
Arnold, Maggie, Azka dan Frey pun berangkat dari rumahnya
untuk memulai petualang. Petualangan mereka kali ini akan banyak menemui ras
atau suku-suku lain. Sebelum memulai petualangnha, Arnold dan Maggie harus
mendaftar guild pedagang, seperti yang direncanakan. Guild pedagang berpusat di
ibukota setiap kerajaan, tapi karena wilayah Marquis Lawsdansky memiliki sumber
daya dan bahan yang bagus dari monster di hutan kematian, Guild pedagang
membuka cabang diwilayah itu. Tempat itulah tujuan pertama mereka.
KRING KRING
Bunyi lonceng menandakan ada tamu yang memasuki tempat itu.
"Selamat pagi, selamat datang di guild pedagang. Apa
ada sesuatu yang anda perlukan?" Tanya Resepsionis.
"Halo, perkenalkan saya Arnold Lawsdansky dan ini
Maggie." Ucap Arnold.
"La-lawsdansky? Apakah anda tuan muda dari wilayah
ini?" Tanya Resepsionis yang sedikit terkejut.
"Ahahah, ya itu aku." Ucap Arnold.
"Berarti perempuan ini adalah tunangan tuan kan?" Ucap
Resepsionis itu lagi.
"Ya salam kenal. Saya Maggie." Balas Maggie.
"Ah, maaf saya terlambat memperkenalkan diri, nama saya
Erlaine, resepsionis guild pedagang diwilayah ini." Ucap Erlaine.
"Salam kenal kak Erlaine." Ucap Arnold dan Maggie.
"Lalu, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya
Erlaine.
"Ya, apa kami berdua bisa mendaftar menjadi anggota
guild pedagang?" Tanya Arnold.
"Menjadi anggota pedagang tentu saja bisa. Tapi
bukankah lebih baik tuan mendaftar menjadi petualang, dengan kekuatan tuan yang
sudah diperingkat S?" Tanya Erlaine.
"Ah, aku tidak ingin orang mengetahui tingkat
kekuatanku." Balas Arnold.
"Tingkat S? Dia sudah di peringkat SSS." Pikir
Maggie sedikit tersenyum.
"Begitu ya, lalu mengapa anda ingin menjadi
pedagang?" Tanya Erlaine.
"Apakah pertanyaan ini ujian menjadi pedagang.? Tanya
Arnold balik.
"Ya, kami harus mengetahui tujuan dari pedagang sebelum
menerimanya." Balas Erlaine.
"Begitu ya, sebenarnya aku ingin menjadi pedagang
karena ingin menjelajahi benua ini. Aku ingin mencari apa saja yang berharga di
setiap kerajaan dan tentunya mencari bahan yang langka." Jelas Arnold.
"Begitu ya, kalau begitu kalian berdua dapat menjadi
anggota. Tapi kalian harus memenuhi syarat-syarat dari seorang pedagang.
Yang pertama kalian harus membayar pajak tahunan sebesar 20
gold.
Yang kedua harga setiap barang yang kalian jual harus
disetujui oleh guild pedagang. Agar tidak membuat rugi setiap pedagang.
Yang ketiga kalian tidak boleh menyalahgunakan penggunaan
kartu guild.
Itu saja persyaratan nya, kalian harus mematuhi itu."
Jelas Erlaine.
"Baiklah, kami akan mengikuti itu. Dan untuk pajak
tahun pertama akan kami bayar langsung." Balas Arnold sambil menyerahkan
uang sebanyak 20 gold.
Meskipun ia dari keluarga bangsawan, Arnold tidak ingin
membawa uang yang banyak saat petualang ini. Itu juga salah satu alasan Arnold
ingin menjadi pedagang, agar bisa memenuhi kebutuhan mereka ketika
berpetualang.
"Terimakasih. Ini kartu guild, kartu ini berfungsi juga
sebagai izin masuk kerajaan lain.
"Kalau begitu kami permisi dulu. " Ucap Arnold.
"Ya, tapi kalian ingin berangkat kemana?" Tanya
Erlaine.
"Mungkin kami akan ke kerajaan elf dulu." Ucap
Arnold.
"Begitu ya, kalau begitu berhati-hatilah.” Ucap
Erlaine.
“Ya, sampai jumpa lagi.” Balas Arnold
Mereka pun keluar dari tempat itu. Setelah dari tempat itu,
Arnold dan Maggie pun berangkat ketujuannya, yaitu menuju bagian utara benua
itu. Mereka akan berpetualang diperbatasan kerajaan manusia dan Elf. Tapi
sebelum berangkat kesana, mereka membeli kereta kuda terlebih dahulu, kereta
kuda yang merea beli adalah kereta yang biasa digunakan oleh pedagang.
“Hey Ar, jika kau beli kereta ini apa kau tahu cara
menggunakannya?” Tanya Azka.
“Iya ya. Bodohnya aku, gimana sekarang?” Tanya Arnold yang
tidak memikirkan hal itu.
“Huh, dasar kau ini.” Balas Azka.
malu.
“Be-benarkah? Waah, kamu hebat Maggie. Kalau begitu, selama
perjalanan kita, kamu bisa mengajariku cara mengendarai ini.” Ucap Arnold
dengan kagum
“Heheh, itu bukan hal yang harus dipuji.” Balas Maggie.
“Tidak, itu adalah hal yang harus dipuji.” Ucap Arnold.
“Baiklah-baiklah, lebih baik kita berangkat sekarang.” Ucap
Azka.
Mereka Pun menyetujui perkataan Azka dan mulai petualang
mereka. Jalan yang mereka ambil kali ini adalah jalan yang memutari ibukota.
Mereka memilih rute itu, karena Arnold ingin petualangan kali ini sedikit
berwarna. Karena itu mereka membutuhkan waktu hampir dua bulan perjalanan untuk
sampai ke perbatasan.
Saat ini mereka sudah memasuki wilayah hutan, terkadang
terlihat beberapa orang yang mereka temui. Orang-orang itu adalah para
petualang yang memiliki misi atau mencari monster dihutan itu. Arnold pun
menanyakan beberapa informasi tentang hutan itu kepada petualang sebagai
persiapan mereka. Para petualang mengatakan bahwa hutan ini bernama Dark
Forest. Didalam hutan itu terdapat monster dari Rank D sampai dengan Rank S. Tapi
untuk rank S hanya beberapa saja dihutan ini, Rank S biasanya hanya pemimpin
suatu klompok monster.
Mendengar penjelasan dari Petualang Arnold, Azka dan Frey merasa
tidak semangat lagi menjelajahi tempat itu. Karena bagi mereka, monster yang
ada disitu bukanlah masalah besar, tapi mereka masih tetap menjelajahi itu
karena hutan itu merupakan tempat yang bagus untuk menambah pengalaman Maggie.
“Maggie, ini merupakan tempat yang baik untuk menambah
pengalamanmu. Karena itu kita akan menjelajah disini sebentar.” Ucap Arnold.
“Ya, aku akan berlatih sebaik mungkin.” Ucap Maggie dengan
semangat.
“Ya, kalau begitu mari kita masuk.” Ucap Arnold.
Mereka pun memasuki hutan itu dan mulai menjelajah. Dibagian
luar hutan hanya terdapat Horned Rabbit dan Vyper. Itu adalah monster dengan
peringkat D. Setelah mereka memasuki semakin dalam hutan mereka sudah bertemu
dengan Goblin dan wild Wolf, monster Rank C. Ditempat itulah Maggie mulai
mencari pengalamannya.
Meski goblin dan wild wolf monster peringkat C, mereka masih
ditakuti oleh para petualang, karena sifat monster itu yang selalu bergerak
secara kelompok apalagi dengan jumlah yang lebih dari sepuluh setiap
kelompoknya.
Belum lama berjalan, Arnold merasakan jika ada beberapa
monster di bagian depan mereka. Monster itu terlihat sedang menunggu mangsa
yang akan disergap.
“Berhenti Maggie, kita akan berhenti disini sebentar.” Ucap
Arnold.
“Hmm? Mengapa Ar?” Tanya Maggie dengan bingung.
“Tidak, hanya ada beberapa monster disana, itu adalah
lawanmu yang pertama.” Ucap Arnold.
“Benarkah? Tapi aku tidak bisa melihat mereka.” Tanya
Maggie.
“Ya, monster itu berjumlah lebih dari sepuluh, jadi
bersiaplah dan jangan lengah.” Balas Arnold.
“Baiklah, kalau begitu aku akan maju.” Ucap Maggie.
“Ya, berhati-hatilah.” Balas Arnold.
Maggie pun turun dari kereta kuda dan mulai berjalan kearah
tempat itu. Setelah berjarak kurang dari sepuluh meter, Maggie berhenti dan
mulai melafalkan mantranya.
Magic of Wind: Wind
Cutter.
Maggie mengeluarkan sihir anginnya yang berbentuk pedang
sabbit kearah tempat itu.
WHUSS
KYAKK
Tampak serangan Maggie langsung menewaskan beberapa monster,
karena perbedaan kekuatan mereka. Tapi karena jumlahnya tidak sedikit monster
itu langsung berlari kearah Maggie dengan sebuah kayu tajam ditangannya.
Monster itu adalah goblin, monster dengan badan kecil,gigi tajam, sedikit botak
dan berwarna hijau. Goblin berlari sangat cepat kearah Maggie, karena hal itu Maggie
tidak bisa menggunakan sihir serangan kearah Goblin itu.
Magic of Wind: Wind
Protect.
Sihir bertahan yang diajarkan oleh Frey, sebuah sihir angina
yang berotasi disekitar Maggie dan melindungi sekeliling Maggie. Sihir itu
bukan hanya melindungi Maggie, sihir itu juga mendorong beberapa Goblin menjauh
darinya.
“tampaknya Maggie
sudah semakin kuat.” Pikir Arnold.
Maggie dengan cepat menggunakan sihir anginnya untuk menebas
goblin yang tersisa. Dengan cepat Maggie membunuh seluruh goblin itu.