Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 41: PERTEMPURAN DENGAN BOS



Arnold melesat dari arah kanan sedangkan Azka dari arah


kiri, agar memecah fokus Lord Centipede. Karena Azka masih lebih kuat Arnold,


ia menyerang Lord Centipede terlebih dahulu. Ia menggunakan kaki bagain


depannya untuk menekan Lord Centipede.


BOOM


Akibatt serangan itu, permukaan tempat Lord Centipede


berdiri retak, tapi Bo situ masih menahan serangan Azka menggunakan tombak yang


dipegng kedua tangannya. Melihat hal itu Arnold ikut menyerang menggunakan


pedangnya yang diarahkan kekepala Lord Centipede.


DHUARR


Arnold merasa jika serangannya berhasil memberi luka kepada


Lord Centipede. Tapi Lord Centipede berhasil menahan serangan itu, menggunakan


salah satu tangannya yang memegang tombak.


Arnold dan Azka sedikit terkejut melihat itu, bagaimana


monster ini dapat menahan kedua serangan mereka. Mereka berdua sedikit


menekankan lagi kekuatan mereka dan sedikit membuat Lord Centipede.


**GHEHH


ROARGHHH**


Karena tidak terima dengan serangan dari Arnold dan Azka,


Lord Centipede membalas serangan mereka dengan melepas auranya.


Serangan itu membuat Arnold terlempar cukup jauh dan untuk


Azka hanya sedikit terdorong.


“Ugh, memang benar dia lebih kuat dari ku.” Gumam Azka.


“NAK, APA KAU TIDAK APA-APA!?” Teriak ayah Arnold dari


kejauhan karena khawatir.


“uhuk, uhuk, aku baik-baik saja yah.” Ucap Arnold.


Mereka pun kembali menyerang Lord Centipede lagi, tapi kali


ini mereka menyerang dengan bersamaan. Mereka bergerak bersama, sehingga Lord


Centipede tidak dapat menahan serangan mereka seperti sebelumnya. Serangan itu


membuat Lord Centipede terdorong dan menerima dampak. Lord Centipede merasa


sedikit keakitak dan merasa marah dengan itu. Lalu Lord Centipede sedikit


mengaum keras diseluruh ruangan. Raungannya itu membuat beberapa Monster muncul


ntah darimana.


 “Azka tahan dia


sebentar. Aku akan bersiap dahulu.” Sambungnya sambil melompat ketempat Ayahnya


dan yang lain.


“Baiklah.” Ucap Azka yang siap bertarung lagi.


“Ada apa nak? Mengapa kau kembali kesini?” Tanya ayah


Arnold.


“Aku ingin sedikit mengubah rencana yah, untuk ayah, paman


sova, paman Shin dan Bibi Sera, aku ingin kalian bertarung melawan monster yang


dipanggil Lord Centipede itu. Kalian bertugas untuk membuka jalan bagi paman


Kelvin dan Frey. Tolong lakukanlah secepat mungkin, sebelum semakin banyak


monster yang berdatangan.” Jelas Arnold.


“Baiklah, kami akan melakuaknnya dengan cepat.” Ucap ayah


arnold.


“Ya, kami akan secepat mungkin menghancurkannya tuan muda.”


Ucap Kelvin.


“Kalau begitu tolong ya.” Ucap Arnold yang kemudian pergi


menuju tempat Lord Centipede.


“Kalian dengar apa kata anakku kan. Kita harus cepat


melakukannya. Kelvin dan Frey, bantu kami juga.” Ucap Ayah Arnold.


“Ya.” Ucap para pemimpin dan Frey.


“baiklah ayo kita maju.” Ucap ayah Arnold yang menandakan


sudah saatnya untuk maju bertempur.


Arnold melaju kearah Lord Centipede untuk membantu Azka. Ia langsung


tidak menggunakan pedangnya saat ini, ia menggunakan panah. Karena dia memiliki


perbedaan kekuatan yang jauh dengan Lord Centipede, ia mereasa jika lebih baik


untuk menyupport Azka dengan panah atau sihirnya.


“AZKA AKU AKAN MEMBANTU DARI JAUH.!!” Teriak Arnold.


Azka tidak menjawab tanggapan Arnold karena dia masih fokus


dengan Lord Centipede. Terlihat Azka menggunakan sihir cahaya, untuk menyerang


bos itu. Tapi Lord Centipede itu menyerang balik menggunakan sihir


kegelapannya. Sehingga ia menggunakan serangan dekat seperti cakaran dan


pijakan.


Dari arah yang berlawanan terlihat Arnold melepaskan


beberapa anak panah dengan menanamkan mana kedalamnya.


SHUT WHUSS


Centipede.


DHUAR


Serangan itu tepat mengenai punggung dan kaki dari Lord


Centipede. Melihat hal itu Arnold sedikit bingung, karena ia tidak


mengharapakan jika serangannya tadi emberi efek seperti itu. Azka juga sedikit


bingung dengan itu, pahal dia sudah berusaha memberi luka sedikit saja, tapi


Lord Centipede berhasil menghalau semuanya. Karena itu ia mencoba menyerang


lagi, berharap dapat memberi efek.


Azka menyerang lagi menggunakan kaki depannya lalu dengan


cepat melanjutkannya dengan ekornya. Serangan itu Azka lancarkan dengan segenap


kekuatannya.


BOOM


Meski sudah sekuat itu, Lord Centipede masih bertahan. Lord


Centipede tidak mau hanya bertahan saja, ia juga melesatkan serangan kearah


Azka, ia menggunakan tombaknya dengan gaya tusukkan. Azka dengan cepat mundur


untuk menghindari itu, tapi Lord Centipede tidak berhenti disitu saja, ia


dengan cepat bergerak maju dan menyerang dengan tinjunya. Serangan itu sangat


cepat sehingga Azka tidak dapat menghindarinya.


BOMM


Azka terdorong karena tinjuan itu dan Azka merasa sediki


sakit karena serangan itu.


“Ugh, mengapa aku tidak bisa memberi dia dampak sedangakan


Arnold bisa memberi luka yang cukup parah.” Gumam Azka.


“AZKA!! APA KAU BAIK-BAIK SAJA.” Teriak arnold dari


kejauhan.


“Tenang Ar, aku tidak terluka parah.” Balas Aza.


Arnold yang tidak terima dengan hal itu kembali menyerang


Lord Centipede dari arah yang berlawanan. Ia melancarakan banyak sekali anak


panah yang dilapisi mana. Tapi kali ini, Lord Centipede dapat menahan serangan


itu dengan mudah. Arnold merasa bingung dengan hal itu, mengapa serangan yang


pertama tidak dapat ia tahan, tetapi serangan yang barusan dapat dengan mudah


ia tahan.


“System, apa kau tahu sesuatu?” Tanya Arnold.


[Sepertinya master, monster itu lemah jika serangan itu


tepat dibagian belakangnya. Mungkin Monster itu hanya dapat merasakan aura dari


bagian samping dan depan saja.]


“Begitu ya, kala-“


Tiba-tiba Lord Centipede beradad tepat didepan Arnold.


sambil memukul Arnold dengan tombaknya dari samping,


“CE-CEPATNYA” Pikir Arnold yang langsung menahan tubuhnya menggunakan tangan yang dilapisi


mana.


Meski begitu Arnold terlempar cukup jauh. Untungnya sebelum


terlempar Arnold langsung melapisi seluruh tubuhnya dengan mana, sehingga luka


yang ia terima tidak parah.


“Huh, aku lengah.” Ucap Arnold sambil mengambil air sihir


dan meminumnya.


Arnold lalu berbicara dengan Azka dengan telepati untuk


membicarakan rencana. “Hey Azka, apa kau mendengarku?” Ucap Arnold.


“Ya Ar, ada apa?”tanya Azka


“Mungkin kelemahan monster ini adalah jika kita menyerangnya


tepat dibagian belakang. Mungkin monster itu tidak dapat merasakan kehadiran


dibagian belakang. Seperti seranganku sebelumnya.” Ucap Arnold.


“Benar juga ya, kalau begitu apa rencanamu?” Tanya Azka.


“Karena kau lebih kuat dariku, a\=kau bertugas sebagai


pengalihan. Dan aku akan bertugas menyerang dari bagian belakang.” Ucap Arnold.


“Begitu ya. Baiklah, ayo kita lakukan.” Ucap Azka.


“Ya, mari kita lakukan.” Balas Arnold.


Mereka pun bersiap melakukan serangan seperti yan


direncanakan. Mereka berdua langsung melepaskan aura untuk memperkuat diri


mereka. Karena aura dari Azka lebih besar, Lord Centipede merasa layak untuk


dilawan. Sehingga Lord Centipede beralih kearah Azka dan melepaskan auranya


juga.


Sehingga terjadi tekanan mana dari kedua belah pihak, hal


itu membuat setiap Monster dan ayah Arnold merasa sedikit tertekan.


“Inikah pertarungan dari monster Rank SSS” gumam ayah Arnold.


Dengan ini pertarungan yang kedua dimulai.