
"lalu apa aku dan kontral parnetku dapat ikut bersama Jendral Alex dan Duke Albion?" Tanya Arnold.
Mendengar perkataan Arnold semua disana langsung terkejut selain Jendral Alex.
"Hey nak, untuk menghancurkan inti dungeon dapat membuat nyawamu hilang kau tau?" Ucap Duke Albion.
"Ya aku tau." Balas Arnold.
"Lalu mengapa kau ingin ikut?" Tanya Duke Albion.
"Karena, disini hanya aku dan kontrak partnerku yang pernah menghancurkan inti dungeon." Ucap Arnold.
"HAHAHA, JANGAN BERLAGAK SOK KUAT NAK. APA YANG BISA DILAKUKAN DARI WILAYAH KECIL SEPERTIMU. DASAR ORANG TIDAK KOMPETEN, PULANGLAH DAN KEMBALI KE PELUKAN IBUMU.!!" Tawa Marquis Carabas merendahkan.
Arnold yang mendengar penghinaan dari Marquis Carabas tidak terima, ia pun ingin menunjukkan kekuatannya. Tapi sebelum dia menunjukkannya Frey lebih dulu mengeluarkan hawa membunuh yang ditujukan langsung kearah Marquis Carabas. Meskipun begitu, semua orang yang ada diruangan itu merasakan hawa membunuh yang kuat.
"Hehehe, mungkin aku tidak sesabar Arnold. Tapi jika kau menghina Arnold lagi aku akan membunuhmu." Ucap Frey sambil menekan setiap kata yang ia ucapkan.
"Ugh, apa-apaan hawa membunuh ini." Pikir Carabas sambil berusaha bertahan.
Arnold mendengar pembelaan dari orang sekitarnya merasa bangga. Tapi jika terus seperti ini, Carabas dan yang lainnya akan tewas.
"Frey, berhentilah. Nanti semua yang ada disini terluka." Ucap Arnold menghentikan Frey.
"Baiklah, tapi jika ada yang menghinamu lagi, jangan salahkan aku lagi." Balas Frey yang berhenti mengeluarkan hawa membunuhnya.
"Ugh, kekuatan serigala ini, jauh diatas ku. Bahkan lebih kuat dari Raja." Pikir Duke Albion.
"Hey Ar, apa partnermu ini sudah ada di Rank SS?" Tanya Duke Albion.
"Ya paman. Karena itu aku ingin ikut dalam pertempuran itu." Balas Arnold.
"Baiklah, aku mengizinkanmu untuk ikut dengan Jendral Alex dan Duke Albion.
Meskipun aku melarangnya kau pasti dengan mudah tetap kesana dengan adanya partner yang kuat." Ucap Pangeran Charles.
"Hehe, terimakasih yang mulia." Balas Arnold sambil tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu apa masih ada yang ingin bertanya?" Ucap Pangeran Charles
"Yang Mulia, kapan pertempuran ini dilakukan?" Tanya Arnold.
"Untuk hal itu, para petinggi kerajaan sepakat akan memulai penyerangan seminggu lagi." Jawab Pangeran Charles.
"Begitukah, baiklah. Terimakasih yang mulia." Ucap Arnold.
Dengan begitu rapat pun selesai, peserta rapat pun keluar dari tempat untuk mempersiapkan diri akan pertempuran ini. Sedangkan Pangeran Charles, Arnold, Jendral Alex dan Duke Albion masih berada ditempat itu.
"Pangeran, apakah ayahku tidak mengirimkan pasukan?" Tanya Arnold.
"Oh pasukan Marquis Lawsdansky akan sampai disini lima hari lagi, karena waktu yang ditempuh dari wilayahmu kesini sangat lama." Jawab Pangeran Charles.
"Begitukah, dengan begitu aku lebih tenang." Ucap Arnold. "Lalu aku dan yang lainnya permisi dahulu, kami akan mempersiapkan diri untuk pertempuran itu." Sambung Arnold.
Arnold dan yang lainnya meninggalkan tempat itu dan mencari penginapan untuk mereka. Meski mereka akan menghadapi perang, mereka tetap melakukan latihan selama beberapa hari. Meski hanya sebentar dan hanya sedikit meningkat. Sehingga tak terasa sudah seminggu berlalu dan sebentar lagi mereka akan memulai pertempurannya.
Saat ini Arnold dan yang lainnya sedang bersama para pasukan Marquis Lawsdansky. Pasukan ini berjumlah 500 orang dengan beberapa puluh peringkat S , ratusan peringkat A dan dipimpin langsung oleh Sova. Awalnya Sova dan prajuritnya terkejut ketika mereka sampai di tempat itu, mereka terkejut karena tidak menyangka akan bertemu dengan Arnold. Arnold saat itu langsung menemui pasukannya karena ia ingin memperkenalkan anggota baru dan ia juga memiliki perintah yang harus pasukan itu lakukan. Arnold meminta untuk beberapa orang peringkat S untuk melindungi Maggie, Leon, Melinda dan Laura ketika mereka membantu di kamp penyulingan. Arnold merasa jika Marquis Carabas masih memiliki dendam dengan Arnold, sehingga ia merasa jika Maggie atau yang lain menjadi korban.
Saat ini Arnold sudah bersama dengan beberapa pasukan yang bertugas untuk penghancuran inti dungeon. Pasukan itu berjumlah dua puluh lima orang. Lima belas orang dari kerajaan Elf dengan 3 peringkat SS yang salah satunya Raja dan sisanya ada di peringkat S. Tiga dari kerajaan manusia, Arnold, jendral Alex dan Duke Albion, Azka dan Frey tidak dihitung. Empat orang dari kerajaan Dwarf yang memiliki dua peringkat SS dan dua peringkat S. Lalu tiga dari kerajaan demi human, dan ketiganya adalah peringkat S.
Mereka saat ini sedang membicarakan rencana menuju inti dungeon. Rencana mereka akan bergerak bersama tiga ribu pasukan mengelilingi tempat itu dan berencana menyerang dari belakang. Para pasukan bertugas untuk mengalihkan monster-monster yang menjaga pintu masuk dungeon. Sedangkan sisa pasukan yang lain akan menyerang dari depan sehingga perhatian para monster dapat di ganggu. Lalu ketika penjaga dungeon lemah, saat itulah tim penghancur inti dungeon masuk kedalam dungeon. Sebenarnya mereka bisa saja membawa lebih banyak pasukan kedalam, tapi jika jumlah pasukan diluar dungeon tidak cukup, maka bisa saja kekalahan di luar dungeon.
Setelah selesai membicarakan rencana singkat itu, mereka pun menuju dungeon itu untuk menyelesaikan bencana ini.
"SEMUA PRAJURIT YANG ADA DISINI, MARI KITA BERANGKAT BERSAMA UNTUK MENYELESAIKAN SEMUA BENCANA INI.!!" Teriak Raja Elf menandakan perang dimulai.
para pasukan pun berlari menuju Medan pertempuran. setiap pasukan dari kerajaan berbeda bekerja sama mengalahkan musuh yang sama. Sedangkan Arnold dan yang lain mengambil jalan memutar untuk menyerang dari belakang. semua Peringkat SS melaju sangat cepat untuk mengamankan jalur mereka memutari Medan pertempuran. Arnold pun ikut bagian dalam tindakan itu, sedangkan Azka dan Frey hanya mengikuti Arnold.
Melihat tindakan Arnold peringkat SS yang lainnya pun terkejut karena mereka tidak menyangka Arnold yang masih semuda itu dapat menyaingi kecepatan mereka.
"apa bocah itu seorang assasin?" pikir salah satu petinggi dari demi human.
"jangan bilang dia sudah berada di peringkat SS" Pikir Jendral Alex dan Duke Albion bersamaan.
"jika dilihat dari kontrak partnernya, hal itu sangat mungkin." Pikir Duke Albion.
"siapa bocah itu" pikir Raja Elf.
Karena merasa penasaran dengan Arnold, Raja Elf pun mendatangi Duke Albion yang dari awal sudah dikenal oleh Raja Elf dan menanyakan hal itu.
"halo, tuan Albion. Apa kamu tahu siapa anak itu?" Tanya Raja Elf.
"ah, salam yang mulia. Saya hanya mengetahui sedikit tentang anak itu. Dia merupakan anak yang sangat jenius. Apalagi dengan umur yang semuda itu dia sudah berada di peringkat S, katanya." Jawab Duke Albion menekan kata 'katanya'.
"katanya? apa kau percaya dengan itu? tanya Raja Elf.
"tidak yang mulia, yang saya percayai dia lebih kuat dari itu." balas Duke ALbion
"lebih kuat?" tanya Raja Elf dengan bingung.