
Hari sudah berlalu, Arnold dan yang lainnya sudah selesai
menempatkan beberapa barang untuk dijual di rumahnya. Mereka melakukan
perdagangan dari pagi sampai siang, lalu ketika sore mereka akan berburu
sekalian berlatih bersama Azka dan Frey dihutan. Hutan yang mereka datangi
adalah wilayah perburuan bagi petualang, karena banyaknya monster yang
menempati wilayah itu, para Elf membatasi wilayah itu dari kerajaan mereka.
Hutan itu disebut Hunter Forest, sehingga meski pun pohon-pohon disana hancur
ketika pertarungan melawan monster, para Elf tidak mempermasalahkan. Hutan ini
tepat dibagian Utara kerajaan Elf yang ujungnya adalah Laut.
Sedangkan Arnold tidak bersama mereka ketika latihan, karena
ia harus melihat keadaan pertempuran melawan monster dibagian Utara. Sebelum
itu dia sudah menemui jendral kerajaan
manusia untuk memberitahu bahwa Arnold akan membantu jika keadaan tidak baik.
Saat ini Arnold sedang menuju Medan pertempuran. Tapi Arnold
tidak ikut dalam pertarungan, tugasnya saat ini adalah untuk mencari tahu dari
mana asalnya monster-monster kuat ini. Meski para pasukan dapat mengalahkan
monster ini, mereka tetap tidak akan bertahan jika perang ini terus berlanjut.
Karena itu, masalah harus dituntaskan dari akarnya.
"Hey system, apa kau tau dari mana asal monster-monster
yang menyerang?" Tanya Arnold sambil berlari.
[Jawab Master, menurut saya, kejadian ini sama seperti yang
ada di hutan kematian waktu itu. Ada sebuah benda yang terus menyerap mana
kegelapan yang ada disekitar sini. Jadi kemungkinan monster ini berasal dari
sebuah dungeon.]
"Dungeon? Bukankah itu membutuhkan mana kegelapan yang
banyak, sedangkan di sekitar sini mana kegelapan hanya sedikit, bahkan lebih
sedikit dari hutan kematian?" Tanya Arnold.
[Ya Master, menurut saya dungeon yang ada di bagian sini
sudah ada jauh sebelum dungeon yang ada di hutan kematian. Sehingga mana yang
terkumpulkan sudah sangat banyak dan menjadi dungeon break.]
"Benar juga, jika itu dungeon break, apakah ketika kita
menghancurkan intinya, monster yang berkeliaran diluar ini akan ikut
hancur?" Tanya Arnold.
[Tidak tuan, Monster yang sudah keluar ketika dungeon break
tidak hancur. Karena monster-monster itu sudah dapat menyerap mana sendiri
sesuai dengan elemenya.]
"Begitu ya, tapi semoga saja itu bukan dungeon
break." Ucap Arnold. "Lalu jika itu bukan dungeon break, hal apa lagi
yang bisa membuat mosnter itu bermunculan?" Tanya Arnold.
[Jawab Master, ada satu hal lagi, sebuah gerbang sihir di
hubungkan ketempat itu.]
"Gerbang sihir? Apa itu?" Tanya Arnold.
[Itu seperti sihir perpindahan dari satu tempat ke tempat
yang lain. Mungkin ada satu iblis yang menggunakan sihir itu diwilayah ini,
untuk memindahkan monster dari benua iblis & monster ke sini.]
"Begitu ya. Jika itu benera, maka Itu merupakan masalah
besar." Ucap Arnold. "Apa kau bisa menjelaskan bagaimana hubungan
antara iblis dan monster dengan makhluk hidup yang lain?" Sambung Arnold.
[Jawab Master, iblis dan monster sedari dulu sudah
berselisih dengan makhluk hidup yang lain. Iblis dan Monster selalu ingin
menaklukkan ras lain, karena beranggapan bahwa mereka adalah ras terkuat yang
harus dipuja ras lain. Dahulu pernah terjadi perang besar antar iblis dan
monster dengan ras lain. Perang itu dimenangkan oleh iblis sehingga iblis sudah
mendominasi 2 benua, sedangkan ras lain hanya ada satu benua.]
"Begitu ya, jika begitu dapat dipastikan perselisihan
dengan iblis akan terjadi dimasa depan nanti." Ucap Arnold.
"Aku harus kuat untuk dapat melindungi wilayah
ku." Pikir Arnold.
Setelah lama berjalan, Arnold sudah sampai dititik dimana
banyak monster yang berkumpul. Meski pun mereka sama-sama monster, mereka masih
saja tetap bertarung dengan sesamanya. Terlihat dibeberapa tempat ada mayat
kepintaran seperti rank S atau SS, mungkin para monster-monster ini sudah
bertarung satu sama lain.
Arnold pun mulai menekan hawa keberadaanya agar tidak bisa
dirasakan oleh monster lain. Apalagi monster memiliki insting yang lebih baik
dari manusia. Arnold mulai mencari sumber asal datangnya monster-monster itu.
Tapi karena banyaknya monster yang berada disitu, Arnold sedikit kesulitan
untuk mencari gerbang sihir atau sebuah dungeon. Arnold pun tidak boleh salah
langkah dengan melawan monster yang ada disitu, ia mungkin saja dapat
mengalahkan monster yang diluar, tapi jika itu sebuah gerbang sihir, maka ada
iblis disekitarnya. Arnold belum tentu dapat mengalahkan iblis itu karena ia
belum pernah berjumpa dengan iblis. Lalu jika itu adalah sebuah dungeon break,
maka ada sebuah dungeon break maka ada sebuah bos monster, Arnold tidak dapat
melawan bos itu jika hanya sendiri.
"Terlalu banyak monster disini, jika dibandingkan
dengan yang sedang di lawan para pasukan, monster disini jauh lebih banyak,
bahkan berkali-kali lipat.", Gumam Arnold sambil mencari.
Ia kemudian memutari wilayah itu, untuk mencari dari bagian
belakang wilayah itu. Ketika sedang memutari wilayah itu Arnold terkejut ketika
melihat di bagian ujung monster itu, bagian yang dilindungi oleh puluhan Rank
S. Sebuah lubang besar, seperti tangga yang menuju kedalam tanah.
"Hey system, menurutmu lubang apa itu? Mengapa lubang
itu dijaga ketat oleh monster itu?" Tanya Arnold.
[Jawab Master, lubang itu mungkin adalah jalan menuju tempat
yang anda cari.]
"Begitu kah. Jika begitu aku harus memasuki tempat
itu." Ucap Arnold.
Karena lubang itu dijaga ketat oleh para monster, Ia harus
dengan sangat hati-hati memasuki lubang itu agar tidak diketahui oleh monster.
Ia bergerak dari bagian belakang lubang itu, dan berjalan dengan pelan agar
tidak diketahui monster lain.
Setelah berhasil memasuki gua itu, Arnold akhirnya dapat
bernafas lega karena sudah berhasil melewati penjagaan ketat itu. Ia mulai
menjelajahi tempat itu dan mencari tahu apa yang ada dibagian dalam lubang itu.
Setelah memasuki gua itu, Arnold akhirnya tahu dari mana monster itu
berdatangan. Arnold dengan cepat keluar dari lubang itu dengan hati-hati dan
melesat cepat pergi kembali ke pasukan kerajaan.
"Ini bahaya, aku harus cepat memberitahu kerajaan agar
mempersiapkan pasukan untuk mempersiapkan yang terjadi." Gumam Arnold
"aku juga harus memberitahu Azka dan Frey agar yang lain tahu dengan kabar
ku." Sambungnya
.
Arnold sudah melakukan pengintaian selama beberapa hari.
Maggie dan yang lainnya merasa khawatir dengan keadaan Arnold. Saat ini Maggie
dan yang lainnya sedang berkumpul di ruangan keluarga.
"Nyonya Maggie, mengapa anda terlihat tidak
semangat?" Tanya Melinda.
"Kak Melinda, aku mengkhawatirkan Arnold. Apakah ia
baik-baik saja disana sendirian?" Ucap Maggie.
"Tenang saja Maggie, Arnold pasti baik-baik saja.
Dengan kekuatan nya siapa yang bisa mengalahkannya." Ucap Melinda.
"Benar itu Maggie. Arnold sudah memberitahukan kepada
ku bagaimana kabarnya." Ucap Azka yang memecah suasana.
"Benarkah? Lalu apa yang dia lakukan saat ini?"
Tanya Maggie.
"Beberapa hari ini ia mencari tahu dari mana asalnya
monster itu. Setelah mengetahui hal itu, saat ini ia sedang dalam perjalanan
menuju pasukan kerajaan untuk memberitahu hal yang terjadi." Ucap Frey.
"Begitukah, syukurlah." Ucap Maggie.
"Ya, untung saja dia selamat setelah menjelajahi bagian
itu." Pikir Azka dan Frey