Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
CHAPTER 50: MINOTOUR DAN IBUKOTA



Mereka pun memasuki wilayah kerajaan Elf. Awalnya di gerbang


perbatan kerajaan Elf mereka harus diperiksa terlebih dahulu oleh Prajurit


kerajaan Elf. Hal itu dilakukan untuk memeriksa bahwa Arnold dan yang lainnya


tidak membawa kekacuan untuk kerajaan itu. Ketika pemeriksaan itu, Arnold dan


yang lainnya juga diberitahu bahwa terjadi peperangan dibagian barat kerajaan


itu dekat dengan kerajaan Dwarf. Peperangan terjadi karena adanya serangan dari


Monster. Prajurit itu memperingatkan agar Arnold dan rombongannya tidak


mendekati wilayah itu.


Meski sudah memasuki kerajaan Elf, tapi pohon-pohon yang ada


disekitar itu lebih besar dari Di kerajaan manusia. Karena mayoritas Elf


membangun rumahnya diatas pohon. Dan terlihat yang mungkin ditengah kerajaan


itu sebuah pohon yang sangat besar menjulang tinggi kelangit. Pohon itu disebut


sebagai pohon dunia dan di sekitar pohon itu adalah letak ibukota kerajaan ini.


Kesitulah tujuan mereka saat ini.


Awalnya perjalanan mereka baik-baik saja. Tapi ketika dalam


perjalanan, mereka berjumpa dengan beberapa orang yang sedang bertarung dengan


beberapa monster kerbau atau biasa disebut minotour. Terlihat beberapa orang


itu kesusahan untuk melawan minotour. Minotour adalah monster dengan Rank A,


dengan poin sekitar 9.000-an.


BOOMM


DHUARR


ARGHHH


“TOLONG, SIAPA PUN TOLONG SELAMATKAN AKU.!!!” Teriak seorang


Elf yang berada ditengah pertarungan itu. Terlihat, minotour ingin menyerang


Elf itu dengan kapak besar yang ada ditangannya.


WHUSHH


Tepat sebelum Minotour mengayunkan kapaknya, terlihat


seorang manusia muncul di depan Elf petarung itu.


GROAGHHH


Munculnya seorang manusia itu bersamaan dengan terputusnya


salah satu tangan Minotour yang memegang kapak.


"Te-terimakasih sudah mau menyelamatkan ku." Ucap


Elf itu yang melihat punggung penyelamatnya.


"Serahkan monster disini kepadaku, mundurlah."


Ucap Manusia itu yang sebenarnya adalah Arnold.


Tepat ketika manusia itu mengucapkan kata-kata itu, ia


langsung melesat ke arah Minotour yang terluka dan langsung menebas kepalanya


dengan cepat.


SLASHH


"Ce-cepatnya."


Ucap Elf itu yang tidak bisa melihat itu dengan matanya.


"Satu sudah kalah, tersisa enam lagi." Pikir


Arnold.


Arnold langsung melesat ke minotour yang lain. Baginya tidak


terlalu sulit untuk mengalahkan minotour ini, cukup menebas lehernya dengan


sekali serang. Sehingga waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama.


"Kuat sekali."


"Apa dia seorang petualang peringkat S?"


"Mungkin dia bantuan dari kerajaan manusia."


Banyak ucapan keluar dari para Elf yang melihat Arnold.


Arnold yang mendengar ucapan para Elf hanya diam. Ia menuju kearah Elf yang ia


selamatkan tadi.


"Apa kalian baik-baik saja?" Ucap Arnold.


"Ya, terimakasih sudah menyelamatkan kami tadi. Kalau


saya boleh tau, Apakah tuan bantuan dari kerajaan manusia?" Tanya Elf itu.


"Ah, tidak, aku dan rombongan ku hanya pedagang."


Balas Arnold.


"PE-PEDAGANG!??" Ucap para Elf yang terkejut


dengan perkataan Arnold.


"Ja-jangan bercanda tuan, bagaimana anda bisa menjadi


pedagang dengan kekuatan sekuat itu." Ucap Elf yang diselamatkan Arnold


sambil menenangkan dirinya yang terkejut.


"Aku tidak bercanda. Aku memang pedagang, tapi jika


pertarungan nanti butuh bantuan. Kami akan membantu." Ucap Arnold.


"Begitu ya, ah, maaf aku belum memperkenalkan diri. Aku


Rok, salah satu pasukan dari kerajaan Elf." Ucap Elf itu.


"Aku Arnold, Salam kenal. Kalau begitu aku pergi dulu


ya. Kuharap kita bertemu lagi nanti." Ucap Arnold.


"Ya tuan." Ucap Roi.


Arnold pun kembali ke kereta kudanya, dan melanjutkan


perjalanannya menuju ibukota Kerajaan Elf. Karena mereka harus mengambil izin


berdagang di kerajaan Elf.


"Hey Ar, apa kita akan membantu pertempuran dengan


Monster nanti?" Tanya Maggie disamping Arnold.


dapat ditangani lagi oleh kerajaan Elf." Balas Arnold.


"Mengapa begitu tuan?" Tanah Leon yang saat ini


sedang mengendalikan kuda dibagian depan.


"Karena kita hanya akan berdagang dan berlatih disini.


Apalagi dengan kekuatan kalian yang sekarang, kalian hanya akan menjadi makanan


bagi monster itu." Ucap Arnold.


Mendengar hal itu, Maggie, Leon dan Melinda sadar akan hal


itu dan menundukkan kepalanya.


"Tapi bukankah kak Arnold bisa membantu?" Ucap


Laura.


"Benar Laura, hanya aku yang membantu dahulu. Untuk


yang lainnya nanti akan berlatih ditemani oleh Azka dan Frey." Ucap


Arnold.


"Hey, kenapa aku tidak ikut membantu?" Ucap Azka.


"Jika kau ikut membantu, mereka akan semakin takut


ketika mengetahui bahwa ada naga disini. Apalagi aku juga menyembunyikan


identitas ku nanti." Balas Arnold.


"Begitu ya. Baiklah aku akan melatih mereka bersama


Frey nanti." Ucap Azka.


"Ya. Kita berada setahun dua tahun untuk berlatih jadi


jangan terburu-buru." Ucap Arnold


"Hey Ar, apa kau tahu dari mana monster itu


berdatangan?" Tanya Maggie.


"Aku juga tidak tahu Maggie, aku juga memikirkan hal


itu." Ucap Arnold.


"Begitu ya. Apa pun itu, nanti pasti akan kita ketahui


semuanya." Sambungnya.


Perjalanan mereka menuju ibukota sudah dekat. Saat ini sudah


terlihat dengan jelas seberapa besar pohon dunia yang menjulang tinggi ke


langit. Tidak banyak hal yang terjadi selama perjalanan mereka. Karena mereka


mengambil rute dari barat, untuk menghindari para monster yang ada di timur.


Karena ini belum saatnya bagi Arnold dan yang lain untuk membantu. Hal pertama


yang harus mereka lakukan adalah ke ibukota dan mencari tempat tinggal.


Setelah sampai di ibukota, mereka langsung menuju guild


pedagang, untuk menjual beberapa bahan yang mereka temukan ketika menuju


ibukota dan menanyakan rekomendasi rumah yang bisa mereka sewa. Terutama rumah


yang memiliki dua lantai dan memiliki lebar yang cukup untuk berdagang dan


tempat tinggal sekalian.


Lalu mereka bersama agen rumah suruhan guild pedagang


langsung menuju rumah yang direkomendasikan.


Setelah lama melihat-lihat beberapa rekomendasi, mereka


akhirnya menemukan rumah yang mungkin cocok untuk mereka pakai.


"Kurasa ini cocok untuk kita, apalagi tempatnya berada


dekat banyak toko." Ucap Arnold.


"Ya Ar, kurasa ini pas. Apa lagi kita bisa berdagang


dan menjadi tempat tinggal langsung disini." Balas Maggie.


"Apa kalian setuju?" Tanya Arnold ke Leon dan


Melinda.


"Tentu tuan, ini merupakan tempat yang bagus."


Jawab Melinda beserta anggukan Leon.


"Kalau begitu, kami akan menyewa ini." Ucap


Arnold.


"Baiklah tuan, untuk rumah ini memiliki sewa sebanyak


250 gold selama setahun. Sudah termasuk pajak dan keamanan." Jelas Agen


itu.


"Lumayan mahal, tapi itu setimpal." Ucap Arnold


yang lalu memberi sebanyak yang diucapkan Agen itu.


"Terimakasih tuan. Ini kunci beserta bukti


penyewaannya." Ucap Agen itu.


"Ya, terimakasih sudah mau menemani kami." Balas


Arnold.


"Dengan senang hati tuan." Ucap Agen itu.


Setelah itu, mereka pun memasuki rumah itu dan menyusun


barang-barang mereka. Sebelum itu, mereka harus membersihi dan menyusun kembali


tata letak ruangan itu.


"Baiklah, ini awalnya. Mari kita lakukan yang terbaik


mulai hari ini." Ucap Arnold.


""Ya."" Ucap yang lainnya.


"Hal apa yang


menanti kami nanti ya." Pikir Arnold.


*** Hai teman-teman, bagaimana kabar kalian? pasti baik- baik saja kan.


Disini saya ingin memtia saran dan kritik dari pembaca. Karena ntah mengapa saya merasa novel saya semakin lama semakin membuat para pembaca kurang menarik. jadi tolong beri saran dan kritik.


Terimakasih semuanya.