
Mereka pun memasuki wilayah kerajaan Elf. Awalnya di gerbang
perbatan kerajaan Elf mereka harus diperiksa terlebih dahulu oleh Prajurit
kerajaan Elf. Hal itu dilakukan untuk memeriksa bahwa Arnold dan yang lainnya
tidak membawa kekacuan untuk kerajaan itu. Ketika pemeriksaan itu, Arnold dan
yang lainnya juga diberitahu bahwa terjadi peperangan dibagian barat kerajaan
itu dekat dengan kerajaan Dwarf. Peperangan terjadi karena adanya serangan dari
Monster. Prajurit itu memperingatkan agar Arnold dan rombongannya tidak
mendekati wilayah itu.
Meski sudah memasuki kerajaan Elf, tapi pohon-pohon yang ada
disekitar itu lebih besar dari Di kerajaan manusia. Karena mayoritas Elf
membangun rumahnya diatas pohon. Dan terlihat yang mungkin ditengah kerajaan
itu sebuah pohon yang sangat besar menjulang tinggi kelangit. Pohon itu disebut
sebagai pohon dunia dan di sekitar pohon itu adalah letak ibukota kerajaan ini.
Kesitulah tujuan mereka saat ini.
Awalnya perjalanan mereka baik-baik saja. Tapi ketika dalam
perjalanan, mereka berjumpa dengan beberapa orang yang sedang bertarung dengan
beberapa monster kerbau atau biasa disebut minotour. Terlihat beberapa orang
itu kesusahan untuk melawan minotour. Minotour adalah monster dengan Rank A,
dengan poin sekitar 9.000-an.
BOOMM
DHUARR
ARGHHH
“TOLONG, SIAPA PUN TOLONG SELAMATKAN AKU.!!!” Teriak seorang
Elf yang berada ditengah pertarungan itu. Terlihat, minotour ingin menyerang
Elf itu dengan kapak besar yang ada ditangannya.
WHUSHH
Tepat sebelum Minotour mengayunkan kapaknya, terlihat
seorang manusia muncul di depan Elf petarung itu.
GROAGHHH
Munculnya seorang manusia itu bersamaan dengan terputusnya
salah satu tangan Minotour yang memegang kapak.
"Te-terimakasih sudah mau menyelamatkan ku." Ucap
Elf itu yang melihat punggung penyelamatnya.
"Serahkan monster disini kepadaku, mundurlah."
Ucap Manusia itu yang sebenarnya adalah Arnold.
Tepat ketika manusia itu mengucapkan kata-kata itu, ia
langsung melesat ke arah Minotour yang terluka dan langsung menebas kepalanya
dengan cepat.
SLASHH
"Ce-cepatnya."
Ucap Elf itu yang tidak bisa melihat itu dengan matanya.
"Satu sudah kalah, tersisa enam lagi." Pikir
Arnold.
Arnold langsung melesat ke minotour yang lain. Baginya tidak
terlalu sulit untuk mengalahkan minotour ini, cukup menebas lehernya dengan
sekali serang. Sehingga waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama.
"Kuat sekali."
"Apa dia seorang petualang peringkat S?"
"Mungkin dia bantuan dari kerajaan manusia."
Banyak ucapan keluar dari para Elf yang melihat Arnold.
Arnold yang mendengar ucapan para Elf hanya diam. Ia menuju kearah Elf yang ia
selamatkan tadi.
"Apa kalian baik-baik saja?" Ucap Arnold.
"Ya, terimakasih sudah menyelamatkan kami tadi. Kalau
saya boleh tau, Apakah tuan bantuan dari kerajaan manusia?" Tanya Elf itu.
"Ah, tidak, aku dan rombongan ku hanya pedagang."
Balas Arnold.
"PE-PEDAGANG!??" Ucap para Elf yang terkejut
dengan perkataan Arnold.
"Ja-jangan bercanda tuan, bagaimana anda bisa menjadi
pedagang dengan kekuatan sekuat itu." Ucap Elf yang diselamatkan Arnold
sambil menenangkan dirinya yang terkejut.
"Aku tidak bercanda. Aku memang pedagang, tapi jika
pertarungan nanti butuh bantuan. Kami akan membantu." Ucap Arnold.
"Begitu ya, ah, maaf aku belum memperkenalkan diri. Aku
Rok, salah satu pasukan dari kerajaan Elf." Ucap Elf itu.
"Aku Arnold, Salam kenal. Kalau begitu aku pergi dulu
ya. Kuharap kita bertemu lagi nanti." Ucap Arnold.
"Ya tuan." Ucap Roi.
Arnold pun kembali ke kereta kudanya, dan melanjutkan
perjalanannya menuju ibukota Kerajaan Elf. Karena mereka harus mengambil izin
berdagang di kerajaan Elf.
"Hey Ar, apa kita akan membantu pertempuran dengan
Monster nanti?" Tanya Maggie disamping Arnold.
dapat ditangani lagi oleh kerajaan Elf." Balas Arnold.
"Mengapa begitu tuan?" Tanah Leon yang saat ini
sedang mengendalikan kuda dibagian depan.
"Karena kita hanya akan berdagang dan berlatih disini.
Apalagi dengan kekuatan kalian yang sekarang, kalian hanya akan menjadi makanan
bagi monster itu." Ucap Arnold.
Mendengar hal itu, Maggie, Leon dan Melinda sadar akan hal
itu dan menundukkan kepalanya.
"Tapi bukankah kak Arnold bisa membantu?" Ucap
Laura.
"Benar Laura, hanya aku yang membantu dahulu. Untuk
yang lainnya nanti akan berlatih ditemani oleh Azka dan Frey." Ucap
Arnold.
"Hey, kenapa aku tidak ikut membantu?" Ucap Azka.
"Jika kau ikut membantu, mereka akan semakin takut
ketika mengetahui bahwa ada naga disini. Apalagi aku juga menyembunyikan
identitas ku nanti." Balas Arnold.
"Begitu ya. Baiklah aku akan melatih mereka bersama
Frey nanti." Ucap Azka.
"Ya. Kita berada setahun dua tahun untuk berlatih jadi
jangan terburu-buru." Ucap Arnold
"Hey Ar, apa kau tahu dari mana monster itu
berdatangan?" Tanya Maggie.
"Aku juga tidak tahu Maggie, aku juga memikirkan hal
itu." Ucap Arnold.
"Begitu ya. Apa pun itu, nanti pasti akan kita ketahui
semuanya." Sambungnya.
Perjalanan mereka menuju ibukota sudah dekat. Saat ini sudah
terlihat dengan jelas seberapa besar pohon dunia yang menjulang tinggi ke
langit. Tidak banyak hal yang terjadi selama perjalanan mereka. Karena mereka
mengambil rute dari barat, untuk menghindari para monster yang ada di timur.
Karena ini belum saatnya bagi Arnold dan yang lain untuk membantu. Hal pertama
yang harus mereka lakukan adalah ke ibukota dan mencari tempat tinggal.
Setelah sampai di ibukota, mereka langsung menuju guild
pedagang, untuk menjual beberapa bahan yang mereka temukan ketika menuju
ibukota dan menanyakan rekomendasi rumah yang bisa mereka sewa. Terutama rumah
yang memiliki dua lantai dan memiliki lebar yang cukup untuk berdagang dan
tempat tinggal sekalian.
Lalu mereka bersama agen rumah suruhan guild pedagang
langsung menuju rumah yang direkomendasikan.
Setelah lama melihat-lihat beberapa rekomendasi, mereka
akhirnya menemukan rumah yang mungkin cocok untuk mereka pakai.
"Kurasa ini cocok untuk kita, apalagi tempatnya berada
dekat banyak toko." Ucap Arnold.
"Ya Ar, kurasa ini pas. Apa lagi kita bisa berdagang
dan menjadi tempat tinggal langsung disini." Balas Maggie.
"Apa kalian setuju?" Tanya Arnold ke Leon dan
Melinda.
"Tentu tuan, ini merupakan tempat yang bagus."
Jawab Melinda beserta anggukan Leon.
"Kalau begitu, kami akan menyewa ini." Ucap
Arnold.
"Baiklah tuan, untuk rumah ini memiliki sewa sebanyak
250 gold selama setahun. Sudah termasuk pajak dan keamanan." Jelas Agen
itu.
"Lumayan mahal, tapi itu setimpal." Ucap Arnold
yang lalu memberi sebanyak yang diucapkan Agen itu.
"Terimakasih tuan. Ini kunci beserta bukti
penyewaannya." Ucap Agen itu.
"Ya, terimakasih sudah mau menemani kami." Balas
Arnold.
"Dengan senang hati tuan." Ucap Agen itu.
Setelah itu, mereka pun memasuki rumah itu dan menyusun
barang-barang mereka. Sebelum itu, mereka harus membersihi dan menyusun kembali
tata letak ruangan itu.
"Baiklah, ini awalnya. Mari kita lakukan yang terbaik
mulai hari ini." Ucap Arnold.
""Ya."" Ucap yang lainnya.
"Hal apa yang
menanti kami nanti ya." Pikir Arnold.
*** Hai teman-teman, bagaimana kabar kalian? pasti baik- baik saja kan.
Disini saya ingin memtia saran dan kritik dari pembaca. Karena ntah mengapa saya merasa novel saya semakin lama semakin membuat para pembaca kurang menarik. jadi tolong beri saran dan kritik.
Terimakasih semuanya.