
Tak terasa waktu berjalan cepat,
hari sudah menjelang sore. Keluarga Baron Lawsdansky saat ini sedang bersiap
untuk berangkat ke istana untuk mengikuti acara perayaan dan penghargaan untuk
yang membantu saat terjadi pemberontakan.
"Ar, Nak, sudah hampir
waktunya berangkat. Kau sudah siap kan?" Tanya ibu Arnold sambil mengetuk
pintu.
Meski sudah bertanya ibu Arnold
tidak mendapat jawaban dari anaknya. Karena hal itu ia membuka pintu untuk
melihat keadaan anaknya. Yanh ia lihat adalah seorang anak sedang tertidur
bersama dengan partnernya, anak itu adalah Arnold.
Ibunya kemudian membangunkan
Arnold, dan memberitahu Arnold untuk
segera bersiap. Mendengar perkataan ibunya Arnold segera bersiap, tidak butuh
waktu lama ia sudah selesai bersiap dan pergi ke ruangan keluarga.
"Nak, kau lama sekali. Kami
sudah lelah menunggu mu." Ucap ayahnya.
"Maaf Yah, aku tadi
ketiduran, jadi sedikit lama untuk bersiap." Balas Arnold.
"Ya sudahlah, kalau begitu
ayo kita berangkat." Ucap ayahnya.
Mereka kemudian berangkat ke
istana dengan menggunakan kereta kuda milik keluarga mereka. Tak butuh waktu
lama bagi mereka untuk sampai ke istana karena jarak yang tidak terlalu jauh.
Setelah sampai di gerbang istana, mereka kemudian berjalan kaki untuk sampai
keruangan acara. Ruangan yang digunakan sama seperti ruangan acara pelantikan putra
mahkota, karena itu Arnold tidak merasa sekagum pertama kali ketempat itu.
Diruangan itu sudah terdapat
banyak bangsawan dan para tamu yang kemarin ikut membantu. Saat Baron
Lawsdansky memasuki ruangan, banyak bangsawan yang tersenyum melihat kedatangan
mereka, terutama Duke Aymon.
"Selamat malam, tuan
Lawsdansky." Ucap Duke Aymon yang menuju tempat keluarga Arnold bersama
dengan istri dan anaknya.
"Selamat malam Tuan Luke.
Bagaimana kabar anda hari ini?" Ucap ayah Arnold
"Kabarku baik-baik saja. Oh ya
perkenalkan ini istriku Catrine Aymon dan ini anakku Alex Aymon." Kata
Luke.
"Salam kenal nyonya,"
balas ayah Arnold. "Perkenalkan ini istri ku Lalia Lawsdansky, dan ini
berdua putra ku Arnold dan Amos Lawsdansky." Sambungnya.
""Salam kenal
paman." Ucap Arnold dan Amos bersamaan.
"Salam kenal Tuan Alex."
Sambung Arnold
"Ya, salam kenal
Arnold." Balas Alex
"Oh iya tuan Lawsdansky,
terimakasih karena saat itu sudah menolong suamiku melawan Chimera itu, jika
kau tidak ada mungkin saat ini ia sudah tidak ada." Ucap istri Luke.
"Ah, tidak nyonya, saat itu
karena bantuan tuan Luke kami jadi dapat mengalahkan monster itu." Balas
ayah Arnold.
"Meski begitu, aku tetap
berterimakasih padamu." Sanggah istri Luke.
"Oh iya tuan Lawsdansky, ini
mungkin sedikit privat, bagaimana cara pasukanmy sekuat itu? Jika dibandingkan
dengan pasukan terbaikku pun itu masih kalah." Tanya Luke.
"Haha, anda terlalu memuji
tuan, tapi satu hal yang pasti, anak saya Arnold lah yang membuat kami semua
menjadi kuat." Balas Ayah Arnold.
"Arnold? Betulkan
begitu?" Tanya Luke yang masih tidak percaya.
"Ya tuan, jika anda tidak
percaya anda bisa bertanya kepada istri dan anak ku." Balas ayah Arnold.
"Tidak-tidak, aku percaya
dengan yang kau ucapkan." Ucap Luke
Luke sedikit terkejut dengan
pernyataan ayah Arnold, dia sedikit menoleh melihat Arnold yang sedang
berbicara dengan anaknya.
"Bagaimana anak ini bisa
membuat mereka menjadi kuat?" Pikir Luke
Setelah menunggu cukup lama,
seorang kemudian berteriak jika Raja kerajaan Aggrasia sudah datang.
"Beri hormat kepada yang
mulia Raja Arthur Aggrasia X, yang mulia Ratu Margareth Aggrasia, yang muia
Pangeran Charles Aggrasia, yang mulia Putri Diana Aggrasia dan yang mulia
Pangeran Harry
Aggrasia." Teriak seorang
ksatria.
Mendengar perkataan itu semua
orang disana langsung membungkuk tanda memberi hormat kepada keluarga kerajaan.
Tampak Raja beserta keluarganya memasuki ruangan dari pintu yang terhubung ke
istana. Setelah sampai di singgasananya, raja kemudian mengangkat tangannya
tanda penghormatan sudah cukup.
"Terimakasih semuanya sudah
menyempatkan waktu untuk datang ke acara ini, meskipun keadaan diluar masih
kontribusi semua orang yang ikut membantu saat itu. Semoga semua orang yang
menerima penghargaan, dapat menerimanya dengan hati yang terbuka." Ucap
Raja
"Kalau begitu mari kita mulai
acaranya" sambungnya.
Setelah mengatakan hal itu,
seorang juru bicara kemudian maju disamping singgasana keluarga kerajaan. Sang
juru bicara kemudian membaca isi surat titah untuk memberi penghargaan. Satu
persatu nama-nama orang disebut. Ketika namanya disebut mereka maju kedepan dan
bersujud ala kesatria kepada Raja, yan berarti dia siap menerima penghargaan
nya. Semua orang yang sudah terpanggil menerima penghargaan diangakat menjadi
kesatria kerajaan.
Kesatria kerajaan adalah kupulna
prajurit yang bertugas langsung dibawah Raja yang memiliki tugas untuk
memastika keluarga kerajaan aman. Sedangkan prajurit kerajaan adalah bertugas
untuk mengamankan keadaan disekitar kerajaan, seperti menjaga gerbang Kerajaan.
Tidak hanya prajurit yang diberi
penghargaan, bangsawan juga diberi penghargaan berupa pengurangan pajak, atau
pemberian berupa senjata harta Karun negara.
"Keluarga Baron
Lawsdansky." Ucap juru bicara memanggil.
Mendengar hal itu, Ayah Arnold
kemudian maju kedepan dan bersujud didepan Raja.
"Keluarga Baron Lawsdansky
merupakan keluarga yang berperan paling banyak dalam menyelamatkan ibukota.
Berkat dari kontribusinya Baron Lawsdansky diangkat menjadi bangsawan Marquis
Lawsdansky." Ucap juru bicara itu.
Mendengar hal itu, banyak disana
yang terkejut tapi masih ada juga yang merasa jika penghargaan itu sesuai dengan
kontribusi Baron Lawsdansky.
"TUNGGU DULU YANG MULIA,
apakah bangsawan ini berhak untuk mendapatkan penaikan menjadi Marquis?"
Ucap seseorang yang menolak penghargaan itu. Orang itu adalah Marquis Carabas.
"Apa maksudmu kau menolak
Pendapatku?" Tanya Raja.
“Bukan begitu Yang Mulia, saya
hanya tidak percaya jika bangsawan ini layak.” Jawab Marquis Carabas.
“Jika begitu apa kualifikasi
sehingga bangsawan layak menjadi Marquis?” tanya Raja.
“Tentu saja ia harus sudah sekuat
diriku yang mulia.” Jelas Marquis Carabas.
“Memang sekuat apa kau saat ini?”
Tanya Raja.
“Bukannya aku sombong yang mulia,
saat ini aku sudah berada di Peringkat S dengan poin 14.500.” Jawab Marquis
Carabas.
Setelah mendengar jawaban dari
Marquis itu, banyak bangsawan yang memikirkan hal yang sama, Dasar bangsawan
bodoh, pikir mereka.
“Baiklah kalau begitu kita akan
mengukur kekuatan Brimstone Lawsdansky dengan alat pengukur.” Kata raja yang
tersenyum.
“Terimakasih Raja.” Balas Marquis
itu.
Setelah bebeapa saat, datang
seorang prajurit yang membawa sebuah bola kaca berwarna biru diatas tumpukan
kain. Bola itu adalah alat pengukur kekuatan seseorang, hanya dengan menaruh
tangan dan mengeuarkan auranya, batu itu akan memperlihatkan tingkat Kekuatan
seseorang.
“Bailah, Brimstone tolong taruh
tanganmu diatas batu itu.” Ucap Raja.
“Baik Yang Mulia.” Jawab Ayah
arnold.
Ia kemudai menaruh tangannya diatas bola itu dan mengeluarkan
mananya. Hal itu membuat sedikit tekanan terasa diruangan itu. Setelah melakukan
itu sebuah angka kemudian muncul di bola itu.
“Apakah kau sudah melihat angka
itu?” Tanya raja yang melihat kearah Marquis Carabas.
“Ti-tidak mu-mungkin, itu pasti
salah yang mulia. Mana mungkin jika bangsawan ini memiliki peringkat SS dengan
poin 17.500.” kata Marquis itu yang tidak percaya.
“Aku akan percaya jika ia bisa
mengalahkan ku.” Sambung baron itu yang kemudian menyerang Ayah arnold.
““huh, dasar bangsawan bodoh”” pikir orang yang sudah mengetahui
kekuatan dari Brimstone Lawsdansky.
Melihat serangan yang datang
kearah ayah Arnold, ia hanya mengeluarkan auranya untuk menekan Marquis Carbas,
tapi karena perbedaan kekuatan yang besar membuat bangsawan itu langsung
terjatuh dan merasa sulit bernafas. Melihat bangsawan itu sangat tertekan, ayah
arnold langusng menahan auranya kembali.
“Marquis Carabas, kau sudah
percaya kan?” Tanya Raja.
“ya yang mulia. Saya percaya.” Ucap
Marquis itu
“kalau begitu kembalilah
ketempatmu.” Ucap Raja.