Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 28: PERTEMUAN



Setelah membuat Marquis Carabas


kalah dengan pertarungan singkat itu. Semua yang berada disana menjadi percaya


jika Bristone Lawsdansky layak menjadi bangsawan tingkat Marquis. Karena tidak


ada lagi yang menolak, proses kenaikan bangsawan pun dilanjutkan.


“Brimstone Lawsdansky dengan ini


kau kuangkat menjadi Bangsawan Marquis mulai saat ini. Apakah kau bersedia?”


Ucap Raja Arthur sambil menaruh pedang berwarna emas dipundak Brimstone


Lawsdansky.


“Saya bersedia yang mulia, saya


berjanji akan berusaha untuk memberi yang terbaik untuk kerajaan ini.” Balas Brimstone


Lawsdansky dengan tegas.


“Jika begitu terimalah jabatanmu.”


Ucap Raja Arthur.


“Terimakasih Yang Mulia.” Balas


Brimstone Lawsdansky sambil berdiri tanda menerima jabatan itu.


Ketika ia berdiri, orang-orang


diruangan itu mulai bertepuk tangan atas prestasi Brimstone Lawsdansky.


Ibu dan Adik Arnold merasa senang


dengan dengan kenaikan jabattan itu, tapi untuk Arnold dia malah merasa pusing.


Ia merasa jika Jabatan ayahnya semakin tinggi maka semakin banyak politik


didalamnya, memikirkan hal itu membuat kepala Arnold menjadi panas. Tapi ia


kemudian mngeluarkan senyuman licik setelah lama berpikir. Sepertinya ia


mendapat ide bagaimana kabur dari urusan politik itu.


Ayah Arnold kemudian kembali


ketempat keluarganya berada. Ia langsung memeluk istri dan anak-anaknya, ia


merasa sangat senang dengan penghargaan yang diberi Raja Arthur.


“Baiklah acara pemberian


penghargaan sudah berakhir. Mari kita mulai acara perjamuanya.” Ucap raja, yang


kemudian banyak pelayan yang membawa makanan dan minuman sebagai pelengkap


acara perjamuan.


Setelah acara perjamuan dimulai,


banyak bangsawan yang membri ucapan selamat kepada Ayah Arnold. tak terkecuali


bangsawan viscount Shida yang lebih dulu menjalin hubungan keluarga dengan


Lawsdansky.


“Selamat Brimstone, sekarang


jabattanmu lebih tinggi dari padaku.” Ucap Roy Shido


“HAHAHA, terimakasih Tuan Roy.” Balas


Ayah Arnold.


“Hey Amos, Me-mengapa kau tidak


mengunjungiku beberapa hari ini?” tanya Reyna dengan sedikit malu.


“ma-maaf Reyna, beberapa hari ini


aku sedikit sibuk.” Balas Amos, yang kemudian pergi dengan Reyna menuju tempat


yang cocok berdua.


“dasar pujangga cinta.” Pikir Arnold.


“Hey tuan Brimstone selamat karena


sudah menjadi Bangsawan Marquish.” Ucap Seseorang yang datang ketempat ayah


arnold dan Roy Shido yang berbicara.


“Ah, terimakasih tuan.” Ucap ayah


arnold.


Orang yang mengucapkan selamat


kepada adalah salah satu jendral kerajaan, Jendral Wilson.


“Terimakasih atas bantuan mu dan


pasukanmu saat itu, tanpa bantuanmu itu kerajaan ini pasti sudah hancur.” Ucap


Wilson.


“Sama-sama tuan, itu memang sudah


kewajiban bagi kami bangsawan untuk menolong kerajaan ini ketika dibutuhkan.”


Jawab Ayah Arnold.


“Aku masih bertanya-tanya tentang


bagaiman tuan Brimstone membuat pasukan yang sangat kuat, bahkan satu diantara


mereka sudah setara denganku.” Ucap Wilson yang menyebut Kelvin.


“ anda terlalu memuji kami tuan,


kami semua bisa menjadi kuat karena kami sudah bekerja sangat keras agar bisa


melindungi wilayah kami dari serangan monster dari hutan kematian.” Jelas ayah


Arnold.


“ Oh iya, perkenalkan ini istri ku


Alice seorang penyihir kerajaan dan ini anak ku bernama Maggie.” Ucap Wilson


“salam kenal tuan Brimstone.”


“Salam kenal Paman Brimstone.” Ucap


istri dan anak Wilson


“Ya, salam kenal.” Balas Ayah


arnold.


“Oh iya bukankah kau memiliki anak


yang saat itu juga membantu melawan Chimeraitu?” tanya Wilson.


“Oh Arnold ya, sebentar ya Tuan


akan saya panggilkan.” Jawab ayah arnold.


“Ya tenang saja.” Balas Wilson


“HEY ARNOLD, KEMARILAH.” Ucap ayah


arnold dengan sedikit keras.


“AH, ada apa yah?” tanya Arnold


yang merasa bosan dengan acara itu.


“Ini tuan Wilson datang mencari


mu, Perkenalkan tuan ini anak sulung saya Arnold.” Ucap ayah arnold.


“Salam kenal arnold.” ucap Wilson.


“Salam kenal paman. Apa paman


mencari ku?” Tanya Arnold.


ingin bertemu denganmu setelah mendengar ceritaku jika ada anak yang seusianya


sudah berperingkat S.” Jelas Wilson sambi menunjuk anaknya.


“Sa-salam Kenal Tuan Arnold,


perkenalkan saya Maggie.” Ucap Maggie


Arnold yang melihat Maggie sontak


terpesona. Maggie adalah perempuan berbadan setinggi 160 cm. Memiliki mata


berwarna cokelat dan rambut berwarna hitam.


“ca-cantiknya.” Pikir arnold


“Nak, nak, jangan menatap saja. Ia


malu jika terus kau liati.” Ucap ayah arnold sambil menyenggol Arnold. “heheheh ternyata kau menyukai perempuan ini.” Pikir ayah arnold


“Ah, maaf-maaf, salam kenal Maggie.”


Ucap Arnold. “Ada apa yak au mencari ku?” sambungnya.


“Begini tuan, aku merasa penasaran


bagaimana kau bisa menjadi sekuat itu saat masih berumur muda.” Ucap Maggie.


“Be-begitu ya, ak-“


“Nak, sebaiknya kau mengajak


Maggie ketempat lain. Agar kalian bisa berbicara dengan santai.” Jelas Arnold.


“Iya nak, pergi lah.” Ucap Wilson.


“Ka-kalau begitu mari Maggie, kita


berbicara disana.” Ajak Arnold dengan sedikit malu-malu.


“I-Iya” Ucap Maggie


Mereka pun pergi dari tempat itu


dan berjalan kea rah luar mansion. Tempat itu adalah tempat terbaik untuk


bicara berdua. Meski itu diluar mansion, tapi temopat itu masih bagian dari


tempat acara.


“Sepertinya kita bicara disini


saja ya.” Ucap arnold.


“ iya tuan.” Balas Maggie.


Untu beberapa saat keheningan


tercipta dia antara mereka. Karena sebagai laki-laki Arnold harus gentle,


Arnold dengan inisiatif berbicara terlebih dahulu.


“Maggie, saat ini tingkat kekuatan


mu sudah dimana?” tanya Arnold


“ah, saat ini aku masih berada di


peringkat B tuan, dengan poin 4.000.” jawab Maggie.


“jangan panggil tuan, Ar saja,


biasanya orang terdekatku memanggil dengan panggilan Ar.” Ucap Arnold.


“Baik Ar.” Jawab Maggie yang


sedikit memerah karena arnold mengatakan itu adalah panggilan terdekatnya, tapi


Maggie memikirkannya terlalu jauh.


“Bukankah kekuatan mu saat ini


sudah termasuk tinggi untuk seumuranmu?” tanya Arnold.


“Ya, itu memang sudah kekuatan


diatas normal. Tapi mngapa kamu memiliki kekuatan yang sangat tinggi diumur


segini Ar?” tanya Maggie


“Kenapa? Itu karena aku ingin


melindungi semua keluarga dan wilayahku.” Jawab Arnold


“Tapi bukankah kau tidak bisa


melindungi mereka selamanya?” tanya Maggie.


“ kamu benar, karena itu aku juga


membuat semua pasukanku kuat, agar bisa membantuku ketika saatnya tiba, karena


ada saatnya seekor anak burung keluar dari sarangnya. Ada saatnya aku akan


berpetualang, memecahakan misteri yang ada di dunia ini.” Jelas Arnold.


“Bukankah berpetualang sendirian


itu tidak menyenangkan?” tanay Maggie.


“Memang tidak menyenangkan, tapi kana


da kamu.” Kata Arnold yang sedikit menggoda Maggie.


“hmm, kalau begitu latihlah aku


menjadi kuat, agar aku bisa ikut denganmu.” Jawab Maggie.


“Benarkah?” tanya arnold yang


sedikit terkejut mendengar perkataan Maggie.


“Ya, karena sejak kecil, aku juga


ingin berpetualang.” Balas Maggie.


“baiklah kalau begitu.” Ucap


Arnold sambil tersenyum kearah Maggie.


“ Mohon bantuannya master.” Balas


Maggie sambil membalas senyum Arnold.


“cantiknya.” Pikir Arnold.


Tanpa mereka sadari, keluarga


Arnold dan Keluarga Maggie mendengar apa yang mereka bicarakan. Mereka semua


tersenyum karena mengetahui jika nak-anak mereka saling menyukai.


“Akhirnya kakak sudah menyukai wanita.” Pikir Amos.


“Akhirnya anakku tidak menjadi otak otot.” Pikir ayah Arnold.


*“Akhirnya anakku sudah Dewasa”  *pikir ibu Arnold yang sedikit berkaca-kaca.


*Terimaksihs sudah menyempatkan


waktu untuk membaca Karya saya ini.


Tolong beri komentar untuk karya saya


ini, meski itu baik atau buruk agar saya bisa memperbaikinya lagi.


Jika ada saran yang ingin


teman-teman berikan, kalian bisa menulisnya di kolom komentar.


Jangan lupa like karya ini ya dan


follow akun author.


SELAMAT MEMBACA.