Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 51: MENCARI TAHU



Hari sudah berlalu, Arnold dan yang lainnya sudah selesai


menempatkan beberapa barang untuk dijual di rumahnya. Mereka melakukan


perdagangan dari pagi sampai siang, lalu ketika sore mereka akan berburu


sekalian berlatih bersama Azka dan Frey dihutan. Hutan yang mereka datangi


adalah wilayah perburuan bagi petualang, karena banyaknya monster yang


menempati wilayah itu, para Elf membatasi wilayah itu dari kerajaan mereka.


Hutan itu disebut Hunter Forest, sehingga meski pun pohon-pohon disana hancur


ketika pertarungan melawan monster, para Elf tidak mempermasalahkan. Hutan ini


tepat dibagian Utara kerajaan Elf yang ujungnya adalah Laut.


Sedangkan Arnold tidak bersama mereka ketika latihan, karena


ia harus melihat keadaan pertempuran melawan monster dibagian Utara. Sebelum


itu  dia sudah menemui jendral kerajaan


manusia untuk memberitahu bahwa Arnold akan membantu jika keadaan tidak baik.


Saat ini Arnold sedang menuju Medan pertempuran. Tapi Arnold


tidak ikut dalam pertarungan, tugasnya saat ini adalah untuk mencari tahu dari


mana asalnya monster-monster kuat ini. Meski para pasukan dapat mengalahkan


monster ini, mereka tetap tidak akan bertahan jika perang ini terus berlanjut.


Karena itu, masalah harus dituntaskan dari akarnya.


"Hey system, apa kau tau dari mana asal monster-monster


yang menyerang?" Tanya Arnold sambil berlari.


[Jawab Master, menurut saya, kejadian ini sama seperti yang


ada di hutan kematian waktu itu. Ada sebuah benda yang terus menyerap mana


kegelapan yang ada disekitar sini. Jadi kemungkinan monster ini berasal dari


sebuah dungeon.]


"Dungeon? Bukankah itu membutuhkan mana kegelapan yang


banyak, sedangkan di sekitar sini mana kegelapan hanya sedikit, bahkan lebih


sedikit dari hutan kematian?" Tanya Arnold.


[Ya Master, menurut saya dungeon yang ada di bagian sini


sudah ada jauh sebelum dungeon yang ada di hutan kematian. Sehingga mana yang


terkumpulkan sudah sangat banyak dan menjadi dungeon break.]


"Benar juga, jika itu dungeon break, apakah ketika kita


menghancurkan intinya, monster yang berkeliaran diluar ini akan ikut


hancur?" Tanya Arnold.


[Tidak tuan, Monster yang sudah keluar ketika dungeon break


tidak hancur. Karena monster-monster itu sudah dapat menyerap mana sendiri


sesuai dengan elemenya.]


"Begitu ya, tapi semoga saja itu bukan dungeon


break." Ucap Arnold. "Lalu jika itu bukan dungeon break, hal apa lagi


yang bisa membuat mosnter itu bermunculan?" Tanya Arnold.


[Jawab Master, ada satu hal lagi, sebuah gerbang sihir di


hubungkan ketempat itu.]


"Gerbang sihir? Apa itu?" Tanya Arnold.


[Itu seperti sihir perpindahan dari satu tempat ke tempat


yang lain. Mungkin ada satu iblis yang menggunakan sihir itu diwilayah ini,


untuk memindahkan monster dari benua iblis & monster ke sini.]


"Begitu ya. Jika itu benera, maka Itu merupakan masalah


besar." Ucap Arnold. "Apa kau bisa menjelaskan bagaimana hubungan


antara iblis dan monster dengan makhluk hidup yang lain?" Sambung Arnold.


[Jawab Master, iblis dan monster sedari dulu sudah


berselisih dengan makhluk hidup yang lain. Iblis dan Monster selalu ingin


menaklukkan ras lain, karena beranggapan bahwa mereka adalah ras terkuat yang


harus dipuja ras lain. Dahulu pernah terjadi perang besar antar iblis dan


monster dengan ras lain. Perang itu dimenangkan oleh iblis sehingga iblis sudah


mendominasi 2 benua, sedangkan ras lain hanya ada satu benua.]


"Begitu ya, jika begitu dapat dipastikan perselisihan


dengan iblis akan terjadi dimasa depan nanti." Ucap Arnold.


"Aku harus kuat untuk dapat melindungi wilayah


ku." Pikir Arnold.


Setelah lama berjalan, Arnold sudah sampai dititik dimana


banyak monster yang berkumpul. Meski pun mereka sama-sama monster, mereka masih


saja tetap bertarung dengan sesamanya. Terlihat dibeberapa tempat ada mayat


kepintaran seperti rank S atau SS, mungkin para monster-monster ini sudah


bertarung satu sama lain.


Arnold pun mulai menekan hawa keberadaanya agar tidak bisa


dirasakan oleh monster lain. Apalagi monster memiliki insting yang lebih baik


dari manusia. Arnold mulai mencari sumber asal datangnya monster-monster itu.


Tapi karena banyaknya monster yang berada disitu, Arnold sedikit kesulitan


untuk mencari gerbang sihir atau sebuah dungeon. Arnold pun tidak boleh salah


langkah dengan melawan monster yang ada disitu, ia mungkin saja dapat


mengalahkan monster yang diluar, tapi jika itu sebuah gerbang sihir, maka ada


iblis disekitarnya. Arnold belum tentu dapat mengalahkan iblis itu karena ia


belum pernah berjumpa dengan iblis. Lalu jika itu adalah sebuah dungeon break,


maka ada sebuah dungeon break maka ada sebuah bos monster, Arnold tidak dapat


melawan bos itu jika hanya sendiri.


"Terlalu banyak monster disini, jika dibandingkan


dengan yang sedang di lawan para pasukan, monster disini jauh lebih banyak,


bahkan berkali-kali lipat.", Gumam Arnold sambil mencari.


Ia kemudian memutari wilayah itu, untuk mencari dari bagian


belakang wilayah itu. Ketika sedang memutari wilayah itu Arnold terkejut ketika


melihat di bagian ujung monster itu, bagian yang dilindungi oleh puluhan Rank


S. Sebuah lubang besar, seperti tangga yang menuju kedalam tanah.


"Hey system, menurutmu lubang apa itu? Mengapa lubang


itu dijaga ketat oleh monster itu?" Tanya Arnold.


[Jawab Master, lubang itu mungkin adalah jalan menuju tempat


yang anda cari.]


"Begitu kah. Jika begitu aku harus memasuki tempat


itu." Ucap Arnold.


Karena lubang itu dijaga ketat oleh para monster, Ia harus


dengan sangat hati-hati memasuki lubang itu agar tidak diketahui oleh monster.


Ia bergerak dari bagian belakang lubang itu, dan berjalan dengan pelan agar


tidak diketahui monster lain.


Setelah berhasil memasuki gua itu, Arnold akhirnya dapat


bernafas lega karena sudah berhasil melewati penjagaan ketat itu. Ia mulai


menjelajahi tempat itu dan mencari tahu apa yang ada dibagian dalam lubang itu.


Setelah memasuki gua itu, Arnold akhirnya tahu dari mana monster itu


berdatangan. Arnold dengan cepat keluar dari lubang itu dengan hati-hati dan


melesat cepat pergi kembali ke pasukan kerajaan.


"Ini bahaya, aku harus cepat memberitahu kerajaan agar


mempersiapkan pasukan untuk mempersiapkan yang terjadi." Gumam Arnold


"aku juga harus memberitahu Azka dan Frey agar yang lain tahu dengan kabar


ku." Sambungnya


.


Arnold sudah melakukan pengintaian selama beberapa hari.


Maggie dan yang lainnya merasa khawatir dengan keadaan Arnold. Saat ini Maggie


dan yang lainnya sedang berkumpul di ruangan keluarga.


"Nyonya Maggie, mengapa anda terlihat tidak


semangat?" Tanya Melinda.


"Kak Melinda, aku mengkhawatirkan Arnold. Apakah ia


baik-baik saja disana sendirian?" Ucap Maggie.


"Tenang saja Maggie, Arnold pasti baik-baik saja.


Dengan kekuatan nya siapa yang bisa mengalahkannya." Ucap Melinda.


"Benar itu Maggie. Arnold sudah memberitahukan kepada


ku bagaimana kabarnya." Ucap Azka yang memecah suasana.


"Benarkah? Lalu apa yang dia lakukan saat ini?"


Tanya Maggie.


"Beberapa hari ini ia mencari tahu dari mana asalnya


monster itu. Setelah mengetahui hal itu, saat ini ia sedang dalam perjalanan


menuju pasukan kerajaan untuk memberitahu hal yang terjadi." Ucap Frey.


"Begitukah, syukurlah." Ucap Maggie.


"Ya, untung saja dia selamat setelah menjelajahi bagian


itu." Pikir Azka dan Frey