Bad Husband

Bad Husband
Bad Husband



◽◽ Happy Reading ◽◽


Masih diam tanpa berkata, tatapan tajam yang di balas senyuman.


Mingyu masih menunggu jawaban dari Yoongi.


Yoongi masih di ambang. Laki-laki itu mengusap kepala Min Ji yang ada di belakang nya.


"Ok gua terima tantangan lu!" dengan satu tarikan napas. Mingyu tertawa dengan jawaban Yoongi.


Min Ji terbelalak ketika dia mendengar Yoongi yang menerima tantangan itu. Kaki mungil nya tak terasa melangkah mundur menjauhi Yoongi.


"Ok. Siapkan saja. Dia menjadi taruhan kita!" ujar Mingyu menatap tajam Min Ji. Dengan segera Min Ji mendekati Yoongi kembali dan bersembunyi di balik punggung nya.


"Baik. Siapkan saja bahwa gua bakalan bikin lu malu, kerena kekalahan lu!" balas Yoongi. Mingyu hanya tersenyum dan melangkah pergi meninggalkan mereka.


"Yoon. Lu yang benar aja jadiin istri lu bahan taruhan?" tanya Kai dan semua sahabatnya pun datang. Min Ji berbaur dengan sahabat nya Yoongi. Dia menunduk ketika Yoongi menatap ke arahnya. Yoongi tau, kalau saat ini. Min Ji merasa sangat takut. Yoongi mengusap kepala Min Ji, gadis itu mendongkrak menatap ke arah nya.


"Tenang Min Ji, kamu gak usah takut. Akan aku pastikan kamu masih berada di sisiku!" ujar Yoongi dengan sedikit senyuman. Ucapan Yoongi bahkan tidak bisa membuat hati Min Ji merasa tenang saat ini.


"Yak. Gua yakin lu pasti bisa mertahin dia Yoon." balas Daniel dan yang lainnya.


"Jaga dia." ujar Yoongi sebelum iya melangkah pergi.


"Yoongi." Min Ji menghentikan langkah kaki Yoongi. Gadis itu berlari kecil ke arahnya.


"Aku ikut!" pinta Min Ji. Yoongi mengerutkan kening nya dengan permintaan Min Ji.


"Gak Min Ji, ini bahaya!"


"Gak Yoongi. Akan aku pastikan, jika aku ikut kamu akan menang!" tegas Min Ji yang langsung masuk kedalam mobil. Dia tidak ingin mendengarkan penolakan Yoongi kembali.


Yoongi hanya berdecak, lalu masuk kedalaman mobil. Min Ji menatap Yoongi yang saat ini sudah ada didalam. Gadis itu melemparkan senyuman pada Yoongi, Yoongi hanya membalas tanpa lirik ke arah Min Ji.


Dia bersiap-siap untuk segera menyalakan mesin mobil nya.


"Yoongi." panggil Min Ji, Yoongi melirik ke arah gadis itu. Yang saat ini merangkak mendekati wajah.


Chu~


Min Ji mengecup singkat bibir Yoongi. Membuat sang empu nya terdiam seketika. Dengan ekspresi kaget dia yang begitu mengemaskan. Tanpa dosa dan memasang wajah polos nya Min Ji kembali ke posisinya. Lalu memakai sabuk pengaman.


"Aku yakin kamu bakalan menang Yoongi. Fighting!" semangat Min Ji tanpa merasa takut. Bahwa saat ini, dirinya telah menjadi bahan taruhan. Dasar gadis polos.


Suara mobil sudah terdengar gemuruh. Riuh sorak orang-orang yang ada di sana sudah terdengar jelas. Pertandingan akan segera di mulai.


Yoongi melirik ke arah samping, melihat Mingyu yang saat itu melemparkan senyuman meremehkan pada Yoongi. Smirk Yoongi membalasnya, menatap ke arah Min Ji.


"Bersiaplah Min Ji." ujar Yoongi. Min Ji mengangguk dengan rasa takut. Yoongi menacap gas!


Wus....


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi.


Selap selip, begitu lihainya seorang Min Yoongi memainkan setir nya. Jatung Min Ji sudah bedetak kencang, napasnya sudah tidak terkendali, rasa takutnya sudah tidak bisa di tahan lagi.


Wus ... Wus ...


Bahkan apapun yang ada di luar bagai angin, yang begitu saja terlewat, karena Yoongi memang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Yoongi, Yoongi, Yoongi!" Min Ji mulai bersuara dengan penuh rasa takut nya. Yoongi hanya melirik ke arah Min Ji sesaat dan kembali fokus.


"Hati-hati Yoongi, pelan-pelan!" ujar Min Ji kembali di iringi dengan teriakan kecil.


"Diem Min Ji!"


"Tapi Yoongi. Kamu harus hati-hati, aku benar-benar takut Yoongi. Awas!" kacau Min Ji.


"Gak usah takut Min Ji, diem aja!"


"Gak Yoongi. Pelan - pelan!"


"Kalau gua pelan. Nanti gua kalah dan lu mau jatuh ketangan Mingyu?" ucapan Yoongi membuat Min Ji terpaku.


"Santai aja, tutup mata kamu. Aku pastikan semua akan baik-baik saja!"


Min Ji melirik ke arah Yoongi. Mencoba mengatur napasnya. Perlahan lahan gadis itu menutup kedua matanya. Bayangkan semua akan baik-baik saja.


.


.


.


Gadis lugu, hanya dalam jangka 20 menit dalam situasi seperti ini dia tertidur, begitu saja setelah sebelumnya dia merasa sangat panik dan ketakutan.


BRUG.


Curang!


Mingyu menyenggol mobil Yoongi, sehingga mobil Yoongi sedikit oleh. Membuat dia memimpin. Yoongi jauh tertinggal. Yoongi berdecak kesal ketika dia menyadari dirinya yang tertinggal jauh.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mobil itu berhenti melaju, berhenti kembali di garis star.


Senyuman penuh kemenangan dari seorang Min Yoongi, dia keluar dari mobilnya dengan penuh percaya diri. Min Ji yang tertidur sudah di ungsikan oleh sahabat-sahabatnya.


"Sudah ku bilang kau bukan tandingan ku!" ujar Yoongi. Mingyu hanya tersenyum dengan ucapan Yoongi.


"Tidak usah angkuh Tn. Kau hanya sedang beruntung saat ini!" balas Mingyu.


"Beruntung? Tidak ada yang merasa beruntung. Kau yang lemah dan kalah! Ingat Mingyu. Kau tidak akan pernah lebih baik dariku! Cup cup cup!" ujar Yoongi sambil menepuk bahu Mingyu. Mingyu hanya terdiam sambil menatap apa yang Yoongi lakukan.


"Baiklah Tn. Min Yoongi, kau memang lebih baik, tapi akan aku pastikan ini semua ada balasannya!" bisik Mingyu sambil melangkah pergi meninggalkan Yoongi.


Hah! Yoongi hanya berdecak. Tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh Mingyu padanya.


Yoongi lupa pada Min Ji. Dengan segera iya menyusul Min Ji yang sedang bersama temannya.


"Hebat Yoon!" ujar Daniel dan yang lainnya. Mereka semua salaman, peluk dan tos kemenangan atas pertandingan ini.


Yoongi tersadar pada Min Ji yang tertidur pulas di bahu Baekhyun. Dengan senyuman nya dia menghampiri Min Ji.


"Dia kek bukan tidur Yoon, kek pingsan gitu. Mending lu bawa pulang aja kasian!" ujar Baekhyun.


Yoongi menarik tangan Min Ji, mengalungkan kedua tangannya di leher iya. Dia mengangkat tubuh Min Ji, memangku nya. Seperti Min Ji anak berumur 5 tahun.


Tubuh Min Ji memang kecil dan mungil, berat badan nya pun sangat ringan. Di pangku seperti ini pun dia terlihat seperti anak kecil. Dia tidak terusik sekalipun. Malah merasa nyaman di pangku seperti ini.


.


.


.


.


.


Sampai rumah pun, Yoongi memangku tubuh Min Ji seperti yang iya lakukan tadi. Rasanya gemas saja dia pada Min Ji, Yoongi tertidur pulas di dekapanya.


.


.


Yoongi merebahkan tubuh Min Ji di atas ranjang nya ketika dia sudah sampai di kamar.


Min Ji membalikkan badannya ke samping ketika dia sudah merasakan nyaman kasur. Yoongi tersenyum dan menyelimuti tubuh Min Ji. Biarkan saja dia tertidur saat ini.


.


.


.


.


.


.


"Aku gak mau pergi sama dia Yoongi. Aku gak mau! Tolong aku Yoongi, tolong aku. Aku takut!" ujar Min Ji tiba-tiba. Dia mengigau. Yoongi yang saat ini berada di sampingnya dan tersadar pada Min Ji yang tiba-tiba mengigau.


Yoongi melirik jam di dinding. Jarum itu menunjukkan pukul 16. 25. Pm KSL.


"Hiks Yoongi. Tolong aku!"


"Min Ji." Yoongi menepuk bahu Min Ji, mencoba membangunkannya. Sampai gadis itu tersadar. Tatapan kosong Min Ji ketika dia sudah membuka kedua matanya.


Min Ji melirik ke arah Yoongi, yang tersenyum padanya.


"Yoongi. Kok kita udah ada di rumah lagi? Apa pertandingan nya udah selesai?" tanya Min Ji polos.


"Kalau kita udah ada di rumah yak udah lah Min Ji!"


"Terus siapa yang menang?" tanya Min Ji, tanpa menghilangkan wajah polos nya.


"Siapalagi kalau bukan gua!"


"Beneran?" tanya Min Ji kembali.


"Yak iya lah. Kalau gua kalah, lu gak akan sama gua Min Ji. Lu pasti udah sama si Mingyu!"


"Oh iya. Hee syukurlah, padahal aku barusan mimpi kalau kamu kalah!"


"Gak akan lah Min Ji!"


"Hii ... Kamu hebat! Yoongi...." lirih Min Ji dengan mata berbinar-binar.


"Apa?"


"Mau?"


Yoongi terdiam dengan ucapan Min Ji. Maksud dari kata mau itu apa? Sedikit blank.


"Mau apa Min Ji?"


"Mau itu?" tunjuk Min Ji ke samping.


"Apaan sih?" polos Yoongi. Min Ji menatapnya kesal Yoongi yang tidak mengerti dengan apa yang dia inginkan!


"Aku mau minum yang ada di sebelah kamu Yoongi. Masa gak ngerti!" ujar Min Ji masih dengan wajah kesal.


Yoongi kaget sesaat sebelum dia memberikan gelas berisi air yang ada di sampingnya. Padahal Yoongi berpikir kalau kata mau yang keluar dari mulut Min Ji itu mau Anu :v


Min Ji menuguk habis air yang ada di gelas itu. Lalu memberikan gelas itu pada Yoongi kembali.


Gadis itu dengan santai nya merebahkan kembali badannya yang tadi sempat duduk. Memperbaiki posisi nya. Untuk tertidur kembali. Tidak sadar dia pada Yoongi yang sedari tadi memperhatikan nya.


Mulai sadar dengan tatapan Yoongi, Min Ji membalas nya dengan tatapan polos.


"Kenapa Yoongi?" tanya Min Ji. Yoongi seperti nya tidak ingin berkata -kata saat ini. Dia malah menatap lebih dalam wajah Min Ji. Semakin dekat, sampai Min Ji merasakan deru napasnya yang menggebu. Senyuman tipis tergores di bibirnya. Min Ji masih menatap polos Yoongi.


Hap ...


Gigitan kecil. Yoongi menggigit kecil bibir Min Ji, membuat Min Ji kaget begitu saja.


Satu tangan Min Ji menepuk dada Yoongi, sampai dia melepaskan gigitan itu dan beralih melumat bibirnya. Min Ji semakin terbelalak. Ketika dia merasakan benda kenyal itu bermain.


.


.


.


.


.


.


tbc