
Arnold saat ini sedang menuju
tempat Azka bersama dengan Frey. Entah Kenapa, sejak terjadi pemberontakan
Arnold merasa firasat buruk. Ia percaya pemberontak itu saat ini belum
mengeluakan monster terbaiknya nya, karena itu ia harus bertemu dengan Azka
untuk mempersiapkan segala kemungkinan. Karena mungkin dengan bantuan Azka,
mereka bisa membuat dampaknya menjadi lebih kecil.
“Semoga firasatku salah.” Pikir Arnold.
Setelah beberapa lama, akhirnya
arnold sampai ditempat Azka mengawasi Ibu dan adik Arnold.
“hey, Azka bagaiama situasinya?”
Tanya Arnold.
“Sampai saat ini, semua masih
baik-baik saja.” Jawab Azka. “Sedang apa kalian kesini? Bukankah seharusnya kalian
bertarung melawan Chimera.” Sambungnya
“pertarungan melawan Chimera
kuserahkan kepada ayahku dan prajurit yang lain. Aku yakin mereka pasti
baik-baik saja.” Jawab Arnold. “alasanku datang kesini, karena aku merasakan
firasat buruk dari serangan pemberontak itu, akku merasa pemberontak itu belum
mengeluarkan monster terbaiknya.” Sambungnya.
“mengapa kau merasa seperti itu?”
tanya Azka.
“Entahlah, yang pasti ini sama
seperti ketika aku merasakan firasat buruk jika dulu aku mengabaikanmu di gua itu, aku sudah pasti mati.” Jawab Arnold.
“kurasa itu hanya firasatmu saja
Ar.” Balas Azka.
“Benar ar, kurasa itu hanya
firasatmu, karena sejak serangan pemberontak aku tidak merasa jika ada sesuatu
yang berbahaya lagi.” Ucap Frey.
“Semoga saja begitu. Oh iya, apa
kalian mengetahui tentang sihir kegelapan dan sihir Summon?” tanya Arnold.
“Sihir kegelapan dan Sihir Summon?
Sepertinya aku pernah mendengar itu. Jika aku tak salah, sihir kegelapan
merupakan kebalikan dari sihir cahaya. Sihir ini biasanya dimiliki oleh ras
Iblis atau monster. Manusia yang dapat menggunakannya biasanya yang melakukan
kontrak dengan Iblis untuk menjadi lebih kuat. Sihir summon adalah sihir
pemanggilan, sihir yang memanggil monster, iblis atau yang lain. Sihir ini
menggunakan korban ritual untuk memenuhi syarat pemanggilan.” Jelas Azka.
“Begitu ya, tapi apakah para
pngguna sihir summon ikut dikorbankan saat menggunakan sihir itu?” tana arnold.
“apakah para pemberontak yang
menggunakan sihir summon itu mengorbankan dirinya?” tanya Azka kembali.
“Ya, dari pemeriksaan pasukan
kerajaan, pengguna sihir itu mengorbankan dirinya untuk mensummon monster.”
Jawab Arnold.
“Jika begitu, mungkin firasatmu
benar Ar.” Balas Azka yang sedikit tersentak dengan penjelasan Arnold.
“Maksudmu?” tanya Arnold yang
bingung dengan perkataan Azka.
“sekitar ratusan tahun yang lalu,
ada seorang pengguna sihir summon yang mengorbankan dirinya. Dan Monster yang
dia Summon adalah Monster Rank SSS,Behemoth. Tapi setelah pemanggilan selesai,
monster tidak langsung muncul melainkan yang muncul adalah sebuah batu sihir
yang harus dipenuhi oleh mana kegelapan sesuai dengan kapasitas mana monster
itu. Setelah mana penuh, monster itu baru akan terlahir” Jelas Azka
“ Jika begitu, kita masih ada waktu
untuk bersiap” ucap Arnold
“Ya, tapi monster itu berbeda
dengan monster yang kita lawan, monster itu terlahir dari sihir kegelapan
sehingga daya serangnya lebih besar.” Jelas Azka.
“apakah kau dapat mencari Batu sihir itu dengan sihir cahaya mu?” Tanya Arnold.
“baiklah akan kucoba.” Balas Azka.
Azka kemudian mencari batu sihir
itu disekitar ibukota. Karena Batu Sihir monster itu memiliki mana kegelapan,
azka dapat merasakan kehadirannya karena memiliki sifat yang berbeda dengan
sihir cahaa yang dimiliki Azka.
Beberapa waktu berlalu, azka masih
mencari keberadaan bbatu sihir itu, tapi setelah semua lokasi ibukota
ditelusuri oleh Azka, ia masih belum menemukan batu itu. Lalu Azka memberitahu
kepada Arnold jika batu ihir itu saat ini sudah tidak ada di Ibukota. Arnold
yang mendengar itu langsung merasa kecewa, karena jika monster dibatu sihir itu
sampai terlahir, Mungkin kekacaun yang terjadi lebih dari yang terjadi beberapa
waktu lalu.
Azka kemudian menjelaskan, jika
Batu sihir itu membutuhkan mana kegelapan yang sangat banyak untuk terisi,
saat ini hanya berada di benua iblis dan monster. Mendengar itu arnold kemudian
bernafas lega. Setelah kembali dari Ibukota ia berencana untuk memperkuat
wilayahnya agar siap melawan kekacauan itu.
Setelah memastikan hal itu, arnold
kemudian berterimakasih kepada Azka dan Frey, karena sudah membantu dia dalam
menjaga keluarganya dan membantu dirinya. Ia kemudian menyuruh Azka dan Frey
untuk kembali memastikan keadaan sekitar. Jika sudah dianggap aman, arnold
menyuruh mereka untuk menunggu kepulangan Arnold dan Keluarganya di Mansion
Baron Lawsdansky. Setelah itu Arnold kemudian pergi menuju tempat ibu dan
adiknya berada.
Selama perjalanan menuju kesana,
arnold masih menjumpai beberapa monste berperingkat rendah yang menyerang rumah
rakyat. Melihat itu, arnold melesat dengan cepat membasmi monster-monster
disekitar itu. Sambil berlari sambil membunuh monster, itulah yang dilakukan
Arnold sambil menuju ke istana.
“Kurasa ayah dan yang lainnya sudah selesai melawan Chimera” pikir
arnold.
Setelah beberapa waktu, arnold
sudah sampai diistana dan langsung menuju tempat berlindungnya keluarganya.
Karena ramainya orang yang berlindung ditempat itu, arnold merasa kesusahan
mencari ibu dan adiknya. Butuh waktu lama baginya untuk mencari ibu dan adiknya.
“IBU, AMOS.” Teriak arrnold yang
sekilas melihat ibu dan adiknya.
Ibu arnold yang mendengar suara
arnold seketika menoleh kearah suara.
“NAK..” Kata ibunya yang berlari
memeluk Arnold. Amos yang melihat itu juga berlari menuju kakaknya.
“apa kau bai-baik saja nak? Aku
sangat mengkhawatirkan kalian, kau tau.” Ucap ibunya.
“ Tenang saja bu, aku dan ayah
baik-baik saja.” Balas Arnold.
“baguslah, lalu dimana
ayahmu?” tanya ibunya.
“ ayah sedang dalam perjalanan
menuju kemari bu, sebentar lagi ayah juga akan sampai.” Jawab arnold.
“begitu ya.” Balas ibunya sambil
tersenyum.
“kak, monster seperti apa yang
kalian lawan?” tanya Amos yang penasaran dengan peperangan itu.
“Hanya monster Rank A dan B, Lalu
ada monster Rank SS, Chimera.” Jelas arnold.
Sontak semua yang ada disekitar
arnold terkejut mendengar pembicaraan itu. Mereka terkejut karena monster yang
mereka lawan ada di Rank SS.
“tenang saja semuanya, Raja dan
yang lainnya sudah menglahkan monster itu.” Ucap arnold yang membuat kepanikan
disekitar menjadi lebih tenang.
“apakah kakak juga membantu?”
tanya amos sambil berbisik kearah Anold.
“Tentu saja, aku yang memberitahu
rencana agar ayah membawa pasukan untuk mengalahkan monster itu.” Balas arnold
sambil berbisik
“aku tau kakak memang yang
terhebat.” Kata Amos dengan bangga.
“hahah, cepat lah besar dan
bertambah kuat, agar kau bisa ikut bertarung bersamaku.” Balas arnold.
“tentu kak, aku akan menjadi lebih
kuat.” Ucap Amos yang menjadi lebih semangat.
Setelah beberapa saat mereka
berbicara, mereka mendengar teriakan dari para pasukan, atau lebih tepatya
teriakan kebahagian yang menandakan jika peperangan ini sudah terleewati.
Setelah mendengar itu mereka kemudai keluar untuk melihat anggota keluarga
mereka yang ikut membantu pertempuran itu.
“Ibu, Amos, ayo kita keluar.” Kata
Arnold.
*Terimakasih teman-teman karna
sudah mau membaca karya saya yang tidak seberapa ini.
Saya akan lebih semangat untuk
menulis karya ini, semoga karya ini kedepannya dapat membuat teman-teman merasa
puas.
Jika ada yang merasa karya saya
kurang, mohon berikan komentar agar saya dapat memperbaiki kesalahan saya.
Selamat membaca.