
Setelah berpisah dari Duke Aymon,
ayah arnold kemudian menuju lokasi senalnjutnya. Lokasi itu adalah tempat dari
perarungan Raja dengan Chimera. Raja tampak mendominasi pertarungan itu. Meski
mendominasi, raja sudah merasa kelelahan. Serangan yang dilancarkan oleh Raja
memang dapat memberi dampak kepada Chimera, tapi tidak mengenai titik fatal
monster itu.
“Huh,huh, Sulit Sekali melawan
Monster ini. Jika saja ekornya itu tidak ada, monster ini pasti sudah kalah.”
Ucap Raja. “Jika aku kesusahan, bagaimana
dengan yang lain? Aku harus mengalahkan monster ini secepat mungkin agar aku
bisa ketempat yang lain.” Pikir Raja.
Raja pun kembali memasang
kuda-kuda untuk menyerang Chimera, tapi sebelum dia menyerang, Chimera itu
sudah mendapat dampak dari serangan telebih dahulu. Raja terkejut dengan
serangan itu, ia bingung dari mana asal serangan itu. Ketika melihat kearah
belakang Chimera, ia melihat sekitar lima orang menyerang dengan sihir dan
panah, dan lima orang lagi berlari kearah Chimera itu. Ia bertanya-tanya dari
mana pasukan itu berada. Ketika dia sedang memikirkan hal itu, seseorang datang
menghadapnya, orang itu adalah Brimstone Lawsdansky, ayah arnold.
“Yang Mulia, apakah anda baik-baik
saja?” tanya ayah arnold.
“Baron Lawsdanky kah? Aku
baik-baik saja.” Jawab Raja Arthur.
“Baguslah, kalau begitu anda dapat
beristirahat sebentar, biarkan pasukan saya yang mengalahkan Monster itu.” Jelas
ayah arnold.
“Pasukan mu? Apakah kau yakin itu
baik-baik saja?” tanya raja yang sedikit bingung dengan perkataan ayah arnold.
“Tenang sja yang mulia, ketika
saya dan anak saya melawan dua Chimera, mereka juga membantu menolong kami.
Sebelumnya juga kami sudah menolong Duke Aymon. Setelah bertarung melawan
monster ini, kami sudah tau kelemahan dari Monster itu yang mulia.”
Jelas Ayah arnold.
“Benarkah? Kalau begitu baguslah.”
Jawab Raja Arthur.
“Kalau begitu saya permisi dulu
yang mulia, saya akan membantu pasukan saya.” Ucap ayah Arnold.
“Jika begitu saya akan juga ikut
membantu,” balas Raja Arthur.
“Baiklah kalau begitu, begini
rencana nya yang mulia.” Kata ayah arnold yang kemudian menjelaskan rencana
menyerang Chimera itu.
“Begitukah, kalau begitu ayo!!”
Ucap Raja Arthur dengan semangat.
Mereka pun kemudian maju membantu
para pasukan. Raja Arthur adalah seorang pengguna Pedang Dua Tangan. Ia
memiliki kekuatan penghancur yang sangat dahsyat. Ia juga dapat menanamkan mana
kedalam pedangnnya, begitu juga dengan Sihir.
Ketika bertarung, Raja Arthur
terkejut dengan kekuatan tempur pasukan Baron Lawsdansky. Meski pasukan itu
berasal dari seorang Baron, tapi kekuatan mereka sudah melebihi pasukan elit
kerajaan yang berperingkat A. apalagi ketika para pasukan melakukan serangan
sambil menanamkan mana kedalam senjatanya. Raja merasa bingung bagaimana bisa
pasukan itu sangat kuat. Meski begitu, ia tetap fokus menyerang monster itu.
Meskipun jumlah mereka sudah
dibagi dua, pasukan Lawsdansky tetap tidak merasa kesusahan menyerang monster
itu. Para serangan darat mula-mula menyerang agar pasukan Sihir bisa melakukan
serangan untuk mengalihkan ekor Chimera. Di tim ini, pasukan sihir menggunakan
sihir api dan air, dengan kuantitas api lebih banyak dari air. Hal itu membuat,
disekitar Chimera menjadi berkabut. Kabut menghalangi pandangan dari Ekor
Chimera, ia tidak bisa melihat dari mana saja serangan berasal. Kesal dengan kabut
itu, ekor Chimera ingin mengeluarkan asap Racunnya dengan marah. Tapi sebelum
dia menyemburnya, ayah arnold langsung memotong ekor itu. Hal itu membuat
Chimera kesakitan, Chimera mengaum-ngaum melompat-lompat disekitar itu. Karena
sudah mendengar auman dari Chimera, pasukan pengguna sihir angina kemudian
mengahapus kabut disana agar, pasukan serangan jarak dekat tidak terkena
pijakan Chimera.
Setelah kabut tertiup angin,
Terlihat jelas di bagian ekor Chimera sudah tidak ada dan keluar darah berwarna merah tua. Melihat
itu, semua pasukan kemudian ingin
mengeluarkan serangan penghabisan untuk membunuh Chimera itu. Tapi pandangan mereka teralihkan melihat
Raja, ia menggunakan auranya dan menanamkan mana beserta Sihir kedalam
senjatanya. Ia adalah pengguna Sihir Petir dan Cahaya, karena itu aura yang
malaikat. Bukan suatu alasan mengapa orang menyebut raja orang terkuat di
kerajaan Aggrasia.
Raja kemudian melompat dan
mengayunkan senjatanya ke arah Leher Chimera.
SLASHH
Serangan Raja memberi luka yang
sangat dalam, Meski ia tidak dapat memotong Leher Chimera. Tapi karena luka yang dalam Chimera tewas
tanpa menunggu waktu yang lama. Mereka terkagum-kagum melihat serangan Raja,
begitu juga dengan ayah arnold yang sebelumnya tidak sempat melakukan serangan
kepada Chimera. Ia kemudian berpikir meski sduah berada di peingkat SS, masih
ada jarak yang jauh jika dibandingkan dengan Raja.
“Jika raja sekuat ini, lalu ditingkat mana kekuatan Arnold?” pikir
ayah arnold.
“Terimakasih brimstone, berkatmu
dan pasukanmu datang monster itu bisa dikalahkan.” Ucap raja Arthur yang datang
kearah ayah arnold.
“Ah, tidak Yang Mulia. Jika bukan
karena anda, kami akan lebih lama menyerang Chimera itu.” Balas ayah arnold.
“Tidak, kau dan pasukan mu sudah
sangat kuat, jika dibandingan dengan pasukan elit kerajaan, pasukanmu sudah
berrada dilevel yang berbeda.” Bantah Raja Arthur.
“Terimakasih atas pujiannya Yang
Mulia.” Ucap Ayah Arnold
“Lalu baagaimana selanjutnya?”
tanya Raja Arthut.
“Kami akan membantu pasukan yang
lain Yang Mulia.” Jelas ayah arnold. “ bagaimana dengan anda Yang Mulia?”
sambungnya.
“Jika begitu aku akan membantu
juga.” Jelas Raja Arthur.
“Jika begitu bawalah lima pasukan
ku. Itu mungkin dapat membantu anda.” Ucap Ayah Arnold.
“Benarkah? Kalau begitu baiklah.”
Balas Raja Arthur.
Mereka pun kemudain berpencar
kelokasi selanjutnya. Chimera yang tersisa sekitar Lima lagi, Jika pasukan yang
dibawa Duke Aymon berhasil mengalahkan Chimera dan membagi timnya, maka setiap
tim hanya perlu melawan satu Chimera.
Dengan cara yang mereka lakukan,
mereka dengan cepat mengalahkan Chimera, meski arena pembagian tim yang
terakhir membuat mereka sedikit kesulitan karena jumlah yang berkuran, itu
tidak membuat mereka kalah melawan Chimera itu. Setelah berhasil mengalahkan
Chimera, mereka kemudain bergerak menuju istana.
Setelah mereka samapai, mereka
melihat jika pertarungan yang berada disekitar istana juga sudah selesai. Semua
orang yang bertarung merasa kelelahan karena sudah bertarung sepanjang malam.
Ketika rombongan Raja datang, semua orang yang disana langsung berdiri dan
menghampiri rombongna itu, terutama Sang Pangeran, Charles Aggrasia.
“Ayah, apa kalian berhasil?” Tanya
Charles.
“ya, kami semua sudah mengalahkan
monster itu.” Jawab Raja Arthur.
“Jadi apakah ini sudah selesai?”
tanya Charle lagi.
“ Untuk sekarang, ini adalah
kemenangan kita.” Jawab Raja Arthur.
““YAAAAA!!!!””
“”WOAHHHHHH!!””
Semua orang yang ada disana
berteriak senang setelah mendengar perkataan Raja Arthur. Semua orang yang
disana ada yang tersenyum, menangis, mersa lega. Semua perasaan bahagia
tercampur aduk karena mereka sudah berhasil menghentikan kekacuan di Ibukota.
“apakah benar sudah selesai?” Pikir Raja Arthur.
*Terimakasih teman-teman karna
sudah mau membaca karya saya yang tidak seberapa ini.
Saya akan lebih semangat untuk
menulis karya ini, semoga karya ini kedepannya dapat membuat teman-teman merasa
puas.
Jika ada yang merasa karya saya
kurang, mohon berikan komentar agar saya dapat memperbaiki kesalahan saya.
Selamat membaca.