dan satu tahun terakhir
akan kita laukan untuk menuntaskan petualngan ini.” Ucap Arnold. “ Dan aku akan
membantu kalian untuk menjadi kuat selama tiga tahun ini. Agar setelah
petualangan ini selesai kalian bisa menjaga diri kalian sendiri.” Sambung
Arnold.
“Benarkah? Kalau begitu aku akan ikut dari petualngan kalian
tuan.” Ucap Leon.
“Baguslah, lalu bagaimana dengan mu Kak Melinda?” Tanya
Arnold yang melihat Melinda masih ragu-ragu dalam mengutarakan pendapatnya.
“aku…” Ucap Melinda yang masih ragu.
“Kak, tenang sja kak. Meski kam petualang, kami juga seorang
pedagang. Kakak juga bisa membantu ketika melakukan itu kan?” Ucap Maggie.
“Bukankah kalian seorang petualang?” Tanya Melinda.
“hahah, tidak kak. Kami tidak menddaftar menjadi petualang.
Tapi menjadi pedagang, karena kami tidak ingin membuat orang tahu tingkat
kekuatan kami agar menghindari kecemburuan.” Jawab Arnold.
“Begitu ya, kalau begitu aku akan ikut dengan kalian. Jadi
mohon bantuannya kedepannya ya.” Ucap Meinda.
“Ya kak, selamat datang untuk kalian dikeluarga yang kecil
ini.” Ucap Maggie.
Dengan begitu, kelompok Arnold menjadi bertambah, Arnold
berharap hari-hari mereka selama berpetualang menjadi lebih berwarna dengan
jumlah yang segitu.