Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 38: PERTARUNGAN



Pertarungan melawan Giant Cyclops


masih berlanjut. Pertarungan itu sudah berlangsung hampir selama tiga jam dan


monster yang dikalahkan masih setengah. Untungnya, sampai saat ini monster yang


lain tidak datang ketempat itu, jika monster itu datang, maka sudah dipastikan


kelompok Arnold pasti mendapat kerugian.


Apalagi bagi Sova dan Kelvin


kewalahan melawan lebih dari lima giant Cyclops maisng-masing. Jika Shin dan


Sera tidak membantu dari jarak jauh itu pasti mereka sudah jadi sasaran empuk.


“Huh,huh, Kelvin apa kau msih


kuat?” tanya Sova yang kembali ke posisi awal.


“tentu, huh, aku masih sanggup


melawan monster ini.” Ucap kelvin sambil terengah-ngah.


“Baguslah, kita tidak mungin


membiarkan taun kita yang melindungi kita selalu.” Balas Sova.


“Ya, meski kita hanya bisa memberi


bantuan sedikit, kita harus bekerja keras.” Ucap Sova.


“sedikit? Maksudmu?” tanya


Sova yang kebingungan.


“Apa kau tidak liat, jika tuan


muda melawan lebih sepuluh dan sudah membunuh sekitar delapan. Sedangkan kita


semua masih membunuh masing-masing tiga monster Giant Cyclops.” Jawab Kelvin.


“Y-ya, kau benar, Tu-tuan muda


memang monster.” Ucap Sova.


Tapi tidak ada jawaban dari


Kelvin. Sova yang merasa diabaikan kemudian melihat ketempat Kelvin berdiri,


dan ternyata Kelvin sudah tidak ada disanan.


BOOM.


Ketika Sova menoleh kearah


samping, terdengar suara ledakan diarah belakang Sova.


“uhuk,uhuk.” Batuk Sova karena


ledakan barusan menimbulkan asap disekitar Sova.


“Hey, Sova, jangan melamun, habisi


monster yang ada dibelakang mu.” Teriak Shin dari kejauhan.


“huh, baiklah.” Ucap Sova yang


kemudian menarik pedang dua tangannya.


“Aku harus fokus dengan pertarungan ini, meski hanya sedikit, aku harus


berguna untuk tuan ku.” Pikir Sova.


Ia kemudian menanmkan mana yang


lumayan banyak di kedua pedangnya. Setelah merasa cukup, ia kemudian melompat


kearah Giant  Cyclops yang terkena


serangan panah Shin.


SLASH SLASH SLASH


Dua tebasan awal dengan pedangnya secara bergantian menebas


dada Giant Cyclops  secara silang dan


tebasan terakhir dengan menggunakan kedua pedangnya secara vertical yang


mengoyak dada monster itu.


GRAGHH


Teriak monster itu yang kesakitan. Tidak ingin hanya


menerima serangan, monster itu langsung berlari kearah Sova yang berdiri


didepannya.


“SHIN!!” Teriak Sova yang tetap berdiri tegap melihat


monster itu.


Shin yang mengetahui maksud dari Sova, langsung


mempersiapkan serangnya terkuatnya. Iya menanamkan Mana yang banya kedalam anak


panahnya.


WHUSSH


Terlihat anak panah yang dikeluarkan Shin melesat dengan


sangat cepat hingga membuat daerah sedikit berangin menuju Giant Cyclops.


Tebasan itu terarah ke bagian Dada monster itu yang sudah dilukai oleh Sova.


Giant Cyclops yang melihat serangan anak panah itu ingin


menghindarinya, tapi monster itu terlambat sepersekian detik. Anak panah itu


tepat mengenai dada Giant Cyclops, karena banyaknya mana yang ditanam oleh


Shin, serangan anak panah itu menjadi sangat kuat. Serangan itu bahakan membuat


ujung anak panah keluar dibagian dada bagian belakang Giant Cyclops dan memberi


efek disekitarnya.


Giant Cyclops yang menerima serangan itu masih berjalan


dengan mengerahkan sedikit tenaganya kearah Sova. Setiap usaha ia keluarkan


agar Sova dapat ia serangan.


GROAGH


Sova yang melihat itu hanya berdiri sambil menatap Giant


Cyclops. Dengan tegap. Sedikit demi sedikit Giant Cyclops berjalan, tapi


staminanya sudah habis dan jatuh tepat didepan Sova.


“Hey Sova, tidak usah berlagak keren hanya karena kalian berdua


berlagak Keren.” Teriak Sera yang merasa aneh melihat tingkah Sova.


“ah, maaf-maaf, aku hanya ingin menunjukkan kekuatanku saja,


hehehe” Ucap Sova yang disadarkan oleh Sera dan kembali melawan monster yang


lain.


“heh,padahal tadi kau sduah keren, tapi tingkahmu setelah


itu membuat mu tidak keran lagi.” Gumam Sera.


Kelvin dan Shin yang melihat itu juga tersenyum dan kembali


semangat. Sedangkan ayah Arnold terus fokus bertarung melawan Giant Cyclops,


memang monster yang ia lawan hanya sekitar sepuluh, masih dibawah Arnold. Tapi


ia sudah berhasil membunuh setengahnya. Meski sudah bertarung sekian lama, ayah


arnold masih bertarung dengan semangat, meski sedikit luka ia dapatkan.


“Ayah, mundurlah lebih dulu, agar kamu dapat menyembuhkan


lukamu lebih dulu.” Ucap Arnold yang menuju arah Ayahnya,


“Tidak apa-apa nak, aku masih kuat, monster itu bukan


masalah besar.” Ucap Ayah Arnold.


“Dasar maniak


bertarung.” Pikir Arnold.


Ayah Arnold saat ini bertarung melawan Lima Giant Cyclops,


dia menggunakan sihir sebagai serangan pengalih, ketika itu dia berusaha untuk


menumbangkan salah satu Giant Cyclops dengan menggunakan pedangnya yang ia


lapisi denggna mana.


“Magic of Fire: Fire


Storm” ucap ayah Arnold.


Terlihat sebuah sihir gelombang api yang berbentuk bulat


sebesar rumah,dan didalam sihir itu ada sebuah perputaran api. Sihir api ini


membuat kulit Giant Cyclops terbakar, tapi tidak terlalu fatal. Setalah Sihir


api itu padam, Ayah Arnold lansung melesat kearah Monster yang terdepan. Dengan


cepat ia mengayunkan pedangnya kearah monster itu, ia mengayungkan pedangnya


secara acak. Jika dilihat ayah Arnold menggunakan pedang seperti orang barbar,


yang tidak peduli sekitar asalkan target serangan dapat dikalahkan. Serangan demi


serangan, ayunan demi ayunan, semuanya mengenai monster itu. Sehingga membuat


monster itu tewas secara mengenaskan. Ayah Arnold yang mengetaui jika monster


itu sudah dikalahkan langsung melompat mundur dan ingin menjalankan strateginya


kembali.


“huh,huh, untunglah strategi ini mempan.” Gumam Ayah Arnold.


“Bagaimana keadaan yang lain ya, apa mereka baik-baik saja?” ucap ayah Arnold


yang kmudian melihat sekitar.


Terlihat dibagian terdekat denganya, Arnold sedang bertarung


melawan 3 monster lagi, itu berarti Arnold sudah mengalahkan tiga belas Monster.


Disampingnya terlihat  Azka dan Frey yang


sama sekali tidak kesusahan meski mereka melawan yang terbanyak, Terlihat sihir


seperti rantai mengikat puluhan Giant Cyclops, dan tebasan angina memotong


bagian tubuh monster itu.


“Sepertinya kedua Partner


Arnold akan selesai.” Pikir ayah Arnold.


Lalu dibagian paling kiri terlihat Sova dan Kelvin sedang


bertarung masing-masing melawan tiga monster. Dan dibagian belakang Shin


membantu dari belakang. Disamping Shin terlihat Sera yang sedang menatap Ayah


Arnold sambil mengucap beberapa Sihir.


“Magic of Fire: Triple


Flame Buster”Teriak Sera yang diarahkan kearah ayah Arnold berdiri.


Dengan sigap ayah Arnold melindungi dirinya dari serangan


itu. Tapi serangan itu bukan diarahkan kepada ayah Arnold, tetapi diarahkan


kepada Giant Cyclops yang berlari kearah Ayah Arnold.


BOOOM BOOM BOOOM


Ayah arnold yang terkena dampak dari serangan sihir yang


besar dari Sera terdorong sedikit.


“Uhuk, uhuk.” Batuk Ayah Arnold.


“Tuan apa anda baik-baik saja?” Ucap Sera yang berlari


kearah ayah Arnold yang terdorong.


“ya aku baik-baik saja.” Balas Ayah Arnold.


“Maafkan aku tuan, aku tidak mengharapkan jika serangan itu


mengenai anda.” Ucap Sera.


“Ya, tidak masalah. Itu salahku karena tidak lengah sedikit.”


Ucap Ayah Arnold. “ Berkatmu, aku hanya mendapat luka gores saja.” Sambungnya.


“Tenang saja tuan, kami akan menjaga anda dari belakang.”


Ucap Sera.


“Ya, terimakasih.” Ucap Ayah Arnold.


Ia kemudian berdiri dan siap menghadapi monster-monster yang


diserang Sera. Saat ini keadaan Monster itu sedang terjatuh akibat dorongan


Sihir itu.


“OKE, Ayo kita lakukan lagi.” Ucap Ayah Arnold.