Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 30: PERTUNANGAN



"Selamat pagi Maggie."


Ucap Arnold sambil memberi bunga yang sudah ia siapkan.


"Se-selamat pagi Ar."


Balas Maggie "Bu-bunga ini untukku?" Sambungnya.


"Ya, ini bunga untukmu. Nama


bunga ini Carnation White." Balas Arnold.


"Me-mengapa kau datang


pagi-pagi begini dan memberiku bunga ini?" Tanya Maggie.


"Begini Maggie, keluargaku


dan aku akan kembali kewilayah kami nanti siang. jadi aku ingin berbicara untuk


mu." Balas Arnold.


"Benarkah?" Tanya Maggie


yang sedikit sedih dengan perkataan Arnold.


"Ya, karena itu aku ingin


berbicara kepadamu." Ucap Arnold.


"....." tak ada jawaban


dari Maggie, ia hanya tertunduk.


"Maggie, jangan bersedih. Aku


pasti akan kembali menemui dilain waktu. Karena itu jangan bersedih,


Tersenyumlah." Ucap Arnold sambil memegang kedua tangan Maggie.


"Apa itu beneran? Apa kau


berjanji akan menemuiku?" Balas Maggie.


"Ya aku berjanji. Jadi


tunggulah aku." Balas Arnold.


"Hmm, aku akan menunggu


mu." Ucap Maggie


Mereka melanjutkan pembicaraannya


didepan rumah Maggie. Disaat itulah Arnold mengatakan jika dia mungkin menyukai


Maggie, ia merasa ingin selalu dekat dengannya, ia selalu ingin menjaga


senyuman Maggie. Maggie yang mendengar itu tersenyum bahagia dan menjawab dia


juga merasa hal yang sama. Karena selama dia bertemu dengan lelaki lain, ia tak


pernah merasa seperti didekat Arnold.


Mereka berbicara hampir selama dua


jam. Selama mereka berdua berbicara, mereka selalu tidak memperhatikan hal-hal


disekitar mereka. Mereka tidka tahu jika ayah dan ibunya Maggie sedang melihat


mereka dari jendela rumah. Bukan hanya mereka, Ayah dan ibu Arnold juga melihat


mereka dari kereta kuda ketika mereka menuju istana diluar gerbang rumah itu.


Sudah waktunya bagi Arnold untuk


kembali kemansionnya.


"Maggie, kurasa sudah


waktunya untuk aku kembali, karena hari sudah hampir siang." Ucap Arnold.


"Sudah waktunya ya."


Ucap Maggie sambil tertunduk.


"Jangan bersedih Maggie,


ingat janji kita." Ucap Arnold.


"Hmm, kalau begitu


berhati-hatilah. " Balas Maggie.


"Ya, sampaikan salam ku


kepada ayah mu." Ucap Arnold.


"Ehem, bukankah seharusnya


kau sendiri yang menyampaikan salam kepada Kami?" Ucap Wilson yang keluar


dari rumahnya tiba-tiba.


"Pa-paman? Bibi"  "A-ayah? Ibu?" Ucap Arnold dan


Maggie.


"Sedang apa kalian


disini?" Tanya Maggie.


"Kami? Kami tadi hanya


mendengarkan pasangan berbicara." Ucap ibu Maggie.


Arnold dan Maggie langsung malu


mendengar hal itu. Mereka sadar jika pasangan yang disebut itu adalah mereka


berdua.


"Oh ya nak Arnold, apa yang


sedang kau lakukan disini sejak pagi-pagi tadi??" Ucap ayah Maggie.


"Ma-maaf sudah mengganggu


waktu tidur kalian paman, bibi. Aku kesini tadi pagi karena ingin berbicara


dengan Maggie. Soalnya aku dan keluargaku akan kembali ke wilayah Kami."


Jelas Arnold.


“begitu ya. Lalu?” tanya Ayah


Maggie.


“Aku hanya ingin mengatakan ke


Maggie bahwa aku mencintainya paman.” Balas Arnold. “Agar dia menungguku sampai


aku datang lagi paman.” Sambungnya.


“Menunggu? Mengapa anakku harus


menunggu?.” Tanya Ayah Maggie.


“karena kami saling menyukai


paman.” Jawab Arnold.


“Bukan itu, mengapa anakku harus


menunggumu disini? Bukankah dia juga bisa ikut dengan mu kesana?” uccap Ayah


Maggie.


Arnold dan Maggie langsung


terkejut dengan perkataan Ayah Maggie, karena mereka tidak pernah memikirka hal


itu sebelumnya.


“Apakah Maggie bisa ikut denganku


“Tentu saja bisa,” jawab ayah


Maggie.


“Benarkah Yah?” Tanya Maggie memastikan.


“Ya, tentu saja sayang.” Ucap ayah


Maggie


“Terimakasih ayah.” Balas Maggie


dengan semangat sambil memeluk ayahnya,


“Tapi, sebelum itu,bukankah kalian


harus melakukan sesuatu.” Ucap Ayah Maggie.


“melakukan sesuatu? Apa itu paman?”


tanya arnold.


“Bukankah seharusnya kalian


melakukan pertunangan jika kalian saling mencintai. Balas Ayah Maggie.


““Pe-pertunangan.”” Ucap Arnold


dan Maggie dengan nada Malu.


“Ya, pertunangan.” Perjelas ayah


Maggie.


“ Aku setuju dengan mu tuan


Wilson.” Kata ayah arnold yang tiba-tiba datang ketempat itu.


“ayah? Ibu?” sentak arnold terkejut


dengan kedua orantuanya.


“Apa yang kalian disini?”


sambungnya


“Maaf nak, kami tidak sengaja


mendengaar pembicaraan kalian. Tadi kami hendak pergi keistana untuk menerima


wilayah baru yang akan kita urus. Tapi aku dan ibumu melihat kau berbicara


dengan Maggie dan mendengar pembicaraan kalian sampai sekarang. Tak kusangka


jika kau melakukan hal itu demi wanita yang kaucintai. Kupikir kau hanya tau


berlatih saja” ucap Ayah Arnold.


Arnold yang mendengar itu langsung


menjadi malu mendengar perkataan ayahnya.


“Hahaha, tenang saja nak. Yang kau


lakukan itu adalah tindakan pria sejati.” Sambung ayahnya


“Terimakasih ayah.” Balas Arnold.


“Llau bagaimana dengan pertunangan


tadi?” tanya Ayah Maggie.


“Aku setuju dengan hal itu. Tapi jika


untuk perayaannya tidak sempat untuk dilakukan sekarang. Apakah Maggie tidak


masalah jika pertunangannya seperti ini saja dulu?” tanya ayah Arnold.


“Tidak apa-apa paman.” Ucap Maggie


tanpa menanyakan pendapat orangtuanya.


Orangtua Maggie hanya pasrah


melihat tingkah anaknya. Mereka merasa jika ini yang terbaik untuk anaknya.


“Kami juga tidak masalah dengan


itu, karena anak kami tidak mempermasalahkan hal itu.” Ucap Ibu Maggie sebagai


tanda persetujuan.


“Kalau begitu, Arnold dan Maggie


sudah sah betunangan, kan?” Ucap Ibu Arnold.


“Ya. Selamat ya kalian Berdua.”


Ucap Ayah Maggie


““Selamat Arnold, Selamat Maggie.””


Ucap orang tua mereka.


“Terimakasih ayah, ibu. Paman,


bibi.” Ucap mereka berdua.


Setelah itu Arnold dan keluarganya


kembali menuju wilayah mereka bersama Maggie. Ketika Arnold dan Maggie kembali


ke Mansion keluarga mereka, semua orang disana langsung menanyakan siapa wanita


yang bersama Arnold. karena itu arnold menjelaskan bagaimana Maggie menjadi tunangannya,


meski masih sedikit malu. Amos yang mendengar penjelasaan kakanya merasa


terkejut. Dia tidak menyangka jika kakanya berani melakukan hal itu.


Selama Perjalanan Arnold dan


Maggie berada di Kereta yang berbeda. Maggie berada dikereta yang sama dengan


Ibu dan ayahnya. Karena bosan didalam kereta, Arnold berpikir jika dia harus


memberi Maggie sesuatu yang menjadi bukti pertunangan mereka. Arnold berpikir


jika dia ingin memberi Maggie sebuah cincin. Karena itu dia membuat cincin dari


sebuah core sihir Great lion  monster


Rank SS dan dicampur dengan sedikit tanduk Behemot untuk Maggie. Proses


pembuatan Cincin dilakukan Arnold dengan meleburkan tanduk behemoth dan Core


sihir dengan sihir api milik Arnold. Setelah selesai Arnold membuat bentuk


cincin itu dengan mananya. Setelah itu dibantu sihir angina untuk


mendingkannya.


Arnold membutuhkan waktu selama


seminggu untuk membuat cincin itu. Mengapa lama? Karena Arnold merasa jika dia


harus memberi yang terbaik untuk Maggie. Arnoldd sudah selesai membuat sebuah


cincin berwana biru tua yang sedikit mengkilau, sebuah cincin yang sangat cantic


menurut Arnold. Cincin ini akan diberi Arnold ketika mereka sudah sampai di


wilayahnya.


Karena bahan yang dileburkan masih


banyak, Arnold membuat beberapa periasan yang berbeda-beda. Periasan itu dibuat


Arnold bukan hanya untuk Maggie, tapi untuk Ibunya juga. Karena wanita yang


selalu nomor satu dihati semua anak adalah Seorang Ibu.