
Sepuluh hari sudah berlalu.
Perjalanan Arnold dan keluarganya beserta Maggie tidak ada hambatan sama
sekali. Meski ada monster yang menyerang, para pasukan mereka bisa
mengalahkannya tanpa kesulitan sama sekali.
Arnold juga sudah selesai membuat
cincin untuk Maggie dan dua buah taklik untuk digantungkan dalam rantai atau
tali kalung.
Taklik adalah bagian yang
digantungkan di sebuah kalung. Bisa berupa liontin, dengan bahan seperti emas,
berlian, dsb. Source: google.
Saat ini mereka sedang disambut
oleh penduduk disekitar, karena kabar jika pemimpin wilayah mereka sudah
menjadi bangsawan. Banyak tepuk tangan dan sorak-sorakan yang diucapkan
penduduk. Mereka sangat bangga dengan pencapaian tuan mereka, bukan hanya
melindungi mereka tapi membuat wilayah mereka menjadi sejahtera. Apalagi
sekarang tambang di bagian luar hutan kematian sudah menjadi sumber daya
wilayah itu. Dulu wilayah itu hanya memiliki penduduk sekitar 40.000 tapi
sekarang wilayah itu sudah bertambah lebih dari tiga kali lipat.
Setelah sampai di mansion, mereka
langsung disambut oleh pemimpin pasukan yang lain
""Selamat datang, tuan,
nyonya dan tuan muda."" Ucap mereka bertiga serentak sambil
membungkukkan badan.
"Terimakasih untuk kalian."
Balas ayah Arnold. " Apa ada yang
terjadi saat kami pergi?" Sambungnya.
"Tenang saja tuan, hanya
masalah kecil yang terjadi. Seperti penyerangan monster ditambang saja."
Balas Sova.
"Begitu ya, kalau begitu
nanti kita bicara didalam ruangan rapat setelah kami selesai berberes."
Ucap ayah Arnold.
"Baik tuan."
Balas ketiga pemimpin.
Arnold dan keluarganya pun masuk
kedalam rumah mereka bersama dengan Maggie. Saat itu Sova melihat Maggie yang
terasa asing dan dia berada tepat disamping Ibu Arnold. Hal itu membuat Sova
bingung dan bertanya kepada Kelvin yang ikut ke ibukota.
"Hey Kelvin, siapa wanita
itu?" Tanya Sova dengan berbisik.
"Ah, dia adalah tunangannya
Tuan Muda Arnold. Namanya Maggie dan dia adalah anak dari jendral dan penyihir
kerajaan ini." Jelas Arnold dengan berbisik.
Setelah mendengar hal itu, sova
tersenyum tanda bahagia, karena tuan mereka sudah bertambah dewasa. Mengetahui
hal itu Sova langsung memberi kabar gembira ini kepada kedua pemimpin yang
lain. Shin dan Sera merasa bahagia setelah
mendengar kabar itu. Tapi mereka menyampingkan hal itu dulu, karena mereka
harus menuju ruang rapat agar tidak membuat tuan mereka menunggu.
Setelah masuk kedalam rumah,
keluarga Arnold langsung menuju ruangan masing-masing. Tapi untuk Arnold dia
harus mengantarkan Maggie ke kamarnya. Meski sudah bertunangan mereka belum
diizinkan untuk tidur dalam kamar yang sama. Kamar Maggie berada tepat didepan
kamar Arnold.
Dulu kamar itu adalah kamar untuk
tamu yang harus tinggal beberapa hari di mansion mereka.
"Maggie, ini kamar kamu untuk
selanjutnya. Dan itu adalah kamar ku. Jika ada sesuatu yang kamu butuhkan, kamu
bisa mencariku disana." Ucap Arnold.
"Makasih Ar." Balas
Maggie.
"Iya, karena kamar ini belum
selesai dibereskan oleh pelayan, Ba-bagaimama kalau kamu istirahat dikamarku
dulu." Ucap Arnold dengan terbata-bata.
Maggie yang mendengar itu langsung
memerah, mungkin Maggie memikirkan hal lain.
"Tenang saja, aku tidak akan
macam-macam. Kita kan sudah melakukan perjalanan panjang, jadi kupikir kamu
butuh istirahat." Sambung Arnold.
"Hmm, aku tau." Ucap
Maggie.
Mereka pun masuk kedalam kamar
Arnold. Arnold langsung mengambil tempat duduk agar Maggie nyaman berada
didalam ruangan itu.
"Ini Maggie, silahkan duduk.
Jika kamu ingin tidur kamu bisa tidur di ranjang ku." Ucap Arnold.
"Tidak perlu, aku tidak
terlalu mengantuk." Balas Maggie.
"Baiklah kalau begitu, tunggu
sebentar ya." Ucap Arnold yang kemudian memanggil pelayan untuk membawa
minuman kedalam kamar Arnold.
Setelah itu pelayan langsung
membawa minuman dari sari buah untuk mereka berdua.
"Silahkan tuan, nyonya."
Ucap pelayan itu.
mereka yang kemudian mulai meminum minuman itu.
" Oh iya Maggie, aku ingin
memberimu sesuatu." Ucap Arnold.
"Memberi apa?" Tanya
Maggie.
"Memberi ini," ucap
Arnold sambil mengeluarkan sebuah cincin berwarna biru tua. "Cincin ini
sebagai bukti bahwa kamu sudah bertunangan dengan ku. Semoga kamu
menyukainya." Sambungnya.
"Cantiknya, apakah kamu yang
membuat ini?" Tanya Maggie
"Ya, aku membuatnya khusus
untuk mu. apakah kamu menerimanya?" Ucap Arnold.
"Ya aku menerimanya."
Balas Maggie dengan muka yang sedikit memerah.
Mendengar persetujuan Maggie,
Arnold langsung memasangkannya pada jari manis Maggie. Maggie tersenyum bahagia
atas hadiah Arnold dan langsung memeluk Arnold.
"Terimakasih Ar." Ucap
Maggie.
"Ya, terimakasih juga."
Balas Arnold.
Mereka pun berbicara beberapa hal
sambil beristirahat sementara. Setelah cukup beristirahat, Arnold pun mengajak
Maggie untuk keruangan rapat. Mereka berdua pun menuju ruangan rapat, karena
menurut Arnold Maggie perlu tau tentang wilayah mereka dan wilayah mereka perlu
tahu tentang Maggie.
Setelah sampai diruangan itu,
keluarga arnold dan pemimpin pasukan sudah disana. Karena seluruh keluarga
Arnold bisa memberi pendapat untuk membuat wilayah ini menjadi lebih baik.
“Maaf kami terlambat Yah.” Ucap
arnold sambil memasuki ruangan.
“Tidak masalah. Rapatnya juga baru
saja dimulai.” Balas Ayahnya.
“Kalau begitu sebelum kita lanjutkan,
Paman Sova, paman Shin, bibi Sera, perkenalkan ini tunangan saya.” Ucap Arnold.
“Perkenalkan nama saya Maggie,
saya and Arnol adalah tunangannya.” Sambung Maggie.
“Salam kenal Maggie, selamat ya
tuan muda, Maggie.” Ucap Sova
“Selamat ya Maggie, selamat ya
tuan muda.” Ucap Sera dan Shin.
“kalau begitu mari lanjutkan.”
Ucap Arnold.
“”Baiklah, Sova lanjutkan
laporanmu.” Ucap Ayah Arnold.
“ Baik Tuan.” Ucap Sova
Sova pun mulai membaca laporannya,
Sova menjelaskan selama keluarga lawsdansky pergi ke ibukota, Tidak ada invasi
monster yang menyerang wilayah itu. Masalah diwilayah itu hanya beberapa
perusuh yang menggangu para penduduk dan itu sudah diselesaikan. Lalu untuk
bagian tambang dihutan Kematian, tambang sudah mulai dikerjakan beberapa
penambang. Para penambang bilang jika bukan hanya besi dan batu sihir saja yang
ada didalam tambang itu.
Ketika para penambang menggali tambang kearah bagian
dalam hutan kematian, para penambang menjumpai sebuah gua tak terlihat yang
berisi Adamantine dan Mithril, bahan yang lebih kuat dan lebih mahal dari Besi.
Bahan adamantine termasuk langka didalam dunia ini. Sehinga bahan ini hanya
sebagai penambah dalam pembuatan sebuah senjata. Bahan Mithiril merupakan bahan
yang tidak terlalu langka tapi sulit untuk didapat. Karena biasanya ithirl
berada pada tempat yang sangat berbahaya.
Karena itu, ketika mereka bersama
beberapa pasukan masuk, didalam gua itu terdapat beberapa monster rank A
seperti Troll dan Orc, dan monster ranks S seperti Cerberus dan Giant Golem. Informasi
yang didapat hanya sedikit, karena mereka belum terlalu yakin dengan bagian
terdalam gua itu, mereka mengatakan jika semakin dalam gua yang dijelajahi
monstr yang dijumpai semakin kuat, maka ada kemungkinan bagian terdalam gua ada
monster yanglebih kuat dari monster rank SS.
“Begitu ya, jika begitu masalah
utama adalah bagian tambang ya.” Ucap Ayah Arnold.
“Benar tuan.” Balas Sova.
“Jika laporan yang kau baca
bermasalah dibagian dalam, lalu bagaiana dengan bagian luar?” tanya Ayah
arnold.
“Untuk bagian luar hanya ada
monster Rank B dan A saja tuan.” Jelas Sova.
“Begitu ya.” Balas Ayah Arnold.
Maggie yang dari tadi mendengar
rapat itu sangat terkejut karena beberapa hal. Yang pertama jika pasukan arnold
berani untuk menjelajah hutan kematian, an pasukan kerajaan saja tidak berani. Yang
kedua mereka menganggap monster rank B dan A seperti monster yang lemah. Yang ketiga
jika mereka sering bertemu dengan monster Rank S.
“Mengapa mereka tidak merasa takut?” Pikir Maggie.