Be Strong Together In My Territory

Be Strong Together In My Territory
chapter 52: KEMBALI DAN MEMBERITAHU



"Aku harus memberitahu tentang ininkepada pasukan


kerajaan." Gumam Arnold yang melaju dengan cepat.


Arnold berlari dengan cepat menuju pasukan kerajaan manusia.


Ia harus menemui jendral yang memimpin pasukan ini, dan memberitahu asal


monster itu agar bisa mempersiapkan segala hal.


Setelah lama berlari ia pun sampai ditempat pasukan


kerajaan.


"Ah, paman apa kau tahu dimana jendral berada?"


Tanya Arnold kepada prajurit yang ada disana.


"Jendral ya, kurasa dia ada di kemah prajurit sebelah


sana." Jawab prajurit itu.


"Terimakasih paman." Ucap Arnold lalu pergi


mencari jendral itu.


Jendral yang ia cari adalah seorang pria dengan badan tidak


terlalu besar dan menggunakan pedang satu tangan. Orang-orang di kerajaan


manusia mengenal sebagai penebus kilat. Jendral itu bernama Alex Aymon, saudara


kandung dari Duke Aymon.


"Ah jendral Alex, bisa aku berbicara dengan mu


sebentar?" Ucap Arnold memanggil Jendral Alex yang sedang mengatur


pasukannya.


"Oh Arnold ya, apa kau sudah mengetahui asal monster


itu?" Tanya Jendral Alex.


"Ya, aku sudah menjelajahi wilayah monster. Ada banyak


hal yang harus kuberitahu kepadamu agar anda bisa memberitahukannya kepada Raja


Elf." Jawab Arnold.


"Apakah sampai seserius itu?" Tanya Jendral Alex.


"Ya, ini sangat serius dan berbahaya." Balas


Arnold.


Mendengar perkataan Arnold, Jendral Alex menjadi lebih serius


mendengar.


"Baiklah, aku mendengarkan." Ucap Jendral Alex.


"Hal yang ingin keberitahu kepada mu, yang pertama


adalah jumlah monster yang bertarung dimedan pertempuran itu bukanlah jumlah


sesungguhnya monster itu. Monster itu masih berkumpul disatu tempat, diujung


timur ini. Monster yang maju kebarisan terdepan hanya sekitar dua puluh persen


jumlah monster yang sesungguhnya." Ucap Arnold.


"Be-benarkah itu? Lalu bagaimana dengan tingkat


kekuatan monster itu?" Tanya Jendral Alex yang sedikit terkejut.


"Kekuatan monster itu sama seperti yang berada


dibarisan terdepan, tetapi disana tidak ada lagi monster Rank SS, hanya ratusan


Rank S." Ucap Arnold.


"Begitu ya, itu juga masalah besar karena ratusan


monster rank S sama dengan puluhan Rank SS." Balas Jendral Alex.


"Ya kau benar." Ucap Arnold.


"Lalu, hal selanjutnya yang ingin kau beri tahu


adalah?" Tanya Jendral Alex.


"Ini adalah hal terpenting, jika kita tidak


menghancurkan hal ini, monster yang berdatangan akan terus ada." Ucap


Arnold. " Hal itu adalah inti dungeon." Ucap Arnold.


"Du-dungeon? Apa maksudmu dungeon seperti yang


diketahui ratusan tahun lalu?" Tanya Jendral Alex dengan gugup.


"Ya, tapi kali ini adalah sebuah dungeon break. Ketika


inti dungeon sudah menyerap sangat banyak mana kegelapan. Sehingga monster yang


seharusnya berada didalam dungeon sudah bisa keluar. Kali ini meski inti


dungeon hancur, monster yang sudah keluar dari dungeon tidak akan ikut hancur.


Tapi setidaknya membuat monster berhenti berdatangan." Balas Arnold.


"Be-begitu ya. Ini merupakan hal penting. Tapi dari


mana kau tahu tentang hal ini?" Tanya Jendral Alex.


"Anda tahu kan, kalau aku adalah putra sulung


Lawsdansky. Kami pernah menjelajahi hutan kematian. Saat itu kami menemukan


sebuah dungeon yang berada dihutan kematian, jadi aku sedikit tahu tentang hal


itu." Jawab Arnold.


"Jika begitu bukankah kerajaan kita juga akan diserang


monster?" Tanya Jendral Alex.


"Tenang saja paman, kami bersama beberapa pasukan sudah


berhasil menghancurkan inti itu, sehingga itu sudah tidak ditempati oleh


monster lagi." Jelas Arnold.


"Begitu ya, baiklah. Aku akan memberitahu hal ini


kepada raja Elf agar ia memperindingkannya dengan raja dari kerajaan lain.


Karena ini dapat mengancam seluruh kehidupan di benua ini." Ucap Jendral


Alex.


"Ya jendral, kalau begitu aku permisi dulu." Ucap


Arnold.


Jendral Alex.


"Tidak paman, aku harus memberitahu ini kepada


tunanganku dan yang lainnya. Agar kami juga bisa mempersiapkan hal lain."


Ucap Arnold.


"Begitu ya. Baiklah, berhati-hatilah." Ucap


Jendral Alex.


"Ya." Ucap Arnold yang kemudian pergi menuju


tempat Maggie dan yang lainnya.


.


Hari ini Maggie dan yang lainnya sedang menjual beberapa


bahan, mana core dan yang lainnya di rumah mereka. Seperti biasa, meskipun


mereka baru melakukan perdagangan, toko mereka tetap ramai. Mereka juga sudah


melakukan kerjasama dengan Dwarf penempa untuk menjual senjata ditempat mereka.


Bukan hanya itu, mereka juga membeli bahan jadi atau belum belum yang nanti


akan diolah dan dijual lebih mahal. Semua itu adalah ide dari Maggie.


"Huh, ini sudah sehari sejak aku mengetahui kabarnya.


Saat ini dia dimana ya?" Gumam Maggie.


"Maggie, apa kau memikirkan Arnold?" Tanya Azka


yang ada didekat Maggie.


"Eh, a-aku tidak memikirkannya." Ucap Maggie yang


sedikit malu.


"Tenang saja, saat ini ia sedang menuju kesini."


Ucap Azka.


DHOOR


Tiba-tiba pintu terbuka dengan keras oleh seseorang. Orang


itu adalah Arnold yang langsung berlari masuk keruangan itu.


"Benarkan dia sudah sampai." Ucap Azka.


"Ar-arnold!!" Teriak Maggie yang langsung berlari


kearah Arnold dan memeluknya.


"Aku pulang Maggie." Ucap Arnold.


"Ya, selamat datang. Apa kamu tahu aku sangat


merindukan mu.." Ucap Maggie.


"Begitu juga dengan ku." Balas Arnold.


"Lalu mengapa kamu pergi hampir seminggu?. Lalu


kudengar kamu juga sudah tahu tentang asal mosnter itu." Tanya Maggie.


"Tenanglah Maggie, aku akan memberitahu tentang itu


nanti ketika semua berkumpul." Ucap Arnold.


"Baiklah, lalu kamu mau istirahat?" Tanya Maggie.


"Ya, tapi aku akan beristirahat diruangan ini. Aku juga


mau berbicara dengan kalian juga." Ucap Arnold.


"Baiklah, akan ku siapkan teh untukmu." Ucap


Maggie.


"Terimakasih ya." Ucap Arnold.


"Tentu saja." Ucap Maggie, lalu pergi mengambilkan


teh untuk Arnold.


Setelah beberapa saat Maggie datang kembali dan membawa teh


nya.


"Ini, silahkan diminum." Ucap Maggie.


"Makasih ya." Ucap Arnold sambil meminum teh itu.


"Enak." Sambung Arnold.


"Terimakasih. Lalu apa yang mau kamu bicarakan kepada


kami?" Tanya Maggie.


"Baiklah, yang ingin kukatakan adalah, kita semua akan


membantu dalam pertempuran ini." Ucap Arnold.


"Membantu? Apa kami bisa?" Tanya Maggie.


"Ya, meski kalian hanya bisa membantu sedikit kita


harus melakukannya. Tapi kalian tidak membantu dalam pertempuran, Maggie, Leon


dan ,Melinda akan membantu dalam penyuplaian. Karena pertarungan ini pasti akan


menjadi pertarungan besar, yang bahkan harus memiliki banyak bantuan dari


kerajaan lain." Jelas Arnold.


"Begitu ya, memangnya dari mana asalnya monster


itu?" Tanya Maggie.


"Monster itu berasal dari....."


***Terimakasih sudah menyempatkan**


waktu untuk membaca Karya saya ini. Maaf masih banyak kekurangan yang terdapat


dinovel ini. Tolong beri komentar untuk karya saya ini, meski itu baik atau


buruk agar saya bisa memperbaikinya lagi. Jika ada saran yang ingin teman-teman


berikan, kalian bisa menulisnya di kolom komentar.  Jangan lupa like karya ini ya dan follow akun


author.


SELAMAT MEMBACA.