Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 24: SUDAH SELESAI?



Setelah berpisah dari Duke Aymon,


ayah arnold kemudian menuju lokasi senalnjutnya. Lokasi itu adalah tempat dari


perarungan Raja dengan Chimera. Raja tampak mendominasi pertarungan itu. Meski


mendominasi, raja sudah merasa kelelahan. Serangan yang dilancarkan oleh Raja


memang dapat memberi dampak kepada Chimera, tapi tidak mengenai titik fatal


monster itu.


“Huh,huh, Sulit Sekali melawan


Monster ini. Jika saja ekornya itu tidak ada, monster ini pasti sudah kalah.”


Ucap Raja. “Jika aku kesusahan, bagaimana


dengan yang lain? Aku harus mengalahkan monster ini secepat mungkin agar aku


bisa ketempat yang lain.” Pikir Raja.


Raja pun kembali memasang


kuda-kuda untuk menyerang Chimera, tapi sebelum dia menyerang, Chimera itu


sudah mendapat dampak dari serangan telebih dahulu. Raja terkejut dengan


serangan itu, ia bingung dari mana asal serangan itu. Ketika melihat kearah


belakang Chimera, ia melihat sekitar lima orang menyerang dengan sihir dan


panah, dan lima orang lagi berlari kearah Chimera itu. Ia bertanya-tanya dari


mana pasukan itu berada. Ketika dia sedang memikirkan hal itu, seseorang datang


menghadapnya, orang itu adalah Brimstone Lawsdansky, ayah arnold.


“Yang Mulia, apakah anda baik-baik


saja?” tanya ayah arnold.


“Baron Lawsdanky kah? Aku


baik-baik saja.” Jawab Raja Arthur.


“Baguslah, kalau begitu anda dapat


beristirahat sebentar, biarkan pasukan saya yang mengalahkan Monster itu.” Jelas


ayah arnold.


“Pasukan mu? Apakah kau yakin itu


baik-baik saja?” tanya raja yang sedikit bingung dengan perkataan ayah arnold.


“Tenang sja yang mulia, ketika


saya dan anak saya melawan dua Chimera, mereka juga membantu menolong kami.


Sebelumnya juga kami sudah menolong Duke Aymon. Setelah bertarung melawan


monster ini, kami sudah tau kelemahan dari Monster itu yang mulia.”


Jelas Ayah arnold.


“Benarkah? Kalau begitu baguslah.”


Jawab Raja Arthur.


“Kalau begitu saya permisi dulu


yang mulia, saya akan membantu pasukan saya.” Ucap ayah Arnold.


“Jika begitu saya akan juga ikut


membantu,” balas Raja Arthur.


“Baiklah kalau begitu, begini


rencana nya yang mulia.” Kata ayah arnold yang kemudian menjelaskan rencana


menyerang Chimera itu.


“Begitukah, kalau begitu ayo!!”


Ucap Raja Arthur dengan semangat.


Mereka pun kemudian maju membantu


para pasukan. Raja Arthur adalah seorang pengguna Pedang Dua Tangan. Ia


memiliki kekuatan penghancur yang sangat dahsyat. Ia juga dapat menanamkan mana


kedalam pedangnnya, begitu juga dengan Sihir.


Ketika bertarung, Raja Arthur


terkejut dengan kekuatan tempur pasukan Baron Lawsdansky. Meski pasukan itu


berasal dari seorang Baron, tapi kekuatan mereka sudah melebihi pasukan elit


kerajaan yang berperingkat A. apalagi ketika para pasukan melakukan serangan


sambil menanamkan mana kedalam senjatanya. Raja merasa bingung bagaimana bisa


pasukan itu sangat kuat. Meski begitu, ia tetap fokus menyerang monster itu.


Meskipun jumlah mereka sudah


dibagi dua, pasukan Lawsdansky tetap tidak merasa kesusahan menyerang monster


itu. Para serangan darat mula-mula menyerang agar pasukan Sihir bisa melakukan


serangan untuk mengalihkan ekor Chimera. Di tim ini, pasukan sihir menggunakan


sihir api dan air, dengan kuantitas api lebih banyak dari air. Hal itu membuat,


disekitar Chimera menjadi berkabut. Kabut menghalangi pandangan dari Ekor


Chimera, ia tidak bisa melihat dari mana saja serangan berasal. Kesal dengan kabut


itu, ekor Chimera ingin mengeluarkan asap Racunnya dengan marah. Tapi sebelum


dia menyemburnya, ayah arnold langsung memotong ekor itu. Hal itu membuat


Chimera kesakitan, Chimera mengaum-ngaum melompat-lompat disekitar itu. Karena


sudah mendengar auman dari Chimera, pasukan pengguna sihir angina kemudian


mengahapus kabut disana agar, pasukan serangan jarak dekat tidak terkena


pijakan Chimera.


Setelah kabut tertiup angin,


Terlihat jelas di bagian ekor Chimera sudah tidak ada dan keluar darah berwarna merah tua. Melihat


itu, semua pasukan kemudian  ingin


mengeluarkan serangan penghabisan untuk membunuh Chimera itu.  Tapi pandangan mereka teralihkan melihat


Raja, ia menggunakan auranya dan menanamkan mana beserta Sihir kedalam


senjatanya. Ia adalah pengguna Sihir Petir dan Cahaya, karena itu aura yang


malaikat. Bukan suatu alasan mengapa orang menyebut raja orang terkuat di


kerajaan Aggrasia.


Raja kemudian melompat dan


mengayunkan senjatanya ke arah Leher Chimera.


SLASHH


Serangan Raja memberi luka yang


sangat dalam, Meski ia tidak dapat memotong Leher Chimera.  Tapi karena luka yang dalam Chimera tewas


tanpa menunggu waktu yang lama. Mereka terkagum-kagum melihat serangan Raja,


begitu juga dengan ayah arnold yang sebelumnya tidak sempat melakukan serangan


kepada Chimera. Ia kemudian berpikir meski sduah berada di peingkat SS, masih


ada jarak yang jauh jika dibandingkan dengan Raja.


“Jika raja sekuat ini, lalu ditingkat mana kekuatan Arnold?” pikir


ayah arnold.


“Terimakasih brimstone, berkatmu


dan pasukanmu datang monster itu bisa dikalahkan.” Ucap raja Arthur yang datang


kearah ayah arnold.


“Ah, tidak Yang Mulia. Jika bukan


karena anda, kami akan lebih lama menyerang Chimera itu.” Balas ayah arnold.


“Tidak, kau dan pasukan mu sudah


sangat kuat, jika dibandingan dengan pasukan elit kerajaan, pasukanmu sudah


berrada dilevel yang berbeda.” Bantah Raja Arthur.


“Terimakasih atas pujiannya Yang


Mulia.” Ucap Ayah Arnold


“Lalu baagaimana selanjutnya?”


tanya Raja Arthut.


“Kami akan membantu pasukan yang


lain Yang Mulia.” Jelas ayah arnold. “ bagaimana dengan anda Yang Mulia?”


sambungnya.


“Jika begitu aku akan membantu


juga.” Jelas Raja Arthur.


“Jika begitu bawalah lima pasukan


ku. Itu mungkin dapat membantu anda.” Ucap Ayah Arnold.


“Benarkah? Kalau begitu baiklah.”


Balas Raja Arthur.


Mereka pun kemudain berpencar


kelokasi selanjutnya. Chimera yang tersisa sekitar Lima lagi, Jika pasukan yang


dibawa Duke Aymon berhasil mengalahkan Chimera dan membagi timnya, maka setiap


tim hanya perlu melawan satu Chimera.


Dengan cara yang mereka lakukan,


mereka dengan cepat mengalahkan Chimera, meski arena pembagian tim yang


terakhir membuat mereka sedikit kesulitan karena jumlah yang berkuran, itu


tidak membuat mereka kalah melawan Chimera itu. Setelah berhasil mengalahkan


Chimera, mereka kemudain bergerak menuju istana.


Setelah mereka samapai, mereka


melihat jika pertarungan yang berada disekitar istana juga sudah selesai. Semua


orang yang bertarung merasa kelelahan karena sudah bertarung sepanjang malam.


Ketika rombongan Raja datang, semua orang yang disana langsung berdiri dan


menghampiri rombongna itu, terutama Sang Pangeran, Charles Aggrasia.


“Ayah, apa kalian berhasil?” Tanya


Charles.


“ya, kami semua sudah mengalahkan


monster itu.” Jawab Raja Arthur.


“Jadi apakah ini sudah selesai?”


tanya Charle lagi.


“ Untuk sekarang, ini adalah


kemenangan kita.” Jawab Raja Arthur.


““YAAAAA!!!!””


“”WOAHHHHHH!!””


Semua orang yang ada disana


berteriak senang setelah mendengar perkataan Raja Arthur. Semua orang yang


disana ada yang tersenyum, menangis, mersa lega. Semua perasaan bahagia


tercampur aduk karena mereka sudah berhasil menghentikan kekacuan di Ibukota.


“apakah benar sudah selesai?” Pikir Raja Arthur.


*Terimakasih teman-teman karna


sudah mau membaca karya saya yang tidak seberapa ini.


Saya akan lebih semangat untuk


menulis karya ini, semoga karya ini kedepannya dapat membuat teman-teman merasa


puas.


Jika ada yang merasa karya saya


kurang, mohon berikan komentar agar saya dapat memperbaiki kesalahan saya.


Selamat membaca.