
Arnold melesat dari arah kanan sedangkan Azka dari arah
kiri, agar memecah fokus Lord Centipede. Karena Azka masih lebih kuat Arnold,
ia menyerang Lord Centipede terlebih dahulu. Ia menggunakan kaki bagain
depannya untuk menekan Lord Centipede.
BOOM
Akibatt serangan itu, permukaan tempat Lord Centipede
berdiri retak, tapi Bo situ masih menahan serangan Azka menggunakan tombak yang
dipegng kedua tangannya. Melihat hal itu Arnold ikut menyerang menggunakan
pedangnya yang diarahkan kekepala Lord Centipede.
DHUARR
Arnold merasa jika serangannya berhasil memberi luka kepada
Lord Centipede. Tapi Lord Centipede berhasil menahan serangan itu, menggunakan
salah satu tangannya yang memegang tombak.
Arnold dan Azka sedikit terkejut melihat itu, bagaimana
monster ini dapat menahan kedua serangan mereka. Mereka berdua sedikit
menekankan lagi kekuatan mereka dan sedikit membuat Lord Centipede.
**GHEHH
ROARGHHH**
Karena tidak terima dengan serangan dari Arnold dan Azka,
Lord Centipede membalas serangan mereka dengan melepas auranya.
Serangan itu membuat Arnold terlempar cukup jauh dan untuk
Azka hanya sedikit terdorong.
“Ugh, memang benar dia lebih kuat dari ku.” Gumam Azka.
“NAK, APA KAU TIDAK APA-APA!?” Teriak ayah Arnold dari
kejauhan karena khawatir.
“uhuk, uhuk, aku baik-baik saja yah.” Ucap Arnold.
Mereka pun kembali menyerang Lord Centipede lagi, tapi kali
ini mereka menyerang dengan bersamaan. Mereka bergerak bersama, sehingga Lord
Centipede tidak dapat menahan serangan mereka seperti sebelumnya. Serangan itu
membuat Lord Centipede terdorong dan menerima dampak. Lord Centipede merasa
sedikit keakitak dan merasa marah dengan itu. Lalu Lord Centipede sedikit
mengaum keras diseluruh ruangan. Raungannya itu membuat beberapa Monster muncul
ntah darimana.
“Azka tahan dia
sebentar. Aku akan bersiap dahulu.” Sambungnya sambil melompat ketempat Ayahnya
dan yang lain.
“Baiklah.” Ucap Azka yang siap bertarung lagi.
“Ada apa nak? Mengapa kau kembali kesini?” Tanya ayah
Arnold.
“Aku ingin sedikit mengubah rencana yah, untuk ayah, paman
sova, paman Shin dan Bibi Sera, aku ingin kalian bertarung melawan monster yang
dipanggil Lord Centipede itu. Kalian bertugas untuk membuka jalan bagi paman
Kelvin dan Frey. Tolong lakukanlah secepat mungkin, sebelum semakin banyak
monster yang berdatangan.” Jelas Arnold.
“Baiklah, kami akan melakuaknnya dengan cepat.” Ucap ayah
arnold.
“Ya, kami akan secepat mungkin menghancurkannya tuan muda.”
Ucap Kelvin.
“Kalau begitu tolong ya.” Ucap Arnold yang kemudian pergi
menuju tempat Lord Centipede.
“Kalian dengar apa kata anakku kan. Kita harus cepat
melakukannya. Kelvin dan Frey, bantu kami juga.” Ucap Ayah Arnold.
“Ya.” Ucap para pemimpin dan Frey.
“baiklah ayo kita maju.” Ucap ayah Arnold yang menandakan
sudah saatnya untuk maju bertempur.
Arnold melaju kearah Lord Centipede untuk membantu Azka. Ia langsung
tidak menggunakan pedangnya saat ini, ia menggunakan panah. Karena dia memiliki
perbedaan kekuatan yang jauh dengan Lord Centipede, ia mereasa jika lebih baik
untuk menyupport Azka dengan panah atau sihirnya.
“AZKA AKU AKAN MEMBANTU DARI JAUH.!!” Teriak Arnold.
Azka tidak menjawab tanggapan Arnold karena dia masih fokus
dengan Lord Centipede. Terlihat Azka menggunakan sihir cahaya, untuk menyerang
bos itu. Tapi Lord Centipede itu menyerang balik menggunakan sihir
kegelapannya. Sehingga ia menggunakan serangan dekat seperti cakaran dan
pijakan.
Dari arah yang berlawanan terlihat Arnold melepaskan
beberapa anak panah dengan menanamkan mana kedalamnya.
SHUT WHUSS
Centipede.
DHUAR
Serangan itu tepat mengenai punggung dan kaki dari Lord
Centipede. Melihat hal itu Arnold sedikit bingung, karena ia tidak
mengharapakan jika serangannya tadi emberi efek seperti itu. Azka juga sedikit
bingung dengan itu, pahal dia sudah berusaha memberi luka sedikit saja, tapi
Lord Centipede berhasil menghalau semuanya. Karena itu ia mencoba menyerang
lagi, berharap dapat memberi efek.
Azka menyerang lagi menggunakan kaki depannya lalu dengan
cepat melanjutkannya dengan ekornya. Serangan itu Azka lancarkan dengan segenap
kekuatannya.
BOOM
Meski sudah sekuat itu, Lord Centipede masih bertahan. Lord
Centipede tidak mau hanya bertahan saja, ia juga melesatkan serangan kearah
Azka, ia menggunakan tombaknya dengan gaya tusukkan. Azka dengan cepat mundur
untuk menghindari itu, tapi Lord Centipede tidak berhenti disitu saja, ia
dengan cepat bergerak maju dan menyerang dengan tinjunya. Serangan itu sangat
cepat sehingga Azka tidak dapat menghindarinya.
BOMM
Azka terdorong karena tinjuan itu dan Azka merasa sediki
sakit karena serangan itu.
“Ugh, mengapa aku tidak bisa memberi dia dampak sedangakan
Arnold bisa memberi luka yang cukup parah.” Gumam Azka.
“AZKA!! APA KAU BAIK-BAIK SAJA.” Teriak arnold dari
kejauhan.
“Tenang Ar, aku tidak terluka parah.” Balas Aza.
Arnold yang tidak terima dengan hal itu kembali menyerang
Lord Centipede dari arah yang berlawanan. Ia melancarakan banyak sekali anak
panah yang dilapisi mana. Tapi kali ini, Lord Centipede dapat menahan serangan
itu dengan mudah. Arnold merasa bingung dengan hal itu, mengapa serangan yang
pertama tidak dapat ia tahan, tetapi serangan yang barusan dapat dengan mudah
ia tahan.
“System, apa kau tahu sesuatu?” Tanya Arnold.
[Sepertinya master, monster itu lemah jika serangan itu
tepat dibagian belakangnya. Mungkin Monster itu hanya dapat merasakan aura dari
bagian samping dan depan saja.]
“Begitu ya, kala-“
Tiba-tiba Lord Centipede beradad tepat didepan Arnold.
sambil memukul Arnold dengan tombaknya dari samping,
“CE-CEPATNYA” Pikir Arnold yang langsung menahan tubuhnya menggunakan tangan yang dilapisi
mana.
Meski begitu Arnold terlempar cukup jauh. Untungnya sebelum
terlempar Arnold langsung melapisi seluruh tubuhnya dengan mana, sehingga luka
yang ia terima tidak parah.
“Huh, aku lengah.” Ucap Arnold sambil mengambil air sihir
dan meminumnya.
Arnold lalu berbicara dengan Azka dengan telepati untuk
membicarakan rencana. “Hey Azka, apa kau mendengarku?” Ucap Arnold.
“Ya Ar, ada apa?”tanya Azka
“Mungkin kelemahan monster ini adalah jika kita menyerangnya
tepat dibagian belakang. Mungkin monster itu tidak dapat merasakan kehadiran
dibagian belakang. Seperti seranganku sebelumnya.” Ucap Arnold.
“Benar juga ya, kalau begitu apa rencanamu?” Tanya Azka.
“Karena kau lebih kuat dariku, a\=kau bertugas sebagai
pengalihan. Dan aku akan bertugas menyerang dari bagian belakang.” Ucap Arnold.
“Begitu ya. Baiklah, ayo kita lakukan.” Ucap Azka.
“Ya, mari kita lakukan.” Balas Arnold.
Mereka pun bersiap melakukan serangan seperti yan
direncanakan. Mereka berdua langsung melepaskan aura untuk memperkuat diri
mereka. Karena aura dari Azka lebih besar, Lord Centipede merasa layak untuk
dilawan. Sehingga Lord Centipede beralih kearah Azka dan melepaskan auranya
juga.
Sehingga terjadi tekanan mana dari kedua belah pihak, hal
itu membuat setiap Monster dan ayah Arnold merasa sedikit tertekan.
“Inikah pertarungan dari monster Rank SSS” gumam ayah Arnold.
Dengan ini pertarungan yang kedua dimulai.