Bad Husband

Bad Husband
pernikahan



"Letakan makananmu itu!" suara itu terdengar keras membentak. Seorang gadis dengan tatapan polosnya menatap ke arah laki itu. Mulut yang penuh dengan makan.


Gadis itu nenelan susah semua makanan yang ada di dalam mulutnya, ketika laki-laki itu menarik tanganya.


Hari ini. Adalah hari yang paling bersejarah untuk keluarga Tuan. Park dan Tuan. Min pasalnya hari ini adalah hari pernikahan anak mereka.


Min Yoongi dan Park Min Ji. Baru saja menyelesaikan pernikahan mereka, sebuah janji suci sudah mereka utarakan di depan pendeta.


Kedua anak itu saat ini tengah sibuk berdua. Sibuknya bukan bermesraan. Melainkan bertengkar.


Sosok Min Ji yang di kenal sangat periang dan sedikit konyol membuat seorang Min Yoongi sangat merasa geram padanya. Bagaimana tidak!


Tamu masih ingin bersalaman bersama mereka, tapi Min Ji sudah hilang saja diri samping Yoongi dan menemukan gadis itu tengah memakan brownish. Ya Tuhan betapa memalukan nya dia.


"Diam bersamaku apa kau tidak mengerti!"


Yoongi mendudukkan tubuh Mungil Min Ji di kursi. Dia berlalu sesaat dan mengambil sebuah tali.


Min Ji menatap bingung dengan apa yang akan Yoongi lakukan padanya saat ini.


Yoongi berjalan ke belakang menarik kedua tangan Min Ji ke arah belakang lalu mengikat nya.


"Eh, pabo! Apa yang kamu lakukan ini hoeh? Apa kau sudah gila mengikatku seperti ini. Lepas!" Min Ji meronta ingin lepas tapi Yoongi malah tertawa melihat wajah kesal Min Ji.


"Ini supaya lo gak kabur lagi kek tadi!"


"Lepas bodoh. Assiihh menyebabkan sekali dirimu ini!"


"Bodo amat! Kamu diam di sini. Sampai semua tamu yang ada di sini pulang."


"Iya gua balakan diem. Tapi gak usah iket gua kaya gini Min Yoongi. Lepasin gua!" Min Ji menatap ke arah Yoongi dengan tatapan memohon nya. Tapi Yoongi enggan untuk membatu Min Ji. Biarkan saja gadis itu terikat.


Tring..


Ponsel Yoongi berbunyi. Dengan segera iya mengangatnya.


Percakapan yang sama sekali tidak ingin Min Ji dengar lebih jelas. Apapun yang Yoongi ucapankan di telepon nya biarkan saja!


"Istriku. Kurasa aku ada urusan saat ini, aku akan pergi sebentar." ujarnya. Min Ji menatap tajam Yoongi yang tengah tersenyum ke arahnya.


"Bagaimana bisa kamu akan pergi. Sedangkan aku tidak boleh pergi. Ini tidak adil lepaskan aku!"


"Ini sangat penting hampir sama dengan tugas negara jadi aku benar-benar harus pergi."


"Ck! Alasan. Lepaskan aku dulu Yoongi!"


Yoongi mengerutkan kening nya dengan permintaan Min Ji. Dia berjalan ke arah belakang dan memegang tangan Min Ji yang terikat.


"Tapi aku rasa ini lebih baik kamu diam saja di sini ok!" bisiknya. Min Ji mebulatkan kedua matanya sesaat, melihat Yoongi yang tersenyum ke arahnya tapi langkah nya menjauh.


"Aisshh ... Dasar menyebalkan!" Gerutu Min Ji menatap kanan dan kiri.


Banyak orang di sini. Tapi tidak ada satupun orang yang memperhatikan nya. Apa dia tidak tau jika saat ini tangan Min Ji tengah terikat.


.


.


.


.


.◽◽ Happy Reading ◽◽


.


.


.


Citt...


Yoongi menghentikan laju mobil. Ketika iya sampai di sebuah tempat yang cukup banyak orang-orang yang sedang nongkrong di sana. Apalagi kalau bukan tempat nongkrong dia.


"Yak. Min Yoongi."


Seseorang memanggilnya ketika dia keluar dari mobil nya.


Yoongi berjalan ke arah mereka dan duduk di salah satu bangku.


"Huff..." dia membuang napasnya sambil melepaskan jas hitam yang iya kenakan, jujur saja bahwa saat ini Yoongi masih mengenakan pakaian pengantinnya.


"lu keliatan kek lecek gitu Yoon? Gak bahagia kah nikah?" tanya salah satu dari temannya.


"Diem lo! Gua lagi gak mood buat ngomong!" ujarnya dengan nada tinggi.


"Ck! Biasa aja kali gak usah ngegas!"


"Yoon. Lu kok udah ke sini aja, kan lu baru nikah. Emang lu gak mau ena-ena sama istri lu?" tanya Chanyeol.


"Ena-ena ogah gua! Sama istri yang konyol dan bodoh ke dia. Gua jijik liat nya juga, masa baru nikah aja udah malu-maluin gua!"


"Emangnya dia ngelakuin apa?" tanya Daniel.


"Gak tau gua ah pusing mikirin dia. Eh lu ada sesuatu yang bisa bikin gua tenang gak. Elah dari tapi kalian nanya mulu tau gua lagi pusing!"


Daniel dan Chanyeol tersenyum dengan ucapan Yoongi. Dia memang seperti itu, tiap ketemu selalu aja ngegas! Gak ada masalah ada masalah tetap aja seperti itu.


Chanyeol memberikan sebungkus rokok pada Yoongi. Dia tersenyum dan mengambil satu batang rokok itu. Menyalakan nya dan menghisap nya dengan nikmat.


"Min Yoongi."


Suara itu menyadarkan semua orang. Yoongi baru saja menikmati satu hisapan datanglah sosok Min Ji yang berjalan ke arahnya, membuat dia segera meletakan rokok itu.


"Min Ji." lirih Yoongi ketika dia melihat Min Ji yang ada di hadapannya. Semua orang yang ada di sana terfokus pada Min Ji.


"Eh, lu kok bisa tau gau ada di sini?"


"Satai lah pok." ujar Daniel.


"DIEM YAK!" sentak Min Ji lalu menatap tajam ke arahnya. Daniel hanya mengerutkan kening nya dengan ucapan Min Ji.


"Eh," usai Min Ji menyentak Daniel, Min Ji tersenyum manis ke arahnya dan menghampiri laki-laki itu.


"Ih, kamu lucu banget sih..." ujar Min Ji sambil mencubit pipi Daniel dengan gemas. Daniel hanya terdiam dengan apa yang di lakukan oleh Min Ji. Tatapannya tertuju pada Yoongi yang saat ini menatap malas dengan apa yang Min Ji lakukan.


"Ih kenalin. Aku Park Min Ji, istri Yoongi. Eh, gak saudaranya aja deh. Kalau istrinya nanti aku gak bisa deketin kamu," ujarnya sambil mengedipkan kedua matanya.


"Eh, ini benar istri lu?" tanya Chanyeol. Tatapan Min Ji saat ini tertuju pada Chanyeol.


"Eh, kamu juga ganteng. Kenalan dong. Park Min Ji, bukan Istri Yoongi yah.." ujar Min Ji dengan wajah memalas seketika.


"Eh, Pabo! Nagapain sih lu kesini? Malu - maluin gua aja!" ujar Yoongi dengan nada malas nya.


"Eh, biarrin Yoongi. Aku senang ke sini, teman-teman kamu genteng semua." dengan sedikit senyuman.


"mending lu pulang aja deh, nganggu gua aja!"


"Gak mau Yoongi aku mau ikut gabung sama kamu." ujarnya dengan wajah polos.


"Biarin aja lah Yoon kalau istri lu mau ikut bareng kita." ujar Baekhyun.


"Eh, iya ganteng. Gak apa-apa yak kalau aku juga ikut, aku akan mau tau apa yang kalian lakukan kalau lagi nongkrong." ujarnya dengan ekspresi lucu.


"Yak udalah Yoon, biarin aja kali.."


"Terserah lu pada!" Yoongi berjalan ke arah bangku dan duduk kembali. Spontan Min Ji mengikuti langkah kaki Yoongi dengan senyuman yang mengembang dan duduk di sampingnya Yoongi.


Gadis ini benar - benar membuat Yoongi terasa menjadi gila. Dia sangat menyebalkan dan memalukan!


Yoongi meraih kembali batang rokoknya. Tapi seketika di ambil oleh Min Ji.


"Ih, kamu kok ngerokok sih.."


Yoongi menatap tajam Min Ji. "Emngnya kenapa?"


"Gak boleh!" ujarnya sambil mengenangkan kepalanya. Yoongi mengangkat sudut bibirnya dan beranjak mengambil sujo. Dengan sigap Min Ji meraih gelas berisi soju itu.


"Jangan minum alkohol Yoongi!" rengeknya kembali.


"Eh, babo! Lu itu kenapa sih! Apa-apa jangan, terus gua harus ngapain. Apa artinya nongkrong kalau gak boleh minum sama ngerokok!" ujarnya dengan nada yang sedikit tinggi. Membuat pandangan semua temanya tertuju ke arahnya. Min Ji menatap dengan mata yang berkaca. Oleh kata-kata Yoongi itu.


"Eh, Yoon ngapa lu?" tanya Baekhyun.


"Gak!"


Pandangan Yoongi tertuju kembali pada Min Ji yang saat ini seperti ingin menangis saja.


"Padahal kan, aku hiks... Gak mau kamu sakit hiks ... Kalau kamu minum sama ngerokok kan gak baik," air mata Min Ji sudah menetes begitu saja, gadis itu menangis terisak isak.


"Eh, Yoon lu bejad banget. Apa yang udah lu lakuin sampe istri lu nangis gini. Yaelah!"


"Gua gak ngelakuin apa-apa dasar aja nih cewek alay banget sih, pake acara nangis segala!"


"Hiks ... Hiks ... Yoongi jahat!"


"Peluk napa bro kasian!" ujar D. O


"Ogah gua!" tolak Yoongi. Sambil melirik ke arah Min Ji yang terisak isak, dia menatap dengan ekspresi jijik. Kenapa nih cewek kok gini amat yah.


"Yelah Yoon. Tibang peluk aja susah banget sih lu, apa mau gau wakil kan?" ujar Siwon.


"Gak-gak!" ujar nya yang langsung memeluk tubuh Min Ji. Min Ji sempat tercengang dengan apa yang Yoongi lakukan sebelum dia tersenyum. Yoongi mengusap kepala Min Ji.


"Udah yah jangan nangis lagi yah sayang, cintaku, honey ku. Lebahku, monyetku, " ujarnya dengan wajah malasnya. Seperti iya terpaksa melakukan ini.


"Huaah ... Jangan lama-lama napah tuh pelukan. Iri gua, gua kan jones!" ujar D. O


"Lu jones bro? Haha kasian! Sama gua juga hihi.." sambung Chanyeol.


"Gak usah ngomong kalau kenyataan nya kita senasib. Kai pelukan yok!"


"Ayo!" jawab Kai. Merekapun berpelukan.


"Apaan sih, lu lu pada alay banget!" ujar Yoongi. Sambil melepaskan pelukan nya.


"Yah. Kok udahan?"tanya Min Ji. Sambil mengerutkan bibirnya.


"Males gua. Kalau harus lama-lama."


"Ahh ... Yoongi.." rengek nya kembali.


"Jangan kek anak kecil Min Ji, malu-maluin tau gak! Udahlah pulang. Bro gua mau pulang aja lah, gak mood gua kalau ada makhluk astral ngikut gua kek gini. Tar di lanjutkan lagi aja lah basi!" ujar Yoongi tanpa basa basi langsung berlalu meninggalkan teman-temanya bersama Min Ji.


"Eh, ganteng-ganteng. Tar aku kesini lagi yah, bareng Yoongi, senang ketemu sama kalian.. Ucuh..." ujar Min Ji dengan ekspresi genitnya. Mereka hanya nyegir saja.


"Yaelah genit!" ucap Yoongi yang langsung menarik tangan Min Ji pergi dari tempat itu.


Semua teman Yoongi menatap fokus kepergian mereka. Mengangah dengan apa yang mereka lihat.


"Dasar pasutri gaje!"


.


.


.


.


.


Tbc.