Bad Husband

Bad Husband
Menjaga



Menjaga


"Duduk lah," Titah Kevin, Hana pun menurut mengiyakan.


Hana menarik satu kursi dan kemudian duduk. Hana memperhatikan punggung suami nya yang sedang memotong wortel.


"Kau tidak berkerja hari ini?," Tanya Kevin setelah beberapa saat terdiam. Kevin bertanya dengan suara yang terdengar santai.


"Tidak. Aku libur," Jawab Hana.


"Ayo kembali ke atas. Aku tidak lapar," Titah Kevin setelah selesai memotong wortel.


"Eeh kenapa?, aku tau kau sedang lapar. Aku akan memasak untuk mu," Hana kembali berdiri dan melangkah menuju kompor untuk memasak namun Kevin menghentikan nya.


"Tidak. Aku tidak lapar. Ayo kembali naik ke atas," Tegas Kevin.


"Tapi kenapa?," Tanya Hana dengan ragu.


"Apa dia ingin membunuh ku?," Pikir Hana.


"Banyak tanya. Aku suruh naik ke atas ya naik saja," Ucap Kevin. Hana pun menurut.


Hana berjalan dengan pelan untuk kembali ke kamar nya. Sementara Kevin, berjalan mengikuti Hana dari belakang.


Karena jalan Hana yang begitu lambat, membuat Kevin memutuskan untuk menggendong tubuh istrinya tersebut. Tanpa berkata-kata, Kevin langsung saja mengangkat tubuh Hana dan membawa nya masuk ke dalam kamar. Ia mengangkat tubuh istrinya dengan sangat hati-hati agar tidak menyakiti pinggul Hana. Hana pun sangat terkejut dengan perlakuan suami nya itu.


"Kau mau apa?," Tanya Hana dengan kedua bola mata yang membulat.


"Jalan mu lama sekali," Balas Kevin. Kevin berjalan menaiki tangga dan kemudian masuk ke kamar.


Sesampai nya di dalam kamar, Kevin secara perlahan membaringkan tubuh Hana di tempat tidur. Melihat hal itu, Hana dengan cepat menjauhkan dada bidang suami nya dari hadapan nya. Hana mendorong Kevin untuk tidak mendekatinya saat ini. Melihat perlakuan Kevin,embuat Hana berpikir jika suami nya itu ingin melakukan sesuatu pada nya.


"Kevin, untuk hari ini saja tolong jangan. Aku sedang tidak bisa. Aku benar-benar tidak bisa," Mohon Hana.


"Tidak bisa apa nya?, kau berpikir terlalu jauh. Kau kira aku apa hah!," Ucap Kevin dengan mengangkat satu alis ke atas. Kevin mengerti maksud dari perkataan Hana yang mengira diri nya ingin meminta sesuatu.


"Aku tidak meminta mu untuk itu. Aku hanya ingin memijat pinggul mu yang sakit," Jelas Kevin. Hana yang mendengar pun terdiam.


"Balikan tubuh mu," Titah Kevin. Hana pun berbalik dengan ragu.


Setelah Hana berbalik dengan posisi telungkup, Kevin kemudian membuka baju tidur yang Hana kenakan. Melihat Kevin yang membuka baju nay, membuat Hana menjadi takut.


"Kau mau apa?," Tanya Hana dengan menahan pakaian yang hampir terlepas di tubuh nya.


"Apa yang kau takut kan?, aku akan memijat punggung dan pinggul mu. Jika baju mu tidak di lepas, bagaimana aku bisa memijat nya,?," Tanya Kevin dengan helaan. Hana yang mendengar penjelasan Kevin pun akhirnya mengerti dan melepaskan tangan nya.


"Lagi pula apa yang ingin kau sembunyikan. Aku sudah melihat seluruh nya." Gumam Kevin.


Kevin mulai memegang pinggul Hana dan perlahan memijat nya. Di sepanjang pijatan, Hana terdiam menahan rasa sakit. Hana berusaha untuk tetap diam karena ia takut jika suami nya mungkin bisa saja marah mendengar nya.mengaduh.


"Tahan sebentar, setelah ini tidak akan sakit." Ucap Kevin yang masih melanjut kan pijatan di pinggul istri nya.


Di sepanjang pijatan, Kevin memperhatikan tubuh istrinya yang terlihat kurus. Melihat hal itu membuat nya merasa bersalah. Ia menyadari jika Hana selalu bersedih dan selalu waspada berada di rumah.


"Kevin," Panggil Hana.


"Apa sudah bisa berhenti?, aku tidak sanggup menahan nya lagi," Ucap Hana dengan suara yang terdengar lemah.


"Sudah." Kevin menghentikan pijatan nya dan kemudian menyelimuti tubuh istri nya yang masih terlungkup.


"Coba berbaring," Titah Kevin. Hana pun mengalihkan tubuh nya untuk berbaring.


"Bagaimana?, apa masih sakit?," Tanya Kevin.


"Tidak terlalu sakit," Jawab Hana.


"Baguslah." Jawab Kevin.


"Tunggu sebentar," Kevin beranjak menuju kamar mandi. Tidak begitu lama ia pun kembali dengan membawa kan handuk basah.


Kevin kemudian menempelkan handuk yang sudah ia basah kan tersebut ke kening Hana. Ada pun Hana, melihat perlakuan suami nya kali ini membuat Hana menjadi tersentuh. Baru perta kali nya Hana di perlakukan begini oleh suami nya. Hana terdiam membiarkan Kevin menempelkan handuk kecil tersebut di kening nya.


"Istirahat lah. Aku keluar sebentar membeli makan," Ucap Kevin sembari berdiri.


"Kenapa beli? jika kau lapar, aku akan memasak," Hana berusaha untuk bangun dan duduk, namun Kevin kembali membaringkan nya.


"Tidak perlu. Aku akan membeli makanan saja. Kau tunggu saja di rumah," Ujar Kevin dan di iyakan oleh Hana.


Kevin keluar dari rumah dengan menggunakan mobil untuk membeli makanan. Selang beberapa menit saja, ia pun kembali ke rumah dengan membawakan bubur dan juga makanan lain nya untuk dirinya dan juga Hana. Kevin kemudian membawa makanan yang ia beli masuk ke dalam kamar.


"Bangun lah," Titah Kevin saat melihat Hana yang melihat ke arah nya.


"Aku membeli bubur untuk mu," Ucap Kevin sembari membantu Hana untuk bangun. Kevin kemudian mengambil bantal dan menyandarkan Hana.


"Bagaimana dengan mu?," Tanya Hana.


"Aku tidak makan bubur. Aku makan nasi dan ayam," Kevin memperlihatkan makanan nya.


"Makan lah. Apa perlu aku suapi?," Tawar Kevin namun Hana dengan cepat menolaknya.


"Ti..tidak perlu. Aku bisa makan sendiri," Tolak Hana. Hana mengambil bubur dari tangan suami nya.


"Apa tidak apa-apa makan di tempat tidur mu?," Tanya Hana ragu.


"Makan lah. Kau terlalu banyak bertanya," Ucap Kevin dengan helaan.


Hana pun mulai menyuapi bubur ke dalam mulut nya. Di sela suapan nya, sesekali Hana memperhatikan lelaki yang sedang makan di hadapan nya.


Seusai makan, Kevin pun keluar dari kamar untuk membiarkan Hana beristirahat dengan tenang di sana. Kevin keluar dari kamar dan duduk di sofa ruang keluarga sendirian.


* * * *


Seharian ini, Kevin hanya berada di rumah dan tidak kemana-mana. Kevin juga sempat menghubungi Elber untuk memberi tahu jika hari ini ia tidak bisa keluar rumah karena ada sesuatu hal penting di rumah. Hal penting yang di maksud kan oleh Kevin tidak lain ialah karena menjaga Hana yang sedang sakit.


Seharian ini, Kevin sudah berulang kali masuk ke dalam kamar hanya untuk memastikan keadaan Hana. Entah sejak kapan ia menjadi seperhayian itu pada Hana.


"Jika butuh sesuatu kau bisa memanggil ku di luar," Ingat Kevin yang sedang berdiri di depan pintu kamar yang sedang terbuka. Hana mengangguk mengiyakan.


"Hari ini, dia terlihat bukan seperti Kevin yang biasa nya. Ada apa dengan nya?," Pikir Hana dengan heran.