
13 : 20. KSL
Yoongi dan Min Ji, tiba di Bandara Incheon Seoul Korea Selatan.
Setelah mereka sampai mereka segera bergegas keluar dari sana. Dan berjalan menuju mobil yang telah di siapkan oleh keluarga Yoongi, sengaja saja, dia menyuruh keluarganya menyaipkan mobil. Karena Yoongi tidak ingin di jemput. Dia ingin sendiri.Min Ji dan Yoongi masuk kedalam mobil dan mobilpun segera melaju meninggalkan Bandara.
Min Ji menatap ke kaca mobil melihat betapa indahnya Kota Seoul. Min Ji nampak sangat terkesima oleh pesona Kota Seoul, Yoongi tersenyum menatap kebahagian Min Ji.Apalagi dengan wajah polosnya itu.
"Min Ji." panggil Yoong. Gadis itu menoleh.
"Kamu janji kan? Nanti di rumah gak akan ngomong macem-macem!" ujar Yoongi tanpa mengalihkan pandanganya.
"Janji Yoongi!"
"Benar gak nih?"
"Bener Yoongi bawel!"
"Aku bukannya bawal Min Ji, aku takut. Mulutmu kan ember!"
"Gak Yoongi! Kamu bikin aku kesel deh, aku gak akan bilang apa-apa sama orang tua kamu. Tenang aja." jelas nya. Tapi Yoongi masih memiliki keraguan pada gadis itu, bagaiaman tidak. Min Ji kan sangat polos!
Yoongi kembali fokus kedepan, sedangkan Min Ji. Terus saja memandang indah Kota Seoul dari jendela mobil ini. Sampai pandanyannya tertuju pada sesuatu.
"Yoongi!" panggil Min Ji.
"Apa?" tanpa beralih.
"Namsan, aku mau kesana!"
"Gak! Kita harus segera sampai di rumah Min Ji!"
"Yak! Tapi aku mau main kesana Yoongi. Ayolah, sebentar aja yak?" rayu Min Ji dengan sedikit aegyo. Yoongi Acuh saja pada aegyo Min Ji dan lebih fokus nyetir.
"Yoongi!"
"Apaan sih Min Ji!"
"Ke Namsan gak!"
"Gak!"
"Oh, ya udah, kalau gak mau! Liat aja nanti yang bakalan terjadi di rumah kamu, aku bakakan bikin kamu malu semalu-malunya!" ancam Min Ji, Yoongi hanya melirik sesaat Min Ji.
"Jadi ceritanya kamu ngancem aku?"
"Menurutmu?"
"Yaudah deh!" ujarnya sambil memutar balikkan mobilnya, karena mereka memang sudah sangat jauh dari Namsan Tower.
Min Ji pun tertawa bahagia.
.
.
Mobil sampai di sana, Min Ji nampak sudah tidak sabar, ingin segera bermain-main di sana, dan segera turun dari Mobil membiarkan Yoongi.
Min Ji segera berlari ke arah taman yang ada di sana dia menatap Namsan yang menjulang tinggi dihadapanya.
Yoongi mulai keluar dari mobil dan menggelengkan kepalanya melihat Min Ji yang tengah berlari-lari.
"Dasar bocah!"
Yoongi mulai berjalan menuju kursi taman yang ada di sana lalu duduk dia menatap suasana Kota Seoul.
"Tidur dulu ah, biarin dia main sendiri." ujarnya sembari menutup kedua matanya menatap ke atas.
.
.
Min Ji masih terlari-lari layaknya seperti seorang anak kecil, dia menyapa setiap anak kecil yang ada di sana, memeluknya dan mengajaknya bermain..
Min Ji bertemu dengan anak kecil yang tengah memainkan gelembung udara, dia menghampirinya dan ikut bermain dengannya. Min Ji nampak begitu senang bermain gelembung udara. Tak peduli pada Yoongi yang sedang bermimpi di sana.
.
.
.
.
.
.
.
20 KSL
Hari sudah semakin sore, tiba saatnya anak yang tengah bermain dengan Mi Ji di hampiri oleh kedua orang tuanya untuk pulang, anak itu melambaikan tanganya pada Mi Ji. Gadis itu pun membalas lambaian tangan anak itu dengan senyuman.
Min Ji mulai terdiam ketika anak itu pergi meninggalkan nya, dia melihat kanan dan kiri sampai dia melihat tukang ice cream, dan menghampiri nya.
Tiba-tiba dia teringat sesuatu "Yoongi." setelah sekian lama dia baru teringat pada Yoongi. Min Ji pergi dari sana.
Min Ji berjalan ke arah taman awal pertama dia datang untuk mencari Yoongi. Dia mencari Yoongi ke kanan dan ke kiri, sambil mengemut ice cream nya.
Sampai Mi Ji melihat di kejauhan sana Yoongi yang tengah tertidur dia kursi taman, Min Ji segera menghampirinya dan duduk di sampingnya
Min Ji menatap Yoongi yang tengah tertidur dengan posisi kakinya di silang dan satu tangannya menahan sisi kepalanya. Min Ji merasa terkesima dengan ketampanan Yoongi dan manisnya dia meski tidak sedang tersenyum.
"Ah ... Dia sangat tampan, tapi menyebalkan, selalu marah-marah tidak jelas. Tapi tetap dia manis dan tampan." ujarnya dengan nada kecil.
Chu.
Min Ji mengecup pipi Yoongi dengan bibir yang penuh ice cream, Yoongi tersadar karna bibir dingin Min Ji yang menyentuh pipinya.
Yoongi membuka kedua matanya dan menatap Min Ji yang tengah duduk di sampingnya, sedang memakan ice cream,
"Kenapa menciumku? Ganggu aja! Tau orang lagi mimpi indah juga!" cetusnya. Min Ji mendegus kesal dengan ucapan Yoongi.
"Maaf, aku gak sengaja Yoongi!"
"Udahlah. Ini udah sore aja." menatap arloji di tanganya. "Ayo pulang!" ajak dia. Min Ji menggelengkan kepalanya dengan ajakan Yoongi.
"Kenapa? Udah sore loh Min Ji. Kita harus segera sampai di rumah!"
"Gak Yoongi! Aku mau nunggu malam di sini, aku mau naik ke puncak Namsan!"
"Buat apa sih? Mending pulang Min Ji!"
"Gak mau Yoongi! Aku tetep mau pulang nya nanti. Mau naik ke atas!" kekeh Min Ji. Yoongi membuang napasnya dengan kekeras kepalanyaan nya Min Ji. Mau gak mau dia harus nurut.
"Bodo amat lah!" pasrah nya. Min Ji tersenyum sambil terus memakan ice creamnya.
.
.
.
.
.
.
.
Seoul 19. 37. KSL.
Saat ini Min Ji dan Yoongi sudah tiba di atas puncak Namsan Tower. Malam yang dingin di temani angin yang berhembus kencang, bintang terlihat kelap kelip di malam ini.
Yoongi sebenarnya merasa sangat kesal saat ini. Kesal kerena harus menuruti apa keingin Min Ji. Padahal malam ini begitu dingin, dia saja sampai tidak kuat menahan dingin yang menusuk kedalam tubuhnya.
Min Ji terlihat sedang sibuk menulis sesuatu pada gembok. Yak seperti nya memang kalian juga sudah tau kalau di atas Namsan Tower ini kita bisa menuliskan nama kita dan pasangan kita di sini. Agar hubungan kita langgeng. Jelas lah Min Ji tidak ingin melewatkan kesempatan itu untuk menuliskan namanya dan nama Yoongi di sini.
"Kenapa kamu tulis nama aku di sana Min Ji?" tanya Yoongi, ketika dia melihat Min Ji yang menulis nama dirinya. Min Ji melirik ke arah Yoongi dan tersenyum.
"Karena aku ingin terus bersama mu Yoongi!" jawabnya dengan wajah tanpa dosa. Yoongi hanya terkekeh dengan pengakuan Min Ji.
'Bersmaku? Yang benar saja!'
"Kuncinya aku simpen gak akan aku buang. Aku berharap kamu gak akan ninggalin aku yak Yoongi!" ujarnya kembali. Yoongi hanya terdiam dengan wajah acuhnya. Dia malah lebih peduli pada suhu di sini yang terasa semakin dingin.
"Yoongi!" panggil Min Ji. Yoongi melirik ke arah gadis itu.
"Janji kan kalau kamu gak akan ninggalin aku?" tanya dia. Yoongi hanya mengerutkan keningnya.
"Kenapa?"
"Aku gak mau kamu pergi Yoongi. Makanya aku nulis mana kamu dan aku di sini biar kamu gak pergi," ujarnya. Yoongi hanya tediam dengan ekspresi ilvil dia. Ingin sekali Min Ji supaya Yoongi tetep tinggal bersamanya.
"Janji gak?" tanya dia kembali.
"Iya deh." jawabnya dengan wajah ragu, yak buat apa serius juga Yoongi memang tidak memiliki rasa untuk Min Ji. Dia tidak bisa menjamin bahwa dia bisa selalu bersama dengan gadis ini.
Min Ji tersenyum bahagia dan memeluk Yoongi. Dia terdiam merasakan hangat tubuh Min Ji, sebelum dia melepaskannya.
Gadis itu menatap ke atas langit memandang bintang dan bulan yang menerangi malam ini.
"Ayo pulang. Aku sudah sangat kedinginan!" ujar Yoongi langsung menarik tangan Min Ji. Gadis itu hanya terdiam sambil mengikuti langkah kaki Yoongi.
.
.
.
.
.
Tbc.