Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 19: ACARA PELANTIKAN



Hari-hari berlalu, hari ini


adalah hari pelantikan putra mahkota Kerajaan Aggrasia. Tampak sudah para


penduduk di Ibukota tidak serama hari biasa, karena saat ini para penduduk juga


merasa antusia melihat pelantikan raja selanjutnya. Meskipun nanti putra


mahkota akan melakukan parade tetap saja penduduk ingin melihat pelantikan


secara langsung.


Untuk para bangsawan, akan


diadakan sebuah acara khusus di istana kerajaan. Acara itu dilakukan ketika


sore hari, setelah putra mahkota selesai melakukan parade.


Arnold sebenarnya merasa malas


mengikuti acara itu, karena ketika acara itu pasti ada pembahasan politik atau


tentang kerjasama wilayah. Itulah Arnold malas mengikuti acara itu, tapi karena


dia adalah keluarga bangsawan dia harus ikut.


Saat ini Arnold sedang


mempersiapkan dirinya, dia memakai baju ala bangsawan dan sedikit  merapikan dirinya dibantu oleh pelayannya.


Arnold memiliki wajah yang termasuk tampan, mungkin banyak wanita yang akan


jatuh cinta  jika melihat penampilannya.


Hari sudah hampir sore, Arnold


dan keluarganya berangkat menuju mansion kerajaan, tetapi untuk Azka dan Frey


hanya menunggu di mansion keluarga mereka meskipun itu partner itu tidak akan


diizinkan masuk ke istana kerajaan. Mereka berangkat menuju mansion kerajaan


dengan menggunakan satu kereta ala bangsawan.


Sesampainya mereka di gerbang


istana, mereka diwajibkan untuk memberi sebuah bukti undangan, agar mencegah


adanya peristiwa yang tidak diinginkan. Tampak banyak prajurit yang mengawasi


dan berpatroli disekitar istana. Karena saat ini ada acara yang mengumpulkan


orang-orang penting di satu tempat, maka dilakukan penjagaan yang sangat ketat.


Arnold merasa kagum setelah


melihat istana dari jaarak yang sedekat itu. Istana kerajaan memiliki warna


putih dan sedikit dilapisi warna emas untuk memperindah istana itu. Ketika


mereka menuju ruangan acara di istana kerajaan,sudah banyak bangsawan yang lain


yang sudah lebih dulu menuju ruangan itu.


Setelah sampai ke ruangan itu,


terlihat sudah beberapa hidangan yang d sudah disiapkan dan tempat duduk untuk


para bangsawan. Sebuah singgasana besar yang disertai Empat singgasana yang


lebih kecil  terlihat diujung ruangan


itu. Ruangan itu terlihat sangat besar, sehingga bisa menampun sekitar serratus


lima puluh orang. Ketika mereka masuk kedalam ruangan itu, banyak bangsawan


yang menyapa ayah Arnold. Meskipun ayah Arnold seorang Bangsawan sekelas Baron,


tapi banyak yang menaruh hormat karena kebaikan ayah Arnold ketika bangsawan


lain membutuhkan.


Arnold yang berada tepat


dibelakang ayahnya merasa canggung karena sejak mereka masuk ia mulai


diperhatikan oleh banyak anak bangsawan yang mungkin seumuran dengannya. Arnold


berpikir ia diperhatikan karena mereka bertanya-tanya siapa Arnold itu. Tapi


kenyataanya anak perempuan yang memperhatikan karena mereka terpesona oleh


ketampanan Arnold dan anak laki-laki emperhatikan karena Arnold merebut


perhatian wanita.


“tes, tes, tes.” Kata seseorang


yang berdiri di dekat singgasana. “Beri hormat kepada yang mulia Raja Arthur


Aggrasia X, yang mulia Ratu Margareth Aggrasia, yang muia Pangeran Charles


Aggrasia, yang mulia Putri Diana Aggrasia dan yang mulia Pangeran Harry


Aggrasia.” Sambungnya.


Tampak seorang Pria dengan aura


yang kuat dan berwibawa masuk kedalam ruangan diikuti seorang wanita yang


cantic beserta anak-anak nya yang tampan dan menawan. Mereka adalah keluarga


kerajaan.


Setelah mengetahui hal itu,


seketika semua orang yang ada diruangan ini menundukkan badannya sebagai tanda


hormat kepada keluarga kerajaan. Begitu juga dengan Arnold, meskipun dia jarang


belajar, dia tidak terlalu bodoh untuk tidak menghormati pemimpin negara ini.


Bisa-bisa semua keluarganya di bunuh dengan tuduhan pengkhianatan terhadap


keluarga kerajaan.


“Sungguh aura yang kuat” Pikir Arnold.


Memang Raja Arthur merupakan


orang paling kuat di kerajaan aggrasia selain Arnold, dengan poin kekuatan


sekitar 23.000.


Setelah melakukan penghormatan,


Raja Arthur menguccapkan terimakasih kepada para tamu karena sudah menyempatkan


waktu untuk datang di acara itu. Acara pelantikan dimulai. Pangeran Charles


kemudian, mengucapkan  beberapa kata


pidato. Setelah Itu, dilanjutkan dengan perkenalan para penerus bangsawan.


Mulai dari bangsawan yang tertinggi Duke sampai bangsawan terendah Baron.


Rata-rata penrus bangsawan sudah


memiliki umur diatas 14 tahun, hanya Amos lah yang masih berusia 10 tahun. Hal


itu membuat bangsawan yang lain sedikit terkejut, karena yang mereka tau bahwa


anat tertua Baron Lawsdansky sudah berumur 15 tahun, Tapi kenapa Amos yang


menjadi Penerus keluarga, membuat mereka bingung.


Setelah selesai dengan acara itu,


Kemudian dimulailah acara perjamuan. Banyak bangsawan mendatangi bangsawan


lainnya yang memiliki tingkat lebih tinggi untuk mencari koneksi. Begitu juga


untuk keluarga Arnold, mereka tetap mendatangi Bangsawan yang lain, tapi hanya


untuk bangsawan yang dipercayai oleh ayahnya. Karena mereka takut jika


bangsawan yang lain mengetahui kekuatan pasukan mereka, keluarganya akan


dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.


Saat ini mereka sedang berbicara


dengan  dengan bangsawan Viscount Shido


yang mana merupakan keluarga dari tunangan Amos.


“Bagaimana kabar mu tuan Roy?”


sapa Ayah Arnold yang mendatangi tempat mereka.


“Ah, tuan Brimstone ya. Kabar ku


“Aku dan keluarga ku juga baik


tuan.” Jawab nya. “ Oh iya, perkenalkan ini anak sulung kami yang saat itu


sedang melakukan petualangan, Arnold Lawsdansky.” Kata ayahnya memperkenalkan


Arnold.


“Oh, ini Arnold ya. Bagaimana


petualangan mu? “Tanya Roy


“ Petualangan ku sangat


menyenangkan paman, terimakasih sudah bertanya. Maaf saat itu saya tidak dapat


bersama keluarga saya ketika pertunangan adik saya paman.” Ucap Arnold.


“ Tidak masalah nak, kalau begitu


perkenalkan ini istriku Charlotte Shido lalu Ini anak sulung kami, namanya  Anthony Shido, dia seumuran denganmu dan Reyna


Shido yang merupakan tunangan Amos.” Ucap Roy


“Salam kenal


Bibi, salam kenal Anthony, dan salam kenal adik ipar.” Kata Arnold


““salam kenal


Arnold”” Balas Istri dan anak sulung Roy tapi Reyna  malu dengan panggilan Arnold dan wajahnya


langsung memerah.


“Sa-salam


kenal, kakak  Ipar.” Kata Reyna dengan


malu-malu.


“Kak, jangan menggoda Reyna.!”


Ucap Amos yang sedikit emosi.


“”Hahahah”” tawa kedua keluarga


yang disitu.


Banyak bahasan yang terjadi


dengan kedua keluarga itu. Tapi tak lama, Arnold dan Anthony pergi kekursi


untuk beristirahat karena sudah letih berdiri lama. Begitu juga dengan Amos dan


Reyna, mereka juga pergi untuk menikmati malam mereka berdua.


“oh ya Arnold, kenapa bukan kau


yang menjadi penerus keluarga mu?” tanya Anthony


“tak ada alasan khusus, hanya


saja aku sedikit membenci yang namanya politik.” Jawab Arnold.


“Jika begitu apa yang akan kau


lakukan?” Tanya Anthony.


“yah aku akan melindungi wilayah


keluarga ku, kau tau, jika wilayah kami berbatasan dengan hutan kematian, jadi


aku harus siap melindungi wilayah itu,” Jelas Arnold.


“ Begitu kah.” Balas Arnold.


Mereka melanjutkan pembicaraan


mereka, meskipun kebanyakan pembicaraan tidak penting. Tapi dari pembicaraan


itu Arnold mengerti mngapa banyak bangsawan yang menaruh hormat kepada ayahya,


karena ayahnya berhasil mengalahkan invasi monster tiga puluh lima tahun yang


lalu. Ayah Arnold bertarung  dengan


segenap hatinya dan menyelamatkan banyak nyawa. Karena itu bangsawan


beranggapan bahwa ayah Arnold sangat kuat, jadi mereka menghormatinya.


“Hey kalian yang disitu,


enyahlah, itu adalah tempat ku.” Kata seseorang yang memotong pembicaraan


Arnold dan Anthony.


“Maaf, tapi kami dulu yang


menempatinya, jadi carilah tempat duduk yang lain.” Balas Arnold.


“ Dasar bangsawan rendahan, apa


kau tidak tau aku siapa?” balas orang itu.


“Tidak.” Jawab Arnold dengan


singkat.


“HA? KAU TIDAK TAU? Aku penerus


keluarga  bangsawan Marquis Carabas,


Darnay Carabas.” Jelas orang itu.


“OH, aku Arnold, anak sulung dari


Baron Lawsdansky. Salam kenal” Kata Arnold tanpa terpengaruh sedikit pun dari


perkataan orang itu


“Ooo, Jadi kau anak sulung dari


Baron Lawsdansky, anak sulung yang tidak memenuhi syarat menjadi penerus


keluarga.” Kata Darnay memanasi Arnold.


“Maaf, aku hanya sedikit tidak


suka dengan politik bangsawan” balas Arnold.


“HAHAH, KAU PIKIR AKU PERCAYA,


KAU PASTI SANGAT LEMAH UNTUK SEORANG KELUARGA BANGSAWAN.” Balas Darnay


“Hey, bukan kah kau sudah


berlebi-“ Kata Anthony yang kemudian ditahan oleh Arnold.


“Tak usah meladeninya, biarkan


dia berbicara sendiri.” Kata Arnold yang kemudian mengabaikan Darnay.


“BERANINYA KAU MENGABAIKANKU!!”


Teriak Darnay yang kemudian menyerang Arnold dari belakang.


Tapi Arnold dengan mudah


menghindari serangan Darnay.


“Ba- bagaimana kau bisa


menghindari seranganku, aku sudah berada di peringkat B.”Kata Darnay yang


terkejut.


“Hanya tingkat B, berani


melawanku.” Kata Arnold yang sedikit menyobongkan diri.


Tidak percaya dengan serangan


yang sebelumnya, Darnay kembali menyerang Arnold berkali-kali. Hal itu membuat


kericuhan terjadi di acara itu. Melihat keadaan semakin ramai disekitar mereka,


Arnold langsung membalas serangan dari Darnay, ia hanya menyerangnya dengan


sedikit kekuatan saja. Meski begitu Darnay langsung terdorong kebelakang. Itu


membuat orang disekitar terkejut dengan kekuatan Arnold, Bahkan Sang Putra


Mahkota.


*Maaf teman-teman. tolong rekomendasikan nama tokoh protagonis dan antagonis untuk novel ini.


terimakasih.