
Setelah membuat Marquis Carabas
kalah dengan pertarungan singkat itu. Semua yang berada disana menjadi percaya
jika Bristone Lawsdansky layak menjadi bangsawan tingkat Marquis. Karena tidak
ada lagi yang menolak, proses kenaikan bangsawan pun dilanjutkan.
“Brimstone Lawsdansky dengan ini
kau kuangkat menjadi Bangsawan Marquis mulai saat ini. Apakah kau bersedia?”
Ucap Raja Arthur sambil menaruh pedang berwarna emas dipundak Brimstone
Lawsdansky.
“Saya bersedia yang mulia, saya
berjanji akan berusaha untuk memberi yang terbaik untuk kerajaan ini.” Balas Brimstone
Lawsdansky dengan tegas.
“Jika begitu terimalah jabatanmu.”
Ucap Raja Arthur.
“Terimakasih Yang Mulia.” Balas
Brimstone Lawsdansky sambil berdiri tanda menerima jabatan itu.
Ketika ia berdiri, orang-orang
diruangan itu mulai bertepuk tangan atas prestasi Brimstone Lawsdansky.
Ibu dan Adik Arnold merasa senang
dengan dengan kenaikan jabattan itu, tapi untuk Arnold dia malah merasa pusing.
Ia merasa jika Jabatan ayahnya semakin tinggi maka semakin banyak politik
didalamnya, memikirkan hal itu membuat kepala Arnold menjadi panas. Tapi ia
kemudian mngeluarkan senyuman licik setelah lama berpikir. Sepertinya ia
mendapat ide bagaimana kabur dari urusan politik itu.
Ayah Arnold kemudian kembali
ketempat keluarganya berada. Ia langsung memeluk istri dan anak-anaknya, ia
merasa sangat senang dengan penghargaan yang diberi Raja Arthur.
“Baiklah acara pemberian
penghargaan sudah berakhir. Mari kita mulai acara perjamuanya.” Ucap raja, yang
kemudian banyak pelayan yang membawa makanan dan minuman sebagai pelengkap
acara perjamuan.
Setelah acara perjamuan dimulai,
banyak bangsawan yang membri ucapan selamat kepada Ayah Arnold. tak terkecuali
bangsawan viscount Shida yang lebih dulu menjalin hubungan keluarga dengan
Lawsdansky.
“Selamat Brimstone, sekarang
jabattanmu lebih tinggi dari padaku.” Ucap Roy Shido
“HAHAHA, terimakasih Tuan Roy.” Balas
Ayah Arnold.
“Hey Amos, Me-mengapa kau tidak
mengunjungiku beberapa hari ini?” tanya Reyna dengan sedikit malu.
“ma-maaf Reyna, beberapa hari ini
aku sedikit sibuk.” Balas Amos, yang kemudian pergi dengan Reyna menuju tempat
yang cocok berdua.
“dasar pujangga cinta.” Pikir Arnold.
“Hey tuan Brimstone selamat karena
sudah menjadi Bangsawan Marquish.” Ucap Seseorang yang datang ketempat ayah
arnold dan Roy Shido yang berbicara.
“Ah, terimakasih tuan.” Ucap ayah
arnold.
Orang yang mengucapkan selamat
kepada adalah salah satu jendral kerajaan, Jendral Wilson.
“Terimakasih atas bantuan mu dan
pasukanmu saat itu, tanpa bantuanmu itu kerajaan ini pasti sudah hancur.” Ucap
Wilson.
“Sama-sama tuan, itu memang sudah
kewajiban bagi kami bangsawan untuk menolong kerajaan ini ketika dibutuhkan.”
Jawab Ayah Arnold.
“Aku masih bertanya-tanya tentang
bagaiman tuan Brimstone membuat pasukan yang sangat kuat, bahkan satu diantara
mereka sudah setara denganku.” Ucap Wilson yang menyebut Kelvin.
“ anda terlalu memuji kami tuan,
kami semua bisa menjadi kuat karena kami sudah bekerja sangat keras agar bisa
melindungi wilayah kami dari serangan monster dari hutan kematian.” Jelas ayah
Arnold.
“ Oh iya, perkenalkan ini istri ku
Alice seorang penyihir kerajaan dan ini anak ku bernama Maggie.” Ucap Wilson
“salam kenal tuan Brimstone.”
“Salam kenal Paman Brimstone.” Ucap
istri dan anak Wilson
“Ya, salam kenal.” Balas Ayah
arnold.
“Oh iya bukankah kau memiliki anak
yang saat itu juga membantu melawan Chimeraitu?” tanya Wilson.
“Oh Arnold ya, sebentar ya Tuan
akan saya panggilkan.” Jawab ayah arnold.
“Ya tenang saja.” Balas Wilson
“HEY ARNOLD, KEMARILAH.” Ucap ayah
arnold dengan sedikit keras.
“AH, ada apa yah?” tanya Arnold
yang merasa bosan dengan acara itu.
“Ini tuan Wilson datang mencari
mu, Perkenalkan tuan ini anak sulung saya Arnold.” Ucap ayah arnold.
“Salam kenal arnold.” ucap Wilson.
“Salam kenal paman. Apa paman
mencari ku?” Tanya Arnold.
ingin bertemu denganmu setelah mendengar ceritaku jika ada anak yang seusianya
sudah berperingkat S.” Jelas Wilson sambi menunjuk anaknya.
“Sa-salam Kenal Tuan Arnold,
perkenalkan saya Maggie.” Ucap Maggie
Arnold yang melihat Maggie sontak
terpesona. Maggie adalah perempuan berbadan setinggi 160 cm. Memiliki mata
berwarna cokelat dan rambut berwarna hitam.
“ca-cantiknya.” Pikir arnold
“Nak, nak, jangan menatap saja. Ia
malu jika terus kau liati.” Ucap ayah arnold sambil menyenggol Arnold. “heheheh ternyata kau menyukai perempuan ini.” Pikir ayah arnold
“Ah, maaf-maaf, salam kenal Maggie.”
Ucap Arnold. “Ada apa yak au mencari ku?” sambungnya.
“Begini tuan, aku merasa penasaran
bagaimana kau bisa menjadi sekuat itu saat masih berumur muda.” Ucap Maggie.
“Be-begitu ya, ak-“
“Nak, sebaiknya kau mengajak
Maggie ketempat lain. Agar kalian bisa berbicara dengan santai.” Jelas Arnold.
“Iya nak, pergi lah.” Ucap Wilson.
“Ka-kalau begitu mari Maggie, kita
berbicara disana.” Ajak Arnold dengan sedikit malu-malu.
“I-Iya” Ucap Maggie
Mereka pun pergi dari tempat itu
dan berjalan kea rah luar mansion. Tempat itu adalah tempat terbaik untuk
bicara berdua. Meski itu diluar mansion, tapi temopat itu masih bagian dari
tempat acara.
“Sepertinya kita bicara disini
saja ya.” Ucap arnold.
“ iya tuan.” Balas Maggie.
Untu beberapa saat keheningan
tercipta dia antara mereka. Karena sebagai laki-laki Arnold harus gentle,
Arnold dengan inisiatif berbicara terlebih dahulu.
“Maggie, saat ini tingkat kekuatan
mu sudah dimana?” tanya Arnold
“ah, saat ini aku masih berada di
peringkat B tuan, dengan poin 4.000.” jawab Maggie.
“jangan panggil tuan, Ar saja,
biasanya orang terdekatku memanggil dengan panggilan Ar.” Ucap Arnold.
“Baik Ar.” Jawab Maggie yang
sedikit memerah karena arnold mengatakan itu adalah panggilan terdekatnya, tapi
Maggie memikirkannya terlalu jauh.
“Bukankah kekuatan mu saat ini
sudah termasuk tinggi untuk seumuranmu?” tanya Arnold.
“Ya, itu memang sudah kekuatan
diatas normal. Tapi mngapa kamu memiliki kekuatan yang sangat tinggi diumur
segini Ar?” tanya Maggie
“Kenapa? Itu karena aku ingin
melindungi semua keluarga dan wilayahku.” Jawab Arnold
“Tapi bukankah kau tidak bisa
melindungi mereka selamanya?” tanya Maggie.
“ kamu benar, karena itu aku juga
membuat semua pasukanku kuat, agar bisa membantuku ketika saatnya tiba, karena
ada saatnya seekor anak burung keluar dari sarangnya. Ada saatnya aku akan
berpetualang, memecahakan misteri yang ada di dunia ini.” Jelas Arnold.
“Bukankah berpetualang sendirian
itu tidak menyenangkan?” tanay Maggie.
“Memang tidak menyenangkan, tapi kana
da kamu.” Kata Arnold yang sedikit menggoda Maggie.
“hmm, kalau begitu latihlah aku
menjadi kuat, agar aku bisa ikut denganmu.” Jawab Maggie.
“Benarkah?” tanya arnold yang
sedikit terkejut mendengar perkataan Maggie.
“Ya, karena sejak kecil, aku juga
ingin berpetualang.” Balas Maggie.
“baiklah kalau begitu.” Ucap
Arnold sambil tersenyum kearah Maggie.
“ Mohon bantuannya master.” Balas
Maggie sambil membalas senyum Arnold.
“cantiknya.” Pikir Arnold.
Tanpa mereka sadari, keluarga
Arnold dan Keluarga Maggie mendengar apa yang mereka bicarakan. Mereka semua
tersenyum karena mengetahui jika nak-anak mereka saling menyukai.
“Akhirnya kakak sudah menyukai wanita.” Pikir Amos.
“Akhirnya anakku tidak menjadi otak otot.” Pikir ayah Arnold.
*“Akhirnya anakku sudah Dewasa” *pikir ibu Arnold yang sedikit berkaca-kaca.
*Terimaksihs sudah menyempatkan
waktu untuk membaca Karya saya ini.
Tolong beri komentar untuk karya saya
ini, meski itu baik atau buruk agar saya bisa memperbaikinya lagi.
Jika ada saran yang ingin
teman-teman berikan, kalian bisa menulisnya di kolom komentar.
Jangan lupa like karya ini ya dan
follow akun author.
SELAMAT MEMBACA.