Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 46: MENDAFTAR GUILD DAN PERTARUNGAN MAGGIE YANG PERTAMA



Arnold, Maggie, Azka dan Frey pun berangkat dari rumahnya


untuk memulai petualang. Petualangan mereka kali ini akan banyak menemui ras


atau suku-suku lain. Sebelum memulai petualangnha, Arnold dan Maggie harus


mendaftar guild pedagang, seperti yang direncanakan. Guild pedagang berpusat di


ibukota setiap kerajaan, tapi karena wilayah Marquis Lawsdansky memiliki sumber


daya dan bahan yang bagus dari monster di hutan kematian, Guild pedagang


membuka cabang diwilayah itu. Tempat itulah tujuan pertama mereka.


KRING KRING


Bunyi lonceng menandakan ada tamu yang memasuki tempat itu.


"Selamat pagi, selamat datang di guild pedagang. Apa


ada sesuatu yang anda perlukan?" Tanya Resepsionis.


"Halo, perkenalkan saya Arnold Lawsdansky dan ini


Maggie." Ucap Arnold.


"La-lawsdansky? Apakah anda tuan muda dari wilayah


ini?" Tanya Resepsionis yang sedikit terkejut.


"Ahahah, ya itu aku." Ucap Arnold.


"Berarti perempuan ini adalah tunangan tuan kan?" Ucap


Resepsionis itu lagi.


"Ya salam kenal. Saya Maggie." Balas Maggie.


"Ah, maaf saya terlambat memperkenalkan diri, nama saya


Erlaine, resepsionis guild pedagang diwilayah ini." Ucap Erlaine.


"Salam kenal kak Erlaine." Ucap Arnold dan Maggie.


"Lalu, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya


Erlaine.


"Ya, apa kami berdua bisa mendaftar menjadi anggota


guild pedagang?" Tanya Arnold.


"Menjadi anggota pedagang tentu saja bisa. Tapi


bukankah lebih baik tuan mendaftar menjadi petualang, dengan kekuatan tuan yang


sudah diperingkat S?" Tanya Erlaine.


"Ah, aku tidak ingin orang mengetahui tingkat


kekuatanku." Balas Arnold.


"Tingkat S? Dia sudah di peringkat SSS." Pikir


Maggie sedikit tersenyum.


"Begitu ya, lalu mengapa anda ingin menjadi


pedagang?" Tanya Erlaine.


"Apakah pertanyaan ini ujian menjadi pedagang.? Tanya


Arnold balik.


"Ya, kami harus mengetahui tujuan dari pedagang sebelum


menerimanya." Balas Erlaine.


"Begitu ya, sebenarnya aku ingin menjadi pedagang


karena ingin menjelajahi benua ini. Aku ingin mencari apa saja yang berharga di


setiap kerajaan dan tentunya mencari bahan yang langka." Jelas Arnold.


"Begitu ya, kalau begitu kalian berdua dapat menjadi


anggota. Tapi kalian harus memenuhi syarat-syarat dari seorang pedagang.


Yang pertama kalian harus membayar pajak tahunan sebesar 20


gold.


Yang kedua harga setiap barang yang kalian jual harus


disetujui oleh guild pedagang. Agar tidak membuat rugi setiap pedagang.


Yang ketiga kalian tidak boleh menyalahgunakan penggunaan


kartu guild.


Itu saja persyaratan nya, kalian harus mematuhi itu."


Jelas Erlaine.


"Baiklah, kami akan mengikuti itu. Dan untuk pajak


tahun pertama akan kami bayar langsung." Balas Arnold sambil menyerahkan


uang sebanyak 20 gold.


Meskipun ia dari keluarga bangsawan, Arnold tidak ingin


membawa uang yang banyak saat petualang ini. Itu juga salah satu alasan Arnold


ingin menjadi pedagang, agar bisa memenuhi kebutuhan mereka ketika


berpetualang.


"Terimakasih. Ini kartu guild, kartu ini berfungsi juga


sebagai izin masuk kerajaan lain.


"Kalau begitu kami permisi dulu.  " Ucap Arnold.


"Ya, tapi kalian ingin berangkat kemana?" Tanya


Erlaine.


"Mungkin kami akan ke kerajaan elf dulu." Ucap


Arnold.


"Begitu ya, kalau begitu berhati-hatilah.” Ucap


Erlaine.


“Ya, sampai jumpa lagi.” Balas Arnold


Mereka pun keluar dari tempat itu. Setelah dari tempat itu,


Arnold dan Maggie pun berangkat ketujuannya, yaitu menuju bagian utara benua


itu. Mereka akan berpetualang diperbatasan kerajaan manusia dan Elf. Tapi


sebelum berangkat kesana, mereka membeli kereta kuda terlebih dahulu, kereta


kuda yang merea beli adalah kereta yang biasa digunakan oleh pedagang.


“Hey Ar, jika kau beli kereta ini apa kau tahu cara


menggunakannya?” Tanya Azka.


“Iya ya. Bodohnya aku, gimana sekarang?” Tanya Arnold yang


tidak memikirkan hal itu.


“Huh, dasar kau ini.” Balas Azka.


malu.


“Be-benarkah? Waah, kamu hebat Maggie. Kalau begitu, selama


perjalanan kita, kamu bisa mengajariku cara mengendarai ini.” Ucap Arnold


dengan kagum


“Heheh, itu bukan hal yang harus dipuji.” Balas Maggie.


“Tidak, itu adalah hal yang harus dipuji.” Ucap Arnold.


“Baiklah-baiklah, lebih baik kita berangkat sekarang.” Ucap


Azka.


Mereka Pun menyetujui perkataan Azka dan mulai petualang


mereka. Jalan yang mereka ambil kali ini adalah jalan yang memutari ibukota.


Mereka memilih rute itu, karena Arnold ingin petualangan kali ini sedikit


berwarna. Karena itu mereka membutuhkan waktu hampir dua bulan perjalanan untuk


sampai ke perbatasan.


Saat ini mereka sudah memasuki wilayah hutan, terkadang


terlihat beberapa orang yang mereka temui. Orang-orang itu adalah para


petualang yang memiliki misi atau mencari monster dihutan itu. Arnold pun


menanyakan beberapa informasi tentang hutan itu kepada petualang sebagai


persiapan mereka. Para petualang mengatakan bahwa hutan ini bernama Dark


Forest. Didalam hutan itu terdapat monster dari Rank D sampai dengan Rank S. Tapi


untuk rank S hanya beberapa saja dihutan ini, Rank S biasanya hanya pemimpin


suatu klompok monster.


Mendengar penjelasan dari Petualang Arnold, Azka dan Frey merasa


tidak semangat lagi menjelajahi tempat itu. Karena bagi mereka, monster yang


ada disitu bukanlah masalah besar, tapi mereka masih tetap menjelajahi itu


karena hutan itu merupakan tempat yang bagus untuk menambah pengalaman Maggie.


“Maggie, ini merupakan tempat yang baik untuk menambah


pengalamanmu. Karena itu kita akan menjelajah disini sebentar.” Ucap Arnold.


“Ya, aku akan berlatih sebaik mungkin.” Ucap Maggie dengan


semangat.


“Ya, kalau begitu mari kita masuk.” Ucap Arnold.


Mereka pun memasuki hutan itu dan mulai menjelajah. Dibagian


luar hutan hanya terdapat Horned Rabbit dan Vyper. Itu adalah monster dengan


peringkat D. Setelah mereka memasuki semakin dalam hutan mereka sudah bertemu


dengan Goblin dan wild Wolf, monster Rank C. Ditempat itulah Maggie mulai


mencari pengalamannya.


Meski goblin dan wild wolf monster peringkat C, mereka masih


ditakuti oleh para petualang, karena sifat monster itu yang selalu bergerak


secara kelompok apalagi dengan jumlah yang lebih dari sepuluh setiap


kelompoknya.


Belum lama berjalan, Arnold merasakan jika ada beberapa


monster di bagian depan mereka. Monster itu terlihat sedang menunggu mangsa


yang akan disergap.


“Berhenti Maggie, kita akan berhenti disini sebentar.” Ucap


Arnold.


“Hmm? Mengapa Ar?” Tanya Maggie dengan bingung.


“Tidak, hanya ada beberapa monster disana, itu adalah


lawanmu yang pertama.” Ucap Arnold.


“Benarkah? Tapi aku tidak bisa melihat mereka.” Tanya


Maggie.


“Ya, monster itu berjumlah lebih dari sepuluh, jadi


bersiaplah dan jangan lengah.” Balas Arnold.


“Baiklah, kalau begitu aku akan maju.” Ucap Maggie.


“Ya, berhati-hatilah.” Balas Arnold.


Maggie pun turun dari kereta kuda dan mulai berjalan kearah


tempat itu. Setelah berjarak kurang dari sepuluh meter, Maggie berhenti dan


mulai melafalkan mantranya.


Magic of Wind: Wind


Cutter.


Maggie mengeluarkan sihir anginnya yang berbentuk pedang


sabbit kearah tempat itu.


WHUSS


KYAKK


Tampak serangan Maggie langsung menewaskan beberapa monster,


karena perbedaan kekuatan mereka. Tapi karena jumlahnya tidak sedikit monster


itu langsung berlari kearah Maggie dengan sebuah kayu tajam ditangannya.


Monster itu adalah goblin, monster dengan badan kecil,gigi tajam, sedikit botak


dan berwarna hijau. Goblin berlari sangat cepat kearah Maggie, karena hal itu Maggie


tidak bisa menggunakan sihir serangan kearah Goblin itu.


Magic of Wind: Wind


Protect.


Sihir bertahan yang diajarkan oleh Frey, sebuah sihir angina


yang berotasi disekitar Maggie dan melindungi sekeliling Maggie. Sihir itu


bukan hanya melindungi Maggie, sihir itu juga mendorong beberapa Goblin menjauh


darinya.


“tampaknya Maggie


sudah semakin kuat.” Pikir Arnold.


Maggie dengan cepat menggunakan sihir anginnya untuk menebas


goblin yang tersisa. Dengan cepat Maggie membunuh seluruh goblin itu.