
◽◽ Happy Reading ◽◽
Daegu 06.00 pm KSL.
Yoongi terdiam ketika melihat wajah imut milik Min Ji yang masih tertidur pulas, sedangkan saat ini dia harus bersekolah kembali.
"Min Ji bangun!" panggil Yoongi menepuk pelan pundak Min Ji.
"Hmm....," Min Ji bergumam bangun dari tidurnya, dia membuka kedua matanya dan menatap Yoongi yang tengah berdiri di hadapannya.
"Bukankan hari ini kamu harus bersekolah?" tanya Yoongi. Min Ji terdiam dan berpikir sejenak, dia merasa lupa apakan sekarang dia harus bersekolah atau tidak!
Min Ji teringat karna memang hari ini dia harus bersekolah.
"Aaa...!" Min Ji berteriak bangun dan langsung berlari ke kamar mandi.
Yoongi terkekeh dengan tingkah Min Ji "Dasar loading!" ucapnya sambil berjalan pergi.
Min Ji benar-benar merasa sibuk karna dia takut hari ini kesiangan. Dia bergegas siap-siap untuk berangkat sekolah.
Setelah semua siap Min Ji segera berlari keluar Rumah.
Ketika di luar dia melewati Yoongi yang tengah berdiri di luar dekat mobilnya.
Hey, Min Ji -Ah!" panggil Yoongi.
Min Ji menoleh kan kepalanya karna panggilan Yoongi.
"Apa kau ingin Jalan kaki?" tanya Yoongi.
"Yah Yoongi! Aku jalan menggunakan kaki!"
Entah apa yang ada di pikiran Min Ji saat mendengar pertanyaan Yoongi itu hingga itu jawabannya.
Yoongi terdiam dengan jawaban Min Ji, "Min Ji -Ah, aku bertanya apakah kau ingin jalan kaki?" tanya Yoongi sekali lagi.
Min Ji membalikan badannya dan menatap Yoongi di menghembuskan nafasnya.
"Yah Yoongi aku jalan menggunakan kaki, apa kau tidak melihatnya? Kamu pun jalan menggunakan kaki juga!"
"Mwo, apa yang kau bicarakan Min Ji? Aku tidak bertanya apa kau jalan menggunakan kaki atau tidak! Aku hanya bertanya apa kau ingin jalan kaki?" jelas Yoongi yang mulai merasa kesal.
Min Ji melipat kedua tangannya di dada.
"Yoongi harus berapa kali aku jelaskan padamu, aku memang jalan menggunakan kaki, ya ampun apakah kamu sudah buta?"
Yoongi terdiam dengan mulut mengga, ingin rasanya dia menangis menghadapi Min Ji yang sangat tidak nyambung ini.
"MIN JI AKU TIDAK BERTANYA APA KAU JALAN MENGGUNAKAN KAKIMU ATAU TIDAK! AKU HANYA BERTANYA APA KAU INGIN JALAN KAKI?" jelas Yoongi yang sudah merasa kesal.
Min Ji menggelengkan kepalanya.
"Aku sangat tidak percaya kalau kamu sebodoh ini! Kamu sudah tau kalau semua manusia itu jalan menggunakan kaki kenapa masih bertanya?" jelas Min Ji dengan wajah sok pintarnya.
"WHAT!" ucap Yoongi dengan mata yang membulat.
Apa Min Ji tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan Yoongi itu?
Yoongi rasanya ingin sekali menangis beteriak, sekencang-kencangnya menyeburkan dirinya ke sumur karna dia merasa amarahnya menggebu atau memukulkan kepalanya pada mobil yang ada di hadapannya itu, agar dia hilang ingatan saja, tapi dia sadar kalau mobilnya itu masih memiliki angusuran yang lumayan lama.
Yang bisa di lakukan hanya menahan amarahnya, mengatur nafasnya, tersenyum pada Min Ji.
"Haha ... Aku bodoh yah?" ucap Yoongi dengan senyuman garing nya pada Min Ji.
"Yah, kamu sangat bodoh!"
Mendengar jawaban Min Ji itu. Yoongi hanya bisa mengatur nafasnya.
"Yah, maafkan aku, jadi sekarang ayo naik mobil," ajak Yoongi dengan lembut pada Min Ji.
"Aku ingin berangkat kesekolah bukan ingin naik mobil!"
"Min Ji, aku ingin mengantarmu kesekolah menggunakan mobil!" ucap Yoongi dengan sangat hati-hati.
"Oh, kenapa tidak bilang dari tadi!"
'Gua udah jelasiin dari tadi bodoh! Lu gak ngerti-ngerti!'
Yoongi tersenyum dan masuk kedalam mobil, Min Ji mengikuti langkah kaki Yoongi dan masuk ke dalam mobil.
Yoongi menyalakan mesin mobil nya dan mobil mulai melaju meninggalkan Apartemennya.
.
.
.
Yoongi dan Min Ji tiba di sekolahan Min Ji.
Yoongi terdiam sesaat dengan pandangan tertuju pada Min Ji yang masih enggan untuk keluar dari mobil.
"Keluar Min Ji nanti kamu kesiangan!"
Min Ji tersenyum terdiam dan mengulurkan tangannya ke hadapan Yoongi.
"Apa?" tanya Yoongi heran.
"Yoongi aku tidak punya uang jajan, beri aku uang jajan!"
Yoongi terawa dengan ucapan Min Ji. Dia meraih saku celana nya dan mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikan nya pada Min Ji. Min Ji tersenyum melihat uang yang ada di tangannya.
"Pergi sekolah sana!"
"Haha... Ok, baik bos!"
"Pergi!" titah nya kembali. Min Ji tak henti mengumbar senyuman sambil melangkah pergi meninggalkan Yoongi.
Yoongi, masuk kembali ke mobil nya dan pergi dari sekolahan Min Ji.
Pikirannya saat ini tertuju pada satu hal. Yoongi lupa akan satu hal selama beberapa hari bersama dengan Min Ji. Ok ingat apa yang kamu lupakan saat ini.
Yoongi mengarahkan mobilnya pergi ke suatu tempat.
.
.
.
.
.
Semua orang tidak ada di sini. Tempat ini yang tadinya rami, terasa sepi. Apa sahabat-sahabatnya belum datang ke sini.
Yoongi duduk, bersandar di dinding. Mengambil rokoknya lalu menyalakan korek api.
Dengan pikiran penuh sambil menghisap rokoknya Yoongi memikirkan apapun yang saat ini terjadi. Entahlah, mengapa juga hatinya bisa sabar dengan sikap Min Ji yang super duper Menyebalkan itu. Jika harus jujur, hatinya tidak pernah ada rasa cinta untuk Min Ji. Tapi Yoongi merasa bahwa Min Ji itu punya satu hal yang membuat dirinya sabar. Percayalah Yoongi adalah orang yang temperamen. Mana bisa dia sabar di perlakukan seperti itu.
"Hay bro!" seseorang menepuk bahu Yoongi. Membuat sang empu tersadar.
Yoongi melihat para sahabatnya yang baru saja datang.
"Wajahmu serius sekali kawan?" ujar Kai duduk si samping nya.
"Mungkin dia lagi mikir istri nya yang punya sindrom cinderella itu." sambung Siwon.
"Lu benar dan gua pusing hadapin dia yang gak pernah mau dewasa!"
"Lu sayangin dia lah Yoon. Kalau pengen dia dewasa!" balas Daniel.
"Sayang? Mana bisa gua sama tuh anak. Tiap hari aja dia bikin gua kesel!"
"Sabar bro. Ini kan demi kebahagiaan lu juga. Dan kapan lu punya anak dari dia?" tanya Chanyeol.
"Anak? Gua yakin kalau gua gak akan punya anak dari si Min Ji. Gua Juga gak yakin otaknya berkembang apa gak!" balas Yoongi. Semua temanya terdiam menatap heran Yoongi.
"Kalian gak tau? Tadi aing nanya sama dia. Mau jalan kaki apa aing anter. Eh dia malah bilang kalau dia jalan pake kaki, aing juga tau kali. Tapi tuh anak bodoh banget! Gak tau kenapa, entah harus nyetok berapa lagi kesabaran gua. Lelah, kalau aja bukan karena uang gau gak mau nikah sana tuh anak!" kesalnya.
Suasana yang tadinya hening. Ketika Yoongi selesai mengungkapkan apa yang ada di hatinya. Semua tertawa terbahak bahak.
"Deskripsi si Min Ji gua yakin kalau pikiran si Min Ji itu dia anak usia 12 tahun ha ... Ha ... Malang kali nasib lu Yoon, tapi tenang lu dapet transferan gede kan?" tanya Siwon.
Yoongi tertawa kecil. "Soal itu? Gak takut gua. Orang tua nya TF gua uang, jadi gua gak perlu takut lah. Tapi tetep aja, gua kesel sama tuh anak!"
"Sabar aja bro, gua yakin kalau dia bakan berubah. Gini yah lu cukup sayangin dia buat dia bergantung sama lu. Orang yang punya sindrom kek si Min Ji itu, bakalan ngelakuin apapun yang lu mau. Kalau lu udah bisa ngambil hati dia sepenuhnya. Cem anak kecil aja gitu, " jelas Kai.
"Dan satu lagi. Lu jangan lupa buat anak sama dia buar janji orang tua lu dan kedua orang tua Min Ji buat ngasi setengah saham mereka sama lu. Itu beneran!" sambung D. O.
"Benar juga, gua emang harus sabar. Ok, sekarang kita seneng-seneng aja lah. Mungpun gua banyak duit. Apapun yang kalian mau gua kasih!"
"Haha ... Ini baru Yoongi Bad Boy, mending kita ke jalanan, lama gak balapan dan main-main sama Pak polisi." usul Daniel.
"Lu bener. Gatel tangan gua, di seret pak polisi lalu kabur!" balas Yoongi.
"Berangkat! "
"Laksanakan!"
.
.
.
.
.
.
Tbc