
Pertarungan melawan Giant Cyclops
masih berlanjut. Pertarungan itu sudah berlangsung hampir selama tiga jam dan
monster yang dikalahkan masih setengah. Untungnya, sampai saat ini monster yang
lain tidak datang ketempat itu, jika monster itu datang, maka sudah dipastikan
kelompok Arnold pasti mendapat kerugian.
Apalagi bagi Sova dan Kelvin
kewalahan melawan lebih dari lima giant Cyclops maisng-masing. Jika Shin dan
Sera tidak membantu dari jarak jauh itu pasti mereka sudah jadi sasaran empuk.
“Huh,huh, Kelvin apa kau msih
kuat?” tanya Sova yang kembali ke posisi awal.
“tentu, huh, aku masih sanggup
melawan monster ini.” Ucap kelvin sambil terengah-ngah.
“Baguslah, kita tidak mungin
membiarkan taun kita yang melindungi kita selalu.” Balas Sova.
“Ya, meski kita hanya bisa memberi
bantuan sedikit, kita harus bekerja keras.” Ucap Sova.
“sedikit? Maksudmu?” tanya
Sova yang kebingungan.
“Apa kau tidak liat, jika tuan
muda melawan lebih sepuluh dan sudah membunuh sekitar delapan. Sedangkan kita
semua masih membunuh masing-masing tiga monster Giant Cyclops.” Jawab Kelvin.
“Y-ya, kau benar, Tu-tuan muda
memang monster.” Ucap Sova.
Tapi tidak ada jawaban dari
Kelvin. Sova yang merasa diabaikan kemudian melihat ketempat Kelvin berdiri,
dan ternyata Kelvin sudah tidak ada disanan.
BOOM.
Ketika Sova menoleh kearah
samping, terdengar suara ledakan diarah belakang Sova.
“uhuk,uhuk.” Batuk Sova karena
ledakan barusan menimbulkan asap disekitar Sova.
“Hey, Sova, jangan melamun, habisi
monster yang ada dibelakang mu.” Teriak Shin dari kejauhan.
“huh, baiklah.” Ucap Sova yang
kemudian menarik pedang dua tangannya.
“Aku harus fokus dengan pertarungan ini, meski hanya sedikit, aku harus
berguna untuk tuan ku.” Pikir Sova.
Ia kemudian menanmkan mana yang
lumayan banyak di kedua pedangnya. Setelah merasa cukup, ia kemudian melompat
kearah Giant Cyclops yang terkena
serangan panah Shin.
SLASH SLASH SLASH
Dua tebasan awal dengan pedangnya secara bergantian menebas
dada Giant Cyclops secara silang dan
tebasan terakhir dengan menggunakan kedua pedangnya secara vertical yang
mengoyak dada monster itu.
GRAGHH
Teriak monster itu yang kesakitan. Tidak ingin hanya
menerima serangan, monster itu langsung berlari kearah Sova yang berdiri
didepannya.
“SHIN!!” Teriak Sova yang tetap berdiri tegap melihat
monster itu.
Shin yang mengetahui maksud dari Sova, langsung
mempersiapkan serangnya terkuatnya. Iya menanamkan Mana yang banya kedalam anak
panahnya.
WHUSSH
Terlihat anak panah yang dikeluarkan Shin melesat dengan
sangat cepat hingga membuat daerah sedikit berangin menuju Giant Cyclops.
Tebasan itu terarah ke bagian Dada monster itu yang sudah dilukai oleh Sova.
Giant Cyclops yang melihat serangan anak panah itu ingin
menghindarinya, tapi monster itu terlambat sepersekian detik. Anak panah itu
tepat mengenai dada Giant Cyclops, karena banyaknya mana yang ditanam oleh
Shin, serangan anak panah itu menjadi sangat kuat. Serangan itu bahakan membuat
ujung anak panah keluar dibagian dada bagian belakang Giant Cyclops dan memberi
efek disekitarnya.
Giant Cyclops yang menerima serangan itu masih berjalan
dengan mengerahkan sedikit tenaganya kearah Sova. Setiap usaha ia keluarkan
agar Sova dapat ia serangan.
GROAGH
Sova yang melihat itu hanya berdiri sambil menatap Giant
Cyclops. Dengan tegap. Sedikit demi sedikit Giant Cyclops berjalan, tapi
staminanya sudah habis dan jatuh tepat didepan Sova.
“Hey Sova, tidak usah berlagak keren hanya karena kalian berdua
berlagak Keren.” Teriak Sera yang merasa aneh melihat tingkah Sova.
“ah, maaf-maaf, aku hanya ingin menunjukkan kekuatanku saja,
hehehe” Ucap Sova yang disadarkan oleh Sera dan kembali melawan monster yang
lain.
“heh,padahal tadi kau sduah keren, tapi tingkahmu setelah
itu membuat mu tidak keran lagi.” Gumam Sera.
Kelvin dan Shin yang melihat itu juga tersenyum dan kembali
semangat. Sedangkan ayah Arnold terus fokus bertarung melawan Giant Cyclops,
memang monster yang ia lawan hanya sekitar sepuluh, masih dibawah Arnold. Tapi
ia sudah berhasil membunuh setengahnya. Meski sudah bertarung sekian lama, ayah
arnold masih bertarung dengan semangat, meski sedikit luka ia dapatkan.
“Ayah, mundurlah lebih dulu, agar kamu dapat menyembuhkan
lukamu lebih dulu.” Ucap Arnold yang menuju arah Ayahnya,
“Tidak apa-apa nak, aku masih kuat, monster itu bukan
masalah besar.” Ucap Ayah Arnold.
“Dasar maniak
bertarung.” Pikir Arnold.
Ayah Arnold saat ini bertarung melawan Lima Giant Cyclops,
dia menggunakan sihir sebagai serangan pengalih, ketika itu dia berusaha untuk
menumbangkan salah satu Giant Cyclops dengan menggunakan pedangnya yang ia
lapisi denggna mana.
“Magic of Fire: Fire
Storm” ucap ayah Arnold.
Terlihat sebuah sihir gelombang api yang berbentuk bulat
sebesar rumah,dan didalam sihir itu ada sebuah perputaran api. Sihir api ini
membuat kulit Giant Cyclops terbakar, tapi tidak terlalu fatal. Setalah Sihir
api itu padam, Ayah Arnold lansung melesat kearah Monster yang terdepan. Dengan
cepat ia mengayunkan pedangnya kearah monster itu, ia mengayungkan pedangnya
secara acak. Jika dilihat ayah Arnold menggunakan pedang seperti orang barbar,
yang tidak peduli sekitar asalkan target serangan dapat dikalahkan. Serangan demi
serangan, ayunan demi ayunan, semuanya mengenai monster itu. Sehingga membuat
monster itu tewas secara mengenaskan. Ayah Arnold yang mengetaui jika monster
itu sudah dikalahkan langsung melompat mundur dan ingin menjalankan strateginya
kembali.
“huh,huh, untunglah strategi ini mempan.” Gumam Ayah Arnold.
“Bagaimana keadaan yang lain ya, apa mereka baik-baik saja?” ucap ayah Arnold
yang kmudian melihat sekitar.
Terlihat dibagian terdekat denganya, Arnold sedang bertarung
melawan 3 monster lagi, itu berarti Arnold sudah mengalahkan tiga belas Monster.
Disampingnya terlihat Azka dan Frey yang
sama sekali tidak kesusahan meski mereka melawan yang terbanyak, Terlihat sihir
seperti rantai mengikat puluhan Giant Cyclops, dan tebasan angina memotong
bagian tubuh monster itu.
“Sepertinya kedua Partner
Arnold akan selesai.” Pikir ayah Arnold.
Lalu dibagian paling kiri terlihat Sova dan Kelvin sedang
bertarung masing-masing melawan tiga monster. Dan dibagian belakang Shin
membantu dari belakang. Disamping Shin terlihat Sera yang sedang menatap Ayah
Arnold sambil mengucap beberapa Sihir.
“Magic of Fire: Triple
Flame Buster”Teriak Sera yang diarahkan kearah ayah Arnold berdiri.
Dengan sigap ayah Arnold melindungi dirinya dari serangan
itu. Tapi serangan itu bukan diarahkan kepada ayah Arnold, tetapi diarahkan
kepada Giant Cyclops yang berlari kearah Ayah Arnold.
BOOOM BOOM BOOOM
Ayah arnold yang terkena dampak dari serangan sihir yang
besar dari Sera terdorong sedikit.
“Uhuk, uhuk.” Batuk Ayah Arnold.
“Tuan apa anda baik-baik saja?” Ucap Sera yang berlari
kearah ayah Arnold yang terdorong.
“ya aku baik-baik saja.” Balas Ayah Arnold.
“Maafkan aku tuan, aku tidak mengharapkan jika serangan itu
mengenai anda.” Ucap Sera.
“Ya, tidak masalah. Itu salahku karena tidak lengah sedikit.”
Ucap Ayah Arnold. “ Berkatmu, aku hanya mendapat luka gores saja.” Sambungnya.
“Tenang saja tuan, kami akan menjaga anda dari belakang.”
Ucap Sera.
“Ya, terimakasih.” Ucap Ayah Arnold.
Ia kemudian berdiri dan siap menghadapi monster-monster yang
diserang Sera. Saat ini keadaan Monster itu sedang terjatuh akibat dorongan
Sihir itu.
“OKE, Ayo kita lakukan lagi.” Ucap Ayah Arnold.