Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 26:MEMASTIKAN



Arnold saat ini sedang menuju


tempat Azka bersama dengan Frey. Entah Kenapa, sejak terjadi pemberontakan


Arnold merasa firasat buruk. Ia percaya pemberontak itu saat ini belum


mengeluakan monster terbaiknya nya, karena itu ia harus bertemu dengan Azka


untuk mempersiapkan segala kemungkinan. Karena mungkin dengan bantuan Azka,


mereka bisa membuat dampaknya menjadi lebih kecil.


“Semoga firasatku salah.” Pikir Arnold.


Setelah beberapa lama, akhirnya


arnold sampai ditempat Azka mengawasi Ibu dan adik Arnold.


“hey, Azka bagaiama situasinya?”


Tanya Arnold.


“Sampai saat ini, semua masih


baik-baik saja.” Jawab Azka. “Sedang apa kalian kesini? Bukankah seharusnya kalian


bertarung melawan Chimera.” Sambungnya


“pertarungan melawan Chimera


kuserahkan kepada ayahku dan prajurit yang lain. Aku yakin mereka pasti


baik-baik saja.” Jawab Arnold. “alasanku datang kesini, karena aku merasakan


firasat buruk dari serangan pemberontak itu, akku merasa pemberontak itu belum


mengeluarkan monster terbaiknya.” Sambungnya.


“mengapa kau merasa seperti itu?”


tanya Azka.


“Entahlah, yang pasti ini sama


seperti ketika aku merasakan firasat buruk jika dulu aku mengabaikanmu di gua itu, aku sudah pasti mati.” Jawab Arnold.


“kurasa itu hanya firasatmu saja


Ar.” Balas Azka.


“Benar ar, kurasa itu hanya


firasatmu, karena sejak serangan pemberontak aku tidak merasa jika ada sesuatu


yang berbahaya lagi.” Ucap Frey.


“Semoga saja begitu. Oh iya, apa


kalian mengetahui tentang sihir kegelapan dan sihir Summon?” tanya Arnold.


“Sihir kegelapan dan Sihir Summon?


Sepertinya aku pernah mendengar itu. Jika aku tak salah, sihir kegelapan


merupakan kebalikan dari sihir cahaya. Sihir ini biasanya dimiliki oleh ras


Iblis atau monster. Manusia yang dapat menggunakannya biasanya yang melakukan


kontrak dengan Iblis untuk menjadi lebih kuat. Sihir summon adalah sihir


pemanggilan, sihir yang memanggil monster, iblis atau yang lain. Sihir ini


menggunakan korban ritual untuk memenuhi syarat pemanggilan.” Jelas Azka.


“Begitu ya, tapi apakah para


pngguna sihir summon ikut dikorbankan saat menggunakan sihir itu?” tana arnold.


“apakah para pemberontak yang


menggunakan sihir summon itu mengorbankan dirinya?” tanya Azka kembali.


“Ya, dari pemeriksaan pasukan


kerajaan, pengguna sihir itu mengorbankan dirinya untuk mensummon monster.”


Jawab Arnold.


“Jika begitu, mungkin firasatmu


benar Ar.” Balas Azka yang sedikit tersentak dengan penjelasan Arnold.


“Maksudmu?” tanya Arnold yang


bingung dengan perkataan Azka.


“sekitar ratusan tahun yang lalu,


ada seorang pengguna sihir summon yang mengorbankan dirinya. Dan Monster yang


dia Summon adalah Monster Rank SSS,Behemoth. Tapi setelah pemanggilan selesai,


monster tidak langsung muncul melainkan yang muncul adalah sebuah batu sihir


yang harus dipenuhi oleh mana kegelapan sesuai dengan kapasitas mana monster


itu. Setelah mana penuh, monster itu baru akan terlahir” Jelas Azka


“ Jika begitu, kita masih ada waktu


untuk bersiap” ucap Arnold


“Ya, tapi monster itu berbeda


dengan monster yang kita lawan, monster itu terlahir dari sihir kegelapan


sehingga daya serangnya lebih besar.” Jelas Azka.


“apakah kau dapat mencari Batu sihir itu dengan sihir cahaya mu?” Tanya Arnold.


“baiklah akan kucoba.” Balas Azka.


Azka kemudian mencari batu sihir


itu disekitar ibukota. Karena Batu Sihir monster itu memiliki mana kegelapan,


azka dapat merasakan kehadirannya karena memiliki sifat yang berbeda dengan


sihir cahaa yang dimiliki Azka.


Beberapa waktu berlalu, azka masih


mencari keberadaan bbatu sihir itu, tapi setelah semua lokasi ibukota


ditelusuri oleh Azka, ia masih belum menemukan batu itu. Lalu Azka memberitahu


kepada Arnold jika batu ihir itu saat ini sudah tidak ada di Ibukota. Arnold


yang mendengar itu langsung merasa kecewa, karena jika monster dibatu sihir itu


sampai terlahir, Mungkin kekacaun yang terjadi lebih dari yang terjadi beberapa


waktu lalu.


Azka kemudian menjelaskan, jika


Batu sihir itu membutuhkan mana kegelapan yang sangat banyak untuk terisi,


saat ini hanya berada di benua iblis dan monster. Mendengar itu arnold kemudian


bernafas lega. Setelah kembali dari Ibukota ia berencana untuk memperkuat


wilayahnya agar siap melawan kekacauan itu.


Setelah memastikan hal itu, arnold


kemudian berterimakasih kepada Azka dan Frey, karena sudah membantu dia dalam


menjaga keluarganya dan membantu dirinya. Ia kemudian menyuruh Azka dan Frey


untuk kembali memastikan keadaan sekitar. Jika sudah dianggap aman, arnold


menyuruh mereka untuk menunggu kepulangan Arnold dan Keluarganya di Mansion


Baron Lawsdansky. Setelah itu Arnold kemudian pergi menuju tempat ibu dan


adiknya berada.


Selama perjalanan menuju kesana,


arnold masih menjumpai beberapa monste berperingkat rendah yang menyerang rumah


rakyat. Melihat itu, arnold melesat dengan cepat membasmi monster-monster


disekitar itu. Sambil berlari sambil membunuh monster, itulah yang dilakukan


Arnold sambil menuju ke istana.


“Kurasa ayah dan yang lainnya sudah selesai melawan Chimera” pikir


arnold.


Setelah beberapa waktu, arnold


sudah sampai diistana dan langsung menuju tempat berlindungnya keluarganya.


Karena ramainya orang yang berlindung ditempat itu, arnold merasa kesusahan


mencari ibu dan adiknya. Butuh waktu lama baginya untuk mencari ibu dan adiknya.


“IBU, AMOS.” Teriak arrnold yang


sekilas melihat ibu dan adiknya.


Ibu arnold yang mendengar suara


arnold seketika menoleh kearah suara.


“NAK..” Kata ibunya yang berlari


memeluk Arnold. Amos yang melihat itu juga berlari menuju kakaknya.


“apa kau bai-baik saja nak? Aku


sangat mengkhawatirkan kalian, kau tau.” Ucap ibunya.


“ Tenang saja bu, aku dan ayah


baik-baik saja.” Balas Arnold.


“baguslah, lalu dimana


ayahmu?” tanya ibunya.


“ ayah sedang dalam perjalanan


menuju kemari bu, sebentar lagi ayah juga akan sampai.” Jawab arnold.


“begitu ya.” Balas ibunya sambil


tersenyum.


“kak, monster seperti apa yang


kalian lawan?” tanya Amos yang penasaran dengan peperangan itu.


“Hanya monster Rank A dan B, Lalu


ada monster Rank SS, Chimera.” Jelas arnold.


Sontak semua yang ada disekitar


arnold terkejut mendengar pembicaraan itu. Mereka terkejut karena monster yang


mereka lawan ada di Rank SS.


“tenang saja semuanya, Raja dan


yang lainnya sudah menglahkan monster itu.” Ucap arnold yang membuat kepanikan


disekitar menjadi lebih tenang.


“apakah kakak juga membantu?”


tanya amos sambil berbisik kearah Anold.


“Tentu saja, aku yang memberitahu


rencana agar ayah membawa pasukan untuk mengalahkan monster itu.” Balas arnold


sambil berbisik


“aku tau kakak memang yang


terhebat.” Kata Amos dengan bangga.


“hahah, cepat lah besar dan


bertambah kuat, agar kau bisa ikut bertarung bersamaku.” Balas arnold.


“tentu kak, aku akan menjadi lebih


kuat.” Ucap Amos yang menjadi lebih semangat.


Setelah beberapa saat mereka


berbicara, mereka mendengar teriakan dari para pasukan, atau lebih tepatya


teriakan kebahagian yang menandakan jika peperangan ini sudah terleewati.


Setelah mendengar itu mereka kemudai keluar untuk melihat anggota keluarga


mereka yang ikut membantu pertempuran itu.


“Ibu, Amos, ayo kita keluar.” Kata


Arnold.


*Terimakasih teman-teman karna


sudah mau membaca karya saya yang tidak seberapa ini.


Saya akan lebih semangat untuk


menulis karya ini, semoga karya ini kedepannya dapat membuat teman-teman merasa


puas.


Jika ada yang merasa karya saya


kurang, mohon berikan komentar agar saya dapat memperbaiki kesalahan saya.


Selamat membaca.