Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 31: HADIAH DAN RAPAT



Sepuluh hari sudah berlalu.


Perjalanan Arnold dan keluarganya beserta Maggie tidak ada hambatan sama


sekali. Meski ada monster yang menyerang, para pasukan mereka bisa


mengalahkannya tanpa kesulitan sama sekali.


Arnold juga sudah selesai membuat


cincin untuk Maggie dan dua buah taklik untuk digantungkan dalam rantai atau


tali kalung.


Taklik adalah bagian yang


digantungkan di sebuah kalung. Bisa berupa liontin, dengan bahan seperti emas,


berlian, dsb. Source: google.


Saat ini mereka sedang disambut


oleh penduduk disekitar, karena kabar jika pemimpin wilayah mereka sudah


menjadi bangsawan. Banyak tepuk tangan dan sorak-sorakan yang diucapkan


penduduk. Mereka sangat bangga dengan pencapaian tuan mereka, bukan hanya


melindungi mereka tapi membuat wilayah mereka menjadi sejahtera. Apalagi


sekarang tambang di bagian luar hutan kematian sudah menjadi sumber daya


wilayah itu. Dulu wilayah itu hanya memiliki penduduk sekitar 40.000 tapi


sekarang wilayah itu sudah bertambah lebih dari tiga kali lipat.


Setelah sampai di mansion, mereka


langsung disambut oleh pemimpin pasukan yang lain


""Selamat datang, tuan,


nyonya dan tuan muda."" Ucap mereka bertiga serentak sambil


membungkukkan badan.


"Terimakasih untuk kalian."


Balas ayah Arnold.  " Apa ada yang


terjadi saat kami pergi?" Sambungnya.


"Tenang saja tuan, hanya


masalah kecil yang terjadi. Seperti penyerangan monster ditambang saja."


Balas Sova.


"Begitu ya, kalau begitu


nanti kita bicara didalam ruangan rapat setelah kami selesai berberes."


Ucap ayah Arnold.


"Baik tuan."


Balas ketiga pemimpin.


Arnold dan keluarganya pun masuk


kedalam rumah mereka bersama dengan Maggie. Saat itu Sova melihat Maggie yang


terasa asing dan dia berada tepat disamping Ibu Arnold. Hal itu membuat Sova


bingung dan bertanya kepada Kelvin yang ikut ke ibukota.


"Hey Kelvin, siapa wanita


itu?" Tanya Sova dengan berbisik.


"Ah, dia adalah tunangannya


Tuan Muda Arnold. Namanya Maggie dan dia adalah anak dari jendral dan penyihir


kerajaan ini." Jelas Arnold dengan berbisik.


Setelah mendengar hal itu, sova


tersenyum tanda bahagia, karena tuan mereka sudah bertambah dewasa. Mengetahui


hal itu Sova langsung memberi kabar gembira ini kepada kedua pemimpin yang


lain.  Shin dan Sera merasa bahagia setelah


mendengar kabar itu. Tapi mereka menyampingkan hal itu dulu, karena mereka


harus menuju ruang rapat agar tidak membuat tuan mereka menunggu.


Setelah masuk kedalam rumah,


keluarga Arnold langsung menuju ruangan masing-masing. Tapi untuk Arnold dia


harus mengantarkan Maggie ke kamarnya. Meski sudah bertunangan mereka belum


diizinkan untuk tidur dalam kamar yang sama. Kamar Maggie berada tepat didepan


kamar Arnold.


Dulu kamar itu adalah kamar untuk


tamu yang harus tinggal beberapa hari di mansion mereka.


"Maggie, ini kamar kamu untuk


selanjutnya. Dan itu adalah kamar ku. Jika ada sesuatu yang kamu butuhkan, kamu


bisa mencariku disana." Ucap Arnold.


"Makasih Ar." Balas


Maggie.


"Iya, karena kamar ini belum


selesai dibereskan oleh pelayan, Ba-bagaimama kalau kamu istirahat dikamarku


dulu." Ucap Arnold dengan terbata-bata.


Maggie yang mendengar itu langsung


memerah, mungkin Maggie memikirkan hal lain.


"Tenang saja, aku tidak akan


macam-macam. Kita kan sudah melakukan perjalanan panjang, jadi kupikir kamu


butuh istirahat." Sambung Arnold.


"Hmm, aku tau." Ucap


Maggie.


Mereka pun masuk kedalam kamar


Arnold. Arnold langsung mengambil tempat duduk agar Maggie nyaman berada


didalam ruangan itu.


"Ini Maggie, silahkan duduk.


Jika kamu ingin tidur kamu bisa tidur di ranjang ku." Ucap Arnold.


"Tidak perlu, aku tidak


terlalu mengantuk." Balas Maggie.


"Baiklah kalau begitu, tunggu


sebentar ya." Ucap Arnold yang kemudian memanggil pelayan untuk membawa


minuman kedalam kamar Arnold.


Setelah itu pelayan langsung


membawa minuman dari sari buah untuk mereka berdua.


"Silahkan tuan, nyonya."


Ucap pelayan itu.


mereka yang kemudian mulai meminum minuman itu.


" Oh iya Maggie, aku ingin


memberimu sesuatu." Ucap Arnold.


"Memberi apa?" Tanya


Maggie.


"Memberi ini," ucap


Arnold sambil mengeluarkan sebuah cincin berwarna biru tua. "Cincin ini


sebagai bukti bahwa kamu sudah bertunangan dengan ku. Semoga kamu


menyukainya." Sambungnya.


"Cantiknya, apakah kamu yang


membuat ini?" Tanya Maggie


"Ya, aku membuatnya khusus


untuk mu. apakah kamu menerimanya?" Ucap Arnold.


"Ya aku menerimanya."


Balas Maggie dengan muka yang sedikit memerah.


Mendengar persetujuan Maggie,


Arnold langsung memasangkannya pada jari manis Maggie. Maggie tersenyum bahagia


atas hadiah Arnold dan langsung memeluk Arnold.


"Terimakasih Ar." Ucap


Maggie.


"Ya, terimakasih juga."


Balas Arnold.


Mereka pun berbicara beberapa hal


sambil beristirahat sementara. Setelah cukup beristirahat, Arnold pun mengajak


Maggie untuk keruangan rapat. Mereka berdua pun menuju ruangan rapat, karena


menurut Arnold Maggie perlu tau tentang wilayah mereka dan wilayah mereka perlu


tahu tentang Maggie.


Setelah sampai diruangan itu,


keluarga arnold dan pemimpin pasukan sudah disana. Karena seluruh keluarga


Arnold bisa memberi pendapat untuk membuat wilayah ini menjadi lebih baik.


“Maaf kami terlambat Yah.” Ucap


arnold sambil memasuki ruangan.


“Tidak masalah. Rapatnya juga baru


saja dimulai.” Balas Ayahnya.


“Kalau begitu sebelum kita lanjutkan,


Paman Sova, paman Shin, bibi Sera, perkenalkan ini tunangan saya.” Ucap Arnold.


“Perkenalkan nama saya Maggie,


saya and Arnol adalah tunangannya.” Sambung Maggie.


“Salam kenal Maggie, selamat ya


tuan muda, Maggie.” Ucap Sova


“Selamat ya Maggie, selamat ya


tuan muda.” Ucap Sera dan Shin.


“kalau begitu mari lanjutkan.”


Ucap Arnold.


“”Baiklah, Sova lanjutkan


laporanmu.” Ucap Ayah Arnold.


“ Baik Tuan.” Ucap Sova


Sova pun mulai membaca laporannya,


Sova menjelaskan selama keluarga lawsdansky pergi ke ibukota, Tidak ada invasi


monster yang menyerang wilayah itu. Masalah diwilayah itu hanya beberapa


perusuh yang menggangu para penduduk dan itu sudah diselesaikan. Lalu untuk


bagian tambang dihutan Kematian, tambang sudah mulai dikerjakan beberapa


penambang. Para penambang bilang jika bukan hanya besi dan batu sihir saja yang


ada didalam tambang itu.


 Ketika para penambang menggali tambang kearah bagian


dalam hutan kematian, para penambang menjumpai sebuah gua tak terlihat yang


berisi Adamantine dan Mithril, bahan yang lebih kuat dan lebih mahal dari Besi.


Bahan adamantine termasuk langka didalam dunia ini. Sehinga bahan ini hanya


sebagai penambah dalam pembuatan sebuah senjata. Bahan Mithiril merupakan bahan


yang tidak terlalu langka tapi sulit untuk didapat. Karena biasanya ithirl


berada pada tempat yang sangat berbahaya.


Karena itu, ketika mereka bersama


beberapa pasukan masuk, didalam gua itu terdapat beberapa monster rank A


seperti Troll dan Orc, dan monster ranks S seperti Cerberus dan Giant Golem. Informasi


yang didapat hanya sedikit, karena mereka belum terlalu yakin dengan bagian


terdalam gua itu, mereka mengatakan jika semakin dalam gua yang dijelajahi


monstr yang dijumpai semakin kuat, maka ada kemungkinan bagian terdalam gua ada


monster yanglebih kuat dari monster rank SS.


“Begitu ya, jika begitu masalah


utama adalah bagian tambang ya.” Ucap Ayah Arnold.


“Benar tuan.” Balas Sova.


“Jika laporan yang kau baca


bermasalah dibagian dalam, lalu bagaiana dengan bagian luar?” tanya Ayah


arnold.


“Untuk bagian luar hanya ada


monster Rank B dan A saja tuan.” Jelas Sova.


“Begitu ya.” Balas Ayah Arnold.


Maggie yang dari tadi mendengar


rapat itu sangat terkejut karena beberapa hal. Yang pertama jika pasukan arnold


berani untuk menjelajah hutan kematian, an pasukan kerajaan saja tidak berani. Yang


kedua mereka menganggap monster rank B dan A seperti monster yang lemah. Yang ketiga


jika mereka sering bertemu dengan monster Rank S.


“Mengapa mereka tidak merasa takut?” Pikir Maggie.