
Kau Gila!
"Dia bilang apa?," Tanya Hana.
"Dia ingin meminta uang lagi dari ku, jika aku tidak memberikan maka paman mu berkata akan mengambil Alisa," Jelas kevin dengan santai.
"Lalu kau bilang apa padanya?," Tanya Hana dengan ragu.
"Ambil saja anak mu jika kau mau. Itu yang aku katakan," Jawab Kevin dengan memiring senyum.
"Kau gila!, aku tidak akan memberikan Alisa pada nya," Hana beranjak berdiri dari samping suami nya. Tanpa sadar, Hana meninggikan suaranya di hadapan Kevin.
"Kau tidak perlu meninggikan suara mu padaku. Berani-beraninya," Kevin melihat Hana dengan tatapan dingin. Ia benar-benar tidak menyangka jika wanita penakut itu berani meninggikan suara di depan nya begini.
"Jika kau tidak mengizinkan Alisa tinggal disini, aku bisa membawanya pergi dari rumah ini. Tapi jangan sesekali kau meminta paman Ardy mengambil nya!," Tegas Hana. Hana benar-benar tidak peduli lagi dengan rasa takut nya pada suami nya kali ini. Kevin yang mendengar pun ikut tersulut emosi dengan wanita yang sedang bersama nya saat ini.
"Jika kau tidak mau keponakan mu di ambil, sebaiknya kau beri sendiri paman mu yang gila itu uang sebanyak yang dia mau," Ucap Kevin sembari berdiri dan meraih tangan kanan Hana dengan kasar.
"Aku akan memberi nya uang. Itu bukan masalah besar. Tapi kau jangan sesekali meminta Ardy mengambil Alisa. Jika kau tidak suka Alisa di sini, biarkan kami keluar dari rumah ini dan lepaskan aku!," Ucap Hana dengan pandangan lurus menatap lelaki yang sedang berada di depan nya.
"Heiii!, dengar jangan sesekali kau berniat lari dari ku. Karena jika aku berhasil menemukan mu, aku pastikan kau dan keponakan mu itu tidak akan bernyawa lagi!," Ancam Kevin dengan menunjuk Hana.
"Kau benar-benar bukan manusia. Kau monster!," Teriak Hana dengan kedua mata yang sudah mulai memerah dan berkaca-kaca.
"Hahahahaha..... aku memang monster. Tapi aku bukan monster penipu seperti dirimu!," Ucap Kevin dengan menghempaskan tangan Hana dengan kasar.
"Satu hal lagi, kau beri paman mu uang sebanyak yang ia mau. Paman mu meminta uang 1 milyar. Jika kau tidak mau memberi kan uang sebanyak itu, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan keponakan mu itu!," Lanjut Kevin sembari melangkah pergi keluar dari kamar. Hana yang mendengar pun, terdiam dengan air mata yang sudah mulai berjatuhan.
Sementara di luar kamar. Saat Kevin membuka pintu, terlihat seorang gadis kecil yang sedang berdiri di depan nya dengan pandangan menunduk kelantai. Gadis kecil tersebut adalah Alisa. Ternyata sejak tadi Alisa sudah mendengar semua nya. Melihat Alisa, membuat Kevin menghentikan langkah nya sejenak. Entah mengapa timbul rasa bersalah pada diri nya dengan gadis kecil tersebut.
"Alisa, Alisa sejak kapan berada diluar kamar?," Tanya Hana yang berjalan ke depan pintu dan membawa keponakan nya tersebut masuk ke kamar. Ada pun Kevin, melihat Alisa yang di bawa masuk oleh Hana, membuat nya akhirnya memilih untuk tetap keluar dari kamar. Kevin berjalan turun kebawah dan memilih menceburkan tubuh nya di dalam kolam bagian belakang untuk menenangkan pikiran nya.
* * * * *
Sementara di kamar, Hana membawa Alisa duduk di atas tempat tidur. Hana memperhatikan raut wajah keponakan nya itu yang terlihat begitu sedih. Melihat hal itu membuat Hana sudah mengerti jika Alisa sudah mendengar percakapan nya dan Kevin tadi nya.
"Alisa sayang, wajah nya kenapa begitu hmmm. Coba cerita ke bibi ada apa?," Tanya Hana dengan mengelus lembut pipi keponakan nya. Hana berusaha untuk tetap tersenyum.
"Iya sayang. Bibi tidak akan membiarkan papa Alisa membawa Alisa. Bibi juga tidak mau berpisah dengan keponakan bibi yang cantik dan pintar ini," Balas Hana yang berusaha menyakinkan Alisa.
"Tapi Alisa dengar tadi, paman Kevin membolehkan papa Alisa untuk mengambil Alisa bibi hikss...hiks... Alisa takut," Alisa memeluk Hana dan menenggelamkan wajah nya di perut Hana. Melihat Alisa menangis membuat Hana menjadi sangat kasihan pada keponakan nya.
"Bibi tidak akan memberikan Alisa pada siapa pun. Alisa jangan menangis lagi," Ucap Hana dengan mengelus-eluskan kepala keponakan nya.
"Bibi janji?," Tanya Alisa.
"Bibi janji sayang. Sudah jangan menangis lagi. Alisa akan tetap tinggal bersama bibi. Bibi tidak akan membiarkan Alisa berpisah dari bibi," Hana memeluk erat keponakan nya. Hana sangat mengerti jika keponakan kecil nya itu sangat trauma dengan ayah kandung nya.
Mendengar perkataan Hana, membuat Alisa menjadi sedikit tenang. Melihat Alisa yang sudah cukup tenang, Hana pun menidurkan Alisa hingga keponakan nya itu tertidur dengan lelap. Setelah Alisa tertidur, Hana menyelimuti keponakan nya itu dan meninggal kan ciuman di kening nya.
Hana kemudian melangkahkan kaki menuju balkon untuk menghirup udara malam. Hana menghela nafas nya dengan berat sembari memikirkan cara agar paman nya tidak lagi mengganggu hidup nya dan Alisa lagi.
Hana memutuskan untuk menghubungi paman nya dan berbicara dengan baik.
"Paman," Panggil Hana saat panggilan terhubung.
"Ada apa?," Tanya Ardy di sebrang sana.
"Tolong jangan mengganggu kehidupan aku dan Alisa lagi. Apa paman masih tidak puas selama ini mengganggu dan membebani kami?," Tanya Hana dengan amarah. Hana begitu kesal dengan paman nya itu.
"Itu lah guna nya kalian. Jika aku tidak meminta uang pada mu, pada siapa aku harus meminta hah. Lagi pula uang satu milyar itu bukan jumlah yang besar sekali bagi suami mu itu. Jadi suruh dia untuk mengirimkan uang secepatnya," Ucap Ardy dengan santai.
"Tidak ada uang. Jika kau ingin uang, paman cari uang sendiri dengan berkerja. Bukan malah meminta dan mengancam kehidupan kami;" Tegas Hana.
"Suruh saja Kevin si pembunuh itu memberikan untuk ku uang satu milyar. Jika tidak, akan aku pastikan kau akan kehilangan Alisa!." Ucap Ardy. Ardy mengakhiri panggilan.
Mendengar hal itu membuat Hana semakin gedam sekaligus takut dengan paman nya itu. Sebab Hana sangat tau bagaimana paman nya itu yang bisa melakukan apa saja untuk tujuan jahatnya.
"Ya tuhan, aku mohon pada mu tolong lindungi lah Alisa." Gumam Hana sembari mengusap wajah nya. Untuk saat ini, hanya itu lah yang bisa di katakan oleh Hana. Ia berharap untuk keselamatan Alisa.
Hana duduk di balkon sambil merenung. Hana memikirkan jalan keluar dari masalah nya. Hana takut jika Kevin yang bisa saja membawa Alisa dan memberikan pada Ardy. Melihat seberapa jahat suami nya itu, tidak ada kemungkinan jika Alisa bisa tetap aman berada di rumah ini.