Bad Husband

Bad Husband
Bad Husband



◽◽ Happy Reading ◽◽


Setelah itu Yoongi menarik tangan Min Ji kembali masuk ke dalam mobil.


Min Ji hanya memanyunkan bibirknya karena kesal oleh Yoongi, dia telah menghancurkan momentnya bersama Jisung sunbae, sekarang dia sangat malu untuk bertemu dengan dirinya. Oh monyet kulkas ini sangat menyebalkan. Min Ji melirik ke arahnya. Dia terlihat seperti sedang mengatur napasnya. Min Ji tau dia pasti sangat emosi saat ini, kenapa begitu? Min Ji sangat merasa heran padanya, apa Monyet kulkas ini cemburu yah padanya? Sampai-sampai dia, terlihat sangat marah.


"Yoongi ah, apa saat ini kita akan pulang?" tanyanya. Dia melirik ke arah Min Ji.


"Tidak. Aku akan mengantarmu kesekolah." jawabannya seketika membuat Min Ji tercengang. Gadis itu melirik ke arloji yang melekat di tangan nya. Dia lihat sekarang sudah pukul 08 : 45. Ini sudah siang, apa dia tidak sedang bercanda ingin mengantarnya kesekolahan.


"Tidak! Yoongi, apa kamu sudah gila? Ini sudah siang, aku sudah sangat telat dan ketinggalan beberapa pelajaran, masa aku harus kesekolahan saat ini!"


"Aku tidak peduli. Tugasku mengantar mu kesekolah, mau siang, malam, kamu tetap harus kesekolah. Lagian kan ini juga salah kamu yang ketemuan dulu sama cowok gak jelas itu."


"Aah ... Yoongi ah, aku sangat malu jika aku harus kesekolah saat ini. Lebih baik kita pulang saja yu." rayunya, dia malah menatap tajam Min Ji saat ini. "Kalau kamu tidak mau sekolah, lalu kamu mau apa hoeh? Bodo. Mau atau tidak! Aku akan tetap mengantar mu ke sekolah!" tegas nya.


"Jangan antar aku kesekolah!" bantah Min Ji, Yoongi tidak peduli akan ucapannya dia diam saja sambil fokus menyetir. Huaah ... dasar sialan!


.


.


.


.


.


'Gila. Monyet itu benar-benar mengantarkanku kesekolah. Aku gak sanggup buat keluar, malu aku sangat malu saat ini!'


Yoongi menatap Min Ji yang masih terdiam di dalam mobil. "Ayo kelaur" suruh nya. Min Ji melirik ke arahnya dan menggelengkan kepala.


"Tidak. Aku malu, ini sudah siang Yoongi. Balik lagi yu."


"Aku tidak peduli Min Ji, kau tetap harus sekolah." ujarnya.


Ah ... Min Ji sangat BT dengan sikapnya itu. Dia memanyunkan bibirnya sambil melipat kedua tangannya di dada. Yoongi keluar dari mobilnya. Dia berjalan ke arah pintu dan membukakan nya. Min Ji hanya terdiam saja dan melihat kearahnya yang mengulurkan tangan iya menyuruh Min Ji untuk keluar. Min Ji menggelengkan kepalanya. Yoongi meraih tangan dia dan menarik nya membawa gadis itu keluar dari dalam mobil.


"Jangan malu. Aku akan antarkan kamu kedalam." ujarnya sambil menarik tangan Min Ji masuk ke dalam sekolahan.


Min Ji langsung menundukan kepalanya. Dia malu benar-benar malu. Seketika kedatangan dirinya dan Yoongi menjadi pusat perhatian murid-murid yang ada di sana. Mereka pasti merasa sangat heran. Kok ada yah murid yang datang sesiang ini?


Yoongi menarik tangan Min Ji menuju kelas nya. Terlihat di dalam kelasnya sedang ada guru yang menerangkan pelajaranya.


"Jadi, mahluk hidup itu sa-"


"Annyeong." sapa Yoongi. Seketika semua murid yang ada di sana, terutama guru, terfokus pada kedatangan Yoongi dan Min Ji. Min Ji tidak bisa mengangkat kepalanya. Dia sangat malu. Yoongi menyuruhnya untuk masuk kedalam. Min Ji melirik sebentar ke arah Yoongi dan dengan terpaksa gadis itu melangkah masuk ke dalam kelas walau dengan kondisi tanpa wajah. Mungkin dia merasa begitu.


"Maaf Pak telat. Tolong titip saudara saya, yah Pak." ujar Yoongi.


Pak guru hanya menganggukkan kepalanya tanpa kata. Apalagi dengan semua murid yang ada di sana. Pandangan mereka terfokus pada Yoongi yang berdiri di ambang pintu. Yoongi merasa risih dan memutuskan untuk pergi dari kelas Min Ji.


"Jadi. Mahkuk hidup itu saling membutuhkan!" ujar Pak guru melanjutkan ceramahnya dan pandangan semua murid pun terfokus pada dirinya kembali.


.


.


Istirahat.


Min Ji meletakkan kepalanya di atas meja. Dia rasa hari ini adalah hari sialnya. Udah di permalukan di depan Jisung sunbae dan sekarang dia di permalukan di depan semua teman kelasnya.


'Ya Ampun berat banget yah cobaan hidup ini. Omo, aku tidak kuat! Hiks.'


"Jangan menangis."


Suara itu terasa membuatnya sadar terdengar lembut, membuatnya bertanya-tanya. Min Ji mengangkat kembali kepalanya dan melihat siapa yang datang.


Seorang laki-laki dengan senyuman manis, tengah berjalan menghampirinya.


"Hyunjin?"


Min Ji menaruh kembali kepalanya di atas meja ketika dia tau siapa yang datang saat ini. Yah dia Hyunjin sahabatnya, dia sebenarnya berada kelas dengan Min Ji, tapi Hyunjin selalu menghampiri Min Ji ke kelas nya.


"Kamu murung dan menangis apa yang terjadi?" tanya dia. Min Ji hanya menatap sembari dia dan menghapus air matanya "Tidak."


"Benar kau tidak apa-apa?" dia bertanya kembali untuk memastikan. Min Ji menggelengkan kepalnya.


"Baiklah. Oh iya, aku dengar katanya kamu datang terlambat hari ini, apa itu benar?" Min Ji sedikit kaget dengan pertanyaan dia. "Kata siapa?" tanya Min Ji padanya.


"Semua teman kelasku."


"Apa karena ini juga kamu Badmood?" tanya dia. Min Ji menganggukkan kepalanya saat ini dia tidak ingin berkata apa-apa.


"Jangan sedih Min Ji."


"Tidak!"


"Ya udah kalau gitu. Aku bakalan di sini temenin kamu," ujarnya sambil duduk di samping Min Ji. Min Ji hanya diam saja ketika melihat Hynjin yang saat ini tengah duduk si samping nya.


Kalian tau? Min Ji pernah berpikir kalau Hyunjin itu menyukainya? Tapi seketika Min Ji menepis pikiran itu. Karena dia teringat akan Min Yoongi, tapi jika pun benar, Min Ji tidak keberatan kalau harus menjadi kekasih Hyunjin, dia juga tampan dan manis, Menurutnya.


.


.


.


.


Akhirnya. Sekolah telah selesai dan akhirnya Min Ji bisa pulang saat ini, dia dan satu teman wanitanya yang bernama Park Sena dan Hyunjin pulang bersama. Dia berniat untuk menganantar Min Ji dan ingin meneraktirnya makan mie ayam. Btw di korea ada kan mie ayam?


Min Ji sangat senang kalau ada orang yang mengajaknya makan mie ayam karena mie ayam adalah makan favoritnya. Spontan di saat Hyunjinmengajaknya pergi dia langsung iya-iya aja dengan ajakannya.


Min Ji sampai di gerbang dan melihat Yoongi yang sudah ada di sana. Min Ji bingung pada Yoongi? Kok dia bisa langsung ada di sini. Padahal dia tidak menghubunginya. Yang membuat Min Ji heran adalah dia ada tepat saat Min Ji keluar, apa dia tidak pulang?


"Yoongi ah." ujar nya. Yoongi yang tengah fokus pada ponselnya langsung mengalihkan pandangnya ke arah Min Ji.


"Oo, kau sudah kelaur, ayo pulang." ajaknya. Min Ji melirik ke arah Hyunjin di saat Yoongi mengajaknya untuk pulang bersamanya.


"Siapa dia Min Ji?" tanya Hyunjin, Yoongi melirik ke arah Hyunjin.


"Oo, dia Ajeossi-"


"Pacar Min Ji!" sambung Yoongi. Min Ji dan Sena, kaget dengan ucapan Yoongi.


"Pacar? Bukannya. Ajeossi, Saudaranya Min Ji ?" tanya Sena.


"Eh. Nak, jangan panggil aku Ajeossi, umurku baru 22 tahun." jawab Yoongi.


22 atau 25, dusta kau Yoongi_-


"Oo, mianhae." ujar Sena, "Lalu yang benar mana? Ajeossi atau pacar?"


"Ajeossi. Pacar," ucap Min Ji dan Yoongi serempak.


Sena dan Hyunjin terdiam dengan ucapan Yoongi dan Min Ji. Jelas mereka heran dengan ucapan Min Ji dan Yoongi, mereka pasti berpikir mana yang benar, Ajeossi atau pacar? Yang pasti Min Ji harap mereka percayanya Yoongi adalah Ajeossi dia. Dasar Monyet kulkas kenapa dia bisa berbicara bahwa Min Ji ini pacaranya. Ini kan jadi rumit buat menjelaskan nya pada Sena dan Hyunjin.


"Ayo Min Ji Kita pulang!" ajak Yoongi kembali.


"Tidak Yoongi ah, aku ingin pulang bersama teman ku." jawab Min Ji, ucapan Min Ji berhasil membuat Yoongi menatap savage dirinya "Siapa?" tanya dia. Min Ji melihat ke arah Hyunjin.


"Bersama Hyunjin." jawabnya. Yoongi kembali menatap ke arah Hyunjin.


"Bersama anak kecil ini?" tanya Yoongi. Min Ji mengangukan kepalanya.


"Tidak! Kamu pulang bersamaku! " tolak Yoongi. Huuahh ... penolakan Yoongi terasa seperti sebuah geledek bagi Min Ji.


"Yak ... Yoongi ah, aku tidak ingin pulang dengan mu. Aku ingin pulang bersama Hyunjin!" rengeknya.


"Tidak Min Ji."


"Kalau kamu tidak bisa hari ini, lain kali saja Min Ji kita keluarnya," ujar Hyunjin tersenyum padanya. Tidak! Min Ji tidak ingin mendengar kan kelapangan dada Hyunjin saat ini, dia tidak ingin pulang bersama Yoongi, Min Ji tidak kehilangan mie ayamnya. Min Ji melirik ke arah Hyunjin dengan wajah sedihnya.


'Aku tidak ingin kehilangan mie ayamku, Hyunjin apa kau tidak mengerti?'


Yoongi menarik tangan Min Ji pergi meninggalkan Sena dan Hyunjin padahal dia belum mengiyahkan bahwa Min Ji ingin pulang bersama dia.


-


--


---


----


-----


Tbc.