
Membunuh Mu!
Sepulang nya dari acara makan malam, Hana pun pulang ke rumah dengan di antar oleh Alya dengan menggunakan mobil. Setelah Hana turun, Alya pun pamit pergi. Hana pun berjalan masuk ke dalam rumah.
Sesampai nya di dalam, terlihat Kevin yang yang duduk di atas sofa dengan kedua mata yang terpejam. Di tangan nya, terselip sebatang rokok yang masih hidup. Melihat hal itu, Hana pun berjalan menghampiri lelaki tersebut.
"Kau dari mana semalam ini?," Tanya Kevin dengan kedua mata yang masih terpejam. Di dengar dari suara nya, Hana menyadari jika suami nya tersebut sedang marah.
"Aku dari rumah sakit. Dari mana lagi," Jawab Hana dengan suara yang terbata-bata. Hana berdiri di hadapan suami nya.
"Jangan berani-berani nya kau berbohong pada ku. Kata kan yang sejujurnya!," Kevin membuka kedua mata nya sembari menghisap sebatang rokok yang terselip di tangan nya. Pandangan nya lurus menatap wanita di hadapan nya.
"Astaga. Seperti nya dia tau aku berbohong. Mati lah aku." Gerutu Hana di dalam hati nya.
"Kenapa kau diam?, kau kira kau bisa membohongi ku hah?, aku tau kau kemana dan bersama siapa!," Ucap Kevin dengan suara yang terdengar meninggi.
"Ak...aku sebenar nya sehabis makan malam bersama dengan rekan kerja. Departemen kami mengadakan makan malam bersama malam ini, jadi aku ikut," Jelas Hana dengan wajah tertunduk di hadapan suami nya.
"Rekan kerja mu?, yang kau maksud rekan kerja mu itu para lelaki yang sedang tertawa bersama mu itu?," Kevin beranjak berdiri dan berjalan mendekat ke Hana. Kini kedua nya hampir tidak berjarak.
"Maksud mu?," Tanya Hana yang masih tidak mengerti. Hana bertanya sembari melangkah mundur beberapa langkah kebelakang.
"Aku melihat mu di restoran duduk bersama banyak lelaki. Apa harga diri mu semurah itu hah?," Kevin bertanya dengan menarik kasar lengan Hana. Hana pun di buat terkejut atas perlakuan kasar suami nya itu.
"Tidak begitu. Kau salah paham," Ucap Hana yang berusaha ingin menjelaskan. Namun Kevin terlihat seolah tidak mau mendengar nya.
"Salah paham kata mu?, tidak ada kesalah pahaman. Aku melihat nya dengan sangat jelas!. Kau memang wanita yang tidak punya harga diri!," Kevin mendorong tubuh Hana hingga membuat Hana sampai terjatuh di lantai. Kevin memperlakukan Hana tanpa berperasaan sedikit pun.
"Awww. Kevin dengar kan aku dulu," Hana berusaha bangkit dan berdiri namun tubuh nya terasa sakit karena dorongan kasar Kevin yang membuat Hana kesakitan.
"Kau yang seharus nya mendengarkan aku!, sudah aku peringat kan pada mu untuk tidak bermain-main dengan aku!," Teriak Kevin sembari mencondong kan wajah nya ke arah Hana. Mendengar teriakan dari suami nya, membuat Hana terdiam ketakutan.
"Aku bisa membunuh mu dengan kejam jika kau tidak patuh pada ku!. Apa kau mengerti hah!," Lanjut Kevin memegang dagu Hana dengan kasar dan kemudian menghempaskan nya Ke lantai.
Melihat Kevin yang terlihat begitu marah, membuat Hana memilih untuk tetap diam. Hana terdiam menahan rasa sakit di tubuhnya.
Kevin berlalu pergi keluar rumah begitu saja. Tidak peduli dengan rasa sakit Hana sedikit pun. Melihat Kevin yang sudah pergi, Hana pun secara perlahan berdiri. Pinggul nya terasa sakit akibat dorongan kuat Kevin yang mendorong nya begitu keras ke lantai marmer. Hana perlahan duduk di atas sofa untuk menenangkan rasa sakit di tubuhnya. Setelah di rasa sedikit membaik, Hana pun berdiri dan melangkah menuju kamar.
Pagi nya, Hana memilih untuk tidak kerumah sakit karena ia benar-benar tidak sanggup untuk berdiri akibat pinggul nya yang masih terasa sakit. Hana sempat menghubungi Alya dan juga Zero untuk menjaga keponakan nya Alisa di sana. Jangan kan untuk ke rumah sakit, bahkan untuk ke kamar mandi pun, Hana harus berjalan dengan pelan dan perlahan. Karena bagian pinggul nya sakit, membuat kedua paha nya juga ikut terasa sakit. Itu lah yang membuat Hana susah untuk berjalan.
Di saat Hana masih terbaring di tempat tidur, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari luar pintu. Hana menyadari jika itu suami nya yang baru saja pulang. Saat pintu terbuka, benar saja itu Kevin. Kevin masuk ke dalam kamar dan kemudian berjalan ke arah lemari untuk mengganti pakaian nya. Sementara Hana hanya terdiam tidak memperdulikan suami nya.
"Siap kan makanan untuk ku!. Ku lihat di dapur tidak ada makanan," Titah Kevin.
"Kau ingin makan apa?, biar aku siap kan," Tanya Hana sembari perlahan bangun dan duduk. Hana berusaha menahan rasa sakit nya.
"Apa saja. Kau tidak perlu bertanya!," Ucap Kevin sembari melihat ke arah Hana.
"Baiklah. Tunggu sebentar, aku akan turun dan memasak," Balas Hana yang berusaha berdiri.
Hana berdiri secara perlahan dan melangkah dengan pelan untuk keluar dari kamar. Melihat hal itu, Kevin pun berjalan mendekati Hana. Di lihat dari raut wajah wanita itu, Kevin menyadari jika Hana sedang tidak sehat.
"Tunggu!," Kevin menahan Hana.
"Kau demam?," Kevin menempelkan tangan nay di kening Hana. Tubuh Hana terasa panas dan wajah Hana juga terlihat pucat.
"Ti..ti tidak apa-apa. Aku baik-baik saja," Balas Hana yang berusaha untuk menjauh dari suami nya. Hana melanjutkan langkah nya namun Kevin menarik tangan Hana hingga membuat Hana mengaduh.
"Awww," Hana mengaduh sembari memegang pinggul nya.
"Kau sakit?," Tanya Kevin yang memandangi wajah istrinya.
"Tidak apa-apa. Sejak kapan kau sepeduli itu pada ku," Gumam Hana menjauhkan tangan suami nya dari nya. Kevin terdiam mendengar perkataan Hana. Pun Hana berjalan keluar dari kamar dan turun menuju dapur untuk memasak. Sementara Kevin hanya memandangi istrinya yang berjalan pincang menjauh dan menghilang di balik pintu.
Setelah melihat cara berjalan Hana, Kevin baru menyadari jika itu karena ulah nya semalam. Ia mendorong istrinya begitu keras ke lantai.
Terbangun dari lamunan nya, Kevin pun buru-buru keluar dari kamar untuk mengikuti Hana yang berada di dapur. Sesampai nya di dapur, terlihat Hana yang sedang menekan pinggul nya menahan rasa sakit. Namun Hana tetap berusaha memasak di sana. Melihat hal itu entah mengapa membuat Kevin menjadi sangat bersalah. Kevin berjalan mendekati Hana dan kemudian mengambil alih pisau yang sedang di pegang oleh Hana untuk memotong wortel. Hana pun terkejut dengan kehadiran suami nya itu di belakang nya.
"Ke..ke Kevin," Hana menjauhkan dari suami nya. Hana mengira jika Kevin ingin memukulnya.
"Duduk lah. Aku akan memasak sendiri," Titah Kevin sembari melanjutkan memotong wortel.
"Tidak perlu. Aku akan memasak," Tolak Hana namun Kevin menatap dingin ke arah nya. Melihat tatapan dingin suami nya, membuat Hana tertunduk dan terdiam.