
"Aku harus memberitahu tentang ininkepada pasukan
kerajaan." Gumam Arnold yang melaju dengan cepat.
Arnold berlari dengan cepat menuju pasukan kerajaan manusia.
Ia harus menemui jendral yang memimpin pasukan ini, dan memberitahu asal
monster itu agar bisa mempersiapkan segala hal.
Setelah lama berlari ia pun sampai ditempat pasukan
kerajaan.
"Ah, paman apa kau tahu dimana jendral berada?"
Tanya Arnold kepada prajurit yang ada disana.
"Jendral ya, kurasa dia ada di kemah prajurit sebelah
sana." Jawab prajurit itu.
"Terimakasih paman." Ucap Arnold lalu pergi
mencari jendral itu.
Jendral yang ia cari adalah seorang pria dengan badan tidak
terlalu besar dan menggunakan pedang satu tangan. Orang-orang di kerajaan
manusia mengenal sebagai penebus kilat. Jendral itu bernama Alex Aymon, saudara
kandung dari Duke Aymon.
"Ah jendral Alex, bisa aku berbicara dengan mu
sebentar?" Ucap Arnold memanggil Jendral Alex yang sedang mengatur
pasukannya.
"Oh Arnold ya, apa kau sudah mengetahui asal monster
itu?" Tanya Jendral Alex.
"Ya, aku sudah menjelajahi wilayah monster. Ada banyak
hal yang harus kuberitahu kepadamu agar anda bisa memberitahukannya kepada Raja
Elf." Jawab Arnold.
"Apakah sampai seserius itu?" Tanya Jendral Alex.
"Ya, ini sangat serius dan berbahaya." Balas
Arnold.
Mendengar perkataan Arnold, Jendral Alex menjadi lebih serius
mendengar.
"Baiklah, aku mendengarkan." Ucap Jendral Alex.
"Hal yang ingin keberitahu kepada mu, yang pertama
adalah jumlah monster yang bertarung dimedan pertempuran itu bukanlah jumlah
sesungguhnya monster itu. Monster itu masih berkumpul disatu tempat, diujung
timur ini. Monster yang maju kebarisan terdepan hanya sekitar dua puluh persen
jumlah monster yang sesungguhnya." Ucap Arnold.
"Be-benarkah itu? Lalu bagaimana dengan tingkat
kekuatan monster itu?" Tanya Jendral Alex yang sedikit terkejut.
"Kekuatan monster itu sama seperti yang berada
dibarisan terdepan, tetapi disana tidak ada lagi monster Rank SS, hanya ratusan
Rank S." Ucap Arnold.
"Begitu ya, itu juga masalah besar karena ratusan
monster rank S sama dengan puluhan Rank SS." Balas Jendral Alex.
"Ya kau benar." Ucap Arnold.
"Lalu, hal selanjutnya yang ingin kau beri tahu
adalah?" Tanya Jendral Alex.
"Ini adalah hal terpenting, jika kita tidak
menghancurkan hal ini, monster yang berdatangan akan terus ada." Ucap
Arnold. " Hal itu adalah inti dungeon." Ucap Arnold.
"Du-dungeon? Apa maksudmu dungeon seperti yang
diketahui ratusan tahun lalu?" Tanya Jendral Alex dengan gugup.
"Ya, tapi kali ini adalah sebuah dungeon break. Ketika
inti dungeon sudah menyerap sangat banyak mana kegelapan. Sehingga monster yang
seharusnya berada didalam dungeon sudah bisa keluar. Kali ini meski inti
dungeon hancur, monster yang sudah keluar dari dungeon tidak akan ikut hancur.
Tapi setidaknya membuat monster berhenti berdatangan." Balas Arnold.
"Be-begitu ya. Ini merupakan hal penting. Tapi dari
mana kau tahu tentang hal ini?" Tanya Jendral Alex.
"Anda tahu kan, kalau aku adalah putra sulung
Lawsdansky. Kami pernah menjelajahi hutan kematian. Saat itu kami menemukan
sebuah dungeon yang berada dihutan kematian, jadi aku sedikit tahu tentang hal
itu." Jawab Arnold.
"Jika begitu bukankah kerajaan kita juga akan diserang
monster?" Tanya Jendral Alex.
"Tenang saja paman, kami bersama beberapa pasukan sudah
berhasil menghancurkan inti itu, sehingga itu sudah tidak ditempati oleh
monster lagi." Jelas Arnold.
"Begitu ya, baiklah. Aku akan memberitahu hal ini
kepada raja Elf agar ia memperindingkannya dengan raja dari kerajaan lain.
Karena ini dapat mengancam seluruh kehidupan di benua ini." Ucap Jendral
Alex.
"Ya jendral, kalau begitu aku permisi dulu." Ucap
Arnold.
Jendral Alex.
"Tidak paman, aku harus memberitahu ini kepada
tunanganku dan yang lainnya. Agar kami juga bisa mempersiapkan hal lain."
Ucap Arnold.
"Begitu ya. Baiklah, berhati-hatilah." Ucap
Jendral Alex.
"Ya." Ucap Arnold yang kemudian pergi menuju
tempat Maggie dan yang lainnya.
.
Hari ini Maggie dan yang lainnya sedang menjual beberapa
bahan, mana core dan yang lainnya di rumah mereka. Seperti biasa, meskipun
mereka baru melakukan perdagangan, toko mereka tetap ramai. Mereka juga sudah
melakukan kerjasama dengan Dwarf penempa untuk menjual senjata ditempat mereka.
Bukan hanya itu, mereka juga membeli bahan jadi atau belum belum yang nanti
akan diolah dan dijual lebih mahal. Semua itu adalah ide dari Maggie.
"Huh, ini sudah sehari sejak aku mengetahui kabarnya.
Saat ini dia dimana ya?" Gumam Maggie.
"Maggie, apa kau memikirkan Arnold?" Tanya Azka
yang ada didekat Maggie.
"Eh, a-aku tidak memikirkannya." Ucap Maggie yang
sedikit malu.
"Tenang saja, saat ini ia sedang menuju kesini."
Ucap Azka.
DHOOR
Tiba-tiba pintu terbuka dengan keras oleh seseorang. Orang
itu adalah Arnold yang langsung berlari masuk keruangan itu.
"Benarkan dia sudah sampai." Ucap Azka.
"Ar-arnold!!" Teriak Maggie yang langsung berlari
kearah Arnold dan memeluknya.
"Aku pulang Maggie." Ucap Arnold.
"Ya, selamat datang. Apa kamu tahu aku sangat
merindukan mu.." Ucap Maggie.
"Begitu juga dengan ku." Balas Arnold.
"Lalu mengapa kamu pergi hampir seminggu?. Lalu
kudengar kamu juga sudah tahu tentang asal mosnter itu." Tanya Maggie.
"Tenanglah Maggie, aku akan memberitahu tentang itu
nanti ketika semua berkumpul." Ucap Arnold.
"Baiklah, lalu kamu mau istirahat?" Tanya Maggie.
"Ya, tapi aku akan beristirahat diruangan ini. Aku juga
mau berbicara dengan kalian juga." Ucap Arnold.
"Baiklah, akan ku siapkan teh untukmu." Ucap
Maggie.
"Terimakasih ya." Ucap Arnold.
"Tentu saja." Ucap Maggie, lalu pergi mengambilkan
teh untuk Arnold.
Setelah beberapa saat Maggie datang kembali dan membawa teh
nya.
"Ini, silahkan diminum." Ucap Maggie.
"Makasih ya." Ucap Arnold sambil meminum teh itu.
"Enak." Sambung Arnold.
"Terimakasih. Lalu apa yang mau kamu bicarakan kepada
kami?" Tanya Maggie.
"Baiklah, yang ingin kukatakan adalah, kita semua akan
membantu dalam pertempuran ini." Ucap Arnold.
"Membantu? Apa kami bisa?" Tanya Maggie.
"Ya, meski kalian hanya bisa membantu sedikit kita
harus melakukannya. Tapi kalian tidak membantu dalam pertempuran, Maggie, Leon
dan ,Melinda akan membantu dalam penyuplaian. Karena pertarungan ini pasti akan
menjadi pertarungan besar, yang bahkan harus memiliki banyak bantuan dari
kerajaan lain." Jelas Arnold.
"Begitu ya, memangnya dari mana asalnya monster
itu?" Tanya Maggie.
"Monster itu berasal dari....."
***Terimakasih sudah menyempatkan**
waktu untuk membaca Karya saya ini. Maaf masih banyak kekurangan yang terdapat
dinovel ini. Tolong beri komentar untuk karya saya ini, meski itu baik atau
buruk agar saya bisa memperbaikinya lagi. Jika ada saran yang ingin teman-teman
berikan, kalian bisa menulisnya di kolom komentar. Jangan lupa like karya ini ya dan follow akun
author.
SELAMAT MEMBACA.